
Dan itu adalah baju, Yuna menemukan baju di dalam kotak tersebut, Yuna pun terkejut seketika, ia mengambil bajunya, dan melihatnya, sambil melihat baju ia pun berkata dalam hatinya"baju?, Tuan tang xiahao memberikan aku baju?, wah!! kenapa dia memberiku baju?", karena penasaran Yuna pun mencoba menanyakan hal itu pada Tuan tang xiahao.
Dengan perasaan takut, Yuna pun berkata:
"Tuan tang xiahao, kenapa dengan baju ini?"
Tiba-tiba Tuan tang xiahao, menutup mulut Yuna, sambil berkata"shhhhh!!, cobalah"
Dengan perasaan terkejut Yuna pun berkata:
"apa!!, aku harus membuka bajuku ini disini, haruskah seperti itu?"
Mendengar jawaban dari Yuna, seketika Tuan tang xiahao tertawa sambil berkata:"Hahaha!!, aku tidak ingin melihat tubuhmu yang tempe itu, hahaha!!".
Yuna mendengar perkataan Tuan tang xiahao, yang mengejek tubuhnya karena terlalu langsing, ia pun berkata:"apa!!, itu sama sekali tidak lucu Tuan tang xiahao"
Tuan tang xiahao melangkahkan kakinya dan mendekati Yuna, setelah berada di depan Yuna, ia pun mendekatkan wajahnya dengan wajah Yuna, dan berkata:"sekretaris Yuna?, apa aku harus memandang tubuhmu yang langsing itu?, kalau tidak di sana ada ruang ganti baju, kamu boleh mencoba bajunya di ruang tersebut"
Yuna hanya bisa terdiam, karena saking gugupnya, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena di sebelahnya terdapat tangan Tuan tang xiahao yang menopang ke dinding, ia terpaksa harus memandang wajah Tuan tang xiahao, dan berkata:"Tuan?, bagaimana saya pergi?, tangan anda tidak mempersilahkan saya untuk pergi?".
Tuan tang xiahao melepaskan tangannya, dan mempersilahkan Yuna untuk pergi, dengan cepatnya Yuna segera pergi menuju ruang ganti baju tersebut
(Di dalam ruangan ganti baju)
Yuna harus melepaskan baju yang ia kenakan, dan memakai baju yang diberikan oleh Tuan tang xiahao, setelah semuanya rapi, bajunya sudah dikenakan oleh Yuna, Yuna pun keluar dari ruang tersebut...
...//...
Tuan tang xiahao penasaran sekali dan ia pun berkata:"apakah sudah selesai?"
Akhirnya Yuna keluar, dan betapa cantiknya Yuna saat memakai baju tersebut
Pipi Tuan tang xiahao seketika memerah saat melihat Yuna sudah mengenakan baju yang ia berikan, Yuna hanya bisa berdiri diam, ia berpikir bahwa ia harus mendengarkan komentar Tuan tang xiahao tentang baju yang sudah ia kenakan itu, melihat Yuna yang begitu cantiknya, Tuan tang xiahao pun berkata dalam hatinya"istriku, kau sangat cantik, walaupun baju yang kau pakai adalah baju biasa, tapi kau sangat cantik saat memakainya, haruskah aku memandang mu seperti ini?, dengan memandangmu hatiku begitu tenang".
Melihat Tuan tang xiahao yang hanya memandang dirinya tanpa memberikan komentar apapun, Yuna berkata...
Yuna:
"Tuan, bagaimana bajunya?"
Tuan tang xiahao tidak menyadarinya, ia hanya memandang Yuna tanpa berkata satu patah katapun, Yuna mencoba bertanya lagi pada Tuan tang xiahao.
Yuna pun berkata:"Tuan tang xiahao?, apakah ada yang aneh sama bajunya?"
Tuan tang xiahao tiba-tiba tersadar dan terkejut, ia pun memindahkan pandanganya, Tuan tang xiahao tidak mengeluarkan sepatah katapun, pipinya memerah saat melihat Yuna yang begitu cantik, karena penasaran sekali lagi Yuna mencoba bertanya bagaimana dengan baju yang ia kenakan.
Yuna:
"Tuan tang xiahao, bagaimana dengan baju ini?"
Karena terpana melihat kecantikan seorang sekretaris yaitu Yuna, Tuan tang xiahao sampai kehabisan kata-kata, ia tidak bisa berkata lagi.
Yuna:
"Tuan?"
Karena tidak tahan melihat Yuna, Tuan tang xiahao pun akhirnya mengeluarkan komentarnya.
Tuan tang xiahao:
"Sekretaris Yuna, bagus"
Mendengar komentar Tuan tang xiahao tentang baju yang ia kenakan tersebut, membuat Yuna menjadi senang.
Yuna:
"terima kasih"
Tuan tang xiahao:
Tuan tang xiahao tersenyum dan mengedipkan matanya sebelah, setelah itu ia pergi beranjak keluar.
Melihat Tuan tang xiahao mengedipkan matanya, membuat Yuna jatuh tersungkur ke lantai dan seketika pipi mulai memerah
Dengan perasaan penuh tangisan, ia pun berkata:"aku tahu, kamu tampan Tuan tang xiahao, tetapi apa yang telah kamu perbuat!!, saat kamu mengedipkan matamu, kamu seperti bulan yang sangat terang, untung saja jantungku tidak copot, lelaki yang sempurna, wajah yang sempurna laksana bulan, mata yang indah bagaikan lampu, bahu yang lebar, tubuh yang indah, dan.......Yuna!!! apa yang kamu pikirkan, otakmu kotor, jangan memikirkan hal-hal yang kotor".
Yuna segera keluar dari ruangan tersebut, sebelum itu ia harus membuka baju pemberian Tuan tang xiahao dan memakai baju semula, setelah semuanya siap Yuna pun akhirnya keluar.
...//...
Sekitar pukul menunjukkan jam 6 sore, itu adalah waktu dimana semua karyawan sudah bersiap-siap untuk pulang, begitu juga dengan Yuna, Yuna harus bersiap-siap terlebih dahulu sebelum pulang, setelah semuanya siap, Yuna pun akhirnya pulang.
Setelah berada di luar gedung perusahaan, Yuna melihat kearah sekitar, sebagaimana janjinya sama Alya, mereka akan bertemu di depan gedung perusahaan, Yuna harus menunggu Alya, tidak lama kemudian, Alya pun keluar, Yuna segera menghampiri Alya dan memanggilnya.
Yuna berteriak sambil memanggil nama Alya
"Alya!!!!!"
Mendengar seseorang ada yang memanggil dirinya, Alya segera membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang memanggilnya, saat mengetahui itu Yuna, tanpa menunggu lagi Yuna segera berlari menuju Alya, setelah sampai.
Yuna:
"apa kamu lupa, tadi di rapat kita berjanji saat pulang kita akan bertemu disini, tetapi aku merasa kamu lupa"
Alya hanya terdiam, dan ia berjalan tanpa mendengar Yuna yang sedang berbicara padanya, melihat sikap Alya yang sangat aneh tersebut Yuna jadi curiga, ia pun bertanya pada Alya.
Yuna:"Alya, ada apa?"
Dan lagi, Alya hanya terdiam dan terus berjalan, Yuna mencoba sekali lagi
Yuna:"Alya, sebenarnya apa yang terjadi?"
Tiba-tiba Alya memberhentikan langkahnya, dan membalikkan tubuhnya menghadap Yuna, dan ia berkata...
"Yuna?, apa kamu tahu sesuatu?"
Yuna menjawab:"tidak, ada apa?"
Air mata Alya mengalir membasahi kedua pipinya, Alya hanya menatap Yuna dengan tatapan menyedihkan, akhirnya Alya pun bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi..
"Yuna, aku ditindas oleh kedua orang yang sangat kejam"
Mendengar perkataan Alya, Yuna seketika terkejut, Yuna hanya bisa diam, dan terus mendengarkan cerita dari Alya...
"aku ditindas oleh dua orang, yaitu Anindita dan Fany, mereka memperlakukan seperti budak mereka, mereka menyuruhku menyikat toilet, dan perbuatan hal keji lainnya, aku sudah lelah menghadapi mereka, aku hanya bisa diam saat di perlakukan seperti itu oleh mereka"
Mendengar cerita Alya, Yuna menjadi sangat marah
Dengan nada marah, Yuna berkata...
"Alya!!!, apa mereka semua memperlakukanmu seperti ini setiap harinya?"
Alya pun menjawab:"iya, karena aku dulu adalah bagian dari mereka"
Yuna terkejut mendengar Jawaban dari Alya
Yuna:"apa!!!!!!!!"
ย
...(continued ๐)...
ย