My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (41)



🌸🌸🌸


1 bulan berlalu, Presdir Chao sudah menemukan keberadaan Anna. Anna kembali tinggal dikotrakannya yang memang masih berada di kota yang sama.


Presdir Chao sudah berusaha membujuknya untuk pulang. Tapi, keputusan Anna sudah bulat. Ia ingin hidup sendiri, ia tidak ingin selalu di cap sebagai putri yang lemah. Dengan hidup sendiri, setidaknya ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak selalu mengandalkan orang lain.


Hari itu presdir Chao kembali pulang, tanpa membawa serta Anna. Zanna kembali menangis. Entah kenapa Zanna banyak berubah, akhir-akhir ini.


Cengeng, manja, pemarah, juga mood yang selalu berubah-ubah. Hal itu jelas membuat presdir Chao pusing dan kadang tak sangup akan permintaan sang istri yang selalu menyusahkannya. Sebagai seorang suami yang baik, ia tak pernah membantah apa yang dikatankan sang istri. Ia bahkan selalu menuruti apa yang diinginkan sang istri.


Sadar dan curiga akan perubahan itu. Hari ini, presdir Chao sengaja ingin membawa istrinya ke rumah sakit. Siapa tau saja sang istri tengah berbadan dua.


🌸🌸🌸


"Kak, kita kenapa ke rumah sakit. Kakak bilang mau jalan-jalan," kesal Zanna.


"Setelah memeriksa keadaan kamu, baru kita ke mall. Oke," jawab Presdir Chao berusaha menghibur istrinya, agar tak bosan menunggu terlalu lama.


"Janji ya kak, aku mau makan es krim yang banyak," pinta Zanna semangat.


"Apapun untukmu, sayang." Sambung Presdir Chao mencium kening istrinya penuh kelembutan.


Setelah berbincang, presdir Chao langsung membawa istrinya pada dokter. Zanna yang cerdas langsung paham kenapa ia dibawa ke ruamah sakit.


"Kakak ingin memeriksa aku hamil atau tidak?" Tanya Zanna.


"Ia, sayang," jawab Presdir Chao.


"Bagaimana kalau hasilnya aku tidak hamil, kak. Aku takut kakak kecewa," jawab Zanna sedih.


"Sssstt.... Kamu tidak boleh berbicara seperti itu sayang. Kita berdoa saja ya." Jelas Presdir Chao.


"Silahkan berbaring Nona," sapa dokter plaruh baya itu sopan.


Zanna langsung mengikuti apa yang diperintahkan dokter. Lalu sang dokter mengoleskan gel di perutnya, lalu ia memainkan sebuah alat di perut Zanna.


"Selamat, Tuan dan Nona. Kalian berdua akan menjadi ayah dan ibu," ucap dokter memberikan selamat.


"Benarkah, dok. Istri saya beneran Hamil." Tanya presdir Chao seakan tak percaya.


"Benar sekali tuan, selamat ya,"


Sedangkan Zanna tak dapat berkata-kata, ia juga merasa sangat bahagia.


Hanya diam begitulah caranya bahagia. Karena ia cukup terkejut akan hal itu.


🌸🌸🌸


"Kamu hamil, sayang. Syukurlah, Mommy sudah tidak sabar menunggu Cucu Mom hadir. Dan akhirnya itu akan segera tercapai, sebentar lagi. Kau harus banyak-banyak beristirahat, sayang. Dan jangan sampai kelelahan." Ujar sang Mommy memberi wejangan.


"Kau hebat, nak," puji sang Daddy pada putra-nya.


Prsdir Chao hanya tersenyum senang, saat sang Daddy memujinya.


"Apa kau memginginkan sesuatu, sayang," tanya Meilyn.


"Zanna tidak ingin apa-apa, Mom. Za hanya ingin bertemu dengan kak Anna," jawab Zanna sendu.


"Tapi kakakmu tidak ingin diganggu, sayang," jawab Presdir Chao.


"Tapi aku merindukkan kak Anna," kata Zanna dengan mata berkaca-kaca. Mode manjanya telah muncul.


"Baiklah, sayang. Besok aku akan membawamu Menemuinya. Tapi, malam ini kami istirahat dulu ya.


"Kakak tidak bohongkan," tanya Zanna.


"Kakak akan benar-benar membawamu besok," ucap Presdir Chao.


Bersambung...


Like, komen, hadiah, dan Vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lopeeeee readerssss 😘😘😘


πŸ’–πŸŒΈ