My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Maukah kau memelukku??



Setelah menempuh perjalanan lebih dari 6 jam sampailah Leona, Tuan Haidee, dan Ethan di villa yang sudah di booking oleh Kaia sebelumnya. Mereka diantar oleh petugas dan dipersilakan untuk masuk ke villa itu. Ini sudah tengah malam dan mereka juga sudah terlihat lelah, mereka memutuskan untuk langsung beristirahat dan akan berkeliling besok saja. Leona meminta Ethan untuk membawa barang mereka ke kamar, ia akan mengantar Tuan Haidee ke kamar lainnya. Ethan Pun membawa tas dan juga koper Leona ke kamar utama sementara Tuan Haidee berada di kamar yang lainnya.


Setelah dari kamar tuan Haidee, Leona kembali ke menuju ke kamarnya. Ethan terlihat sedang melepas hoodie yang dipakainya juga sepatunya. “Aku tidak bisa tidur Sebelum mandi.” Ucap Ethan.


“Tapi ini sudah malam apa tidak apa-apa kalau kau mandi???” Tanya Leona.


Ethan menggelengkan kepalanya. “Tidak... Aku ingin tidur supaya lebih nyaman dan badan juga tidak terlalu lengket. Ya walaupun memang ini malam dan tidak berkeringat seperti biasanya tapi aku ingin mandi.”


“Baiklah..! Kalau kau ingin mandi, biar aku yang membereskan pakaiannya, aku juga lelah sekali dan sudah mengantuk.”


“Kalau kau mengantuk, ya langsung tidur saja, pakaiannya kan bisa dirapikan besok!!!”


“Tidak apa-apa, pakaian nya juga tidak terlalu banyak. Nanti aku akan bereskan sambil menunggu selesai mandi kita tidur bersama.”


Ethan melempar senyum. “Oke baiklah, kalau begitu aku pergi mandi dulu, aku akan mengambil ceIana lebih dulu di dalam tas..”


Ethan pergi ke kamar mandi setelah mengambil CeIananya di dalam tas, sedangkan Leona mengangkat kopernya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Dia membuka isinya lalu meletakkan semua pakaiannya ke dalam lemari, termasuk juga pakaian Ethan yang ada di dalam tas lelaki itu. Leona sebenarnya penasaran dengan Villa ini tetapi dia memutuskan untuk besok saja melihat-lihat dan dia harus beristirahat sehingga besok bisa memulai liburannya bersama Ethan dan Tuan Haidee untuk menikmati suasana pantai berjemur dan juga bersantai di Villa mereka.


Ethan sudah selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi yang memakai celana pendek, berteIanjang dada dan mengusap rambutnya dengan handuk berwarna putih memasuki kamar lagi dan ia terkekeh ketika mendapati Leona tertidur di tempat tidur tetapi kaki perempuan itu menggantung di lantai. Ethan memastikan sepertinya Leona tidak sadar dan tertidur karena kondisi koper masih terbuka dan masih ada beberapa pakaian yang belum dibawa dimasukkan ke dalam lemari. Leona pasti sedang kelelahan dan dia sangat mengantuk yang kemudian mendekati Leona, menurunkan koper serta menyimpannya setelah itu Ia baru membetulkan posisi tidur Leona dengan sangat hati-hati agar Leona tidak bangun. Setelah itu Ethan juga ikut berbaring di sebelah perempuan itu dia sudah segar setelah mandi.


Ethan menarik selimut dan menyelimuti dirinya juga Leona. Perempuan itu tertidur begitu lelapnya. Ethan berbaring miring dan menumbuhkan kepalanya dengan lengannya ia memandangi Leona sembari tersenyum. Perempuan yang ada di depannya itu begitu cantik bahkan saat sedang tidur wajahnya begitu teduh dan menenangkan, meskipun dalam penampilan sehari-harinya kebanyakan Leona bersikap dingin dan cuek di depan orang lain tetapi kenyataannya Leona tetaplah seorang perempuan yang memiliki kelembutan dan kebaikan hati yang luar biasa di balik wajah cantik dan sikap dinginnya selama ini.


Setiap hari Ethan bertemu dengan Leona dan setiap hari itu juga Leona bersikap layaknya perempuan pada biasanya dan sering bermanja-manja dengannya ketika mereka sedang berdua saja atau sedang saat bertiga dengan Kaia.


Ethan sudah mulai bisa merasakan cinta dan ketulusan serta kasih sayang Leona kepadanya dan itu bisa ia lihat dari sikap Leona setiap harinya serta bagaimana cara Leona menunjukkan cintanya. Ethan tahu bahwa semuanya itu memang tidak perlu diragukan lagi, perempuan itu memang sangatlah Mencintainya. Ethan juga mulai menyukai Leona, sedikit demi sedikit ia mulai menumbuhkan cintanya itu kepada Leona hanya saja Ethan masih belum yakin sepenuhnya dan dia masih butuh waktu sedikit lagi untuk kemudian bisa mengungkapkan segala perasaan cintanya untuk Leona serta membalas cinta perempuan itu. Ethan sangat yakin bahwa suatu hari nanti ya pasti akan bisa benar-benar mencintai Leona dan mengungkapkan perasaannya itu kepada Leona, jika Leona terus aja menghujaninya dengan begitu banyak perhatian dan juga kasih sayang. Hati Leona sangat tulus dan baik sekali siapapun pasti akan mudah jatuh cinta dengan perempuan seperti Leona.


Wajah Ethan berhadapan langsung dengan wajah Leona yang tertidur pulas sangat cantik sekali hingga membuat Ethan tidak bisa untuk tidak mengecup bibir Leona. Ia pun dengan perlahan dan hati-hati mengecup bibir perempuan yang mencintainya itu kemudian Ethan memeluknya dan menutup mata untuk menyusul Leona tidur.


***


Keesokan harinya


Hari sepertinya masih sedikit gelap belum terang sepenuhnya gelap tetapi Ethan sudah bangun, ia lihat terkejut ketika melihat Leona yang sedang berbaring miring menatapnya perempuan itu tersenyum kepadanya. “Kau sudah bangun???” tanya Ethan.


“Ya aku sudah bangun sekitar 15 menit yang lalu.” Jawab Leona.


“Lalu kenapa tidak beranjak dari tempat tidur dan malah masih berbaring menatapku??? Kenapa juga tidak membangunkanku??” Protes Ethan.


“Kenapa aku harus membangunkanmu, sedangkan aku masih ingin memandangimu yang sedang tidur. Kau sangat tampan sekali ketika sedang tidur, aku suka, lagi pula aku juga masih malas untuk bangun.!”


Ethan tersenyum. “Kau ini ada-ada saja..!”


“Boleh aku memelukmu???” Tanya Leona.


Ethan kembali melempar senyum. “Boleh saja, kenapa tidak???”


Leona pun mendekatkan tubuhnya dan memeluk Ethan. “Seharian kemarin aku belum memelukmu sama sekali kecuali saat pagi saja jadi aku sangat merindukanmu!!!”


“Kau terlalu berlebihan!!!” Ejek Ethan.


“Biar saja!!! Terserah apa katamu, aku memang sangat merindukanmu!!”


“Iya aku percaya.” Ethan membalas pelukan Leona. Dan memang seperti inilah sikap Leona se hari-harinya ketika mereka sedang berduaan saja atau sedang ada kesempatan untuk melakukannya. Hubungan ini memang terasa aneh karena mereka harus merahasiakan dari semua orang dan hanya Kaia saja yang tahu tentang hubungan ini tetapi Ethan mencoba menikmatinya dengan baik dan hubungan ini juga tidak terlalu buruk, justru lebih baik karena tidak diketahui oleh banyak orang sehingga nyaman untuk dijalani.


“Kau ingin melakukan apa di hari pertama kita di sini nanti??” Tanya Leona


“Apa ya kita ke pantai saja biasanya para perempuan ingin berjemur tapi untuk apa kalau kita ke sini bukan ke pantai hehehe..” Sahut Ethan.


“Kita bisa bisa bersantai di villa ini seharian dan baru besok atau nanti sore kita ke pantai, aku sih belum ingin berjemur. Disini ada kolam renangnya dan suasana juga menyenangkan seharian di sini pun aku rasa tidak akan bosan.”


“Ya itu terserah kau saja kalau kau ingin masih ingin bersantai di sini saja ya tidak apa-apa..”


Leona memegang rahang Ethan dan mengecup bibir lelaki itu. Ciuman itu begitu lembut dan bibir Leona memaksa masuk ke dalam bibir Ethan. Lelaki itu membalasnya. Bibir mereka saling mencecap, Iidah saling bertautan. Ethan memperat pelukannya pada Leona. Ciuman itu begitu intens, dan keduanya saling menikmati kemanisan yang ada di dalam sana.


Mereka berbaring teIanjang berpeIukan, menikmati rasa kulit masing-masing yang berpadu, panas bertemu dengan panas yang menggetarkan. Setiap sentuhan dan gesekan kuIit mereka terasa begitu nikmat. Ethan yang keras dan Leona yang lembut. Ethan kemudian banun dan duduk belutut di depan Leona yang sedang berbaring.


"Kau menginginkannya??? Tapi jangan berisik seperti biasa nya karena akita tidak hanya berdua saja disini, ada Papa mu, tidak enak nanti jika kita terlalu berisik." Ethan tersenyum dan mengecup kedua alis Leona, memposisikan dirinya di antara kedua paaha Leona yang membuka untuknya, siap menerimanya.


Leona tersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh bibir Ethan yang ada di atasnya dengan jemarinya, Ethan mengecup jemari itu.


"Aku tahu!!" Bisiknya dalam napas yang mulai terengah. Ethan sudah menyentuhkan kejaantanannya ke kewaniitaan Leona, menggeseknya dengan lembut dan menggoda di bagian luar kewaniitaannya, dengan sengaja menyentuh titik sensitif di luar kewanniitaannya sehingga menimbulkan getaran yang membuat geIenyar panas mengaliri tubuh Leona.


Ethan menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Leona, "Bagus.... Meski tidak berisik tetapi kita harus menikmati nya dengan baik.."


Sementara di bawah sana, senjata nya mulai memasuki Leona, membuat Leona merasakan panas, keras dan berdenyut mulai menyatu ke dalam dirinya. Leona mengerraang dan melingkarkan kedua tungkainya ke pinggang Ethan. Dorongan itu membuat Ethan menenggelamkan dirinya dalam-dalam di pusat diri Leona yang hangaat dan baasah.


Ethan memejamkan mata, menikmati panas dan baasah yang mencengkeramnya erat, membuatnya harus berjuang agar tidak meIedak seketika itu juga. Leona terasa begitu nikmat, begitu pas dan begitu menggairraahkan. Perempuan yang sekarang berbaring di bawahnya dengan mata berkabut, bibir sedikit membuka, napas tersenggaIl, tubuh yang pasrah menerimanya, dan perempuan itu sangat mencintai nya,


Dengan hati-hari Ethan bergerak pelan, melakukan ritme berciintanya dengan perlahan. "Apakah nikmat?" Ethan berbisik pelan, menggertakkan giginya.


"Iya, rasanya nikmat sekali..." Leona menggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Ethan, membuat lelaki itu mengerrang.


"Kau begitu nikmat Leona seluruhmu begitu nikmat."


Ethan menggerakkan badannya makin intens, menggesseek seluruh titik keniikmatan di dalam tubuh Leona, dan memuaskan dirinya sendiri. Lelaki itu menahan diri, menunggu Leona mencapai kepuasannya. Dan ketika Leona meIengkungkan punggungnya dan mengerraang pelan, Ethan mengikutinya. Bagi Leona kenikmatan ini tiada duanya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang selalu memberikan getaran yang berbeda. Leona tidak akan pernah bisa senikmat ini selain bersama yang lain.


Dengan nakal dipeluknya tubuh Leona dan dinaikkan ke atas tubuhnya, "Kau rasakan itu?" Ethan berbisik dengan nada sensual, membuat tubuh Leona menggelenyar. Dia merasakannya, milik Ethan yang begitu keras, lelaki ini sedang sangat bergaiiraaah.


"Naiki aku..!!" Ethan bergumam sambil mengarahkan pingguI Leona sedikit turun sehingga kewaniitaaan Leona menyentuh kejaantanaannya yang sudah siap. Leona menempatkan dirinya, dan membiarkan Ethan membimbingnya. Lelaki itu menaikkan pinggulnya dan menurunkan pingguI Leona, membuat tubuhnya meneIusup dengan mudahnya ke dalam kewaaniitaan Leona, terasa begitu panas dan berdenyut di dalam sana.


"Gerakkan tubuhmu!! Puaskan aku." Ethan bergumam dengan nada menggoda, dan membiarkan Leona menggerakkan pinggulnya. Lelaki itu menggerrayam ketika merasakan gerakan Leona, matanya berkilat penuh keniikmatan.


"Oh, kau nikmat sekali.." Ethan mengimbangi gerakan Leona dengan menggerakkan pingguInya ke atas, membuat mereka makin menyatu dan merasakan sensasi keniikmatan


Percintaan dengan gaya ini membuat titik-titik di bagian paling sensiitif Leona tersentuh sepenuhnya, tanpa sadar dia menggerakkan tubuhnya semakin berani, mengekplorasi keniikmatannya dengan sebebas-bebasnya. Ethan mengikuti gerakannya, dengan sama liar dan bergairahnya. Dan kemudian Leona mendongakkan kepalanya dan melengkungkan pungguungnya ke belakang ketika mencapai puncak keniikmattan, bersama Ethan yang mengikutinya di belakangnya.


Tubuh Leona rubuh, terkulai di atas tubuuh Ethan dengan napas terengah-engah. Sementara tangan lelaki itu memeIuk punggungnya dan mengusapnya sambil lalu.


Lama kemudian Leona mengangkat kepalanya dan mereka bertatapan. Mata Ethan tampak penuh senyum dan menggooda, "Senang menaikiku?" Tanya Ethan.


Pipi Leona merah padam atas godaan itu, membuat Ethan terkekeh, dengan lembut dia melepaskan dirinya dari tubuh Leona, lalu menghela perempuan itu ke sampingnya untuk kemudian memeIuknya erat-erat.


Ethan berbaring bersama Leona di atas raanjang dan lelaki itu sedang mengusap punggung Leona yang lembut.


"Apakah kau ingin dipeluk lagi????" bisiknya sensuaI.


Leona menatap Ethan, mengagumi ketampanan lelaki itu.


"Ya Ethan..."


Ethan menelusurkan bibirnya dengan ringan di telinga Leona, membuat Leona menggeIiat geli. Lelaki itu lalu mengecup telinganya dan memaguutnya dengan penuh gaaiirah. Ciumannya lalu berpindah ke rahang Leona, meninggalkan kecupan-kecupan panas di sana. Lelaki itu lalu menggunakan jemarinya untuk mendongakkan dagu Leona.


"Kau sangat menggaiirahkan...."


Mata Ethan berkilat penuh gaaiirah, suaranya serak dan sensuaI. Lalu lelaki itu meIumat bibir Leona penuh napsu, tangannya langsung bergerak ke bawah ke milik Leona.


"Kau sudah basah lagi, aku ingin melakukannya lagi.." Leona kembali merasakan gerakan-gerakan Ethan ketika menyentuh miliknya dan kemudian tanpa pembukaan, lelaki itu langsung menyeliipkan kejanttaanannya, meneIusup masuk ke dalam kewaniitaan Leona yang sudah basah lagi, lalu menggerakkan tubuhnya penuh gaaiirah, ke dalam riitme sensuaI yang tak tertahankan. Leona mengikuti gerakan Ethan, berusaha mencapai gaiirraezh itu tanpa pertahanan apa pun, dan dengan cepat, mereka mencapai puncak kenikmatan lagi bersama-sama.


Mereka berbaring dengan napas terengah-engah. Leona memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuih Ethan yang terIentang. Sebelah lengan lelaki itu merangkulnya dan mengusap punggung teIanjangnya dengan lembut,


"Apakah aku memuaskanmu???" Ethan bertanya.


Leona tersenyum dan mengecup daada Ethan , "Kau selalu membuatku puaasss.... Nikmat...!!!" Leona memeluk Ethan dan lelaki itu membalas pelukannya lagi.


Mereka beristirahat sebentar sebelum kemudiaan pergi untuk mandi dan bersiap sarapan bersama tuan Haidee. Leona merasa senang sekali hubungan dengan Ethan semakin terasa menyenangkan dan lebih baik setiap harinya. Dia akan dengan sabar menunggu Ethan untuk mengatakan bahwa lelaki itu juga memcintai nya.