My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 83



🌸🌸🌸


"Tuan, jangan tuan saya mohon. Saya tidak ingin melakukan dosa untuk yang kedua kalinya. Jika tuan tidak mau menikahi saya secara sah, setidaknya kita menikah kontrak, tuan. Saya tidak ingin melakukan dosa lagi tuan, saya mohon pertimbangkan permohonan saya. "ucap Aurel yang kini dalam kukungan tuan Yong.


"Jangan sok suci kamu, kamu pikir kamu bisa lari dariku. Berani sekali kamu membodohiku, menikah secara kontrak itu ada batas waktunya. Sedangkan aku, aku ingin menjadikanmu budak nafsu ku seumur hidup mu, "ucap Yong kembali akan menc*um Aurel.


"Kita akan menikah kontrak seumur hidup tuan, Bagaimana? Saya mohon tuan, saya benar-benar tidak ingin berbuat dosa lagi tuan, "Aurel berkata berusaha membujuk tuan Yong.


"Banyak sekali mau mu. Ayo cepat, sekarang saja kita menikah kontraknya. Menyebalkan, "Yong berkata menarik pergelangan tangan Aurel membawanya ke ruang tamu.


"Zhang persiapkan segala keperluan ku untuk menikah kontrak. Sederhana saja tidak perlu ada yang aneh-aneh. Aku tunggu dalam 15 menit. Sudah harus beres, "titah Yong pada Zhang.


"Baik, tuan. "jawab Zhang lalu keluar dari apartemen itu.


Sedangkan Aurel menarik nafas lega, setidaknya ia tak akan berbuat dosa lebih dalam lagi. Walaupun sedih, entah kenapa hati Aurel berbunga-bunga. Setidaknya ia bahagia menikah dengan orang yang ia cintai. Dan anaknya kelak akan tau siapa ayahnya.


Dalam hatinya Aurel bertekad akan meluluhkan hati tuan Yong. Dengan kemampuan yang ia punya, ia sangat yakin ia bisa membuat calon suaminya mencintainya. Ia akan berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya kelak.


"Kau lihat saja tuan Yong. Kau atau aku yang akan menjadi BUDAK. Dan jika suatu saat kau yang berlutut dibawah kaki ku. Aku yang akan menginjak-injak wajah tampan mu itu. Heh...Aku sudah terlanjur menjadi pemeran utama dalam kisah ini, dan aku akan berusaha membuatmu menjadi budak cintaku,seperti di novel-novel yang sering kubaca. Kau tunggu saja tanggal main nya. Walau usia ku masih 18 tahun, kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan, "ucap Aurel dalam hatinya.


Membayangkan bahwa dirinya saat ini tengah menginjak-injak wajah tampan Yong, senyum samar namun sinis muncul di bibir sensualnya.


14 menit kurang, Semua hal untuk menikah dadakan telah selesai tersiapkan. Zhang memberikan sebuah gaun sederhana kepada Aurel. Tanpa disuruh siapa pun, Aurel menuju kamar dan segera mengganti bajunya dengan gaun sederhana, namun sangat memukau saat dikenakan oleh Aurel.


Tuan Yong sampai tak berkedip menatap Aurel. Membuat Aurel tersenyum sinis.


"Lihatlah tuan, baru segini saja kau sudah klepek-klepek padaku. Aku tak yakin kalau kau bisa menolak pesonaku. Ahahahaha, "tawa Aurel yang pastinya hanya didalam hatinya.


Melenggak-lenggokkan lekuk gitar spanyolnya. Ia berusaha menggoda tuan Yong yang masih bengong menatapnya. Yong sadar saat Aurel telah berada disisinya.


Setelah pengucapan janji suci, Acara yang dilakukan sekitar 30 menit itu akhirnya usai. kini tuan Yong dan juga Aurel telah berada di dalam kamar.


"Ayo kita mulai beby, "ucap Yong menarik Aurel masuk kepelukannya.


"Tunggu dulu tuan, saya mau mandi terlebih dahulu, "jawab Aurel berusaha keluar dari pelukan tuan Yong.


"Tidak perlu, setelah selesai baru mandi bersama. Walaupun status mu sekarang iatri ku. Tapi kau tetaplah budakku jadi kau harus mematuhiku, "Aurel hanya terdiam saat tangan tuan Yong mulai berkelana ditubuhnya. Tanpa ia sadari mereka telah sama-sama polos.


Sedangkan Aurel terdiam, tak bisa ia pungkiri ia juga menikmati setiap sentuhan lelaki tampan yang ia cintai, yang kini telah sah menjadi suaminya. Dalam diamnya ia membiarkan apapun yang dilakukan suaminya pada tubuhnya. Tapi dalam pikiran liciknya, ia berusaha menyusun rencana yang begitu sistematis untuk membuat tuan Yong berlutut padanya.


"Shit...kenapa masih saja sempit, "oceh Yong berusaha menerobos gawang istrinya.


"Yatuhan kenapa masih saja sakit, "desis Aurel dalam hatinya,


"Tu...tuan, ahhh...pel... Pelan pelan Tuannn...Jangan menyakiti bay...yi saya, "des*ah aurel tak karuan


Keesokan paginya, Aurel terbangun dari tidurnya. Tapi, sudah tak ada lagi suaminya. Mungkin sudah berangkat bekerja pikir Aurel. Menggerakkan tubuhnya pelan, Aurel berusaha menuju kamar mandi. Mengisi buthub dengan air hangat, Aurel merileks kan ototnya disana. Ada banyak tanda kepemilikkan ditubuhnya, membuat berdesis ngilu. Karena ada yang terasa perih disana.


🌸🌸🌸


"Maaf tuan Zhang, apa saya boleh izin keluar sebentar. Saya ingin kerumah sakit untuk cek up, "tanya Aurel pada Zhang yang kini bertugas mengawasinya.


"Sebentar nona, saya akan menanyakan nya pada tuan, "ucap Zhang meraih ponselnya dan langsung terhubung dengan tuan nya.


Setelah mendapatkan izin dari tuannya. Barulah Zhang menemani Aurel ke rumah sakit. Yang pastinya bukan di rumah sakit tempat dokter Diana. Karena tuan Yong melarang nya untuk bertemu dengan Dokter Diana.


Kini Aurel telah terbaring diatas sebuah ranjang dirumah sakit. Dokter itu sempat kebingungan, melihat Zhang yang mengaku sebagai suami Aurel membalikkan tubuhnya, ketika ia membuka dress Aurel dan mengoleskan gel disana.


"Apa abda, tidak ingin melihat bayi anda pak? "tanya dikter itu ramah.


"Ahh.. Suami saya hanya takut. Suami saya akan terus menangis terharu bila melihat janin saya. Jadi, saya melarangnya untuk melihat. Nanti akan saya perlihatkan gambarnya saja, setelah sampai dirumah, "jawab Aurel berhasil membohongi dokter paruh baya itu.


"Bagaiman kedaan bayi saya dok? "tanya aurel pada sang Dokter.


"Wah....selamat ya bu dan juga bapak. Kalian akan mempunyai beyi kembar. Usianya sudah memasuki 4 bulan. Dan keadaannya baik-baik saja, tanpa kekurangan satu hal pun. Selamat yan bu, "ucap dokter itu, terus menggeser-geserkan suatu alat yang ada diatas oerut Aurel.


"Benarkah dok... Terima kasih banyak dok, "ucap aurel terharu, walaupun ia tak mengerti gambar putih hitam dilayar itu. Tapi ia bisa merasakan detak jantung janin dan detak jantungnya berdegub seirama. Ia tak dapat menyembunyikan kebahagiannya saat menatap gambar janinnya disana.


"Eeeemmm.... Dok, apakah aman jika saya berhubungan dengan suami saya setiap hari, "tanya Aurel memerah, ia malu tapi tak mungkin ia hanya diam saja, ia takut terjadi apa-apa oada janinya.


"Melakukan hubungan suami istri, dimasa kehamilan itu tidak dilarang bu. Hanya saja jangan terlalu sering. Saran dari saya maksimal 3 hari sekali. Dan harus pelan-pelan dengan posisi tidak boleh menekan peru ibu. Carilah posisi yang sekiranya nyama untu ibu, "saran dokter itu membuat Aurel mengerti.


"Dan untuk bapak, saran saya jangan memaksakan keinginan bapak bila istri bapak, sedang tidak mood. Karena itu bisa menggangu calon bayi, bapak, "ucap dokter itu pada Zhang.


"Baik dokter saya mengerti, "jawab Zhang mantap. Membuat Aurel menahan tawanya.


**Bersambung......


Judul terpaksa othor ganti, Othor baru tau kalau impoten itu kata vulgar, sehingga karya othor tak lulus kontrak 😭😭😭**


Jangan tanya Annin dan Shilin dulu ya reader. kita bahas Aurel dan Yong dulu, Oke πŸ˜‰


Like, Komen, Hadiah, dan Voteeee πŸ˜πŸ™πŸ™


Rate bintang 5, pleaseeeee. nggak pakai poin kok πŸ˜’πŸ™πŸ™πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka 😍😍😍


Maafkan typonya πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ