My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Informasi Penyelidikan William



Beberapa hari kemudian.......


Vitto di rundung dilema yang sangat besar. Dia masih belum mendapatkan informasi dari William mengenai kelanjutan pencarian informasi tentang Ethan. Sedangkan jadwal nya tinggal disini sudah dia perpanjang. Dia tidak jadi pulang kemarin lusa dan menambah harinya untuk tinggal disini. Dan Vino juga sudah menanyakan kapan dia akan pulang, karena Vineet saat ini bersama dengan nya. Dan dia masih meminta Vineet untuk tidak mengatakan apa yang terjadi disini kepada orang di rumah yaitu Arindah dan Vino. Karena Vitto tidak mau memberi harapan kosong kepada Adiknya jika seandainya nanti Ethan bukanlah Naufal.


Sebenarnya Kyros semalam juga menyarankan agar Vitto dan yang lainnya menunda kepulangan mereka untuk beberapa hari sampai William memberikan kabar . Karena tentu bukan perkara yang mudah untuk mendapatkan informasi seseorang yang sudah lebih dari dua puluh tahun, dan tempatnya di Portland. Begitu jauh dari Washington. Apalagi mereka tidak tahu dimana panti asuhan mana tepatnya Ethan dulu tinggal. Tentu di sebuah kota yang besar, ada banyak panti asuhan. Dan mungkin saat ini William dan tim nya sedang berusaha untuk mencari nya dengan baik. Kyros sangat yakin mereka bisa menemukan sesuatu sebagai petunjuk. Karena track record William sudah tidak perlu di ragukan sebagai detektif. 80% dia selalu berhasil mengungkap fakta yang tersembunyi, Willian bekerja sangat detail dan profesional.


Rana setiap hari selalu harap-harap cemas. Berharap bahwa Ethan benar-benar Naufal, dan cemas takut harapannya musnah begitu saja jika feeling nya tidak terbukti. Sementara Vineet masih terlihat bingung harus bagaimana. Dia selama ini sangat berharap bisa bertemu dengan kakak nya, berharap kakak nya masih hidup, dan ingin sekali memeluknya untuk pertama kali nya. Kakak nya hilang saat dia masih belum lahir. Kakaknya hilang di umur 5 tahun. Vineet hanya mengenang kakaknya dari foto yang di miliki orang tua nya saja. Tidak ada kenangan apapun, karena Vineet juga sangat jarang bertanya tentang kakaknya kepada orang tua nya karena itu pasti akan membuat mereka kembali bersedih. Dan selama ini dia hanya selalu meminta kepada Tuhan ingin bertemu kakak nya. Ada perasaan membahagiakan di hati nya mengenai Ethan, tetapi tentu dia tidak mau kecewa terlalu dalam jika ekspektasi nya tentang Ethan tidak sesuai dengan harapan nya.


Gienka berdiri ketika mendengar suara bel berbunyi. Dia sedang mengobrol dengan Sanne dan Vineet di belakang. Sedangkan Vitto dan Rana sedang ada area rooftop rumah. Gienka berlari dan membuka pintu, dia tersenyum dan mencium tangan Kyros yang ternyata sudah pulang. "Selamat sore suamiku sayang...??" Sapa Gienka.


"Selamat sore istriku yang cantik... Kok sepi???" Tanya Kyros.


Gienka mengambil tas kerja suami nya dan menutup pintu kembali. "Ada di belakang...! Kau ingin minum apa??? Jus atau air???" Tanya Gienka.


"Jus saja... Bagaimana dengan interview nya hari ini???" Tanya Kyros. Gienka hari ini mendapatkan panggilan untuk interview di salah satu perusahaan yang sebelumnya dia sudah mengirim CV nya kesana.


"Lancar... Aku hanya sedikit gugup saja tadi, dan aku masih harus menunggu minggu depan lagi untuk hasil nya.. " Jawab Gienka. Mereka menaiki tangga menuju kamar.


"Kau pasti berhasil nanti, jangan khawatir... " Kyros merangkul Gienka, dia sangat bangga dengan Gienka.


"Semoga saja... aku akan siapkan oakaianmu, mandi lah dan aku akan membuat jus untukmu, kau ingin jus apa???" tanya Gienka.


"Grape juice mix watermelon, kiwi, cherry and Strawberry, and lemon.. "


Gienka tersenyum. "Oke mr. Harry styles kw, kau menyebutkan semua judul lagu nya Harry styles untuk jus mu... Hahaha.. "


"Karena aku luar biasa tampan seperti dia... Dan lihatlah kau selalu jatuh cinta padaku kan???"


Gienka tertawa. Oke itu benar... Sekarang cepat mandi, atau aku tidak akan memberimu ciuman..."


"Kalau kau tidak memberiku ciuman maka aku yang akan mencuri sebuah ciuman darimu.. " Kyros tiba-tiba mencium pipi Gienka dan. langsung berlari ke dalam kamar nya sambil tertawa.


"Ky.... Kau curang... " Teriak Gienka dan mengejar suami nya.


★★★★


Kyros sudah selesai mandi dan dia sudah berganti pakaian. Kyros turun untuk menemui Gienka yang seperti nya masih membuatkan jus untuknya, Kyros merasa lapar dan ingin makan sesuatu untuk. mengganjak perutnya sampai nanti malam. Saat hendak turun tangga, Kyros bertemu dengan Vitto. "Hai uncle.."


"Ky... Kau sudah pulang... ??"


"Ya, baru saja, oh iya, baru saja Ky ingin turun untuk memberitahu Uncle kalau William baru saja meneleoon dan dia akan sampai kesini sekitar satu jam lagi, dia datang membawa beberapa laporan tentang Ethan.. Tadi dia sudah coba menghubungi uncle, tetapi tidak uncle angkat.. "


"Ahh iya, ponsel uncle ada di kamar, baguslah akhirnya dia datang untuk memberi laporan, semoga hasil nya baik.. "


"Amin.... Ky turun dulu, Gienka menunggu di bawah... "


"Ya... kau juga pasti lapar.. Silakan..!"


Kyros pun turun dan menemui Gienka di dapur. Kyros juga penasaran sekali dengan laporan yang akan di sampaikan oleh William. Dia sangat berharap itu hasilnya bagus dan memberi harapan baru untuk keluarga Vineet.


"Belum selesai jus nya???" tanya Kyros yang tiba-tiba muncul dari belakang, membuat Gienka terlonjak.


"Kau ini mengejutkan ku saja.. Sudah selesai, ini aku sedang membuat salad, aku tahu kau sedang lapar.. "


Kyros tersenyum. "Kau memang terbaik dan selalu mengerti apa yang ada dalam pikiran suami mu... Oh iya, William akan kesini sebentar lagi, dia akan melaporkan investigasi nya, dan kau tahu, dia bilang dia membawa kabar yang akan mengejutkan kita semua tentang Ethan.. Aku tidak tahu apa tetapi aku berharap itu kabar yang bagus... "


"Amin... Semoga saja... Aku sangat kasihan melihat semua orang di sini, aku tahu mereka semua berharap bahwa Ethan adalah Naufal... Apalagi melihat Vineet yang banyak diam sejak ada masalah ini, hati nya pasti bergolak hebat... Aku tidak bisa membayangkan jika Ethan benar-benar Naufal, mereka pasti akan menangis karena bahagia karena berhasil menemukannya setelah sekian lama... Dan Vineet harus jadi orang pertama yang memeluk kakaknya.. "


"Kau benar sayang... Vineet sudah cukup lama mengalami kesedihan yang begitu dalam, dia layak untuk.endalatkan.oelukan.lertama dari kakaknya.. Semoga saja Ethan adalah Naufal.. "


★★★


Satu jam kemudian.....


William akhirnya datang ke rumah Kyros. Dia langsung di sambut oleh Kyros dan Vitto serta yang lainnya. Kyros mempersilahkan William untuk duduk. Dan William mengeluarkan sesuatu dari tas nya. Sebuah map berisikan banyak kertas. Mungkin itu adalah laporan yang sebelumnya di kumpulkan oleh William.


Sebelum membuka laporan itu, William melempar senyum. ke semua orang seolah menandakan bahwa dia membawa kabar yang bagus. William kemudian membuka berkas itu dan memulai untuk menjelaskan satu persatu hasil investigasi nya kepada Kyros dan yang lainnya, mereka semua tampak serius untuk mendengarkan.


Mendengar itu, semua orang menjadi lemas. Ternyata Ethan memiliki orang tua, dan pasti di pastikan bahwa Ethan bukanlah Naufal yang mereka cari. Rana memegang jemari Vitto, menatap suami nya dengan sedih. Vineet tamoak mengernyit, memejamkan mata nya, sedih begitulah yang dia rasakan saat ini. Hal yang sama juga terlihat dari Sanne. Dada nya begitu sesak mendengar fakta ini.


"However, our search certainly did not stop at the orphanage but we tried to dig up information about the accident... " Ucap William lagi. Dia mengatakan jika pencariannya tidaka hanya berhenti sampai di panti asuhan saja, tetapi mencoba menggali mengenai kecelakaan yang terjadi.


"And then????" Tanya Kyros.


William melanjutkan lagi cerita nya. Dia menunjukkan ponselnya pada Kyros. Di ponsel itu ada potret sebuah artikel dari koran lama bertuliskan mengenai kecelakaan itu. Kyros pun memperbesar layar nya dan mencoba membaca isi artikel itu. Sedangkan William menjelaskan mengenai kecelakaan itu. Dimana ada sepasang suami istri dan anak nya mengalami sebuah kecelakaan mobil yang mengakibatkan kedua pasangan itu meninggal dunia, dan anak nya yaitu Ethan saja yang hidup. Pria itu bernama Paul Julian sedangkan istrinya bernama Cristina Julian, dan anak mereka bernama Axio Ethan Julian.


William dan tim nya langsung menulusuri tentang siapakah Paul dan Cristina Julian itu. Selama dua hari pencarian akhirnya menemukan tempat tinggal mereka yang ternyata bukan di Portland. Tetapi justru mereka berasal dari New Orleans. Dan sepertinya informasi mengenai asal ormag tua Ethan itu tidak di ketahui oleh Ethan hingga saat ini, karena polisi sendiri minim informasi mengenai hal itu. Selain itu karena kedua nya juga tidak memiliki saudara sehingga merasa lebih aman jika Ethan di panti asuhan. Dan pengurus panti asuhan juga tidak tahu lebih detail seperti apa sebenarnya kecelakaan itu, sehingga tentu saja Ethan tumbuh dalam keadaan tidak tahu penyebab orang tua nya kecelakaan dan sebagai nya.


Penyelidikan dan investigasi yang di lakukan William mengenai keluarga Ethan juga sangat sulit di lakukan tetapi mereka pada akhirnya berhasil mendapatkan informasi itu setelah melakukan investigasi mendetail. Bahkan mereka juga mendapatkan informasi yang begitu jauh mengenai orang tua Ethan itu, yang tidak di ketahui oleh polisi bahkan mungkin orang-orang di sekitar mereka sendiri.


Paul dan Cristina telah membeli Ethan dari pasar gelap penjualan manusia dengan harga 100.000 dollar. Harga nya sangat tinggi untuk seorang anak kecil berumur 5 tahun. Harga itu di pasang menyesuaikan kondisi dan kesehatan anak itu, sehingga semakin bagus hasil laporan kondisi serta kesehatan dan juga usia nya, maka harga nya juga semakin tinggi. Paul dan Cristina menjual sebagian aset yang mereka miliki untuk bisa membeli seorang anak. Mereka sudah beberapa kali mencoba untuk mengadopsi anak tetapi mereka tidak merasa tertarik dengan anak-anak yang ada di panti asuhan. Tetapi ketika melihat Ethan, mereka langsung menyukai nya dan membeli nya tentu saja secara ilegal. Setelah itu mereka memberi nama anak itu Ethan dengan nama akhiran Julian untuk mengklaim bahwa anak itu adalah anak kandung Paul dan Cristina. Mereka juga membuat akta kelahiran dari jalan belakang, agar Ethan bisa di akui oleh hukum dan Negara. Sehingga sampai saat ini hal itu seperti nya tidak di ketahui oleh Ethan.


William mendapatkan semua informasi ini adalah dari catatan buku harian milik Paul yang di simpan tersembunyi di rumah nya. Dan rumah itu sampai saat ini masih ada dan tentu saja tidak terurus dengan baik. Rumah itu di jual tetapi belum sempat di beli oleh orang sehingga sampai saat ini tdak terurus. Paul dan Cristina memutuskan menjual rumah mereka karena mereka ingin pindah dari New Orleans ke kota lain, kemudian mengalami kecelakaan di Portland saat akan melihat rumah itu sebelum beberapa minggu ke depan pindah, sehingga barang mereka belum terkemas seluruhnya, lalu kedua nya meninggal dan hanya Ethan yang masih hidup. Ketidak jelasan informasi yang di Terima oleh pihak panti asuhan membuat mereka tidak pernah bisa menjelaskan apapun pada Ethan hingga saat ini. Sehingga membuat Ethan juga tidak mengetahui rumah orang tua angkat nya dan apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya.


"Then who exactly is Ethan??? Didn't you find out about it???" Tanya Rana.


William menggelemgkan kepala nya. Untuk mengetahui siapa Ethan dan darimana asalnya bukanlah perkara mudah, karena biasa nya mafia penjualan manusia bisa mendapatkan yang mereka inginkan dari berbagai negara. Tetapi William ingat sesuatu. Dia sempat mengambil sebuah foto dari rumah itu, foto dimana Ethan bersama dengan Paul dan Cristina. William mengambil beberapa foto di tas nya dan memberikannya kepada Rana. Dari foto yang di temukan William di rumah itu, tampak Paul dan Cristina sangat menyayangi Ethan.


Saat melihat foto-foto itu, tangan Rana bergetar dan dia langsung menunjukkan pada Vitto. "Aku bilang apa, ini Naufal kita sayang....!!! Ini Naufal kita....!!!" ucap Rana dengan mulut yang juga bergetar dan air mata nya langsung menetes.


Vitto meraih foto itu dan melihat anak kecil yang sedang di gendong oleh seorang laki-laki. Itu memang seperti Naufal. "Ini memang Naufal.... Ya Tuhan....!!!! Ky, ini memang Naufal Ky.... " Vitto memberikan foto-foto itu pada Kyros.


Kyros, Gienka Sanne dan Vineet bersamaan melihat foto itu. Mereka semua tampat terperangah. Terkejut bercampur harus, bahkan Gienka juga gemetar. Rana langsung memeluk Gienka yang ada di sebelah nya. "Gie... Dia benar-benar Naufal Gie...!!"


"Iya Aunty... Ya Tuhan.... Kita tidak sedang bermimpi kan...???" Tanya Gienka.


Sanne da! Vineet juga ikut memeluk Rana. Tangis ke empat perempuan itu membuat suasana menjadi penuh haru.


"Neet.... Dia benar kakakmu... Kau bisa memelukmya saat ini... " Ucap Rana. Dan Vineet langsung menangis hingga terisak.


"If you really feel that the photo is Naufal, I suggest that it is better to still do a DNA test, to make sure that it is really Naufal. because sometimes a person's face can resemble the face of another person, especially a child," Ujar William. Dia menyarankan agar lebih pasti nya adalah melakukan tes DNA pada Ethan. Karena hal itu adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk memastikan keturunan seseorang. Karena di dunia ini banyak orang yang berwajah mirip, apalagi Ethan dulu masih kecil di foto itu.


"Yeah, I agree with William, we better call aunty Arindah and do a DNA test with Ethan... eh but.... We also need Ethan's biological father, is he alive or dead???" Tanya Kyros. Dia setuju memang yang terbaik adalah melakukan tes DNA dengan Arindah. Ataupun Ayah kandung Naufal. Tetapi masalahnya ayahnya masih hidup atau tidak. Kyros pun bertanya pada Vitto.


"He is still alive, but I once remembered that Naufal used to have the same blood type as Arindah... " Jawab Vitto. Dia ingat bahwa Naufal memiliki golongan darah yang sama dengan Arindah.


"Jika seperti itu, pilihannya adalah kita harus mendatangkan Tante Arindah kesini, sedangkan bagaimana caranya ujung untuk membuat Ethan mau melakukannya kita bisa pikirkan itu dulu nanti, yang harus di lakukan adalah Aunty Arindah harus datang kesini, dan kita jelaskan saja semua nya ketika dia sudah disini, karena kita harus menjaga perasaannya jangan sampai dia terlalu senang lalu jika hasilnya negatif dia akan kecewa, kita minta dia datang kesini dulu.. " Ujar Kyros.


"Ya, Ky benar.... Aku akan menghubungi Vino agar dia bisa datang kesini dengan Arindah.. " Ucap Vitto.


Semua orang mengucapkan Terima kasih kepada William, karena William bekerja dengan sangat bagus, dan cepat. Vitto pun tidak berhenti mengucapkan Terima kasih, dan dia akan memberikan bonus untuk kerja keras William dan tim nya. Vitto berharap William nanti tetap mau membantu jika ada sesuatu yang perlu di cari kebenaran nya. William mengangguk, dengan senang hati dia akan membantu. William kemudian memberikan berkas itu pada Vitto lalu berpamitan.


Setelah kepergian William. Vitto langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Vino. Vino pasti sudah bangun di jam segini. Karena di Indonesia sudah pagi. dalam tiga kali deringan itu langsung di angkat. "Hai Vit.... Kau jadi pulang kapan???" Tanya Vino langsung.


"Vin... Aku minta maaf, tetapi seperti nya harus tertunda lagi selama beberapa hari... " Vitto mengaktifkan loudspeaker nya.


"Ya kapan??? Vineet harus mempersiapkan diri untuk wisuda nya kan??? Di juga harus persiapan untuk test..."


"Aku tahu.. Tapi bisakah kau dan Arindah kesini menyusul kami...??? "


"Menyusul??? Untuk apa??? Tidak... Aku sibuk dan Arindah juga ada seminar lusa... "


"Kau harus kesini Vin, terlebih Arindah.... Ini sangat penting dan urgent... Please kali ini dengarkan dan turuti keinginanku dan jangan membantahku... Sesuatu telah terjadi dan kalian berdua harus kesini... "


Vino terperanjat dan langsung meletakkan gelas berisi air yang akan di minum nya. "Sesuatu telah terjadi??? Apa maksudmu??? Apa terjadi sesuatu dengan Vineet???" Seru Vino. Wajahnya langsung memerah, Arindah yang sedang duduk di sebelahnya juga langsung mengalihkan perhatian ke arahnya. "Kenapa dengan Vineet???? Kenapa Vit???? " Tanya Vino lagi dengan suara panik.


"Kenapa?? Vineet kenapa???" Sahut Arindah.


"Kau ini bagaimana Vit???? Aku sudah hilang jaga Vineet dengan baik, kenapa kau selalu saja teledor... Kau tidak becus, itulah kenapa aku sangat melarang Vineet kemarin untuk ikut denganmu dan lihatlah sekarang... Kau selalu saja tidak berguna....!!" Teriak Vino. "Katakan apa yang terjadi dengan Vineet???"


"Aku bilang datang saja kesini, kau akan tahu nanti... Terserah kau mau menghajar ku atau apa nanti, tetapi datanglah kesini bersama Arindah... Jika bisa cari saja penerbangan hari ini, aku menunggumu segera..!"


"Brengsseeeekkk.... Apa lagi yang sekarang terjadi pada Vineet... Aku tidak akan mengampunimu... " Teriak Vino dengan kesal dan dia langsung mengakhiri panggilan kakaknya. Vino dan Arindah benar-benar panik dan khawatir sekali.