My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Permainan Seru



Beberapa bulan kemudian........


"Bagaimana dengan makanannya??? Apa kalian menikmati nya??? Atau mungkin ada yang kurang???" Tanya Leona kepada pelanggannya yang saat ini sedang menikmati makanan di restoran nya.


"Sangat enak, kami sangat menikmati nya, rasanya enak, suasana restorannya juga sangat nyaman, pelayanannya baik dan ramah." Jawab perempuan itu dengan senyuman cantik nya.


Leona juga tersenyum senang. "Terima kasih atas pujiannya, saya berharap kalian berdua akan kembali lagi kesini." Ucap Leona. "Sebagai penutup malam istimewa ini, kami akan memberikan champagne gratis untuk pelanggan khusu malam ini, silakan tunggu sebentar, sebenar lagi akan di antar. Nah itu dia datang."


Seorang waiters datang membawa nampan berisi kan dua gelas kosong dan sebotol champagne. Kemudian menuangnya ke gelas dan memberikan kepada pelanggan.


"Silakan di nikmati, saya permisi dulu." Ucap Leona lagi kemudian di berbalik badan dan meninggalkan meja pelanggannya. Leona berjalan pelan sembari memegang perut nya yang sudah membesar. Usia kehamilannya sudah memasuki 25 minggu.


Leona saat ini menikmati kesibukannya mengurus restorannya di temani oleh Kaia. Leona mencoba menikmati kesibukannya untuk mengurangi kesedihannya. Sampai detik ini dia dan Kaia tidak pernah tahu keberadaan Ethan dimana. Tidak ada yang bisa mereka temukan jejak Ethan. Leona merasa putus asa sekali, dan dia akhirnya memilih untuk coba mengikhlaskan meskipun tetap berusaha menemukan lelaki itu. Bagaimana pun bayi nya butuh seorang ayah yang sampai saat ini belum dia ketahui keberadaannya.


Leona dan Kaia sudah mengerahkan berbagai upaya untuk menemukan Ethan. Sampai saat ini mereka terus berusaha walau terkadang ada keinginan untuk berhenti dan menyerah tetapi Leona masih ingin bertemu Ethan, setidaknya dia bisa memberitahu Ethan jika dirinya saat ini sedang mengandung buah cinta mereka.


Leona berusaha keras menjalani harinya dengan terus bertahan untuk bayi nya meskipun sebenarnya sangat berat sekali. Dia sangat merindukan Ethan tetapi dia tidak tahu Ethan berada dimana. Kaia juga sempat memberitahu dirinya bahwa Kaia pergi ke rumah Kyros untuk mencaritahu kemana Ethan pergi dan Kyros juga tidak tahu keberadaannya saat ini. Semua sudah Leona lakukan tapi tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti.


Beruntungnya saat ini dia punya kesibukan dengan mengurus restoran nya yang baru dia buka sekitar dua bulan yang lalu. Dan restorannya ini memiliki banyak pelanggan. Dan Leona selalu menemui mereka untuk mengajak mereka mengobrol dan bercakap-cakap tentang pelayanan restorannya. Leona ingin dengan hal itu bisa membuatnya berbenah ketika menemukan kekurangan dalam penyajian hidangan ataupun pelayanannya. Leona sangat menikmati nya. Apa yang ada saat ini cukup membuat Leona terhibur dan sejenak melupakan kesedihannya tentang Ethan. Ada masa nya Kaia meminta maaf padanya dan selalu merasa bersalah karena dia yang sudah membuat Ethan pergi dan tidak pernah lagi di temukan sampai saat ini.


Leona juga pernah datang ke panti asuhan tempat Ethan di besarkan dulu tetapi sama saja, pengasuh dan pengurus disana tidak memberikan informasi apapun karena mereka juga tidak pernah lagi di hubungi oleh Ethan. Seolah lelaki itu lenyap begitu saja. Leona meninggalkan kontaknya pada pengurus panti agar jika Ethan menghubungi mereka ataupun datang kesana, mereka bisa memberitahu nya. Tetapi sampai saat ini Leona tidak mendapatkan kabar apapun, Leona sering menghubungi mereka dan bertanya tentang Ethan tetapi jawaban mereka sama. Sejak menghilangnya Ethan, Leona hanya sekali datang ke panti asuhan, dan hanya mencoba membangun komunikasi by phone saja dengan mereka. Seandainya jika mereka tahu keberadaan Ethan, Leona pasti akan langsung menyusul kesana.


Leona senang sekali saat melakukan gender reveal dan hasil usg di nyatakan bahwa bayi nya berjenis kelamin laki-laki. Dan Leona tidak tahu apakah sampai bayi nya lahir nanti, dia sudah bisa menemukan Ethan atau tidak. Tetapi tentu Leona sangat berharap bahwa dia bisa segera menemukan lelaki yang sangat di cintainya itu sebelum dia melahirkan. Meskipun kemungkinannya sangat kecil sekali. Tetapi apa salahnya dia berharap seperti itu.


Leona sudah menjalani kehidupannya tanpa belenggu yang mengikatnya seperti dulu. Dia sudah bebas dari belenggu dan rantai yang di ikat oleh Mama nya. Leona sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan Mama nya dan Leona juga tidak tahu lagi bagaimana perusahaan milik Papa nya. Leona sudah meninggalkan semua nya dan memulai kehidupan baru nya. Leona sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi disana, dia sudah mengambil keputusan besar untuk menanggalkan semua yang berhubungan dengan perusahaan itu. Leona tidak punya pilihan lain selain harus rela melepaskan semua nya, daripada dia harus terjerat lebih jauh lagi dan dia tidak bisa hidup dengan tenang. Tetapi saat ini meskipun di tengah kesedihannya kehilangan Ethan, Leona merasa bebas untuk melakukan apapun tanpa perlu tertekan ataupun takut melakukan sesuatu. Kehidupannya saat ini sudah jauh lebih baik meskipun belum sempurna tanpa keberadaan Ethan di sisi nya. Dia akan menjalani harinya seperti ini saja, di bandingkan jika dia harus kembali hidup dengan Mama nya ya g tidak pernah mengerti apa itu ketulusan. Leona merasa ini cukup baik untuk hidupnya.


****


Sementara itu di tempat lain....


Naufal terlihat sibuk menatap layar komputernya membaca laporan yang baru saja di berikan oleh sekretarisnya. Ya, Ethan sudah mengisi harinya dengan bekerja setiap hari di kantor Vino. Papa nya sejak awal membantunya belajar untuk mengerti segala nya dengan sangat baik begitu dengan Vitto yang juga membimbingnya dengan baik. Ketika dia ada jadwal kuliah, tentu Naufal akan pergi ke kampus dan menambah lagi ilmu nya. Dia sudah mulai berkuliah di kampus swasta terbaik disini.


Naufal menjalani harinya dengan sangat baik dan selalu belajar banyak hal. Support orang terdekatnya juga sangat luar biasa sekali. Selain Papa nya, Mama nya juga dengan setia menunjukkan dan mengajari banyak hal. Vineet yang selalu ada di sampingnya dan mengajari nya bahasa Indonesia. Adiknya itu sering memberikan berbagai buku untuk belajar bahasa Indonesia termasuk kamus juga. Perlahan Naufal pun bisa berbahasa Indonesia meski masih terbata-bata. Bahkan Naufal juga memilih untuk kembali pada keyakiinannya saat kecil dulu. Dia ikut pada keyakiinan kedua orang tua nya dan juga belajar mengenai semua hal yang ada disana. Sebenarnya Vino dan Arindah tidak pernah memaksakan Naufal untuk seperti mereka, mereka mencoba membebaskan Naufal memilih jalan yang di percayai nya selama ini. Vino dan Arindah tidak mau menjadi orang tua yang suka memaksakan kehendak mereka yang bisa membuat Naufal tidak nyaman, akan tetapi Naufal ternyata memilih untuk seperti mereka. Diam-diam Naufal sering mencuri pandang ketika orang tua dan adiknya sedang melakukan shoIat bersama, dan dia akhirnya ingin melakukannya juga dan meminta di ajari untuk melakukannya.


Dan selama ini ternyata identitasnya juga tidak pernah di hilangkan oleh Vino dan Arindah. Mereka berdua tetap mencantumkan nama Naufal dalam dokumen keluarga mereka sejak dulu, meskipun Naufal tidak berada disini. Vino dan Arindah selalu berkeyakinan bahwa Naufal pasti akan pulang dan berkumpul bersama mereka lagi. Dan juga mereka tidak akan pernah menganggap Naufal telah tiada jika belum menemukan sendiri kuburannya. Sehingga mereka tetap mencantumkan Nama Naufal dalam dokumen keluarga mereka sampai saat ini. Sehingga ketika Naufal kembali, Vino akan membantu putranya untuk mendapatkan kartu identitas nya saja. Dan Naufal sudah mendapatkan nya sekarang. Dia kembali dengan identitas lama nya sebagai Naufal bukan lagi Ethan.


Naufal mencoba membangun identitasnya lama nya menjadi baru. Dan merubah semuanya, mengubur identitas Ethan dalam-dalam. Naufal tidak pernah menghubungi teman-temannya di Amerika, takut jika Leona akan menemukannya. Yang hanya sering Naufal hubungi hanya pengasuhnya di panti asuhan. Naufal juga masih rutin mengirimkan uang kepada panti asuhannya, dan tentu atas ijin dari Vino Papa nya. Dan itupun dari uangnya atas nama Naufal bukan Ethan. Naufal menjaga semuanya dengan sangat baik agar keberadaannya disini tidak tercium oleh Leona. Bahkan semua uang simpanan nya di bank yang ada di Amerika juga masih tersimpan dengan baik, Naufal sengaja tidak memindahkannya. Dan tidak pernah dia ulik semua uangnya itu.


Sejauh ini Naufal juga masih bertahan dengan kesendiriannya. Dia tidak dekat dengan perempuan manapun. Tentu beberapa ada yang coba mendekatinya tetapi Naufal tidak tertarik dengan mereka. Hatinya masih milik Leona. Meski dia berusaha untuk melupakan Leona tetapi itu bukan hal yang mudah. Perasaannya hanya milik dan untuk Leona saja.


Naufal sangat merindukan Leona, tentu saja, tetapi dia menahan semua itu dan berusaha menjalani harinya dengan menyibukkan diri supaya tidak terus mengingat Leona. Beberapa bulan yang lalu, dia pernah bertemu dengan Kyros dan Gienka, ketika mereka datang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan Adik Kyros. Saat itu dia di antar oleh Vineet ke rumah Kyros dan mereka mengobrol. Kyros dan Gienka memberitahu nya bahwa ada perempuan bernama Kaia yang datang ke rumah mereka dan menanyakan keberadaannya. Karena memang sebelumnya dia sudah meminta Kyros dan Gienka agar tidak bicara tentang kepindahannya ke Indonesia, maka kedua sahabatnya itu terpaksa membohongi Kaia dengan menjelaskan bahwa mereka tidak tabu dimana keberadaan Ethan. Lalu setelah itu Kaia pun pulang dengan tidak membawa informasi apapun tentangnya. Naufal senang karena Gienka dan Kyros tidak memberitahukan keberadaannya yang sebenarnya kepada Kaia.


"Permisi...!!"


Naufal mengalihkan pandangannya ke pintu, dan melempar senyumnya pada sekretarisnya. "Masuklah Alexandra..!!" Ucap Naufal.


"Pak Vino meminta anda memeriksa ini juga, setelah selesai akan saya ambil dan saya berikan kepada pak Vino." Ucap Alexandra dengan senyum cantiknya.


Naufal menganggukkan kepala nya. "Baiklah, letakkan di meja, sebentar lagi aku selesai, aku akan bergantian memeriksa yang ini."


Alexandra kembali tersenyum. "Baiklah, nanti panggil saya kalau sudah selesai, saya permisi." Alexandra kemudian meninggalkan ruangan Naufal. Senyumnya selalu mengembang menghiasi wajah cantiknya setiap dia berhadapan dengan Naufal. Lelaki itu sangat manis dan tampan sekali, dan jantung Alexandra selalu berdetak dengan cepat ketika berhadapan dengan Naufal. Alexandra sudah menaruh hati pada Naufal sejak pertama kali bertemu


dengan lelaki itu. Tetapi dia ragu untuk mengungkapkannya dan selama ini Naufal terlihat tenang. Lelaki itu banyak tersenyum dan sangat baik sekali, membuat Alexandra sangat menyukai pribadi nya. Dia benar-benar jatuh cinta pada Naufal tetapi dia takut sekali dengan Vino.


Suara ketukan pintu, membuat Vino mengalihkan l


fokusnya dari monitor komputermya ke arah pintu ruangannya. "Selamat siang pak Vino." Seorang laki-laki tersenyum ramah pada Vino.


"Hai Van, silakan masuk, aku sudah menunggumu." Vino beranjak dari kursi nya dan ramah menyambut kedatangan pria bernama Revan itu. Revan adalah kaki tangan Vino, sekaligus orang kepercayaan Vino. "Duduklah...!!!" Perintah Vino.


"Terima kasih pak Vino." Revan duduk begitu juga dengan Vino. Mereka duduk di sofa ruangan kerja Vino. "Saya membawa kabar bagus yanv mungkin sudah anda tunggu sejak lama."


"Ya, katakan!!! Berita apa yang kau bawa."


Revan memberikan sebuah berkas kepada Vino. "Saya mendapat kabar dari kantor kita yang ada di Oregon, dimana anda sempat meminta mereka untuk mengawasi pergerakan bisnis dan saham perusahaan di Seattle. Yaitu Haidee Enterprises, saat ini perusahaan itu sedang dalam keadaan pailit saat ini, nilai investasinya sudah turun sejak tidak dalam kepemimpinan Chesy Leona Haidee. Dan bulan kemarin sudah memphk hampir 50% staff nya. Sangat cepat sekali padahal baru terhitung sekitar setengah tahun. Mereka saat ini sedang sibuk mencari perusahaan yang mau melakukan take over dengan mereka, tetapi banyak yang menolak karena pimpinannya saat ini memiliki reputasi yang buruk di kalangan pebisnis disana."


"Haidee Enterprises????" Gumam Vino kemudian tersenyum.


"Ya, seperti dugaan anda sebelumnya pak, bahwa nilai investasi dan saham mereka akan terus mengalami penurunan, dan saat ini turun drastis sekali. Dan Sekarang mereka butuh bantuan perusahaan lain untuk mentake over perusahaan mereka. Mereka punya staf yang sangat profesional tetapi memiliki pemimpin yang sangat buruk sekali. Sangat di sayangkan sekali. Anda sudah menunggu hal ini kan??? Lalu bagaimana sekarang???" Tanya Revan.


"Ya, aku sudah menunggu kehancuran para bajingan itu yang sudah memperlakukan buruk anakku." Ucap Vino sembari mengepalkan kedua tangannya. "Lakukan negosiasi jika perusahaan kita siap untuk melakukan take over, tentu dengan ketentuan yang berlaku seperti biasa di perusahaan kita. Walaupun aku sebenarnya ingin sekali membeli perusahaan mereka, tapi kita lakukan secara bertahap. Kau mengerti maksudku kan....????"


Revan menganggukkan kepala nya. "Mengerti pak..."


"Lakukan semuanya dengan baik, ini saatnya aku memulihkan harga diri putraku yang sudah di injak-injak oleh mereka. Putraku akan datang dengan harga diri dan membungkam mereka."


"Saya juga akan mengatur pertemuan anda dengan mereka nanti jika mereka setuju, sehingga anda bisa melakukan peninjauan awal."


"Lakukan seperti biasanya saat kita ingin melakukan take over, peninjauan secara langsung, baru setelah itu negosiasi, tapi aku inginempermainkan mereka dulu Van, aku sangat menyukai bermain dengan musuhku lalu membuat mereka jatuh dan menginjak nya, sangat menyenangkan sekali bukan??" Vino tersenyum jahat. "Ubah semua namaku menjadi nama Naufal, jadikan perusahaan ini milik Naufal Prakarsa untuk mengejutkan mereka."


"Baik Pak... Anda tenang sana saya akan mengatur semua nya. Anda ingin datang kapan????"


"Jika mereka setuju, jangan menunggu lama-lama, akh akan datang dalam minggu itu." Gumam Vino.


"Siap pak Vino, saya akan mulai menyiapkan semuanya."


Vino tersenyum penuh kemenangan. Permainan nya akan segera di mulai. Ini saatnya dia mempermainkan mereka yanv sudah pernah menginjak harga diri Naufal, Lutra kebanggaannya. Dia bisa bersikap baik saat orang itu baik, dan dia bisa bersikap seperti ibIis saat orang itu sudah memantikkan api kepada nya lebih dulu. Ini akan menjadi sangat seru sekali.