
πΈπΈπΈ
"Astaga... Shilin lupa bu, "dengan berlari kencang presdir Shilin masuk ke lif, meninggalkan semua pekerjaan yang tadi ia lakukan.
"Shit... kenapa aku bisa melupakan pakaianku. "umpat presdir shilin yang kini berada di dalam lif.
Ketika lif terbuka, dengan cepat presdir Shilin menuju kamarnya. Mengambil sembarang pakaian dan langsung mengenakannya.
Setelah selesai, barulah presdir Shilin kembali kelantai dasar. Untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Tuan, tuan tadi hampir membuat ibu jantungan. Ibu kira terjadi apa-apa pada tuan, semua pelayan mengerumuni ibu. Mereka bilang telah terjadi sesuatu pada tuan. Tidak taunya, tuan malah masak tanpa menggunakan pakaian. Apa tuan sedang tidak enak badan? "ucap ibu meilyn diakhiri dengan pertanyaan khawatir tapi juga diselingi dengan manahan tawanya.
"Shilin baik-baik saja bun, hanya kesiangan saja. Jadi terburu-buru dan melupakan segalanya, "jawab presdir Shilin.
"Bu, biarkan Shilin saja."ucap presdir membantah ibu meilyn yang saat ini membantunya.
"Tidak apa, tuan. Nona sudah menanyakan sarapannya, "jawab ibu meilyn.
"Baiklau bu, "presdir shilin berkata sambil membalikkan telur yang tadi ia goreng, beruntung terlurnya tidak gosong.
"Bu, nanti katakan juga pada Annin. Nanti malam Shilin akan mengajaknya untuk menemani Shilin untuk menghadiri pesta ulang tahun Choi,"ucap presdir Shilin.
"baik tuan, nanti akan ibu sampaikan, "jawab ibu meilyn.
Kemudian mereka kembali melanjutkan ritual masak mereka. Tapi, tanpa mereka berdua sadari. Ada sepasang mata yang kini tengah menangis tersendu-sendu saat memandang suaminya yang sedang memasakkan sarapan untuknya.
Siapa lagi pemilik sepasang mata itu kalau bukan Annin. Annin yang sudah sangat kelaparan, memaksakan diri keluar dari kamar menuju dapur. Alangkah terkejutnya ia saat melihat suami yang ia tau sangat membencinya. tapi ternyata mau membuatkannya makanan. Atau jangan-jangan suaminyalah yang selama ini memasakan makanan untuknya. Hingga ia sudah tidak mengalami mual terhadap makanan.
Sedikit berlari Annin menuju kamar, pikirannya sangat kalut saat ini. Apa maksud dari suaminya. Kenapa ia terkadang baik tapi terkadang juga sangatlah kejam. Apa yang telah suaminya perbuat, apa alasannya memperlakukannya seperti itu. Apa suaminya sedang mempermainkannya.
"Apa maksudnya? apa arti perbuatan kejamnya selama ini, apa pula perbuatan baiknya saat ini. Apa dia berbuat baik padaku hanya untuk anaknya, ya! Itu pasti untuk anaknya. Kenapa juga aku menangis, aku tidak perlu terharu seperti ini. Tapi setidaknya aku bisa melihat sisi seorang ayah darinya. Sepertinya keputusan memang tepat, aku yakin anakku akan aman jika bersamanya. Anakku tidak akan merasa kekurangan, semua yang dia butuhkan ada disini. Jika bersamaku dia hanya akan hidup sengsara. Maafkan ibu nak, ibu sudah akan meninggalkanmu bahkan sebelum kamu lahir kedunia, "ucap Annin mengelus perutnya yang sudah mulai menonjol, juga dengan berlinang air mata.
Tok... tok.... tok... (suara pintu yang diketuk seseorang)
"Nona annin, ibu masuk ya? "tanya ibu Meilyn diluar sana.
"Ini, sarapan spesial yang ibu buatkan khusus untuk nona, "ucap ibu Meilyn mengambil posisi duduk disisi ranjang disamping Annin.
Annin hanya tersenyum terpaksa, jelas ia sudah tau siapa yang membuatkan sarapan itu untuknya. Tapi ia tak mau ambil pusing, ia akan ikuti sandiwara ini.
"Non, nanti malam. Nona nanti malam diajak pergi ke pesta ulang tahun bersama tuan. Jadi setelah ini, Jiuyu akan datang untuk mempersiapkan nona secantik mungkin, "ucap ibu Meilyn seraya menyuapi Annin.
"Siapa yang ulang tahun bu? "tanya Annin seraya mengunyah sarapannya.
"Tuan Choi, nona kenal bukan. Tuan Chao itu juga sahabat dekat tuan Shilin, tuan Chao adalah pewaris Mall ternama dikota ini, "Ibu Meilyn berkata sambil kembali menyuapi Annin.
"Iya bu, Annin ingat. "jawab Annin.
Bersambung....
OTHOR MAU GANTI JUDUL LAGI NIH, READER TERCINTA ADA SARAN NGGAK JUDULNYA APA, πππ
Bantuin ya, pleaseeeeeeee ππππππ
Like, komen, hadiah, dan vote πππ
Jangan lupa kasih juga othor Rate bintang 5 OKAY πππ
selamat membaca dan semoga suka π
Maafkan juga typonya π
Sembari menunggu Annin dan Shilin up lagi, yuk mampir dulu ke karya temen Author yang kece badai ini πππ