
๐ธ๐ธ๐ธ
"Yong, kau terlalu mudah untuk kukalahkan," tuan Nosa berseru, tersenyum sinis, memainkan senjatanya, dengan memutar ditelunjuknya. Kakinya ia silangkan dengan santai, sambil melihat rekaman Dari kamera tersembunyi yang dipasangkan oleh mata-matanya, yang kini juga bersama dengan Yong. Dimarkasnya.
"Kapan kita akan menyerang, tuan?" tanya seorang yang diyakini orang kepercayaannya.
"Bagaimana kalau kita bermain sekarang saja," kembali tuan Nosa berseru.
"Apakah semua bom disana, sudah terpasang?" Tuan Nosa memastikan.
"Semua rencana sudah tersusun, tuan." Jawab bawahannya tadi.
"Bagus, mari kita mulai." Ujarnya tersenyum licik.
๐ธ๐ธ๐ธ
Di markas:
Karena sudah tengah malam, keempat pria bertubuh kekar itu, termasuk tuan Yong. Menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Karena besok mereka akan kembali beraksi.
Saat tuan Yong mulai terlelap, seseorang menyelinap masuk kedalam kamarnya. Orang misterius itu, memainkan alat suntik yang entah berisi cairan apa. Tapi yang pasti, orang misterius akan segera menyuntikkan cairan itu pada tuan Yong, yang kini masih terlelap
Dor...Dor...Dor...
Tiga kali tembakkan tepat mengenai kaki, bahu, dan terakhir tepat dikepala bagian belakang, pria misterius itu.
Saat itu juga, tuan Yong terbangun dengan tersenyum menatap Ryan yang berhasil melumpuhkan teman seangkatannya. Siapa lagi kalau bukan Rain.
Ya! Pria misterius yang ingin mencelakai tuan Yong yang juga merupakan mata-mata Nosa adalah Rain. Bukanlah Ryan, yang ditebak oleh reader๐ (maaf reader, tebakannya salah ya)
"Kerja bagus, Ryan." Puji tuan Yong pada Ryan.
"Terima kasih, tuan." Jawab Rain tersenyum.
"Semua Bom, sudah berhasil saya jinakan, tuan." Lapor Zhang.
"Bagaimana dengan kamera cctv?" tanya tuan Yong.
"Sudah saya retas, tuan. Dan mereka hanya akan melihat rekaman yang paslu," jawab Zhang lagi.
"Bagus, kita hanya tinggal menunggu kedatangan mereka," ujar tuan Yong menyiapkan senjatanya.
"Baik, Tuan," jawab Zhang dan Ryan bersamaan.
Dan ketiga pria tampan itu, mulai mempersiapkan semua senjata api mereka. Tak lupa mereka juga mengenakkan pakaian anti peluru, yang telah tersiapkan.
Lepas mempersiapkan segalannya. Ketiga pria tangguh itu mulai mengambil posisi mereka masing-masing.
Ryan yang pandai memanjat berada diatas genting dan ia bertugas melumpuhkan musuh dari jarak jauh.
Sedangkan Zhang akan selalu mengikuti tuan Yong. Karena tugasnya adalah menjaga tuan Yong dengan nyawanya, itulah sumpahnya ketika tuan Yong menyelamatkan nyawa keluarga, ketika ia masih menjadi pencuri dimasa lalu.
Saat itu, Zhang hanyalah seorang pencuri. Dan ia tak sengaja masuk kedalam dunia mafia. Karena sebuah kesalahan yang ia lakukan, maka keluarganyalah yang akan menjadi korban.
Dan saat itulah ia tak sengaja bertemu dengan Yong. Dan tuan Yong membantunya melumpuhkan para gang mafia itu. Dan mereka berhasil menyelamatkan nyawa semua keluarganya yang kala itu disekap.
Dan saat itulah Zhang bersumpah untuk mengabdikan diri hanya kepada tuan Yong. Dan ia pun terlelpas dari jeratan dunia mafia yang berfokus pada penjualan organ tubuh manusia. Dan jadilah sekarang, ia menjadi orang kepercayaan tuan Yong, wakil ketua Gangster CruelBlood yang berfokus pada pembuatan senjata kemiliteran yang menguntungkan negara juga mereka.
Tak lama sorot lampu beberapa mobil, mulai menerangi hutan. dan itu artinya, gangster Nosa sudah mendekat pada mereka.
Tuan Yong, Zhang dan juga Ryan, sudah siap dengan semua senjata mereka.
Ryan yang berada digenting menilik ada 3 mobil yang mendekat ke markas mereka. 3 mobil Jip dengan roda besar-besar, semakin mendekat.
Dor...Dor...Dor....
**Bersambung.......
Sepi๐ข
Jangan lupa Like, komen, hadiah, dan votenya๐๐
Maafkan typonya๐
Selamat membaca dan semoga suka๐
lope lope teman-teman semua๐๐๐๐
๐๐ธ**