
Kevin pun pergi meninggalkan Yuna, Yuna hanya terdiam di atas kasurnya tanpa menjawab satu patah katapun, pandangan kosong mata Yuna tertuju pada Kevin yang sedang membuka pintu lalu menutupnya
"brakkkkkkkk!!"
Pintu pun tertutup, Yuna hanya terdiam tanpa berkutik sedikit pun, tiba-tiba sebuah pemikiran muncul di kepala Yuna, Yuna pun berpikir
"kenapa Kevin tiba-tiba datang saat aku ada di tempat itu?, apakah Kevin tahu apa yang sebenarnya terjadi?, tidak!!! tidak mungkin Kevin tahu!!, tetapi kenapa?, eum...ada yang aneh"
Karena tidak tahan dengan pikiran negatif yang selalu muncul di pikiran Yuna, Yuna pun memutuskan untuk bersiap-siap dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Yuna pun bangun dari tempat tidurnya, dan segera membereskan tempat tidur tersebut, setelah selesai Yuna pun mengambil jas yang ada di atas sofa bersebelahan dengan tempat tidurnya, dan akhirnya Yuna pun pergi meninggalkan ruang tersebut.
Yuna mengangkat langkah kakinya sedikit demi sedikit menuruni anak tangga agar tidak ketahuan, tiba-tiba Yuna mendengar seseorang menaiki tangga, dengan segera Yuna pun bersembunyi di balik tembok yang ada di sekitarnya, Yuna mencoba melihat dengan jelas siapa yang menaiki tangga tersebut, sambil mengendap-endap, setelah beberapa menit Yuna memperhatikan dengan jelas siapa yang menaiki tangga tersebut, sayangnya Yuna tidak bisa melihat dengan jelas siapa itu, suara langkah kaki yang terdengar tadi, dan sekarang hilang seketika, Yuna pun kebingungan, akhirnya Yuna pun keluar sedikit demi sedikit dari tempat persembunyiannya dan berjalan menuruni anak tangga tersebut, dengan perasaan was-was Yuna menuruni tangga tersebut.
Setelah selesai menuruni tangga, Yuna pun memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut, Yuna pun berjalan sedikit demi sedikit menuju pintu depan, saat Yuna membuka pintu tiba-tiba seseorang menemui Yuna dari belakang dan berkata...
"apa yang kau lakukan?"
Sontak Yuna seketika terkejut saat mendengar seseorang dari belakangnya, Yuna pun membalikkan badannya ke arah orang tersebut, setelah selesai Yuna membalikkan tubuhnya, dan Yuna pun melihat seseorang yang sangat cantik di depannya, memakai baju seksi dan tubuh yang ramping, pandangan Yuna tidak bisa berpaling melihat wanita tersebut, karena terlalu cantik, wanita tersebut pun kebingungan melihat pandangan Yuna yang tidak berpaling darinya.
Kirana:
"perkenalkan namaku Kirana, oh iya kalau boleh tahu siapa namamu?"
Yuna pun terkejut dan ia pun segera memalingkan wajahnya ke samping dan terdiam
Kirana:
"hallo, kalau boleh tahu siapa namamu?"
Akhirnya Yuna menjawab..
Yuna:
"oh iya!!, namaku Yuna, senang bertemu denganmu"
Kirana hanya tersenyum...
Yuna:
"maaf anda siapa ya?"
Mendengar pertanyaan dari Yuna membuat Kirana tersenyum seketika, Yuna hanya bisa diam sambil memperhatikan Kirana yang tersenyum itu....
Yuna:
".……………………"
Kirana:
"hahaha maaf yah!!, apa Kevin tidak pernah menceritakannya padamu?"
Yuna:
"apa?, maaf yah saya tidak mengerti"
Kirana:
"baiklah akan saya ceritakan sedikit, mari!!"
Kirana pun mengajak Yuna untuk duduk di sofa yang ada di ruang tengah, Yuna pun menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju sofa, setelah sampai Yuna pun duduk.
Kirana:
"maaf sudah membuatmu ketakutan, sebenarnya aku adalah ibunya Kevin"
Mendengar jawaban dari Kirana, Yuna pun terkejut, ia tidak menyangka bahwa wanita yang ia lihat dengan tubuh sempurnanya itu ternyata ibunya Kevin
Kirana:
"Kevin tidak menceritakannya padamu, karena ia tidak tahu bahwa ibunya masih hidup sampai sekarang"
Yuna:
"apa!!"
Kirana:
"biar aku jelaskan sedikit, Ayah Kevin sudah lama meniggalkan kami saat dia masih umur 4 tahun, karena pada saat itu ibu tidak kerja dan hanya mengandalkan uang dari hasil ayahnya, jadi kami jatuh miskin dan bahkan tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena ibu tidak ingin Kevin kekurangan gizi, jadi ibu menitipkan ia pada tetangga, supaya Kevin dapat hidup dengan normal seperti anak biasanya"
Tiba-tiba Yuna mengeluarkan air matanya, melihat Yuna menangis, Kirana pun memberhentikan pembicaraannya
Kirana:
Yuna hanya bisa terdiam
Melihat Yuna menangis, Kirana menarik tangan Yuna dan menggenggamnya seperti mengharapkan sebuah harapan
Kirana:
"Yuna, ibu tidak bisa berlama-lama di sini, Kevin akan pulang nanti, ibu hanya memberi pesan, ibu ingin kau menjaga Tuan Jordan Kevin dengan sebaik-baiknya, karena aku tidak akan ke sini lagi, mungkin ini yang terakhir, dari sekian lama aku melihat keadaan Kevin yang sudah tumbuh besar hingga sekarang ini, dan sampai ia sukses, aku sebagai ibunya merasa bangga, Yuna... ibu akan memberi sebuah pesan yang sangat penting padamu, dan sekarang kau pula yang menjaga Kevin, jadilah pendamping hidupnya untuk selamanya, karena sekarang aku tidak akan menjaganya lagi"
Yuna pun terkejut saat mendengar pesan dari ibu Kevin, Yuna hanya bisa terdiam, dengan mata yang berkaca-kaca
Kirana pun bangun dari duduknya dan melepaskan tangan Yuna, Yuna hanya bisa terdiam di sofa, air mata Yuna terus mengalir membasahi kedua pipinya.
Mata ibu Kevin menatap Yuna dengan tatapan kosong, karena situasi yang tidak memungkinkan lagi, dengan segera ibu Kevin membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Yuna, saat ibu Kevin menuju pintu depan dan membuka pintu tiba-tiba....
Yuna:
"berhenti!!!!!"
Mendengar Yuna memberhentikannya, Kirana seketika terkejut dan ia pun dengan segera membalikkan badannya ke arah Yuna dan menatap Yuna, yang tadinya Yuna sedang duduk di sofa, dengan segera Yuna pun bangun dari duduknya, dan menatap balik Kirana, pandangan mata Yuna yang tajam membuat Kirana seketika takut, Yuna mengepal tangannya hingga bergetar.
Yuna:
"jika kau ingin bahagia, bawa Kevin bersamamu!!!, kenapa kau tidak membawanya?"
Mendengar perkataan dari Yuna membuat tubuh Kirana bergetar, Kirana pun terdiam seketika!!
Tatapan mata Yuna yang seakan-akan ingin menerkam musuh yang ada di depannya membuat Kirana tidak bisa mengalihkan pandangannya.
Yuna:
"kenapa!!!!!, Jawab aku!!, kenapa kau tidak membawa Kevin bersamamu?"
Melihat keadaan Yuna yang ingin sekali mengetahui jawaban yang sebenarnya, Kirana pun mencoba menjelaskannya pada Yuna
Kirana:
"sudah sekian lama aku hidup sengsara dan saatnya aku hidup bahagia, jangan hilang lagi kebahagiaanku ini, aku sudah cukup!!, dan sekarang aku sudah mempunyai keluarga baru, aku tidak ingin semua yang telah aku miliki hilang dalam sekejap, jadi aku tidak bisa menerima Kevin kembali dalam kehidupanku"
Yuna:
"apa!!, alasan bodoh apa yang kau keluarkan dari mulutmu itu?, apa karena hal itu kau tidak ingin membawa anakmu kembali?"
Kirana:
"Kevin sekarang sudah bahagia, aku tidak ingin merusak kebahagiannya"
Yuna:
"hah!!..apa kau pantas di sebut seorang ibu!!, yang tega meninggalkan anaknya hidup dengan sendirinya?"
Kirana:
"sepertinya aku harus pergi sekarang!!"
Yuna:
"dasar bodoh!!, kau tidak pantas di sebut seorang ibu!!"
Mendengar perkataan Yuna, Kirana pun pergi menuju Yuna, dengan segera Kirana mengangkat tangannya dan ingin menampar Yuna, sedikit lagi tangan menyentuh pipi Yuna, tiba-tiba.....
Di balik pintu depan muncullah Kevin..
Kevin:
"cukup!!!!!!!"
Yuna:
"Kevin?"
Kirana:
"……………………"
...(continued ❤️)...