My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 130



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Aaaakh.....," teriak Aeri mengadu kesakitan, dan segera melepaskan penyatuan mereka sebelum pelepasan.


Presdir Shilin kaget sekaligus khawatir, ketika melihat istrinya memeluk erat perut bagian bawahnya kesakita.


"Kamu kenapa sayang," ucap presdir Shilin dengan pikiran kalutnya.


"Perut Aeri, sakit sekali,"mendengar rintihan istrinya. Dengan cepat presdir Shilin memakai kaos dan juga celana pendeknya. Membalutkan tubuh istrinya dengan selimut dan segera mengangkat tubuh istrinya menuju rumah sakit.


Beruntung, saat melewati lantai dasar hingga kemobil tidak ada siapa-siapa. Hanya ada beberapa pelayan, tapi mereka tak berani ikut campur.


Aeri yang merasakan sakit dibagian bawah perutnya, berusaha menahan sakitnya dengan memeluk erat leher suaminya.


Sampai dirimah sakit, dokter Shimming dan dokter Luna langsung memeriksa keadaan Aeri. Dan akhirnya Aeri pun tenang dan tertidur ketika disuntikkan entah apa oleh dokter Luna.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya presdir Shilin yang juga ikut melihat istrinya ditangani.


"Sepertinya infeksi pada rahim, nona Aeri. Mulai dirasa gejalanya, tuan. Dan ini harus secepatnya ditangani,"jawab dokter Luna.


"Iya Shilin, kau harus secepatnya membawa Aeri ke Amerika. Disana lebih aman dan canggih pengobatannya,"saran dokter Shimming.


"Untuk sementara waktu, nona Aeri akan baik-baik saja. Tapi aku tidak bisa jamin sampai kapan, untuk itu kau harus cepat bertindak,"tambah dokter Shimming lagi.


"Baiklah, aku akan membawa Aeri secapatnya,"jawab presdir Shilin.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Shilin, Aeri, kalian berdua dari mana saja. Tadi Mom cari'in nggak ada,"tanya nyonya besar Mou curiga.


"Biasa Mom, sekali-kali kami juga butuh jalan-jalan diluar,"jawab presdir Shilin membantu istrinya duduk dikursi ruang tamu.


"Aeri, kamu kenapa sayang?"tanya nyonya besar Mou semakin curiga ketika melihat wajah mematunya itu pucat pasi.


"Tidak apa-apa, Mom. Hanya kelelahan saja," ucap Aeri berkilah.


"Memangnya Shilin ajak kamh jalan-jalan kemana, sayang. Sampai pucat begini,"tanya nyonya besar Mou mengelus kepala Aeri perhatian.


"Kepanatai, Mom. Aeri mabuk laut,"kembali Aeri berkilah.


"Kamu gimana Shilin, udah mendingan kan,"tanya sang Mommy pada putrannya.


"Tentu saja sudah, Mom. Mom kan tau sendiri, Shilin kalau demam hanya 1 hari saja. Setelah itu ya sehat lagi,"jawab presdir Shilin.


"Tapi biasanya kamu akan sembuh setelah 24 jam. Ini belum sampai 24 jam sudah sembuh. Tumben,"ujar sang Mommy heran.


"Sekarang Shilin sudah semakin kebal, Mom,"ucapnya asal.


Tak lama terdengar suara tangisan seorang bayi dari dapur.


"Kayaknya Aurel lagi repot, Mom cek dulu ya. Kamu kalau lelah istirahat saja ya sayang,"ujar nyonya besar Mou pada menantunya itu.


"Ayo sayang, aku antar kamu ke kamar,"ujar presdir Shilin kembali menggendong tubuh lemah istrinya.


"Aku bisa, sayang,"tolak Aeri ingin berjalan normal.


Sampai dikamar, presdir Shilin membantu istrinya berbaring diranjang.


"Sayang, apa benar perutku sakit hanya efek keguguran,"tanya Aeri curiga.


"Iya sayang, maka dari itu kita akan ke Amerika besok. Disana ada dokter yang bisa mengobatimu. Dan setelah kamu sembuh, kita akan langsung bulan madu disana,"jawab presdir Shilin berusaha menunjukkan senyuman bahagianya.


"Benarkah, besok! Aku sangat merindukan Daddy,"jawab Aeri tersenyum bahagia. Saat mengingat kampung halamannya. Tempat ia dilahirkan dan dibesarkan oleh orangtuanya. Walaupun sesaat.


Bersambung.......


Like, komen, hadiah, dan votee๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Saranghae readers๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’—๐ŸŒธ