My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 119



Warning : Season 1 telah selelsai, Mulai Episode ini kita mulai masuk Season 2. Dimana akan muncul sedikit konflik baru, tapi tidak terlalu berat kok๐Ÿ˜…


Mulai Episode ini, Nama pemeran utama perempuan akan berubah menjadi AERI๐Ÿ’—


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Sudah, jangan digangguin terus,"kesal Aurel


"Aku tidak mengganggu, baby,"jawab tuan Yong yang terus mer*mas kelapa muda milik Aurel yang sebelahnya, sedangkan yang sebelahnya tengah dilahap oleh putrinya.


"Kenapa minumnya banyak sekali,"protes tuan Yong


"Sayang sudahya, lihat ini sudah basah,"kesal Aurel pada suaminya yang kini terus mer*mas-rem*s kelapa mudanya. membuat As*nya berjatuhan membasahi baju bayinya, yang kini masih asik menikmati minum siangnya.


Kini, posisi tuan Yong berada dibelakang Aurel, sedangkan Aurel sedang menyusui putrinya.


"Janji dulu, setelah ini bantuin aku lagi,"pinta tuan Yong memelas.


"Nggak ah, pegel lagi tanganku nanti,"tolak Aurel mentah-mentah.


"Jangan begitu baby, apa kau tidak takut jika kesangaranku keluar. Kamu tidak kasian pada terong jumboku, sudah seminggu dia tidak diapa-apakan,"ucap tuan Yong berusaha membujuk istrinya.


"Tadi malam kan sudah, tanganku saja masih terasa pegel,"keluh Aurel.


"Kan bisa pakai mulut, baby,"saran tuan Yong.


"Sama saja, mulutku juga bakal pegel,"tolak Aurel lagi.


"Awas dulu,"ujar Aurel akan bangun, karena harus memindahkan putrinya yang telah tertidur ketempat tidurnya sendiri.


Aurel bangun sambil menggenndong putrinya, tanpa membungkus terlebih dahulu kelapa mudanya. Membuat tuan Yong dan juga terong jumbonya menggila.


Setelah membaringkan putrinya diatas ranjang baby. Ia pun segera menutup kelapa mudanya, Aurel berjalan menuju ranjang dan segera membaringkan tubuhnya disamping suaminya yang kini kecewa.


Tuan Yong segera memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Sayang, aku sangat lelah. Aku mohon biarlan aku tidur siang sebentar,"ucap Aurel langsung terlelap.


"Aku juga hanya memelukmu, baby." Jawab tuan Yong.


Tidak ada adegan apapun yang terjadi, karena dua sejoli itu telah terlelap menuju alam mimpi menyusul putri mereka yang telah terlelap lebih dulu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Kamu semangat sekali, sayang,"tanya presdir Shilin pada Aeri yang kini sibuk memilah baju-baju yang akan ia bawa untuk pergi bulan madu.


"Iya, aku juga mau baby,"jawab Aeri serius.


"Kamu serius mau baby, Sayang"tanya presdir Shilin mengkonfirmasi.


"Ayo kita buat sekarang,"jawab presdir Shilin bersemangat langsung mendekati istrinya terburu-buru.


"Sekarang tidak bisa, lagi pula tadi malam kan sudah,"ujar Aeri pelan.


"Ya, tidak apa-apa. Semakin sering kita olahraga maka hasilnya akan semakin cepat,"jawab presdir Shilin yang kini sudah memeluk erat tubuh Aeri. Dan mulai mlancarkan aksi tanganya untuk berkelana kemana-mana.


"Tidak bisa,"tolak Aeri dengan nada suaranya yang mulai meninggi. Menghentikan paksa tangan nakal suaminya.


"Kenapa, sayang,"tanya presdir Shilin heran karena istrinya melepaskan paksa pelukkannya.


"Ak-aku se-sedang datang bulan,"jawab Aeri terbata-bata karena malu.


"What...dan itu artinya aku akan libur seminggu kedepan, Astaga,"rutuk presdir Shilin mengacak-acak rambutnya prustasi.


"Hancur sudah ritual bulan madunya, bukanya kita akan pergi ke Amerika, besok,"tambah presdir Shilin lagi, kesal.


"Memangnya kenapa, lagi pula kita disana bukan cuma seminggu,"jawab Aeri santai.


"Aku akan libur seminggu, sayang,"mungkin libur seminggu hal kecil bagi Aeri, tapi tidak bagi suaminya. Presdir Shilin, bukan presdir Shilin sih. Lebih tepatnya, terong jumbonya yang akan tersiksa selama seminggu. Dan itu akan sangat memyakitkan bagi sesosok terong jumbo.


Bersambung......


Like, komen, hadiah, dan Vote๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya yah๐Ÿ™๐Ÿ’—


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Saranghae readers๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


Bantuin Othor milih Cover dong๐Ÿ™ Ini Untuk cerita Presdir Chao๐Ÿ˜๐Ÿ˜


1.



2.



3.



Othor Sih pilih Nomor 1๐Ÿ˜‚


๐Ÿ’—๐ŸŒธ