My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 140



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Dor...Dor....Dor...


Entah berapa kali tembakkkan Ryan daratkan pada orang-orang yang berada di dalam mobil jib berukuran besar itu.


Walaupun dari jarak jauh, tapi keahlian menembak Ryan yang masih anggota baru, terbilang hebat.


Hal itu, juga didukung oleh alat tembak yang ia gunakan saat ini, senapan canggih yang ia gunakan kini, bukanlah sembarang senapan atau poduk luaran yang bisa dibeli setiap orang.


Senapan canggih berukuran cukup besar dan panjang itu, didesain dan dibuat langsung oleh gangster CruelBlood. Dan dapat dipastikan, kualitasnya bukanlah kaleng-kaleng. Senapan canggih yang baru diciptakan oleh tuan Yong itu, dapat membidik dengan sangat akurat. Mulai dari kecepatan, kekuatan laju, dan keakuratannya saat mengenai sasaran memang tak tanggung-tanggung. Dan satu lagi keahlian senapan satu ini, senapan itu bersuara sangat halus, bahkan bisa dikatakan tidak ada suara saat pelurunya ditembakkan. Jadi dapat dipastikan, musuh tidak akan bisa menebak dari mana arah peluru itu muncul. Dan juga musuh tak akan dapat mengelak, karena peluru yang datang tak dapat ditebak asal muasalnya.


Kehebatan senjata itu, membaut Ryan yang handal membidik menjadi tergila-gila bahkan langsung jatuh cinta pada kehebatan senjata satu ini. Lihat saja sudah berapa banyak musuh yang tumbang akibat tembakkan halusnya.


Senyuman Ryan yang mulanya terukir, kini hangus sudah. Saat ternyata pelurunya telah habis. Tapi ia tak kecewa karena musuh hanya tinggal sekitar 30 orang lagi. Itu cukup lumayan, karena hanya dalam hitungan menit, ia dapat melumpuhkan sekitar 70 orang musuh, yang sudah terkapar dengan darah mengalir, dari perut, dan kepala mereka.


Walaupun anggotanya sudah banyak yang tumbang, tapi bukan Nosa namanya bila harus menyerah begitu saja.


Ryan berusaha menghindari peluru yang menghampirinya, kala musuh sudah mengetahui keberadaannya. Dan dengan lincah Ryan menghindari serangan mereka.


Ryan segera meloncat turun dari genting. Dan kembali masuk kedalam markas untuk memgambil pistol yang baru lagi.


Lepas mendapatkan pistolnya ia langsung masuk kedalam gedung lagi, guna membantu tuan Yong dan juga Zhang yang kini saling serang meyerang musuh dengan alat tembak mereka masing-masing.


Kini, semua musuh telah masuk kedalam gedung. Tuan Yong, Zhang, dan juga Ryan, bersembunyi dibalik dinding dimarkas itu. Guna menghindari tembakkan yang kini terus melayang pada mereka.


Ketiga pria kekar itu tak tinggal diam, karena sesekali mereka keluar dari persembunyian, dan beberapa musuh dapat mereka lumpuhkan.


Ryan tak sengaja terkena tembakkan dibagian kakinya, ketika ia akan kembali memanjat naik keatas plat pon.


Namun hal itu dapat ia atasi, ia masih bisa beraksi walau terpincang-pinjang.


Dan satu peluru juga mendarat pada tuan Yong, tapi pada akhirnya Zhang lah yang terkena tembakkan itu. Karena memang itulah sumpah Zhang, terkena tembak diabagian perutnya, membuat ia tak dapat lagi beraksi.


Sekitar 10 orang musuh mampu dilumpuhkan oleh tuan Yong dan juga Ryan. Tapi naasnya, satu peluru berhasil mengenai bahunya. Tapi juga tak membuat tuan Yong tumbang, ia kembali mendaratkan tembakkannya. Dalam hitungan detik ia mampu menumbangkan kembali sekitar 5 orang musuh.


Kini hanya tinggal sekitar 10 orang musuh termasuk Nosa yang kini entah dimana. Dan sialnya, tuan Yong dan juga Ryan kehabisan peluru dalam waktu bersamaan.


Dan mereka beruntung, karena beberapa musuh juga kehabisan peluru. Hanya tinggal beberapa yang masih memiliki peluru, tapi itu bisa dapat dielakkan oleh tuan Yong dan juga Ryan.


Kini, mereka saling baku hantam. Dengan darah yang mengucur dari bahunya, tuan Yong terus melayangkan pukulan, tinjuan, serta tendangan layaknya seperti adegan Action di film-film.


Keahlian kungfu, wushu, taekwindo, dan judo yang dimiliki seorang Yong keluar dihari itu. Tak ada yang dapat mengelakkan pukulan-pukulan yang ia layangkan. Sedangkan tubuhnya melentur seketika, bargerak sana, bergerak sini, menguling sana mengguling sini, guna menghindari tinjuan dan tendangan yang datang menghampirinya.


Ryan juga begitu, namun ia kualahan hingga terkalahkan ketika ia terus mendapatkan serangan dibagian kakinya. Terluka dibagian kaki membuatnya tak dapat bergerak banyak.


Ketika ia berusaha melumpuhkan musuh dengan tangan kosong, saat itu pula Nosa keluar dari persembunyiannya. Dan membidik pelurunya tepat dibahu sebelah kiri tuan Yong yang masih aman. Tubuh tuan Yong jatuh seketika dengan darah terus mengalir dari kedua bahunya.


"Tuaaaaan," teriak Ryan melihat tuannya yang terkapar kelantai. Ryan berusaha akan mengejar tuannya, namun sayang, karena Nosa langsung medaratkan pelurunya tepat ditengah kepala Ryan. Dan seketika Ryan pun meregang nyawa.


Bersambung......


Tenanglah readers, Aurel kan belum muncul. Kira-kira apa yang akan Aurel lakukan yah? Apakah masih ada misteri yang belum terkuak. mari kita liat di episode selanjutnya๐Ÿ’—


Like, komen, hadiah, dan voteee๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Lope lope teman semua๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’—๐ŸŒธ**