
🌸🌸🌸
"Sudah selesai bermainnya? Kalau sudah kita akan segera pulang, ini sudah hampir malam," kata presdir Chao pada Nia yang baru saja masuk ke ruangannya setelah bermain diluar seharian.
"Ayao kak! Aku juga sudah lelah," jawab Nia sambil meregangkan ototnya.
Setelah itu, keduanya langsung keluar dari perusahaan, dan berjalan menuju parkir.
10 menit perjalanan, Nia terlihat heran, ketika melewati jalanan yang asing.
"Kak, kita mau kemana? Ini kan bukan jalan menuju mansion," tanya Nia, mengarah kan pandangan keluar jendela, guna memastikan kembali bahwa jalan itu bukanlah jalan menuju mansion.
"Kemana lagi, apa kau lupa pada janjimu," jawab Presdir Chao membuat Nia semakin keheranan.
"Janji! Janji apa, kak?" Tanya Nia yang meluapakan janji penting yang telah ia ucapkan.
"Kalau nanti sampai kau pasti akan langsung ingat," ucap Presdir Chao pokus pada kemudinya.
Tak lama, presdir Chao memarkirkan mobil mewahnya di depan sebuah hotel.
Nia langsung mengerti apa maksud suaminya tadi. Nia langsung tersedak salivanya sendiri, tubuhnya tiba-tiba memanas. Keringat dingin mulai bercucuran.
"Tuhan, memikirkannya saja aku sudah merasa ingin pingsan," batin Nia menjerit.
"Apa lagi yang kamu tunggu, sayang. Ayo!" Ajak Presdir Chao, melihat istrinya yang tak bergerak sedikitpun, ia langsung meraih tangan mungil itu dan membawanya memasuki hotel.
Setelah memasan sebuah kamar VVIP, Presdir Chao kembali menyeret paksa istrinya yang kini tak bergerak bagaikan batu.
Memasuki kamar, barulah tangan sang istri ia lepas.
"Mandilah dulu, ini pakaianmu," ujar Presdir Chao, memberikan sebuah pakaian, yang telah dipersiapkannya pada Nia.
Nia langsung menerima pakaian itu, tanpa melihat seperti apa bentuknya. Dengan langkah meragu ia menuju kamar mandi.
Nia memandangi pantulan tubuhnya didepan cermin kamar mandi. Ia baru menyadari pakaian yang diberikan padanya, ternyata bukanlah sebuah piyama yang ada dipikirannya, melainkan sebuah lingerie berwarna merah yang begitu seksi. Lingerie itu dipesan khusus oleh Presdir Chao.
"Apa yang harus aku lakukan! Apa aku akan melakukannya malam ini juga," ucap Nia bingung.
"Semangat Nia, hanya dia satu-satunya orang yang bisa membantumu untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu. Semangat Nia," ucap Nia menyemangati dirinya sendiri. Mengambil sebuah jubah mandi dan langsung ia balutkan ketubuhnya, guna menutupi lingerie seksi yang kini ia kenakan.
Membuka pintu perlahan, mendongakkan kepalanya terlebih dahulu. Setelah itu barulah Nia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.
"Kemana kak Chao," ucap Nia mengedarkan pandanganya keseluruh sudut kamar hotel itu.
"Aku disini, sayang." Jawab Presdir Chao, yang langsung melingkarkan tangannya di pinggang Nia, dan hal itu mampu membuat Nia bergetar hebat.
"Kakak mengagetkan ku saja," jawab Nia malu.
Dan hal itu, sukses membuat Nia berusaha menahan geli, kala merasai Bulu-bulu halus pada dagu suaminya menempel sempurna dikulit lehernya.
Melihat ekspresi istrinya yang kegelian, membuat Presdir Chao semakin mengesek-gesekkan dagunya di leher Sang istri.
"Kak hentikan itu geli," kata Nia berusaha menyingkirkan kepala suaminya.
Presdir Chao tersenyum licik, dengan kelicikkannya malah menjil*ti leher istrinya. yanɡ sedari tadi menɡɡodanya.
ˈˈ"Hemmm..." Tanpa sadar, Nia melepaskan satu Des*han. Sadar akan kesalahannya, Nia langsung membekap mulutnya.
"Sepertinya kamu menyukainya, sayang," ucap Presdir Chao membalikkan tubuh Nia, untuk menghadap padanya. Presdir Chao berusaha menahan tawanya, kala melihat wajah istrinya yang kini sudah Semerah tomat. Merasa begitu malu, Nia langsung menundukkan wajahnya dalam.
Dengan tanganya Presdir Chao mengangkat wajah istrinya untuk memandang dirinya.
"Ayo kita mulai," ucap Presdir Chao, menarik tali pengikat jubah mandi yang kini Nia kenakan. Presdir Chao menariknya perlahan, ia semakin memajukan langkahnya perlahan. Kala Nia juga memundurkan langkahnya perlahan.
Nia yang ketakutan mundur dan semakin mundur, langkah mundurnya terhenti. Setelah tubuhnya sudah menabrak meja rias disana.
Nai kebingungan, ia tak bisa mundur apalagi maju. Mundur menabrak meja, maju menabrak sianga. Nia benar-benar kehabisan ide.
Presdir Chao memajukan wajahnya akan mencium Nia.
"K-kak tu-tunggu dulu," ucap Nia terbata, dengan kedua telapak tangannya ia berusaha menahan dada bidang itu agar tak semakin mendekat.
"Tunggu apa lagi, GRIZELLE ZANNA." Ucap Presdir Chao menyebutkan nama asli Nia.
Nia membulatkan matanya sempurna, kala terkejut mendengar nama aslinya disebut.
Bersambung...
Othor Mau sih mindahin cerita Chao, ke novel baru. tapi, takut nggak laku😢 Menurut Othor cerita Chao ini, konfliknya ringan, nggak ada kejutan juga. jadi, kisahnya hanya sedikit. Jadi nebeng aja dicerita Shilin😅
Memang My Bossy My Husband akan ada Season keduannya, yang akan menceritakan anak-anak mereka. Tapi Othor belum tau kapan mau bikinnya😅
Othor mau cepat tamatin cerita Chao ini, karena mau fokus sama BUDAKKU CANDUKU, yang kini Othor anak tirikan.
Like, komen, hadiah, dan vote🙏
Selamat membaca dan semoga suka 💖
Maafkan typonya 🙏
lope readersss 😘
💖🌸