
πΈπΈπΈ
"Shilin, kenapa annin bisa tidur?"tanya nyonya besar mou heran.
"Memangnya kenapa, mom. "tanya presdir shilin yang juga heran.
"Bukan apa-apa. Hanya saja, biasanya annin susah tidur. Tadi malam saja dia tidak tidur sama sekali, "ucap nyonya besar mou lalu meletakkan ramuan yang tadi ia racik ke atas nakas.
"Susah tidur! "ucap presdir shilin tak mengerti.
"Ia susah tidur. Bukan itu saja, annin juga mengalami mual setiap pagi, siang sore, dan juga malam. Kasian sekali dia. "ucap nyonya besar mou mendudukkan bokongnya di pinggir kasur.
"Sejak kapan seperti itu, mom?"tanya presdir shilin.
"Ya.. Sejak ia hamil. "jawab nyonya besar mou merapikan anak rambut anni yang berantakan. Sedangkan presdir shilin masih setia menggenggam erat jemari annin.
"Selain itu apalagi yang terjadi pada annin, mom?"tanya presdir shilin.
"Emm... Susah tidur, mual, susah makan, sering gelisah. Itu saja sih yang mommy tau. Dulu, waktu mom hamil kamu dan yong. Mom juga begitu, tapi tidak separah annin. "ucap nyonya besar mou menatap sayu wajah sembab annin yang kini nyenyak terlelap.
"Yasudah, mom keluar dulu. Kamu jaga annin ya, "titah nya lalu keluar dari kamar.
Setelah kepergian mommy nya, presdir shilin memandang wajah sembab annin dengan segala rasa bersalahnya. Apalagi saat adegan-adegan bagaimana ia menyiksa annin selama ini, terekam begitu jelas diingatannya. Mengingat itu membuat nya bergidik ngilu.
Tanpa ia sadari ia pun ikut terlelap disamping annin masih dalam posisi duduk.
Pov annin
Kurang lebih satu jam tertidur, aku pun terbangun karena panggilan alam dari perutku yang berteriak minta diisi.
Mengerjabkan mataku perlahan, aku langsung disugukan oleh pemandangan yang membuat hatiku tersentuh. Hati ku merasa sangat damai saat melihat suami kejamku begitu erat menggenggam jemari. Perasaan gelisahku hilang seketika.
Aku tak kuasa menahan air mataku. Air mata ku langsung mengalir begitu saja, tanpa bisa kutahan. Aku tidak mengerti mengapa aku yang sekarang begitu cengeng. Kenapa aku begitu sering menangis bahkan hanya karena hal-hal kecil semata. Entah kemana diriku yang dulu, diriku yang dulunya begitu tangguh dan kuat. Kenapa aku begini, apakah semua wanita hamil merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan.
Tapi adikku aurel tidak mengalami hal yang aku alami. Dulu dia tampak baik-baik saja. Bahkan ia makan sangat banyak, kenapa aku tidak begitu juga.
"Suamiku... "ucapku pelan, beserta tetesan air mata ku ikut mengalir.
"Walaupun aku tau, kau berubah hanya karena anak ini. Tapi aku tetap bahagia karena kau mau menerimaku juga. Terima kasih karena telah membawaku kepada keluargamu yang sangat baik padaku. Walaupun kau kejam padaku, aku akan belajar melupakan semua itu. Aku tau kau pasti masih membenciku, tapi aku akan tetap berterima kasih karena kau sudah mau menerimaku dan membiarkanku tetap hidup. Tetap hidup dan menemui adikku lagi. Hanya itu saja yang aku inginkan."ucap annin yang pastinya hanya di dalam hatinya.
"Sayang... "ucap nya, ahh.. Panggilan romantis itu. Andaikan itu adalah untukku, pasti aku akan sangat bahagia Tapi aku cukup tau diri.
"Kenapa menangis lagi? "tanya saat melihat ada air mata dipipiku. Dengan cepat aku menghapusnya.
"Aku tidak menangis,"ucapku, dia membalas ucapanku dengan senyuman yang memepesona.
"Apa mau sarapan? "tanyanya mengelus kepalaku.
"Tidak.. "jawabku singkat.
"Andai kau tau, aku sangat ingin makan masakanmu. Aku tidak tau mengapa aku begitu menginginkannya,"batin ku lagi.
"Apa mau mandi? "tanya nya lagi dengan ekspresi yang aneh. Membuatku mengerutkan kedua alisku.
Karena memang masih sangat pagi dan tubuhku juga terasa sangat lengket. Aku pun menerima tawarannya dengan mengagukkan kepalaku. Aku kaget saat tubuhku kembali melayang ke udara.
Aku tidak sadar tiba-tiba dia menggendongku. Karena takut jatuh aku pun menyilangkan kedua tanganku dilehernya. Mata kami beradu pandang, entah apa yang merasuki ku. Kenapa pandanganku malah terpokus pada bibirnya. Apa yang terjadi padaku kenapa aku ingin sekali merasakan bibir Seksi itu. Melihat bibir itu tersenyum, aku pun tersadar.
"Apa suami mu ini begitu tampan? Apa istriku ini sudah jatuh cinta pada sumi tampannya ini. "ucapnya menggodaku dengan senyuman mempesona nya.
Aku tidak mengiyakan ataupun membantah, pipiku langsung memerah seketika, astaga aku begitu malu. Apa di tau sedari tadi aku menatap bibir seksinya. Aku ingin berteriak saking malunya.
Aku tak bisa berbuat banyak saat ia menggendong ku masuk kedalam kamar mandi dan mendudukkan ku diatas closet. Sedangkan ia mulai mengisi bak dengan air panas yang ia campur juga dengan air dingin. Lalu dia mulai merasakan suhu air itu. Setelah dirasa sudah cukup, ia memasukkan cairan aromatherapy yang sangat wangi dan menyegarkan.
"Baik sekali dia, andaikan semua perhatian ini untukku. Tapi aku cukup tau diri. Kau beruntung sekali nak, punya daddy yang sangat baik padamu. "batinku seraya mengelus lembut perutku datarku.
Setelah selesai dengan urusannya, dia kembali menghampir dan kembali menggendongku. Lalu menurunkanku disamping buthub besar itu.
Aku kaget saat ia akan membuka pakaian ku. Dan reflek aku menutupi dadaku.
"Ada apa, tidak perlu malu. Aku bahkan sudah merasakanya,"ucapnya santai lalu kembali membuka pakainku.
"Baiklah, apalagi yang bisa kututup darimu. Kau suamiku, jangankan melihatnya, merasakannya saja kau berhak. Bukan hanya tubuhku yang kau beli tapi juga nyawaku. Angka sebanyak itu sampai matipun aku tak akan sangup menggantinya. "batinku lagi.
Lihatlah, kau tak berkedip melihatnya. Kau lah sekarang yang kepanasan. Lihatlah keringatmu itu.
Melihatnya yang gelagapan, aku mulai masuk kedalam buthub yang sudah dipenuhi busa. Walaupun dia masih meninggalkan bra dan cd ku. Tapi aku bisa melihat usahanya melawan hawa nafsu. Itu sangat tergambar dari wajah tampannya.
Bersambung......
Terima kasih banyak ya, atas bantuan reader semua, sudah membantu Oni memilihππ Banyak yang memilih nomor 1. Jujur Oni juga suka nomor 1. Tapi bagaimana ya, yang nomor 1 itu kebalik dalam tata bahasa. Tapi kalau kalian lebih memilih nomor satu Oni tidak jadi merubahnya π π
Like dan komen, dan juga hadiah dan vote nya ππ
Maafkan typonya, selamat membaca dan semoga suka ππ
ππΈ