My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (37)



🌸🌸🌸


"Astaga!" Meilyn langsung menutup mulutnya yang hampir berteriak, tatkala mendengar suara-suara erotis dari dalam kamar putran-nya. Ia segera kembali masuk kedalam lift. Didalam sana ia terus tersenyum bahagia.


"Putraku benar-benar telah berubah, semoga saja aku akan cepat menimang cucu," ujarnya terus tersenyum.


"Sedang apa mereka, sayang?" Tanya tuan Aldrich pada calon istrinya yang baru saja menghenyakkan bokongnya di kursi ruang tamu.


"# * # * # * # * # * # * # * # * #," bisik Meilyn.πŸ˜‚


"Benarkah, sayang." Tanya tuan Aldrich tak percaya.


"Heem," jawab Meilyn singkat.


"Ada apa paman, bibik?" Tanya Anna heran.


"Tidak apa-apa, Anna. Jangan panggil paman juga bibik. Panggil Daddy dan Mommy saja. Kamu kan kakaknya Zanna, jadi akan Daddy anggap sebagai anak juga," jawab Tuan Aldrich ramah.


"Baiklah, Daddy," jawab Anna sopan.


🌸🌸🌸


"Kak, sudahlah. Aku tidak kuat lagi kak!" Tutur Zanna dengan nafasnya yang tersengal.


"Sekali lagi sayang, pleaseee ya," mohon presdir Chao yang telah Candu pada tubuh istrinya.


"Kakak jahat, apa kakak ingin aku mati. Ini saja masih sakit kak, kakak enak nggak sakit. Hiks, hikss...," Lirih Zanna yang memang tak sangup lagi meladeni suaminaya yang tak pernah puas apalagi lelah.


"Bukan begitu, sayang. Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi. Ayo kita mandi sekarang, Sepertinya Daddy dan Mommy masih menunggu kita," ujar presdir Chao bangkit dari ranjang.


"Kakak saja. Katakan pada Daddy juga Mom, bahwa aku sakit dan tidak bisa bergabung. Aku benar-benar sangat lelah kak. Ini semua karena kakak. Ini semua ulah kakak. Dan aku yang harus menanggung malu," kesal Zanna, ia kesal karena sekarang ia merasakan nyeri dibawah sana.


"Aku akan menggendongmu sayang. Nanti akan aku katakan kalau kakimu terkilir di kamar mandi. Ayolah kita mandi, Aku Gendong ya," ujar presdir Chao akan mengangkat tubuh istrinya.


"Jangan kak, sakit kalau bergerak. Lagipula, aku masih marah pada kakak. Kakak selalu saja membohongiku, darimananya tidak sakit. Bahkan aku tidak bisa bergerak sedikit pun. Kakak jahat," ucap Zanna merajuk.


"Pertamanya kali saja sakit, sayang. Setelah itu tidak akan sakit lagi," jelas presdir Chao.


"Aku tidak akan percaya lagi pada kakak!" Tutur Zanna yang semakin kesal.


"Aku maluuuu, kak." Saut Zanna, kembali membungkus tubuhnya dibawah selimut.


"Baiklah, kamu akan tetap di kamar saja. Aku akan menemui Daddy juga Mommy. Tapi, kamu mandi dan memakaki baju dulu. Apa kamu mau Mommy melihatmu dalam keadaan yang seperti itu." Presdir Chao berkata sambil membelai rambut istrinya.


"Tentu saja tidak, akan lebih malu kalau seperti itu," jawab Zanna kesal.


"Kalau begitu, Ayo madi lebih dulu. Aku Yang akan memandikanmu, sayang," bujuk Chao.


"Baiklah," pada akhirnya Zanna mengalah.


Presdir Chao tersenyum. Lalu mengangkat tubuh polos istrinya, bersamaan dengan selimutnya. sesekali Zanna meringis merasakan sakit dipangkal paha-nya.


Dengan berhati-hati Presdir Chao mendudukkan istri polosnya, diatas closet. Lalu, ia menuju buthub dan mengisinya dengan air hangat.


"Kamu sangat seksi, sayang." Tutur presrdir Chao mulai jatuh cinta pada istrinya.


"Berhenti melihatku, kak," Zanna semakin mengeratkan selimutnya. Seakan melakukan pertahanan jika suaminya tiba-tiba menyerang.


"Kakak, jangan macam-macam." Ucapnya masih trauma.


"Tidak, sayang. Aku hanya menikmati kecantikanmu," jawab Presdir Chao mengambil aromatherapy lalu menuangkannya kedalam buthub.


Lalu mendekat pada sang istri, menggendongnya lagi. Kemudian melepas selimut sang istri, memasukkannya perlahan kedalam buthub. Menyingkirkan nafsunya, ia memandikan sang istri dengan telaten.


Bersambung...


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lopeeeee readerssss 😘😘😘


πŸ’–πŸŒΈ