
"Kenapa Pa??? Ada apa???" Tanya Leona ketika tuan Haidee menutup panggilan.
"Tidak ada apa-apa, Papa hanya tidak ingin inginkan di ganggu sama saat sedang bersama mu.. Makanannya sangat enak sekali, kau memang terbaik.. Papa bangga padamu.."
"Papa harus menghabiskan nya.."
Leona ataupun yang lainnya tidak curiga dengan panggilan yang di terima oleh tuan Haidee. Mereka melanjutkan lagi makan malam mereka sampai habis. Setelahnya Kaia berpamitan untuk pulang. Sedangkan Tuan Haidee, Ethan dan Leona pergi ke ruang baca. Ethan masih coba mencari buku 'milik Leona. Susahnya adal ah karena buku itu tidak memiliki judul di tengah kedua sampulnya. Ada ratusan buku yang ada di rak. Leona sangat menyukai buku, sehingga dia mengkoleksi begitu banyak buku bahkan termasuk buku-buku yang sudah lama dan saat ini sudah sangat sulit di temukan.
Tuan Haidee memilih membaca buku, tetapi pikirannya masih tidak tenang. Dia terus terpikirkan mengenai hasil dari dari penyelidikan kecelakaan itu. Dia harus mengetahui nya sekarang tidak sabar jika harus menunggu besok. Tuan Haidee mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada asisten pribadi nya. Meminta agar berkas itu di kirim kesini, tetapi tentu saja tuan Haidee harus mencari cara agar Leona tidak tahu mengenai berkas itu mengingat apartemen ini hanya bisa di buka oleh Leona dan Kaia.
Ethan tiba-tiba tersenyum ketika akhir nya dia menemukan buku itu. "Aku menemukan nya...!!" Seru Ethan.
Leona menoleh ke belakang. "Benarkah???"
Ethan menghampiri Leona dan memberikan buku itu kepada Leona. "Ini kan buku nya???" Tanya Ethan.
"Iya..!" Leona memeluk Ethan. "Terima kasih sayang..!"
"Iya sama-sama. Kau sudah berjanji untuk meminjami ku beberapa buku jadi aku harap kau menepati nya.."
"Cari saja buku yang ingin kau baca, aku selalu menepati janji ku.."
Ethan tersenyum. "Oke, aku sudah tahu buku mana yang aku inginkan. " Ethan kemudian menuju rak untuk mencari buku yang ingin sekali dia baca.
Tuan Haidee sudah mengirim pesan agar berkas itu di kirim kesini kemudian kembali melanjutkan membaca buku. Tuan Haidee berharap bukan Ethan, agar tidak mengganggu hubungan Leona. Tetaoi jika memang Ethan, tuan Haidee akan memilih merahasiakan saja tragedi itu. Dia tidak mau Leona patah hati karena Ethan tidak mau bersama nya lagi.
Sekitar satu jam kemudian tuan Haidee menerima pesan dari asisten pribadi nya bahwa dia sudah ada di bawah, di lobi dengan barang Yang di minta oleh tuan Haidee. Tuan Haidee pun meminta kepada Leona agar turun dan mengambil barang miliknya itu. Tuan Haidee mengatakan pada Leona bahwa dia meminta asisten pribadi nya agar mengirimkan beberapa pakaian karena berniat akan menginap selama beberapa hari disini. Mendengar itu Leona senang sekali dan dia pun beranjak untuk turun ke lobi dan mengambil koper milik Papa nya itu. Leona senang karena Tuan Haidee mau menginap lama di apartemen nya.
Leona keluar dari lift menuju lobi. Dan disana memang ada asisten pribadi Papa nya. Leona menyapa nya dan menerima koper kecil berisi pakaian Papa nya. Setelah itu berpamitan pada Leona. Leona kembali menuju lift membawa koper.
Leona masuk ke apartemen nya dan mendapati Ethan sedang ada di dapur. "Kau kenapa ada di dapur???" tanya Leona.
"Ah aku mengambil minum."
"Papa masih di ruang baca??"
"Aku baru saja mengantarnya ke kamar."
"Aku ke kamar Papa mengantar ini dulu, kau tunggu aku di kamar ya???"
Ethan mengernyit. "Di kamarmu???" tanya nya.
Leona tersenyum. "Memangnya kenapa kalau di kamarku??? Aku kan ingin mengobrol denganmu.. "
Ethan tersenyum. "Baiklah kalau begitu, aku naik dulu.. " Ethan membawa pitcher berisi air ke kamar Leona. Sedangkan Leona ke kamar tamu mengntar koper milik Papa nya.
Leona mengetuk pintu kamar itu lalu masuk. Papa nya sedang duduk di tempat tidur. "Koper Papa sudah Leona ambil.. "
"Aku bongkar ya, biarnpakaian Papa tertata rapi di lemari.. "
"Ah tidak perlu.. " Sela tuan Haidee dengan cepat. "Biar saja atau besok, ini sudah larut, kau istirahatlah, Ethan pasti sudah menunggu mu, Papa juga sudah mengantuk sekali.. Pergilah ke kamarmu, Papa akan langsung tidur.. "
Leona tersenyum. "Baiklah besok saja... Papa sekarang istirahat.. " Leona membaringkan tuan Haidee dan menyelimuti nya. Leona mematikan l ampu kamar dan meninggalkan Papa nya agar bisa beristirahat dengan nyaman.
Leona naik ke tangga untuk ke kamar nya dan menyusul Ethan yang sudah menunggu nya disana.
"Tuan Haidee sudah tidur??? " tanya Ethan pada Leona.
Leona tersenyum, mendekati Ethan yang duduk di sofa dan memeluk lelaki itu. "Sudah... Aku senang sekali Papa memutuskan memnginap diisini."
"Dia membutuhkanmu... Entah kenapa aku sarankan lebih baik kau berbicara mengenai masalah itu dengnan nya, maksudku, kau berpura-pura lah minta maaf karena menyembunyikan itu, jangan bilang aku yang memberitahumu kalau dia bercerita masalah itu. Bilang saja kalau memang sudah waktunya kau menceritakan itu padanya.. "
"Aku juga memikirkan itu.. "
"Kalian juga harus saling menguatkan.. "
"Perlukah aku berbicara dulu dengan Mama???" Tanya Leona.
"Terserah kau saja, tapi memangnya apa yang ingin kau katakan pada nyonya Haidee??? "
"Meminta nya berhenti dari kegilaan ini, menyadarkannya agar tidak terus menyakiti Papa, meskipun itu adalah hal yang mustahil, tetapi tidak ada salahnya kan aku mencoba nya??? "
Ethan tersenyum. Mengusap lembut bahu Leona. "Lakukan apa yang menurut mu baik,, ya kita harus optimis dan tidak pesimis, kita harus mencoba meskipun rasanya tidak mungkin, karena tidak ada salahnya."
"Aku sangat khawatiir dengan Papa, aku takut sekali kehilangan dia, aku harus membaantu Papa mengakhiri masalah ini... Aku benci sekali dengan Mama, dia begitu egois dn menghancurkan semua nya.. " Leona memeeluk Ethan dan dia mulai menangis. Perasaannya seketika hancur begitu saja ketika pertama kali mengetahui fakta mengenai perselingkuhan Nyonya Haidee. Marah, kecewa bercampur sedih tetapi saat itu Leona tidak bisa melakukan apapun untuk menjaga Papa nya dari segala kemungkinan yang bisa terjadi. Dan saat ini semua sudah di ketaahui Papa nya. Kekhawatiran Leona akan kondisi kesehatan Papa nya itu membuat dada Leona semakin sesak saja.
Permasalahan keluarga nya sangat pelik, hingga Leona sendiri takut membayangkan apakah dia dan Papa ny a bisa merasakan kebahagiaan atau tidak. Segala kemewahan dan harta benda yang mereka miliki tidak lah ada artinya, jika mereka tidak memiliki ketenangan dalam menjalani hidup di setiap hariinya.
"Hadapi semua dengan kepala dingin dan cari solusi nya bersama, jangan dengan emosi karena biasa nya itu tidak akan berhasil, berbicara lah dari hati ke hati dengan Nyonya Haidee, cari tahu akar permasalahan nya sekaligus solusi nya.. "
"Saat Mama pulang, aku akan ciba menemui nya... Sekarang aku hanya ingin berfokus pada mental Papa, jangan sampai Papa terlalu stres sehingga embuat masalah pada kesehatannya mengingat kondisi Papa sudah jauh lebih baik setiap harinya, aku tidak mau Papa drop lagi. "
"Ya, aku akan mendukungmu juga membantu sebisa ku.. " Ethan mempererat pelukannya untuk menguatkan dan mendukung Leona. Dia sudah memiliki kedekatan dengan tuan Haidee sehingga dia akan memanfaatkan itu untuk membantu Leona. Tuan Haidee orang yang sangat baik dan Leona juga sangat menyayangi nya. Ethan akan sedih jika melihat kedua orang itu bersedih dengan permasalahan yang keluarga mereka hadapi.
Sementara itu, Tuan Haidee bangun dari tempat tidur, menyalakan lampu dan berdiri untuk mengambil koper nya. Dengan hati-hati tuan Haidee berjalan. Kemudian duduk di sofa membuka koper miliknya. Di dalam nya ada tumpukan pakaian. Kemudia dia mencari berkas penyelidikan itu yang di sembunyikan oleh asisten pribadi nya. Berada tepat di bagian bawah. Tuan Haidee mengambil dan kemudian membuka serta membaca nya.
Tuan Haidee membaca nya dengan seksama dari awal sampai akhir. Butuh beberapa menit sampai kemudian di tengah-tengah ada beberapa foto. Foto anak kecil, remaja hingga foto seorang laki-laki muda dan itu adalah Ethan. Melihat itu tuan Haidee terkejut hingga menjatuhkan foto itu. Tuan Haidee membungkuk dan mengambil foto itu, memandangi lagi. Meskipun di foto itu terlihat lebih tirus tetapi itu memang benar Ethan. Dan di keteraangan berkas itu juga menyebutkan nama Ethan. Hingga siapa nama. orang tua Ethan yng meninggael di kecelakaan itu. Serta kehidupan Ethan pasca kecelakaan itu. Isi nya sama seperti yang pernah Ethan ceritakan dimana Ethaan tumbuh dewasa dan di besarkan di panti asuhan. Semua sama, berarti memang benar bahwa Ethan adalah anak kecil itu.
Perasaan tuan Haidee tiba-tiba bergolak. Dilema bagaimana jika suatu saat Ethan mengetahui fakta ini, diapasti marah sekali dan kecewa dengan orang tua Leona yang sudah jadi pembunuh kedua orang tua nya sendiri. Ethan pasti akan meninggalkan Leona.
Tangan tuan Haidee gemetar memegang berkas itu. Masalahnya dengan istrimya belum selesai dan sekarang dia kembali di hadapkan dengan kenyataan yang lebih pelik lagi. Karena ini adalah masalah kebahagiaan Leona denggan Ethan.