
๐ธ๐ธ๐ธ
"Jadi apa rencanamu? Yong,"tanya tuan besar Mou.
"Entalah Dad, sepertinya aku akan memghadapi Nosa. Aku tidak mau putraku menjadi sepertiku apalagi seperti Nosa. Aku tidak akan membiarkan putraku menjadi penerusya,"jawab tuan Yong putus asa.
"Apa dia tidak menginginkan hal lain selain keturunan?"tanya presdir Shilin.
"Tidak kak, dia tidak akan bisa punya keturunan. Untuk itulah dia mencari bibit unggulku,"jawab tuan Yong.
"Kau terlalu pede,"ejek predir Shilin.
"Tapi itulah kenyataannya kak,"jawab tuan Yong menyombongkan diri.
"Sudah seminggu lebih, tapi Nosa belum menghubungiku. Aku rasa aku akan segera kesana, aku harus mengambil putraku dari tanganya,"ucap tuan Yong kembali ke mode serius.
"Tapi kau harus ingat pesan Daddy. Jaga emosimu, jangan terpancing olehnya. Dan jangan sampai adanya perperangan antara kalian. Kau tau bagaimana kekuasaan dan kekejaman seorang Nosa bukan! Daddy tidak ingin punya urusan dengannya,"ucap tuan besar Mou memberi wejangan.
"Baik dad, Yong akan mengingatnya,"jawab tuan Yong.
"Kapan kau akan kesana, apa kau perlu bantuanku?"tawar predir Shilin.
"Tidak usah kak, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri,"jawab tuan Yong, yang memang tak suka siapapun mencampuri urusannya. Dia memang dikenal sangat mandiri, dan juga bertanggung jawab atas semua kesalahan yang sudah ia lakukan.
"Berhati-hatilah, Yong. Kapan rencamu untuk kesana?"tanya tuan Aldrich.
"Entahlah dad, tapi aku akan kesana secepat mungkin. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada putraku,"jawab tuan Yong sendu.
"Cucuku yang malang, bahkan aku belum melihat wajahnya. Tapi aku sudah sangat merindukannya,"ucap tuan besar Mou.
"Tuan, saya baru mendapat kabar. Bahawa Mike telah dibunuh oleh Nosa,"lapor sekretaris Chao.
"Astaga, kenapa dia sangat mengerikan,"ujar presdir Shilin bergidik ngeri.
"Apa kau yakin ingin menemuinya,Yong?"tanya presdir Shilin mengkonfirmasi lagi.
"Berhati-hatilah, nak,"ujar tuan besar Mou, menyemangati putranya. "Jika terjadi apa-apa cepat hubungi daddy,"ujar tuan besar Mou lagi.
"Baik, dad,"jawab tuan Yong.
"Dan aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua,"ucap tuan besar Aldrich, tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan.
"Ada apa Al,"tanya tuan besar Mou heran.
"Begini, kalian tau bukan. Aku sedang sibuk berjuang menaklukan hati Meilyn, aku juga merasa sudah cukup usia untuk pensiun. Dari dulu aku ingin sekali istirahat sepertimu, Mou. Tap aku merasa tidak yakin untuk memberikan jabatanku pada Mike. Berhubung ternyata aku sudah memiliki seorang putra yang sangat hebat seperti Chao. Aku bermaksud akan mengangkat Chao untuk menjadi Pewaris perusahaanku. Apa kau bersedia melapaskan Chao untukku, Shilin,"tanya tuan besar Aldrich pada presidir Shilin. Setelah menyampaikan maksudnya.
"Tentu saja, tuan Al. Tuan sangat berhak atasnya, tuan juga daddynya. Saya juga tau bahwa Chao sangat merindukan sosok ayahnya,"jawab presdir Shilin tenang.
"Tapi tuan,"ucap sekretaris Chao menyanggah.
"Sedahlah Chao, aku tau kau sangat merindukkan Daddymu. Aku sudah tidak membutuhkanmu lagi. Jangan selalu memgangapku lemah, apakau lupa bahwa aku juga jenius. Pergilah aku akan segera mendapatkan sekretaris baru yang lebih hebat darimu,"ujar presdir Shilin, tampak semurat sedih diwajah tampannya.
"Baiklah tuan, terima kasih banyak,"jawab sekretaris Chao sopan.
"Berhenti memanggilku tuan. Sekarang kau bukan sekretarisku lagi. Bahkan sekarang, kau lebih kaya dariku,"canda presdir Shilin. Mereka pun tertawa bersama.
Bersambung........
Like, komen, hadiah, dan voteee๐๐
Maafkan typonya๐
Selamat membaca dan semoga suka๐
Saranghae readers๐๐
๐๐ธ