My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 104



🌸🌸🌸


Derrrtt... (suara ponsel yang bergetar)


presdir Shilin dan tuan Yong mendapatkan pesan yang sama, dari nomor yang sama, dan waktu yang sama pula.


Braaaakk......


Dua ponsel yang bermerek apel digigit itu, tergeletak tak berbentuk dengan kondisi tepecah belah.


Setelah melihat isi pesan dari posel masing-masing. Kakak beradik itu kompak menghempaskan benda canggih berbentuk pipih itu kelantai.


"Shiit...., "umpat kakak beradik itu kompak.


"Kakak, kenapa? "tanya tuan Yong.


"Kau juga kenapa?"tanya balik presdir Shilin.


"Kalian berdua kenapa,"tanya sekretaris Chao.


"Mike, mengirimkan gambar dia yang sedang mencium istriku, "jawab tuan Yong dengan raut wajah murkanya.


"Mike, juga mengirimkan gambar yang sama padaku, kurang ajar. Kita harus cepat bertindak sebelum terjadi sesuatu. " Ucap presdir Shilin.


"Dasar bodoh, kenapa poselnya kalian hancurkan. Kita bisa melacak nomornya, "ucap sekretaris Chao, merutuki kebodohan tuan-tuannya yang sedang dimabuk cinta.


Presdir Shilin menatap tuan Yong, begitu juga sebaliknya. Mereka berdua juga merutuki kebodohan mereka masing-masing.


"Sudahlah, tunjukkan alat untuk mengecek keberadaan seseorang yang sudah ditempelkan alat pelacak yang kalian buat. Aku akan mengeceknya,"ucap sekretaris Chao, mengingat ditubuh Annin telah dipasangkan alat pelacak khusus itu. Dan dapat dipastikan mereka akan segera menemukan keberadaan istri-istri mereka.


"Aku juga memasangkan pelacak itu pada istriku. Tapi, kami tidak bisa terkoneksi dan tidak menemukan hasil. Mike cukup pintar, Karena sepertinya dia sudah menonaktifkan sinyal disekitaran istriku,"jawab tuan Yong, sang pencifta alat canggih itu. Alat pelacak buatannya, bisa langsung menempel dengan kulit seseorang. Dan jika sudah menempel, ia tidak akan dapat terlihat, karena alat itu akan berbentuk seperti tahi lalat, saking kecilnya alat canggih itu.


"Dimana tempat alat peneriksanya, sepertinya aku bisa bantu kembangkan. Dan kita akan segera menemukan Nona Annin dan juga Nona Aurel.


"Baiklah, ayo, "ajak tuan Yong.


Presdir Shilin dan sekretaris Chao mengekor dibelakang Yong. Tak lama mereka bertiga masuk kedalam sebuah ruangan. Yang dipenuhi dengan berbagai macam komputer besar maupun kecil. Yang terpasang di dinding dan setiap sudut lainya.


Rangan khusus tempat tuan Yong bekerja sangatlah canggih. Presdir Shilin sedikit terkejut, karena yang ia tau selama ini. Adiknya Yong, sangat tidak suka yang namanya belajar. Ia tak menyangka tempat adiknya bekerja begitu rumit.


"Silahkan, sekretaris Chao, "ucap tuan Yong memprsilahkan sekretaris Chao, untuk menggunakan ruangnya bekerja selama ini.


"Terima kasih, tuan Yong, "jawab sekretaris Chao, mendekati kompoter yang ukurannya paling besar. Dan mulai melancarkan aksinya.


🌸🌸🌸


"Tuan Mike, saya mohon, izinkan saya untuk membantu adik saya bersalin. Izinkan saya berada disana. Saya ingin memberi kekuatan pada adik saya. Saya mohon tuan Mike,"ucap Annin yang kini berlutut dikaki Mike. Jika berurusan dengan nyawa sang adik, maka Annin akan menghilangkan segala rasa pada dirinya. Termasuk harga diri.


"Apa kau benar-benar tidak mengingatku. Atau kau hanya bepura-pura, agar kau bisa menemukan kelemahanku,"ucap Mike mencengkram kuat dagu Annin.


"Apa maksud anda, tuan Mike, "Annin mencoba menjaga ekspresi wajahnya agar tidak terlihat seperti sedang berbohong.


"Saya mohon, tuan Mike. Saya hanya ingin memastikan bahwa adik saya melahirkan dengan selamat,"mohon Annin pada Mike yang kini masih mencengkram kuat dagunya.


"Dengar ya adikku sayang, Aku tidak akan pernah mempertemukanmu lagi dengan adik kesayanganmu itu, "ucap Mike, melepaskan cengkramannya secara kasar dari dagu Annin.


Bersambung.......


Like, komen, hadiah dan Voteee πŸ™πŸ˜Š


Rate bintang 5,pleaseeeeπŸ™πŸ™πŸ™


Selamat membaca dan semoga Suka😍😍😍


Maafkan Typony πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ