My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 86



🌸🌸🌸


Disebuah villa, tepatnya diruangan bawah tanah.


"Aaaaaa... "teriakan-teriakan histeris seorang pria yang kini dipukul, ditendang, disepak dan sebagainya. Kondisi pria itu sungguh sangat memprihatinkan, namun ia bungkam, tak juga membuka mulutnya.


Begitulah dunia mafia, jika sudah tertangkap seperti itu. Sampai ajal pun mereka tak akan mengatakan apa-apa. Walaupun kondisinya sudah babak belur, tapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


Tak lama tuan Yong datang. Berjalan dengan gagahnya mendekati pria yang kini telah tersungkur dilantai, dengan darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


"Apa dia sudah mengatakan sesuatu, "tanya tuan Yong pada bawahanya yang berada di sana.


"Belum, tuan, "jawab salah satu dari mereka.


"Apa kau sudah siap, Arthur Alisson Anggota gangster BlackBlood yang diketuai oleh Mike Aldrich. Sayangnya aku sudah mengetahuinya, tanpa harus membuka mulutmu, "pria itu tersenyum dengan sinis menatap tuan Yong dengan jijiknya. Yong meraba kantong jasnya seraya berdiri dari duduknya.


"Dorrr... "suara tembakkan yang terdengar sangat halus, Yong daratkan tepat ditengah kening pria tadi. Setelah itu dengan santai dan gagahnya Yong keluar dari ruangan bawah tanah itu. Tampak Zhang mengekor dibelakang tuannya.


🌸🌸🌸


"Kita langsung menjemput istriku, "titah tuan Yong yang kini asik menikmati sebuah rekaman dari dalam ponselnya. Melihat Aurel yang tengah menikmati sarapannya dengan begitu lahap. Membuat Yong tak sabar ingin pulang. Dan melihat secara langsung kegitan istrinya, yang menurutnya sangatlah menggemaskan.


Tak butuh waktu lama, dengan menunggangi lamborghini yang didisain khusus untuknya. Kini Yong tengah berjalan dengan langkah panjang menuju ruang makan. Wajahnya kecewa seketika saat tak melihat istrinya yang tadi makan dengan lahapnya, diruang itu.


Memutar haluan, kini ia berjalan menuju kamarnya. Betapa sejuk hatinya kala melihat istrinya terlihat kesusahan memgancingkan dressnya.


"Tuan, kenapa hanya senyum-senyum disitu. Menakuti saja, lebih baik bantu saya mengancingkan baju ini, "ucap Aurel mendekat kepada Tuan Yong, yang kini berdiri gagah di depan pintu kamar yang terbuka.


Tanpa berkata apa-apa Yong menarik kancing dress itu.


"Tidak bisa, honey. "ucap tuan Yong yang kesusahan.


"Apa aku sudah sangat gendut, kemarin masih muat. Cepat sekali besarnya, "ucap Aurel dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Wahhh...Honey, kau terlalu gandut. Sepertinya, kita harus lebih sering lagi melakukan olahraga, "ucap Yong membohongi Aurel untuk mencari keuntungan lebih.


"Olahraga diranjang maksud tuan, "tanya Aurel dengan wajah polosnya.


"Ayo, kita lakukan.... "ucap Aurel langsung menyerang Yong tiba-tiba.


Sedangkan Yong cukup kaget dengan kelakuan istrinya yang semakin hari semakin agresif. Tapi Aurel yang seperti itu, sangat cocok untuk membuatnya tak lagi memilih berjajan diluaran sana. Karena istrinya benar-benar telah memuaskanya. Bahkan Yong merasa bukan istrinya yang menjadi budaknya. Tapi ialah yang menjadi budak istrinya.


Aurel juga merasa bingung kepada dirinya sendiri. Entah karena hormon kehamilan atau karena Cinta yang berubah menjadi na*su. Tapi itulah yang terjadi padanya, ia akan selalu memberikan apapun yang suaminya butuhkan, yang terpenting adalah suaminya berubah.


Setelah selesai melakukan olahraga gelut. Akhirnya Aurel dan Yong kini telah berada didalam mobil. Tapi ada sedikit hal yang aneh pada Aurel.


Aurel saat ini memakai pakaian yang sama seperti Zhang. Serba hitam dengan masker dan topi, yang tidak ia ketahui untuk apa.


Tapi ia hanya menurut. Ia cukup tersentuh saat tuan Yong mengatakan Jika baju yang ia kenakan saat ini berfungsi untuk keamanan.


Kini mereka telah berhenti disebuah mall yang cukup besar. Yong turun dari mobil dengan Aurel dan Zhang mengekor dibelakangnya.


Saat sampai didalam sebuah toko yang berisi pakaian perempuan, barulah Yong meminta Aurel untuk melepaskan topi dan juga maskernya.


"Pilihlah yang mana yang kau suka, "titah Yong membuat Aurel sangat bahagian.


"Ini benaran, tuan. Tuan sedang tidak bercanda bukan? "tanya Aurel yang kini masih tak percaya.


"Tentu saja asli, "jawab tuan Yong.


"Tuan, sepertinya saya benar-benar telah masuk kedalam dunia novel yang sering saya baca, "ucap Aurel membuat Yong mengerutkan dahinya.


Sedangkan Aurel tengah sibuk memilih baju baju bermerek disana. Kebingungan ia kembali mendekati Tuan Yong.


"Tuan saya bingung harus memilih yang mana, bagaimana kalau tuan borong semuanya untuk saya. Bagaimana, tuan setuju bukan, "Yong terdiam mendengar permintaan istrinya, bukan karena ia tidak punya uang untuk membeli semua isi toko itu, tapi ia tak menyangka gadis polosnya sangatlah matre.


"Ahh... Ternyata tuan Yong tidak sekaya tuan Saga di novel TMTM. "ujar Aurel kecewa, "kembali Aurel memilih baju-baju yang sesuai untuknya.


**Bersambung....


Like, komen, hadiah, dan vote... πŸ™


Rate bintang 5 juga πŸ™πŸ˜**