
Yuna mual dan ingin muntah, Yuna yang tidak tahan dengan segera ia bangun dari tempat tidurnya dan berlari menuju toilet
...//...
Setelah 2 menit di kamar mandi, akhirnya Yuna keluar, Yuna yang tampak lemas tidak berdaya, pandangan mata yang masih buram, Yuna pun memutuskan untuk duduk terlebih dahulu, setelah Yuna duduk, ia pun menghela nafas dan berkata........
Yuna:
"perutku sakit sekali, ini pasti efek dari kehamilan, dan ini semua sangat menggangguku, huff.........(menghela nafas), ini sudah pagi, sepertinya aku harus bersiap-siap ke apotek untuk beli obat"
Tanpa berpikir panjang Yuna pun dengan segera mengambil jacketnya dan memakainya, setelah selesai Yuna pun keluar, saat menutup pintu kamar tiba-tiba Yuna merasa ada yang kurang pada dirinya
Yuna:
"ada yang kurang, apa ya?? oh iya!! masker, aku harus pakai masker, agar orang-orang tidak mengenalku"
Yuna pun pergi mengambil masker di laci lemari, setelah semuanya selesai Yuna pun keluar dari kamarnya, dan menutup kembali pintunya, dan Yuna pun berjalan menuju pintu depan, saat sedang berjalan menuju pintu depan tiba-tiba nenek memanggilnya
Nenek:
"Yuna!!!!"
Mengetahui Nenek memanggilnya dengan segera Yuna memutar balikkan badannya ke arah Nenek
Yuna:
"...……………………………………"
Nenek:
"mau kemana kamu pagi-pagi sekali?, oh iya bukannya kamu ke kantor?, dan kenapa tidak pakai baju kantor?"
Yuna pun terkejut, dalam hatinya ia pun berkata..
"bagaimana ini, aku harus buat alasan agar Nenek tidak curiga padaku, ini membuat Nenek tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi"
Nenek:
"Yuna??, sampai kapan nenek berdiri hanya mendengar jawabanmu"
Yuna:
"😅 oh iya nek, Yuna hari ini ambil cuti satu hari ada urusan penting, Yuna keluar hanya ingin mencari udara segar, tidak ada yang lain kok!!"
Nenek:
"udara segar?, biasanya kamu tidak pernah libur, dan sekarang malah ambil cuti, apa bossmu tidak marah?"
Yuna:
"oh tidak nek!!, Yuna juga sudah minta izin sama boss juga"
Nenek:
"oh gitu, baiklah"
Yuna:
"iya nek, nek Yuna pamit dulu ya"
Nenek:
"iya hati-hati"
Yuna pun membuka pintu, sedikit demi sedikit Yuna melangkahkan kakinya keluar dari rumah, setelah selesai Yuna pun menutup kembali pintunya, Yuna pun membalikkan badannya, dan berdiri tepat di depan pintu dengan pandangannya ke depan, udara yang segar berhembus hingga menusuk ke tulang, dan cahaya matahari yang bersinar terang, seakan-akan bersahabat dengan orang-orang yang yang ada di sekitar, membuatnya terasa sempurna, Yuna pun mengingat kembali saat dia bersama keluarganya, Yuna sedang menyirami bunga, kakaknya sedang mencabuti rumput, ayah sedang mengecat pagar, begitu juga ibu yang sedang menyapu halaman, karena mengingat hal itu membuat Yuna tersenyum seketika
Yuna:
"saatnya aku kembali ke masa lalu, menyapu halaman rumah, menyirami tumbuhan dan bunga-bunga, intinya aku harus memulai hariku seperti biasanya lagi, aku rindu sekali dengan semua ini"
Dan Yuna pun pergi meninggalkan rumah menuju apotek terdekat
...//...
Setelah beberapa menit Yuna berjalan tiba-tiba ia menemukan sebuah apotek tidak jauh dari rumahnya, tanpa menunggu lama Yuna pun langsung pergi ke tempat apotek tersebut, setelah sampai Yuna pun masuk, saat membuka pintu tiba-tiba ia melihat seseorang yang ia kenal
Yuna:
"Alya!!!"
Dan seseorang yang dilihat Yuna adalah Alya teman dekatnya sendiri, mengetahui Alya dengan segera Yuna bersembunyi, karena rasa penasaran yang kuat, ia pun mengendap-endap untuk memastikan apakah itu Alya atau bukan
Yuna:
"itu Alya, bukannya di kerja hari ini?, dan untuk apa dia ke apotek?, apa dia sedang sakit?, bisa jadi tapi ada yang ganjil disini, sebaiknya aku harus memastikannya"
Untuk memastikan semuanya, dengan segera Yuna masuk ke toko tersebut, setelah ia berada di dalamnya, Yuna pun langsung pergi ke resepsionis
Resepsionis:
"selamat datang di apotek kami, apa ada yang ingin anda beli?, silahkan tanyakan pada kami, bila anda membawa resep dokter, silahkan berikan pada kami"
Yuna:
"tolong berikan saya test pack dan obat menggugurkan kandungan"
Resepsionis:
"baik Nona"
Yuna yang sedang berdiri sambil memperbaiki maskernya, tidak butuh waktu lama Resepsionis tadi kembali dengan test pack dan obat mengugurkan kandungan di tangannya, dan itu semua langsung di berikan pada Yuna
Resepsionis:
"ini..."
Yuna:
"on iya, harganya?"
Resepsionis:
"************"
Yuna pun mengeluarkan uangnya di dompet dan memberikannya pada Resepsionis, setelah selesai Resepsionis tadi pun pergi meninggalkan Yuna, mengetahui Resepsionis meninggalkannya, dengan segera Yuna memanggil kembali resepsionisnya
Yuna:
"buk!!!!"
Dan resepsionis tadi pun kembali dan berhadapan dengan Yuna
Resepsionis:
"iya Nona, apa ada yang ingin anda butuhkan lagi?"
Yuna:
Mendengar pertanyaan dari Yuna membuat Resepsionis bingung, dan ia pun mengingat kembali siapa saja tadi yang datang ke apotek tersebut, karena terlalu banyak membuat resepsionis tidak bisa mengingatnya
Resepsionis:
"maaf Nona kalau itu saya tidak bisa mengingatnya, tapi ada seorang wanita sebelum anda datang kemari tadi"
Yuna:
"oh iya, kalau boleh tahu siapa namanya?"
Resepsionis:
"setahu saya Nona itu bernama Alya"
Mendengar jawaban dari Resepsionis membuat Yuna tersenyum karena tebakannya benar bahwa itu adalah Alya
Yuna:
"apa yang ia beli?"
Resepsionis:
"kalau tidak salah dia beli test pack juga sama seperti Nona"
Yuna:
"apa!!!!!, test pack?"
Resepsionis:
"iya, ada perlu apa anda dengan nona Alya?"
Yuna:
"tidak ada, hanya menanyakan saja, terima kasih ya"
Resepsionis seketika kebingungan, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya pada Yuna menisyaratkan "ia sama-sama"
Setelah mengetahui yang sebenarnya, Yuna pun keluar dari apotek tersebut, dan memutuskan untuk pulang, di perjalanan Yuna memikirkan tentang Alya
Yuna:
"Alya datang ke apotek itu untuk membeli test pack?, untuk apa alya membeli itu?, eumm.....ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Alya padaku, apa ya??, apa jangan-jangan Alya hamil sepertiku???"
Karena pemikiran Yuna, dengan segera Yuna mempercepat langkah kakinya menuju rumah
...//...
Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya Yuna sampai di rumah, tanpa menunggu lama lagi, Yuna pun segera masuk, setelah berada di dalam rumah, Yuna pun berlari menuju kamarnya, Yuna membuka pintu lalu menutupnya kembali, setelah selesai Yuna pun mengambil handphone di atas tempat tidurnya, dan sekarang handphone sudah berada di tangannya dengan segera Yuna membuka dan memutuskan untuk menelepon Alya
Yuna:
"tut.....tut....tut....tut...... ayolah!!!"
Yuna mencoba lagi....
Yuna:
"tut.....tut....tut....tut.... kenapa tidak di angkat?"
Setelah beberapa kali Yuna mencoba menghubungi Alya namun gagal
Yuna:
"Kenapa nomornya tidak bisa dihubungi?, apa yang sebenarnya terjadi?, aku rasa Alya tidak baik-baik saja, sebaiknya aku harus menemuinya langsung besok di depan apotek tadi, aku rasa Alya akan datang ke tempat itu lagi"
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya
Yuna:
"siapa???"
Nenek:
"ini Nenek"
Mengetahui Nenek yang mengetuk, dengan segera Yuna berlari dan membuka pintu
Setelah membuka pintu
Yuna:
"maaf Nek!!"
Nenek:
"apa kau menganggap ku orang lain?"
Yuna:
"apa!! tidak nek😅"
Nenek:
"iyalah""
Yuna:
"ada perlu apa nek?"
Nenek:
"tidak... Nenek hanya ingin mengecek kamarmu, karena dalam beberapa hari ini sikapmu berubah sekali, aku rasa kamu menyembunyikan sesuatu dari Nenek"
Mendengar hal itu dengan segera Yuna membantah
Yuna:
"jangan!!! Nek jangan dulu masukm, kamar Yuna terlalu berantakan"
Sedikit demi sedikit Yuna menutup pintu kamarnya, lalu menguncinya, dan akhirnya pintu pun tertutup, Yuna pun merasa lega
(di luar kamar)
Nenek:
"apakah dia membiarkan diriku berada di luar lagi?"
Yuna:
"...……………………"
...(continued❤️)...