My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 93



🌸🌸🌸


"Braaaak...., "presdir Shilin semakin panik, ia semakin kuatir ketika tidak melihat siapa pun didalam toilet itu. jelas-jelas didalam cctv menggambarkan iatrinya berada didalam toilet, dan tidak lagi keluar. Tapi ini kosong, benar-benar tidak ada istrinya ataupun orang lain disana.


Presdir Shilin semakin kalut, sedangkan sekretaris Chao bergerak cepat mengerahkan seluruh pengawal untuk segera mencari keberadaan nona mudanya.


🌸🌸🌸


"Nona Annin benar-benar sangat mirip dengan adikku. Dengan darah ini, aku akan segera tau sipakah dirimu sebenarnya,"ucap Mike yang kini telah mendapatkan darah Annin guna melakukan test DNA.


"Tapi aku sangat yakin kau adalah adikku Ha Ae-ri. Adik kecilku yang sangat kucintai. Tapi, kau dan ibumu dengan santainya menolakku, apa kau tau bagaiman perasaanku saat itu. Heh... kau tidak akan mengerti bukan, kau sangat mencintai Shilin. Dan lihatlah, kalian bertemu kembali. Bahkan kalian bertemu dan telah menjadi sepasang suami istri. Bahkan kau mengandung anaknya,"ucap Mike yang kini mengelus perut buncit Annin.


"Apa kau benar mengalami Amnesia. Apa kau juga telah lupa bahwa kakak lah yang membunuhmu dan juga ibumu? Apakah kakak perlu membunuhmu lagi? Jujur saja kakak sudah tidak mencintaimu lagi. Lihatlah janin ini, kau sudah mengandung anaknya, kau sudah menjadi bekasnya,"kini Mike kembali mengelus wajah Annin.


"Kakakmu yang baik hati ini, masih ingin bermain dengan suamimu. Kita lihat apakah suami mu berhasil menyelamatkan mu. Dan kalau kau selamat, kakakmu yang baik hati ini, masih punya seribu cara untuk kembali membunuhmu. Hahahahahaaa...., "tawa menyeramkan Mike begitu menggema didalam sebuah kamar yang masih berada dikapal itu.


"Kakak beri suamimu waktu 15 menit, jika 15 menit dia menemukan mu. Kakak yakin kau masih akan selamat,"setelah mengucapkan kalimat itu kembali Mike tertawa menyeramkan.


"Ikat gadis ini ditiang sana, beri waktu 15 menit, "titah Mike pada bawahannya. Dan para pengawal itu pun memgangkat tubuh Annin dan mengikatnya ditiang disana. Tiang itu sudah dimodif oleh Mike. Begitu tepat waktunya, tiang itu akan patah. Dan Annin akan jatuh kedasar laut, bersamaan dengan tiang yang mengikat tubuhnya.


Setelah mengikat Annin, Mike dan juga para pengawalnya segera pergi dari ruangan itu.


🌸🌸🌸


"Tuan. Syukurlah tuan dan Nona baik-baik saja, "ucap Zhang yang baru datang, bersama dengan para pengawalnya.


Tanpa menjawab, tuan Yong langsung mengangkat tubuh Aurel yang kini masih bersimpuh ditanah. Zhang segera mengurus segalanya, termasuk mengurus jenazah yang menjadi korban tembakan Aurel. Memghapus semua jejak, agar tidak diketahui oleh orang-orang apalagi polisi.


Tuan Yong membaringkan tubuh Aurel dikursi mobil, pahanya ia gunakan sebagai bantal untuk kepala istrinya. Mungkin karena faktor kelelahan yang membuat Aurel kini tidur dengan lelap.


Tak lama Zhang masuk kedalam mobil. mengambil posisi sebagai sopir.


"Apa kita perlu kerumah sakit terlebih dulu, tuan, "tanya Zhang.


"Baik tuan, "ucap Zhang mulai tancap gas.


"Selidiki, orang suruhan siapa mereka? "titah Yong.


"Baik tuan, "jawab Zhang lagi.


"Kau tau latar belakang Aurel bukan? "


"Saya hanya menyelidiki sebatas Alhm orang tuanaya saja tuan. Dan kedua orang tua nona Aurel berprofesi sebagai Model, "jawab Zhang.


"Lalu bagaimana ia bisa membidik dengan sangat tepat, "ucap tuan Yong heran.


"Kalau soal itu saya tau, tuan. Nona Aurel sudah belajar menembak dari kecil, tapi ia tidak menekuninya dan juga tidak terlalu serius. Ia diajarkan oleh ayahnya. Ayah nona Aurel berdarah korea, dan pada masa wajib militer, beliau merupakan penembak yang jitu. Dan kemungkinan bakat itu menurun pada putrinya,"jelas Zhang panjang kali lebar.


Bersambung.....


Menurut reader tercinta, cerita ini ditamatkan saja, atau tidak?πŸ˜πŸ˜ŠπŸ™πŸ™


Jujur Author pengen secepatnya tamat. Biar bisa nulis cerita yang baru lagi πŸ˜…πŸ˜…


Like, komen, hadiah, dan Voteee πŸ™


Rate bintang 5 juga dong πŸ™πŸ™πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka 😍😍😍


Maafkan juga TyponyaπŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ