My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 118



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Emm...Mommy, kak Annin. Aurel kekamar dulu ya, kayaknya Girren sudah kehausan,"izin Aurel akan pergi untuk menyusui putrinya.


"Baiklah sayang,"ujar nyonya besar Mou ramah.


Aurel pun berdiri sambil menggendong putrinya. Tuan Yong yang melihat pun menegur istrinya.


"Baby, mau kemana?"tanya tuan Yong.


"Menyusui Girren,"jawab Aurel malu.


"Aku ikut, aku suka melihat putriku menyusu,"ujar tuan Yong.


"Suka melihat putrimu menyusu. Atau suka melihat istrimu menyusui,"kelakar presdir Shilin pada adiknya yang juga telah mencair dinginya.


"Dua-duanya, ayo baby,"jawab tuan Yong berlalu dari ruang tamu, merangkul Aurel membawanya masuk kedalam lif menuju lantai 3. Dimana kamarnya berada.


"Shilin, kamu mau'kan ibu atur untuk pergi bulan madu bersama dengan Annin. Mommy yang akan mengatur segalanya, kamu dan Annin hanya perlu menyiapkan fisik dan mental. Agar kalian lancar membuatkan Mommy Cucu lagi,"ucap nyonya besar Mou berbunga-bunga membayangkan banyaknya Cucu yang mengelilinginya.


"Tentu saja Shilin mau, Mom,"jawab presdir Shilin tersenyum nakal menatap Annin.


"Aku masih rindu pada anakku, tapi kalian sudah ingin memisahkan kami. Bagaimana kalau Aeri dan Shilin bulan madu ke Amerika saja. Daddy yang akan mengurus semuanya,"usul tuan besar Aldrich, yang belum mau dipisahkan dengan putrinya.


"Mulai sekarang kalian harus memanggil putriku dengan nama aslinya. Ha Aeri,"tambah tuan besar Aldrich lagi.


"Tidak, aku tidak setuju. Kau pasti akan mengganggu mereka memproduksi bayi untukku. Mereka hanya akan pergi berdua tanpa ada yang mengganggu,"nyonya besar Mou berkata dengan suaranya yang nyaring. Dengan kedua tangan dipinggangnya.


Presdir Shilin tersenyum begitu puas dan juga bangga. Ia senang mempunyai Mommy yang begitu perhatian dan mengeti keingginannya saat ini. Sedangkan Annin hanya menundukkan wajahnya karena malu setengah mati.


"Siapa yang akan memgganggu, mereka hanya akan pergi berdua. Aku akan menyiapkan tempat yang sangat romantis untuk mereka berdua. Aku juga ingin punya Cucu bukan kau saja. Jadi jangan takut aku akan mengganggu mereka. Karena itu tidak akan terjadi,"jawab tuan besar Aldrich tak mau kalah.


"Apa kau ingin ikut Daddymu sayang,"tanya nyonya besar Mou cemberut. Annin/Aeri tak menjawab, ia hanya mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya pelan sambil menundukkan wajahnya dalam.


"Baiklah, Pergilah bersama Daddymu. Dan ingat, jangan lupa ajak Shilin untuk buatkan Mom Cucu yang banyak,"ucap nyonya besar Mou bersedih.


"Sudahlah, Mom. Mereka juga akan kembali lagi. Lagi pula Mom tidak akan kesepian. Masih ada Aurel dan juga Girren, bukanya Mom sangat menyukai cucu perempuan,"ucap tuan besar Mou membujuk istri tercintanya.


"Iya-iya, Mom setuju kok,"jawab nyonya besar Mou mengalah.


"Apa kau juga akan membawa Meilyn?"tanya nyonya besar Mou.


"Apa kau mau ikut bersamaku, Meilyn. Aku mohon ikutlah Meilyn. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Kedua orang tuaku sudah meninggal. Setidaknya ikutlah bersamaku demi anak-anak kita, demi Chao. Dia pasti sangat menginginkan keluarga yang lengkap,"ucap tuan besar Aldrich berusaha membujuk meilyn untuk yang keseribu kalinya.


Meilyn diam, dia menatap Chao putranya. Ada rasa bersalah dihatinya yang tidak bisa ia bantah. Dan akhirnya ia pun terpaksa mengiyakan, demi putranya yang sangat ia sayangi.


"Baiklah, saya akan mencoba untuk memaafkanmu, AL,"jawab Meilyn membuat segaris senyum muncul diwajah dingin seorang tuan besar Aldrich. Begitu juga dengan Annin/Aeri, ia tau bagaimana ibu Meilyn sangat baik padanya. Dan dengan senang hati dia juga menerima ibu Meilyn untuk menggantikan posisi ibunya. Sedangkan sekretaris Chao berusaha menahan senyumnya, demi tidak memghilangkan citra misterius dan dingin diwajahnya. Tapi ketahuilah ia terasa terbang diudara saat ini, saking bahagianya.


Bersambung.......


Like, komen, hadia, dan Voteee๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga suka.


Agak ngebut, biar cepat-cepat liat Aeri dan Shilin bulan madu๐Ÿ”ฅ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


๐Ÿ’—๐ŸŒธ