
πΈπΈπΈ
Sedari tadi, Aurel tak ada henti menebarkan senyuman bahagianya. Membuat tuan Yong yang duduk disampingnya keheranan. Bagaimana tidak senang, impian halunya selama ini benar-benar menjadi kenyataan. Ia benar-benar mendapatkan suami seperti dinovel-novel yang sering ia baca. Tuan Yong, walaupun sedikit kejam. Tapi ia percaya dengan kemampuan yang ia punya, ia akan merubah tuan Yong menjadi seperti tuan Saga tokoh idolanya. Apalagi saat melihat mobil yang mengekor dibelakang mereka, mobil itu membawa semua pakaian yang tadinya ia diborong. Begitulah sifat asli Aurel, dia memang dikenal sesosok gadis yang sangat menyukai shoping. Saka seperti alhm ibunya, apalagi ibunya adalah seorang model, mungkin sifat ibunyalah yang juga menular padanya.
"Tuan. Asal tuan tau ya, Saya dan ibu saya dulu sangat suka shoping. Kecuali kakak saya, dia tidak suka shoping. Dia hanya menyukai beres-beres dan juga masak. Ah..saya jadi ingin makan nasi goreng buatan kakak. Nasi gorengnya sangat sederhana, hanya nasi yang digoreng lalu ditambahkan bawang, garam, dan juga penyedap rasa. Kakak tidak menambahkan kecap ataupun saus. Walau begitu rasanya tetap saja sangat enak, "oceh Aurel tiada henti.
"Tuan, apa tuan mau memasakan nasi goreng yang seperti itu untuk saya. Saya sangat menginginkannya, tuan. Bukan saya saja, tapi 2 bayi ini juga, "pinta Aurel pada Yong yang kini semakin gemes dengan tingkah lucunya.
Tidak mendapatkan respon, Aurel mengerucutkan bibirnya. Tanpa aba-aba tuan Yong langsung melu*at bibirnya.
Aurel yang kaget dan juga malu. Berniat akan melepaskan diri. Tapi ia kalah dengan tenaga tuan Yong yang pastinya sangatlah kuat.
"Tuan, saya malu. Ada Om Zhang, "ucap Aurel ketika Yong melepaskannya.
"Sekali lagi kau berisik. Bukan hanya dihadapan Zhang aku memberimu hukumman, tapi didepan semua orang didunia ini. "bentak Yong membuat Aurel terdiam, tapi dengan senyuman samar dibibirnya.
"Sama persis dengan adegan di novel, "batin Aurel gembira.
Sampai didepan sebuah villa yang sangat megah. Kembali Aurel tersenyum bahagia.
"Kak Annin, cepatlah pulang. Aurel sudah kaya kak, kita tidak akan hidup susah lagi. "kembali Aurel membatin.
"Rumahnya besar sekali, tuan. Ternyata tuan Yong benar-benar orang kaya. Kamar saya yang mana, tuan."tanya Aurel.
Tanpa menjawab Yong langsung menarik pergelangan tangan Aurel.
"Kenapa kita kedapur. Apa tuan menyuruh saya masak, jangan tuan, saya tidak bisa masak. Kakak saya yang jago masak. Kalau saya hanya bisa masak air saja. Itupun, tangan saya juga ikut gosong. Liat ini tuan, masih ada bekasnya, "jelas Aurel seraya menunjukkan salah satu jarinya yang ada bekas luka bakar disana.
"Siapa yang menyuruhmu masak, disini aku yang akan memasakkan nasi goreng untukmu. Kau akan tau nanti, jika suamimu ini tidak kalah hebatnya dari kakakmu itu, "jawab Yong bangga.
"Benarkah tuan, baiklah saya akan menilainya dengan sangat adil, "tantang Aurel.
Melihat tangan kekar suaminya yang saat ini tengah bertempur dengan alat masak, Aurel merasa sangat bahagia. Jika saat ini dia benar-benar telah masuk kedalam dunia novel, ia tidak akan pernah mau keluar dari dunia indah ini.
Hanya dalam waktu 10 menit, dua nasi goreng porsi jumbo telah tersaji diatas meja makan. Tanpa mengatakan apapun Aurel segera melahap makanan itu. Yong tak hentinya memperhatiakan istrinya polosnya.
"Bukannya tadi pagi kau sudah sarapan, kenapa makan mu sangat banyak, "tanya tuan Yong heran.
"Apa tuan lupa, bukan hanya saya saja yang memakannya. Tapi 2 bayi kembar disini juga, "ucap Aurel menunjukkan perutnya yang menonjol.
"Baiklah-baiklah, Enakan mana nasi goreng buatanku atau nasi goreng buatan kakakmu? "tanya tuan Yong.
"Tentu saja enakan masakan tuan, "jawab Aurel dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
Bersambung......
Part selanjutnya, kembali mambahas Shilin dan Anninπ
Vote mana voteππ
Like, komen, hadiah π
Selamat membaca dan semoga suka ππ
Maafkan typonya πππ
Nih Author punya rekomendasi novel bagus dari temen othor. Cuslah Mampirπππ
ππΈ