My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 132



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Apa yang kamu tertawakan, sayang,"ucap presdir Shilin, perlahan mendekati Aeri yang masih menutup mulutnya dengan kedua tanganya.


"Eem-eem," jawab Aeri memgelengkan kepalanya.


"Spertinya kamu sangat hapal ukuranku, sayang. Coba bandingkan mana yang menurutmu lebih besar," goda presdir Shilin pada istrinya yang kini sudah memerah pipinya.


"Tidaaaak," teriak Aeri akan pergi, namun langkahnya langsung terhenti, ketika tanganya ditarik oleh suaminya. Dan Aeri pun jatuh kepelukan dada bidang suaminya.


"Mau lari kemana ha," ujar presdir Shilin pada Aeri.


"Aku mau duduk dikursi," jawab Aeri berusaha melepaskan diri.


"Kiss dulu,"pinta sang suami.


Dan dengan malu-malu Aeri memberikan kec*pan lembut dipipi kiri suaminya yang kini sudah memonyongkan bibir dan memejamkan mata.


"Kenapa menc*um seperti itu, sayang. Beri aku ci*man yang hot,"pinta presdir Shilin lagi.


Tanpa berkata Aeri langsung meng*cup bibir suaminya dengan cepat. Lalu ia segera akan melepaskan pangutan. Namun usahanya gagal setelah tengkuknya ditarik oleh presdir Shilin dan ci*man yang pan*s pun terjadi.


20 menit kemudian, dua mangkuk nasi merah dengan terong goreng dan daging panggang. Telah tersedia dimeja, Aeri yang kelaparan langsung melahap makanan yang rasanya lumayan enak menurut lidahnya.


Setelah selesai makan malam, pasangan itu pun kembali kekamar untuk melanjutkan tidur. Tidak ada adegan-adegan panas yang terjadi malam itu, karena presdir Shilin tidak ingin melihat istrinya kesakitan lagi. Untuk itulah ia harus menahan dirinya untuk sekarang, sampai waktunya tiba, saat istrinya sudah tak sakit lagi.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Semua renacana kita sudah tersusun, tuan,"lapor Zhang pada atasannya.


"Siapkan pesawat," titah tuan Yong.


"Baik, tuan," jawab Zhang cepat.


"Rain, Riyan, Rashel. Kalian bertiga tergabung dalam Anggota 'R', ujar tuan Yong sambil membaca berkas, yang berisi biodata ketiga anggota batu itu.


"Baiklah, kalian bertiga, akan ikut denganku untuk menyelesaikan Misi ini. Tapi saya mau, kalian harus berjuang dengan merelakan nyawa. Bagaimana, apa kalian siap?"tanya tuan Yong serius.


"Kami siap, tuan,"jawab mereka tegas dan serentak.


"Bagus, persiapkan senjata kalian," titah tuan Yong.


"Baik tuan,"jawab ketiganya serentak lagi.


Kini tuan Yong sendiri, didalam ruanganya yang begitu luas. Menaikkan kakinya keatas meja. Lalu menghisap rokonya dalam, kemudian meniupnya kesembarang arah.


"Nosa, aku harap kau tidak menyakiti putraku,"ujarnya saya saat mengingat nasib putranya. Tuan Yong kembali menghisap rokonya guna meredakan pusingnya.


Hari ini juga ia akan segera bertindak, ia tak berpamitan oada Aurel istrinya. Karena tak ingin membuat mereka kuatir.


"Semua sudah siap, tuan,"ujar Zhng yang baru datang.


"Baiklah,"jawab tuan Yong membuka lacinya. Lalu mengambil senjata canggihnya. Keluar dari ruangnya, segera menuju parkir. Sampai di parkir, sudah ada ketiga anggota baru tadi. dan tak lupa juga ia membawa anggotanya yang lain yang sudah ahli dibidang mereka masing-masing. Seperti penjinak Bom, peretas yang sangat handal, dan pastinya semua anggotanya ahli dalam bidang bela diri. Bahkan disaja juga ada dua perempuan berwajah sangar yang pastinya juga ahli beladiri.


Bersambung.....


Like, komen, hadiah, dan vote๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga Suka๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Saranghae readers๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’—๐ŸŒธ