My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 134



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Begitu sampai di Italia, tuan Yong dan yang lainnya langsung menuju ketempat persembunyian mereka. Yang berada disebuah hutan, dan didalam hutan itu terdapat sebuah gudang yang sudah mereka persiapkan sebelumnya. Dan yang pasti mereka akan aman selama berada disana.


Pesawat jet pribadi tuan Yong pun sudah mereka sembunyikan. Dan mereka hanya tinggal mengawasi pergerakan Nosa dari dalam gudang itu. Untuk tiga hari kedepan mereka tidak akan bertindak, setelah memastikan mereka benar-benar aman. Barulah mereka akan segera bertindak.


Rencana tuan Yong adalah, ia akan menemui Nosa langsung. Dia akan berbicara baik-baik terlebih dahulu, tapi tuan Yong tau bagaimana liciknya Nosa. Dan untuk itulah mereka sudah memepersiapkan sederet rencana yang rencana. Ada 2 rencana yang sudah mereka susun, dan jika rencana satu gagal mereka masih punya rencana satunya lagi.


Digudang yang telah mereka bersihkan, dan berukuran cukup luas. Disana mereka mulai mengeluarkan alat-alat canggih milik mereka. Seperti pistol yang berukuran besar hingga yang paling l, yaitu berbentuk lebih kecil dari sebuah pena. Ada juga meriam dan tak ketinggalan beberapa rudal. Baju-baju anti peluru pun sudah tersedia jauh-jauh hari. Semua peralatan itu akan mereka gunakan di rencana kedua, jika rencana satu gagal.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Diruang makan, istana kediaman Aldrich:


Aeri kebingungan saat memasuki ruang makan. Ada yang berbeda disana, diamana dulunya hanya ada satu meja makan berukuran sedang, tapi sekarang berganti dengan sebuah meja yang panjang hingga ujung sana. Diperkirakan akan cukup untuk 50 hingga 70 kursi, yang saling berhadapan. Jika kamu ingin keseberang sana, maka kamu harus berlari dan itu membutuhkan waktu dan juga tenaga.


Ini bukanlah meja makan, tapi lebih mirip meja-meja tempat meeting seperti diperusahaan.


"Daddy kenapa mejanya, panjang sekali?" tanya Aeri heran.


"Hahaha, meja ini sudah lama sekali daddy gunakan. Daddy sering merasa kesepian saat kepergian kamu dan Mommymu. Untuk itulah, daddy menggunakan meja ini. Jadi walaupun daddy makan sendiri, tapi daddy tidak merasa kesepian. Tapi meja yang seperti ini juga akan berguna suatu hari nanti. Kursi-kursi kosong ini, akan diisi dengan Cucu-cucu daddy nantinya. Cucu darimu dan Shilin. Dan juga, Cucu dari Chao,"ujar tuan besar Aldrich menarik salah satu kursi mewahnya, dan mulai duduk disana.


"Maafin Aeri ya, dad. Duku Aeri nggak ingat siapa Aeri sebenarnya,"jawab Aeri bersedih. Kemudian ia duduk dikursi sanping daddynya, setelah sebelumnya disiapkan oleh suaminya.


"Iya sayang, daddy juga sangat bersyukur sekarang. Karena akhirnya daddy kita berkumpul lagi,"jawab tuan besat Aldrich mengelus kepala putrinya tanda sayang.


"Iya dad, Aeri ingat kok. Waktu menjadi Annin, Aeri juga tetap suka sama yang namanya sup. Aeri tidak melupakannya walaupun Aeri hilang ingatan,"jawab Aeri tersenyum manis.


"Benarkah, sayang. Kalau begitu mari kita mulai makan malamnya," ajak tuan besar Akdrich.


Dan mereka bertiga pun mulai menyantap makanan mereka dengan lahap.


"Emhm...Kak Chao belum pulang ya, dad?" tanya Aeri sedikit kaku.


"Kau tau, sayang. Sepertinya dia sangat mencintai pekerjaannya. Dia benar-benar mirip daddy ketika musa dulu. Sama-sama WorkHolic,"jawab tuan besar Aldrich.


Mendengar itu, Aeri hanya membalas dengan senyuman. Dan mulai melahap kembali makanan yang sudah sangat ia rindukan.


Bersambung.......


Like, komen, hadiah, dan vote๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™๐Ÿ’—


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Lope lope readers๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’—๐ŸŒธ