My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 94



🌸🌸🌸


Di rumah sakit:


Tuan Yong membaringkan Aurel perlahan keatas ranjang yang tersedia. Dan Aurel langsung ditangani oleh dokter kandungan disana.


"Bagaimana keadaan Istri dan Anak-anak saya dok? "tanya tuan Yong pada dokter paruh baya itu.


"Kandungan nona baik-baik saja, tuan. Namun kondisi Ibunya yang agak dehidrasi, tapi sudah saya tangani. Jadi, Ibunya juga sudah dalam kondisi sehat. Tapi, saya sarankan ibu Aurel untuk menjalani bad rest, dan jangan melakukan aktivitas yang berat-berat dulu, "ucap dokter memberi saran.


"Baik dokter, "jawab tuan Yong mengerti.


Kembali tuan Yong mangangkat tubuh Aurel. dan membawanya meklmasuki mobil untuk pulang kerumah.


Sampai dikamar, tuan Yong kembali membaringkan tubuh Aurel diranjang king sizenya. Karena hari sudah sangat larut ia pun ikut terlelap bersama istrinya.


🌸🌸🌸


Setelah kepergian Mike, Annin yang ternyata berpura-pura tidak sadarkan diri. Kini berusaha melepaskan diri dari ikatan tali ditiang itu.


5 menit berlalu, tapi Annin belum juga terlepas dari tali yang mengikatnya. Tapi Annin tidak berputus asa, ia terus berusaha. Hingga kini ia berhasil terlepas dari ikatan tali itu. Beruntung! Sepertinya nasib baik belum sepenuhnya berpihak padanya. Karena tepat saat itu juga, tiang itu patah. Dan ia terjatuh kedasar laut bersamaan dengan tiang itu.


Didalam laut, Annin yang tadinya berusaha untuk berenang ke atas. Berhenti tiba-tiba, ia mulai merasa tak asing dengan kejadian ini. Ia mereasa ia juga pernah mengalami hal yang sama seperti ini sebelumnya.


Dan saat itulah potongan-potongan adegan dimasa lalu mendatangi Annin secara bersamaan.


Persis seperti saat ini. Annin ingat semuanya, termasuk kejadian dimana ia dan ibunya disiksa oleh kakaknya mike. Setelah itu mike mendorong ia dan ibunya kelaut.


Ibu terus berusaha menyelamatkan Annin, dengan cara terus berenang. Hingga ada sebuah kapal yang lewat, dan orang-orang dikapal menyelamatkan Annin. Namun sayang, ibunya sudah tenggelam kedasar laut dan sudah kehilangan nyawanya.


Setelah mendapatkan ingatan masa lalunya. Annin yang sudah kelelahan, akhirnya kehilangan kesadarannya.


Namun tepat pada saat itu, samar-samar Annin melihat seorang lelaki yang ia kenal.


"*Kak Shilin,"ucap Annin dalam hati lalu memjamkan matanya.


🌸🌸🌸*


Pagi kembali datang, membawa keceriaan bagi semua penduduk bumi. Termasuk Sepasang suami istri yang kini saling berpelukan, mendapat panggilan alam. Aurel mencoba untuk bangun dari tidurnya.


Namun ia tidak bisa bangun, karena kedua tangan kekar itu semakin erat memeluknya.


"Saya mau kekamar mandi tuan, saya sudah tidak tahan tuan. Tolong lepaskan saya dulu, "ucap Aurel berusaha untuk lepas dari pelukan suaminya.


"Panggil aku dengan panggilan SAYANG mulai sekarang."ucap Yong yang kini menatap tajam Aurel.


"Baiklah SAYANG, sekarang lepaskan saya tuan, "ucap Aurel lagi.


"Tapi kau masih memanggilku tuan, baby, "ucap Yong menggoda istrinya.


"Aaaa... aku tidak tahan lagi SAYANG, "teruak Aurel dengan kencang.


Kemudian tubuhnya terbang diudara.


"Tu...Sayang apa yang kau lakukan, saya mau kekamar mandi lepaskan,"teriak Aurel lagi.


"Kata dokter kau tidak boleh melakukan apapun, kau tidak boleh kelelahan baby. Jadi aku akan menjagamu 24 jam, "jawab tuan Yong santai mengangkat tubuh Aurel lalu mendudukannya diatas closet.


"Sekarang lakukanlah, "ucap tuan Yong.


"Apa aku perlu membantu melepaskannya, "ucapkan tuan Yong yang ingin melepaskan celana Aurel.


"24 jam, Apa termasuk kekamar mandi, "tanya Aurel panik. Lalu dijawab anggukan kepala tuan Yong.


"Tidak tu.. Sayang. Aku tidak akan bisa melakukan apapun jika ada yang melihat. Sayang keluar dulu ya. Ini bukan pekerjaan yang berat kok, "ucap Aurel berusaha membujuk suaminaya.


"Baiklah, aku akan membelakangi mu. Selarang lakukan, "titah tuan Yong tak dapat dibantah.


Bersambung....


Like, komen, hadiah dan Voteee πŸ™πŸ˜Š


Rate bintang 5 juga πŸ™πŸ™πŸ™


Belum akan tamat kok πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Selamat membaca dan semoga suka 😍😍😍


Maafkan juga typonya πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ