
πΈπΈπΈ
Pagi yang sangat cerah, tapi tidak dengan annin. Ia terbangun dengan penuh kegelisahan, mimpinya tadi malam. Apakah akan banar-benar menjadi kenyataan.
Annin terlihat begitu ketakutan dan juga gelisah. Ia tidak mendapati suami mesum yang biasanya memeluk dirinya erat, yang biasanya selalu menggendongnya menuju kamar mandi, memandikannya, dan juga memasangkanya pakaian.
Dengan cepat annin menuju kamar mandi, bergegas mandi, setelah mandi annin langsung memakai pakaiannya. Dan segera keluar dari kamar. Menuju ruang makan.
"Annin sayang, kamu sudah bangun. Sini sayang, "ucap nyonya besar mou yang tengah menikmati sarapannya. Disana juga sudah ada Tuan besar mou dan juga Ibu mei lyn. (mei lyn adalah ibu kandung Sekretaris chao).
"Shilin dimana, mom"tanya annin seraya mendudukkan bokongnya dikursi samping nyonya besar mou.
"Shilin sudah berangkat kekantor pagi-pagi sekali."jawab nyonya besar mou melahap sarapanya.
"ke kantor.. "ucap annin kecewa.
"Sudah, jangan kecewa begitu. Dia hanya berangkat bekerja, bukannya meninggalkan mu. Mending sekarang annin sarapan ya. Biar kamu dan cucu mom sehat terus, "ucap nyonya mou mengambilkan annin roti isi coklat.
Annin menerimanya dengan tersenyum, Walaupun ia sudah tau kalau suaminya berangkat untuk bekerja. Tapi, entah kenapa hati nya begitu tak tenang. Selalu saja gelisah.
"Semoga semuanya baik-baik saja, "ucap annin membatin.
"Annin sayang, kamu tidak apa-apa kan kalau mom tinggal. Soalnya Mom dan daddy akan pergi ke korea. Ibu mom sakit dan sendirian disana, tidak ada yang merawatnya. Jadi mom dan daddy akan tinggal disana, dan mungkin dalam jangka waktu yang agak lama. Kamu tidak apa kan mom tinggal, "ucap nyonya besar mou mengelus rambut annin pelan.
Mendengar itu, annin tidak jadi menggigit rotinya. Entah kenapa ia begitu sedih ditinggalkan oleh nyonya besar mou yang telah ia angap seperti ibunya sendiri.
"Annin akan merindukan Mom, "ucap annin tanpa sadar telah menangis, dan langsung memeluk erat tubuh nyonya besar mou yang ada disampingnya. Enatahlah, dia sendiri juga tidak mengerti kenapa ia begitu cengeng akhir-akhir ini.
"Jangan nangis dong, sayang. Kan mom jadi berat untuk meninggalkanmu, "ucap nyonya besar mou membalas pelukan annin.
"Kamu tenang ya, kan ada Shilin, sekretaris Chao dan juga ibu mei lyn yang akan menjagamu. Kalau kamu merindukan mom, kita bisa melakukan vidio call."ucap nyonya besar mou berisaha membujuk annin.
Annin tidak lagi berselera untuk melahap sarapanya. Melihat mobil tuan besar dan juga nyonya besar mou menjauh, hatinya begitu perih.
"Sabar ya Non. Nyonya pergi hanya sebentar. Setelah ibu beliau kembali sehat, nyonya dan tuan juga akan segera kembali lagi, "ucap mei lyn pada annin.
"Lebih baik kita segera masuk. Non pasti lelah, non istirahat saja ya. Mari saya antar non. "ucap mei lyn memegang pundak annin dan membawa annin kekamarnya.
πΈπΈπΈ
Pkl: 22:59
Kini annin duduk termenung disofa ruang tamu, ditemani oleh ibu mei lyn. Annin menolak diajak kekamar, ia hanya ingin disana. Menunggu hingga suaminya pulang kerja dan menyambutnya nanti.
"Biasanya tuan muda pulang sekitar jam 9 malam, non,"jawab mei lyn tak enak hati melihat nona mudanya yang kini terlihat kecewa.
"Lebih baik non tidur duluan saja ya, mungkin tuan sedang ada urusan penting. Jadi dia tidak bisa pulang, "ucap mei lyn mencoba meyakinkan annin yang terlihat berkaca-kaca.
"Kalau memang ada urusan penting kenapa tidak bilang. Ini, ditelpon pun nomornya tidak aktip, "jawab annin kesal.
"Ibu tidur saja dulu, annin akan menunggunya,"ucap annin keuhkeuh.
Mei lyn tak pergi dari tempatnya, ia telah berjanji pada nyonya nya untuk menjaga nona annin. Dan untuk itu ia akan tetap menjalankan amanah nyonya nya.
πΈπΈπΈ
"Nona muda, nona. Bangun nona ini sudah pagi. "ucap mei lyn yang ternyata juga ikut tertidur di ruang tamu itu.
"Ibu mei lyn. Shilin sudah pulang kan bu, "ucap annin dengan semangat langsung segar saat terbangun dari tidurnya.
"Dimana dia buk. Ahhh... Dikamar ya, "Annin berkata lalu dengan semangat berlarian kecil menuju kamarnya.
"Nona jangan berlarian, "ucap mei lyn ikut berlari mengejar nonanya.
Annin kecewa saat tak menemukan sosok yang ia cari dimana pun.
"Bu, apa dia belum juga pulang. Urusan penting seperti apa yang membuatnya tidak juga pulang kerumah. Bahkan nomornya pun tidak aktip. Apa yang telah terjadi bu,"ucap annin yan kini telah menangis tersendu-sendu.
Mei lyn yang memang telah mengetahui seluk beluk masalah yang menimpa tuannya hanya diam tak dapat berkata-kata. Ia hanya akan menjalankan tugasnya, dengan menjaga nona mudanya dengan baik.
Bersambung...
Masuk konflik lagi ya, Bucinnya segitu aja.π π π
Like dan komen ya, hadiah dan vote nya juga πππ
Maafkan typonya, selamat membaca dan semoga syukah πππππ
Aduh sedih banget ada yang buang othor dari rak bukunya, mana level juga turun πππ
Maaf kan othor yang malah curhat πππ
ππΈ