
πΈπΈπΈ
"Kak Chao, kakak kenapa? Astaga! kak," teriak Zanna kaget, saat sang suami menjatuhkan tubuh kekarnya itu kepelukkannya.
"Panas dan dingin, Za." Lirih Presdir Chao tak berdaya.
"Panas dan dingin!" Ucap Zanna langsung memegang kening Presdir Chao, ia kira suaminya demam.
"Tidak panas apalagi dingin, biasa saja," tutur Zanna heran.
"Za, sangat panas za. Sepertinya ada client perempuan yang sengaja ingin menggodaku dengan memberikan obat per*ngs*ng diminumanku. Aku tidak tahan lagi Za, beruntung aku bisa kabur dan lepas dari jal*ng itu. Bantu aku Za, aku membutuhkanmu. Ini sangat menyiksa Za, sangat sakiit," Lirih Presdir Chao dengan Nafasnya yang sudah tak beraturan.
"Astaga! Apa ada client yang seperti itu kak?" Tanya Zanna kaget.
"Tentu saja ada Za, kau saja tidak membuka matamu. Lihatlah aku begitu tampan dan mempesona begini, tapi kau masih saja menolakku untuk bermain di ranj*ng," jawab Presdir Chao dengan segudang kenarsisannya. Ternyata tidak dinovel saja, yang menceritakan CEO dingin berubah menjadi narsis saat jatuh cinta. Tapi juga terjadi di dunia nyata (novel)πππ
"Astaga! Sudah teler masih saja narsis," hardik Zanna akan pergi.
"Kau mau kemana Za!Apa kau masih menolakku dengan kondisiku seperti ini! Apa kau ingin aku mencari perempuan lain diluar sana!" Lirih presrdir Chao, lengkap dengan nafasnya yang tersengal.
"Kakak apa-apaan sih! Tentu saja tidak boleh," kesal Zanna, menepis tangan suaminya yang menahannya.
"Aku mau ke dapur untuk mengambil es batu. Untuk mengurangi panas kakak. tungggu disini dulu kak!" Zanna pergi mengarah ke dapur untuk mengambil es batu. Mansion akan sepi bila malam hari, para pelayan tidur dirumah khusus Yanga dan dibelakang. Jika malam hari mereka memang dilarang memasuki mansion. Mereka hanya akan datang saat dipanggil saja.
Zanna menuju ke arah dapur, meninggalkan suaminya yang kini teler di ruang tamu.
Agak jauh Zanna menghentikan langkah kakinya, curiga akan gelagat suaminya, Zanna pun mengintip dari balik tiang.
"Yesssss! Sebentar lagi aku akan menggollkan istriku," begitulah kira-kira ucapan suaminya yang dapat ia dengar dari kajauhan.
"Benar dugaanku. Jadi kakak ingin beradu jenius denganku. Oke! Dengan senang hati aku akan meladeni kakak. Kita liat siapa yang paling jenius, aku atau kakak," ucap Zanna dengan senyuman liciknya, menatap suaminya yang masih berada di ruang tamu.
"Huuff....Bukannya aku menolak kakak. Tapi aku benar-benar belum siap. Aku sangat takut melihat terong kakak yang ukurannya pasti jumbo itu. Setidaknya berikan aku waktu hingga aku cukup dewasa. Dan lubang milikku sedikit membesar, agar muat nantinya. Ah...aku sangat takut! Tubuhnya saja Segede itu, gimana juniornya," polos akut seorang jenius keluar. Ternyata tidak semua orang jenius itu pintar, mereka pasti punya kekurangan yang menjadikan mereka terlihat bodoh.
Contohnya saja Zanna, seorang perempuan berusia 22 tahun, pintar dengan IQ 200. Tapi, siapa sangka jika ia sangat bodoh tentang pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Semasa kecil hingga remaja, ia selalu diberatkan dengan berbagai macam pelajaran yang harus dikuasai seorang Putri Raja. Sang Ayah yang menginginkan dirinya menjadi penerus diperusahaan, mengharuskannya hanya belajar tentang dunia usaha saja.
Menyiapkan rencananya, Zanna melangkah menuju suaminya. Suatu rencana enatah apa sudah ada dalam otak jeniusnya.
Bersambung.....
Siapa yang menang yahπ€ππ
Belum ya reader, bersabarlah. Yang pasti sebelum puasaππππ
Like, komen, hadiah, dan vote π
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka π
Lope readersss πππ
ππΈ