My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 125



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Apa tuan yakin, saya takutnya rencana kita gagal,"ujar Zhang pada tuannya.


"Kita belum mencobanya bukan! Aku yakin aku bisa melakukannya,"jawab tuan Yong tegas dan pasti.


"Tapi tuan, bagaimana kalau terjadi apa-apa! Nosa bukanlah tandingan kita, tuan," Zhang mengingatkan.


"Aku tau itu, kau juga tau itu anakku. Dan aku tidak akan pernah membiarkannya mengambil anakku ataupun mengadopsinya. Aku tidak ingin putra kecilku menderita,"jawab Yong yakin dan juga sendu


"Baiklah tuan, saya akan segera menyiapkan keberangkatan, tuan. Secepatnya,"Zhang berkata lalu keluar dari ruangan bosnya itu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Setelah pulang dari rumah sakit, presdir Shilin kembali menggendong Aeri hingga kekamarnya. Membaringkan istrinya keatas kasur dengan sangat berhati-hati, agar tak membangunkan sang istri yang kini telah tertidur sangat pulas.


Saat akan meninggalkan istri tercintanya.


"Mau kemana?"tanya Aeri tiba-tiba terbangun, dan menarik tangan sang suami, untuk menahannya agar tak pergi meninggalkannya.


"Ada apa sayang, sepertinya, istriku ini sangat menyayangiku ya! sampai-sampai aku tidak boleh pergi sedetik pun. Wajah tampanku ini memanglah sangat memikat,"ucap presdir Shilin berbangga diri.


"Perutku sakit,"ujar Aeri manja. Sepertinya ia berencana menguji kebesaran Cinta suaminya.


"Apa ada yang bisa kulakukan sayang? Untuk meredakan sakitnya,"tanya presdir Shilin, ikut berbaring disamping istrinya.


Dan Aeri menjawab dengan menganggukkan kepalanya manja.


"Hal apa itu?"tanya presdir Shilin terdengar lembut ditelinga Aeri. Sambil mengusap lembut wajah istri tercintanya, lalu menyingkirkan anak rambut Aeri yang menutupi wajah cantikknya. Tersenyum bahagia, presdir Shilin juga mengusap bibir tipis Aeri dengan penuh kasih sayang. Aeri memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut diwajahnya.


"Bukan wajahku yang diusap, tapi disini,"ucap Aeri ketika membuka matanya. Aeri mengambil tangan suaminya yang tadi mengusap wajahnya. Memindahkan tangan kekar itu pada perut bagian bawahnya.


"Kamu kan lagi berdarah petaka, sayang. Apa bisa kita melakukan yang mes*m-mes*m?"tanya presdir Shilin tak mengerti maksud Aeri karena yang ada dipikirannya kini memanglah yang mes*m-mes*m. Menyebutkan datang bulan sebagai darah petaka, karena darah itu, memang membawa petaka bagi junior jumbo'nya. Pikiran mes*mnya yang berkata.


"Bukan itu maksudku," jawab Aeri cemberut.


"Lalu apa maksudnya meletakkan tangan nakalku disini,"tanya presdir Shilin tersenyum Jail.


"Aku memintamu untuk mengusap perutku yang sakit, bukannya mes*m. Dengan mengusapnya pelan bisa meringankan rasa nyerinya,"ujar Aeri menjelaskan.


"Ooo.... Baiklah sayang, aku suka mer*ba-r*ba,"ucap presdir Shilin benar mer*ba perut Aeri hingga kebagian atas.


"Bukan mer*ba, sayang. Tapi mengusap, kebawah sedikit,"Aeri membenarkan lalu memberi perintah.


"Bukan disitu, keatas lagi,"kembali Aeri memberi titah.


Dan presdir Shilin mengikuti tatah istrinya, ia mengus*p bagian dua kelapa muda milik Aeri dengan tersenyum nakal.


"Terlalu keatas, Disini,"tegas Aeri meletakkan paksa tangan nakal suaminya dibagian bawah perutnya.


"Begini sayang,"tanya presdir Shilin mengkonfirmasi.


"Iya,"jawab Aeri singkat, perlahan Aeri memejamkan matanya. Dan pada akhirnya Aeri pun kembali tertidur pulas.


Tok...tok....tok...


"Shilin, Mom masuk ya,"tanya nyonya besar Mou diluar sana.


"Iya Mom,"jawab presdir Shilin pelan agar tak membangunkan istrinya.


"Kamu ngapain Aeri?"tanya nyonya besar Mou heran.


"Hanya memg*lus perutnya, guna meringankan nyerinya,"jawab presdir Shilin masih mengelus perut Aeri.


"So Sweet,"ucap nyonya besar Mou tanpa sadar.


"Apa Mom,"tanya presdir Shilin yang ternyata tidak mendengar.


"Bukan apa-apa, Ini ramuan untuk Aeri. Nanti kalau Aeri bangun, langsung suruh dia minum ya. Mom mau kebawah, bantuin Meilyn masak. Kasian dia sendiri, para pelayan kan lagi libur,"ujar nyonya besar Mou meletakkan gelas berisi ramuan keatas nakas.


"Baiklah Mom, terima kasih Mom,"jawab presdir Shilin sopan.


Bersambung.....


Othor mau HADIAH pleaseeee๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ’—


Like, komen, dan Votenya juga ya๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ˜


๐Ÿ’—๐ŸŒธ


"