My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 20



Bersiap-siap untuk pergi dari rumah tersebut.


Yuna:


"mbak?, saya pulang dulu, terima kasih atas makanannya"


Mbak tuti:


"jangan dulu, saya harus menelepon tuan dulu"


Yuna:


"kenapa?, saya kan hanya pulang"


Mbak tuti:


"tapi kata tuan, bila ingin pulang Nona Yuna harus menelepon nya terlebih dahulu, sebentar saya telepon"


Mbak tuti langsung pergi menuju ruang tamu dan mengambil telepon rumah yang sudah ada di atas meja, dan menelepon Tuan tang xiahao.


Mbak tuti:


"tut.....tut....tut..."


Tuan tang xiahao:


"tut....tut...tut..., ia ada apa?"


Mbak:


"ini tuan, Nona Yuna ingin pulang, gimana Tuan?"


Yuna yang mendengar pembicaraan Mbak tuti dengan Tuan tang xiahao, ia pun menjadi jengkel dan ia berkata dalam hatinya "apa sih, aku kan cuman ingin pulang tapi kok harus bilang ke Tuan sih!!".


Tuan tang xiahao:


"oh!!!, ya sudahlah"


Mbak tuti:


"oh, saya akhiri dulu teleponnya Tuan"


Berakhirlah pembicaraan antara Mbak tuti dengan Tuan tang xiahao.


Dan Mbak tuti langsung pergi menuju Yuna.


Yuna:


"..............."


Mbak tuti:


"Nona, anda sebaiknya tunggu disini terlebih dahulu saya ingin ke ruang belakang sebentar"


Yuna:


"ya sudah, silahkan"


Dan Mbak tuti pun pergi meninggalkan Yuna menuju ruang dapur.


Dan setelah selesai, Mbak tuti pergi menuju Yuna lagi.


Mbak tuti:


"Nona, ayo"


Yuna:


"iya"


Dengan perasaan yang senang, ia pun berkata dalam hatinya"aduh bebas juga aku".


Dan tibalah Yuna di pintu dan Mbak tuti langsung membuka pintu, dan mempersilahkan Yuna keluar, setelah keluar, bertapa terkejut nya Yuna melihat banyak sekali mobil di hadapannya.


dengtan perasaan bingung dan di tambah dengan perasaan heran Yuna langsung bertanya kepada mbak tuti.


Yuna:


"Mbak, ini semuanya apa?"


Mbak tuti:


"ini pengawal yang dikirim Tuan buat Nona pulang"


Yuna seketika terkejut dengan jawabannya.


Yuna:


"apa?, mobil sebanyak ini hanya untuk mengantar saya?"


Mbak tuti:


"ia Nona"


Yuna langsung menolaknya


Yuna:


"Mbak, sebaiknya saya pulang naik bus saja, itu lebih baik"


Mbak tuti:


"tidak bisa Nona itu semua perintah dari Tuan"


Yuna dengan perasaan kesal,ia pun berkata dalam hatinya "kenapa sih aku dilakukan Tuan seperti dalam penjara, apa hubungan Tuan sama aku sehingga Tuan memperlakukan aku seperti ini?"itulah pertanyaan yang selalu muncul di hatinya, sehingga ia pun termenung.


Mbak tuti:


"Nona, ada apa?"


Yuna langsung terkejut


Yuna:


"oh tidak apa-apa"


Mbak yuna:


"ya sudah, ayo"


Dengan perasaan penuh harapan ia pun meminta lagi agar sebaiknya ia pulang naik bus saja.


Yuna:


"Mbak, jangan bilang sama Tuan, saya pulang naik bus, dan saya akan membayar mbak, tapi ada syaratnya, Mbak jangan mengatakan hal ini pada Tuan, gimana?"


Mbak tuti:


"tidak bisa nona, perintah tuan harus dilaksanakan, ayo!!!"


Yuna:


"please!!!!"


Mbak tuti:


"……………….…."


Akhirnya Yuna pun mengalah dan ia memutuskan untuk pulang naik mobil yang sudah di sediakan.


Yuna langsung menaiki mobilnya dan akhirnya mobil nya berjalan.


[D****i dalam mobil]


Yuna hanya terdiam dan termenung, melihat sikap Yuna, yang Hanya terdiam sambil termenung, supir nya pun mengajak Yuna untuk berbicara.


Allison:


"Nona?, segitu sedihnya engkau"


Yuna pun terkejut


Yuna:


"tidak!!!, hanya saja saya kesal"


allison:


"Nona?"


Yuna:


"iya?"


Yuna pun memalingkan wajahnya dan melihat ke arah supirnya"seperti nya ini orang familiar?"


Yuna pun mendekatkan dirinya untuk memastikan siapa yang mengendarai mobil.


Dan bertapa terkejutnya Yuna


Yuna:


"Allison!??"


Allison pun tersenyum


Allison:


"baru tahu Nona?"


Yuna:


"iya"


Allison pun tertawa


Allison:


"hahahaha, Nona"


Yuna:


"kamu mengejek ku?"


Allison:


"tidak nona saya tidak mengejek mu"


Yuna pun kesal dengan Allison yang menertawai nya dari tadi.


Yuna:


"iyalah"


Tiba-tiba sebuah pertanyaan yang muncul di kepala Yuna"Yuna ini saatnya kamu bertanya tentang kejadian tadi malam"


Yuna:


"pertanyaan yang bagus"


Allison:


"apa?"


Yuna:


"tidak ada", oh ia boleh tidak aku bertanya?"


Allison:


"boleh apa itu?"


Yuna:


"coba ceritakan kejadian tadi malam, kok bisa Tuan menemukan aku?"


Allison:


"di malam itu tuan lembur, dan kami pulangnya terlalu malam di perjalanan kami menemukan seorang perempuan dan tiga orang lelaki, dan Tuan penasaran dan ia memutuskan untuk berhenti dan pergi melihat, dan tuan terkejut bahwa nona Yuna sedang di perlakukan yang aneh-aneh oleh ketiga lelaki tersebut dan Tuan langsung menyelamatkan Nona, akhirnya ke-tiga preman tersebut berkelahi dengan Tuan, dan setelah ketiga preman tersebut kalah tuan langsung mengangkat nona Yuna dan memasukkan kedalam mobil, dan akhirnya kami pun pulang"


Yuna akhirnya terharu dengan perilaku Tuan tang xiahao kepadanya.


Yuna:


"apakah Tuan terluka?"


Allison:


"pertanyaan itu tidak bisa saya jawab, saya tidak mengetahuinya"


Yuna pun dengan perasaan terharu, ia pun berkata dalam hatinya"Tuan tang xiahao segitunya dia menyelamatkan aku, Tuan kenapa kamu melakukannya?".


Allison:


"oh iya, apakah Nona yuna memiliki hubungan erat dengan Tuan sebelumnya?"


Yuna:


Allison:


"saya bingung dengan sikap Tuan terhadap nona, Tuan memperlakukan Nona yuna seperti seseorang yang spesial baginya"


Yuna:


"saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Tuan"


Allison:


"bahkan Nona Helena pun tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti tuan lakukan terhadap nona Yuna, walaupun mereka bertunangan tapi saya tidak pernah melihat tuan memperlakukan Nona helena seperti nona Yuna"


Yuna hanya terdiam...


Yuna:


"apakah seperti itu?"


Allison:


"iya, saya merasakan bagi Tuan, orang spesial itu adalah Nona Yuna sendiri"


Yuna:


"mana ada?"


Allison:


"ia, bahkan Tuan selalu menanyakan kesehatan Nona Yuna kepada saya saat Nona Yuna dirumah sakit"


Yuna hanya terdiam dan terharu.


Dan tidak terasa akhirnya sampailah di rumah yuna.


Dan Allison segera memberhentikan mobilnya dan keluar untuk membuka pintu untuk Yuna.


Yuna:


"tidak usah saya bisa sendiri kok"


Allison hanya tersenyum


Yuna:


"ya sudah, saya sudah sampai, dan saya mengucapkan terima kasih"


Allison:


"saya pulang dulu"


Yuna:


"iya hati-hati"


Dan akhirnya Allison pulang....


dan Yuna pun pergi menuju pintu rumah dan mengetuknya.


Yuna:


"tok...tok...tok..., Nek"


datn akhirnya pintu terbuka dan keluarlah Nenek.


Nenek:


"Yuna!!! apa yang terjadi pada mu?"


Yuna:


"Yuna rindu sekali dengan Nenek"


Nenek:


"ia Nenek juga, ya sudah masuklah dulu"


Dan akhirnya Yuna masuk.....


dan Yuna pun duduk beristirahat di sofa ruang tamu


[ruang tamu]


Nenek:


"sebentar ya nenek ambil kan teh hangat dulu buat Yuna"


Dan Yuna pun termenung..


Yuna pun berkata dalam hatinya"sebaiknya jangan ceritakan kejadian tadi malam, itu akan membuat Nenek khawatir nantinya, aku harus membuat suatu alasan".


Dan setelah selesai nenek pun kembali ke ruangan tamu dan memberikan yuna secangkir teh hangat...


Nenek:


"ini, minumlah terlebih dahulu"


Yuna:


"iya Nek, terima kasih"


Nenek:


"sama-sama, oh iya kok bisa telat kamu pulang, apa yang terjadi pada mu?"


Yuna:


"pulangnya terlalu malam, dan teman Yuna mengizinkan Yuna untuk menginap di rumahnya terlebih dahulu"


Nenek:


"oh, itu bikin membuat Nenek khawatir, Nenek menelepon Yuna, Yuna tidak mengangkatnya"


Yuna:


"maaffin yuna Nek, handphone Yuna sudah habis baterai harus di cas dulu, Yuna lupa bawa pengecasnya"


Nenek:


"iyalah"


Yuna:


"Nenek tadi malam jadi pergi?"


Nenek:


"tidak jadi"


Yuna:


"lho kenapa"


Nenek:


"Nenek hanya malas"


Yuna:


"oh, Yuna masuk kamar dulu ya Nek"


Nenek:


"silahkan"


Dan akhirnya Yuna pergi menuju kamarnya.


[R****uang kamar Yuna]


Yuna pun menaruh semua peralatan nya dan ia pun pergi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai, Yuna pun berpakaian dan ia pun duduk di kursi belajarnya sambil memainkan laptopnya, dan akhirnya Yuna memutuskan untuk keluar dan membeli sebuah buku cerita.


Yuna pun langsung mengambil tas nya, dan keluar dari kamarnya.


Dan Yuna pun pergi menuju kamar nenek, dan ia pin meminta permisi pada nenek.


Yuna:


"Nek, Yuna mau beli buku ya"


Nenek:


"ya sudah, hati-hati"


Yuna:


"iya Nek"


Dan setelah meminta permisi Yuna pun keluar dan pergi.


Saat di perjalanan, ada seseorang yang memanggil Yuna dari belakang, tapi saat Yuna memalingkan wajahnya tidak ada satu orang pun di belakangnya.


Yuna pun kebingungan dengan suara misterius tersebut, ia pun mencoba mencari sumber suara tersebut.


Dan lagi suara tersebut tidak terdengar lagi, Yuna pun penasaran, dan akhirnya ia pun memutuskan untuk tidak mencari sumber suara itu lagi.


Dan akhirnya Yuna pun pergi menuju toko buku, dan lagi suara tersebut terdengar lagi.


Yuna:


"berisik sekali suara tersebut, jangan hiraukan Yuna, lebih baik kita pergi menuju toko buku"


Dan suara tersebut terdengar lagi Yuna pun jadi terganggu dengan suara misterius tersebut.


Dan Yuna tidak menghiraukan suara tersebut, dan suara misterius tersebut terdengar lagi, Yuna mencoba untuk tidak menghiraukan nya.


Dan lagi suara misterius tersebut terdengar lagi, dan Yuna memutuskan untuk berlari menghindari suara tersebut.


Yuna:


"Brakkkkkkkk!!!!!"


Dan hal yang tidak menyenangkan terjadi pada Yuna.


Disaat yuna berlari, Yuna tersandung batu dan terjatuh, dan itu membuat kaki Yuna terluka.


Yuna:


"aduh sakit sekali kaki ku"


Dan Yuna mencoba untuk bangun, Yuna hanya bisa berjalan sedikit karena kakinya terluka parah.


Yuna:


"aduh?!!"


Dan akhirnya Yuna memutuskan untuk mencari kursi untuk ia duduk.


Yuna:


"sebaiknya aku duduk terlebih dahulu"


Dan Yuna pun menemukan kursi taman, dan ia segera ke sana.


Setelah sampai Yuna pun duduk dan menyapu kakinya dari debu dan tanah.


Yuna:


"hal yang sial terjadi hari ini pada ku"


Dan Yuna pun bingung dan berpikir dengan suara misterius tersebut yang tidak terdengar lagi.


Yuna:


"suara itu tidak terdengar lagi, dan yang anehnya suara tersebut dari mana?".


Itulah pertanyaan yang selalu di ulang oleh Yuna dalam hatinya..


Dan Yuna pun harus duduk berjam-jam karena tidak bisa berjalan.


tiba-tiba suara misterius tersebut terdengar lagi.


Yuna pun memalingkan wajahnya dan ia terkejut........


 


...(continued❤)...