
Gienka kembali menghampiri Kyros. Dia tadi pergi ke dapur dan mengambilkan pisang, air minum dan juga obat sakit kepala karena Kyros mengeluh pusing sepulang dari kantor. Dan sekarang dia menyodorkan nya pada sang suami agar makan dulu sebelum. minum obat sehingga sakit kepala nya bisa segera reda dan juga sembuh.
"Thanks baby... " Ucap Kyros.
"My pleasure.. Makan pisangnya, dan minum obatnya... Malam ini kau ingin makan apa???" Tanya Gienka.
"Nothing special... Apapun yang kau buat aku akan lahap memakannya..." Jawab Kyros sambil membuka kulit pisang dan memakannya.
"Hmmm selalu saja begitu jawabannya, sekali-kali kau katakan saja kau ingin makan apa, jadi aku tidak memasak sesuai seleraku, tetapi menurut seleramu... " Gerutu Gienka.
Kyros tertawa. "Begitu ya??? Jika aku meminta sesuatu dan itu tidak ada di kulkas, yang ada aku merepotkan mu dan nanti kau jadi ngedumal karena aku banyak meminta.. Aku tidak mau itu terjadi... Jadi aku akan makan apapun semua yang kau masak... Kecuali bubur, so sorry kau pasti kau tau aku sangat tidak menyukainya... "
"Ya aku tahu... Kau akan merasa mual jika di paksa makan bubur hahaha... Minum obat mu.." Gienka menyodorkan gelas berisi air dan juga obat untuk menghilangkan pusing yang di rasakan oleh Kyros.
Kyros mengambil air dan meminum obat dari istrinya. Kemudian mengembalikan gelas nya lagi pada Gienka. "Sekarang lebih baik kau beristirahat di kamar, supaya bisa cepat pulih... " Pinta Gienka.
"Kita kesana, aku istirahat disana saja...!" Ucap Kyros sambil menunjuk ke arah tempat bersantai yang terbuat dari rotan dengan bentuk lingkaran dimana di dalamnya ada bed dan juga bantal yang biasa di gunakan untuk bersantai di tepi kolam renang, selain kursi santai.
"Kau ingin istirahat disana??? Oke baiklah..."
Mereka berdua beranjak dan berpindah tempat untuk beristirahat. Mereka berdua masuk, Kyros berbaring dan meminta Gienka juga berbaring, lalu memeluk istrinya dari belakang. Kyros menciumi leher dan pipi Gienka dengan sangat gemas.
"Aku ingin mandi dan kau malah mengajakku disini... " Gerutu Gienka.
"Jadi kau tidak mau menemaniku???"
"Tidak... Bukan seperti itu.. Kau bilang tadi kau sakit, harusnya istirahat di kamar saja... "
"Disini aku merasa nyaman, ada suara gemricik air, dan juga suasana asri dari tanaman yang ada disini, lagipula ini juga masih di dalam rumah kan dan tidak terlalu banyak angin yang masuk kesini.."
"Kau sangat pandai beralasan.. Oh iya, aku hampir lupa, Kyra memberitahuku, jika minggu depan Uncle Vitto dan juga Aunty Rana serta Sanne akan ke Washington Dc selama beberapa minggu untuk pekerjaan sekaligus liburan, jadi Apap menyarankan agar mereka tinggal disini saja, tidak apa-apa kan????" Tanya Gienka.
"Mereka akan kesini??? Dan Apap menyuruh menginap disini??? Tentu saja tidak masalah, malah bagus... Rumah jadi ramai dan kau tidak kesepian untuk beberapa waktu.. Bagus.. Kapan mereka akan datang???"
"Kyra lupa, dan aku belum menanyakan nya pada Sanne, tetapi nanti aku akan menghubungi Sanne...!" Jawab Gienka.
"Hubungi dia, tanyakan juga kapan akan landing, dan kita jemput mereka nanti di airport.. "
"Iya...!!" Gienka berbalik badan dan memeluk Kyros.
Kyros adalah anak dari Aditya sahabat baik Vitto dan Vino, selain sahabat orang tua Kyros juga adalah pengusaha yang sukses dan sangat terkenal di Indonesia, sama halnya dengan Vino. Bahkan perusahaan milik orang tua Kyros lebih besar dua kali lipat dibandingkan milik keluarga Prakarsa yang dikelola oleh Vino dan Vitto saat ini. Tetapi mereka adalah teman, sahabat dan kolega yang sangat baik, sehingga anak-anak mereka juga bersahabat. Sanne dan Vineet juga menjalin persahabatan dengan Kyros dan juga Gienka serta adik kembar Kyros yaitu Kyra, meski Sanne dan Vineet usia nya beberapa tahun di bawah Kyros dan Gienka tetapi mereka menjadi sahabat yang dekat, sehingga hubungan mereka semua sangat baik sekali dan tidak hanya Kyros saja yang berasal dari keluarga terpandang dan pengusaha sukses. Gienka istrinya juga sama. Gienka adalah putri dari Ariel yang juga memiliki kerajaan bisnis yang sangat besar sekali tetapi perusahaan orang tua Gienka itu bergerak di bidang Properti dan Real Estate yang sangat terkenal. Perusahaan orang tua Gienka juga memiliki banyak sekali Hotel, Restoran, Villa, Resort hingga ratusan perumahan sehingga lingkaran dari keluarga Kyros, Gienka, Sanne dan Vineet sangatlah tidak bisa dianggap sepele dan mereka punya pengaruh yang cukup besar di dunia bisnis.
Kyros dan Gienka baru menikah selama beberapa bulan yang lalu dan Kyros memboyong Gienka dari Indonesia untuk tinggal bersamanya di Amerika. Karena Kyros saat ini memang bekerja di Washington DC. Kyros juga sudah menjadi warga negara Amerika karena Kyros adalah seorang astronot muda yang juga baru saja menyelesaikan misinya bekerja di luar angkasa beberapa bulan yang lalu. Kyros bekerja pada perusahaan Antariksa terbesar dan sangat terkenal di dunia. Kyros juga baru saja pindah rumah. Sebelumnya dia tinggal di apartemen tetapi orang tuanya beserta mertuanya membelikannya sebuah rumah yang cukup mewah dan sekarang dia tempati dengan Gienka. Mereka terpaksa pindah karena telah terjadi insiden yang hampir merenggut nyawa Gienka bebeapa waktu yang lalu di apartemen itu.
****
Beberapa jam kemudian.....
Kyros membuka matanya, mendapati Gienka tidur di sebelahnya. Dan merdeka tidak sedang berada di kamar. Kyros mencoba mengumpulkan ingatannya dan mengingat kenapa mereka ada disini bukan di kamar. Sampai akhirnya dia tersenyum karena ingat. Entah karena obat sakit kepala yang di berikan Gienka atau karena percintaan mereka yang begitu panas tadi, sehingga dia tertidur sangat pulas disini. Kepala nya juga tidak terasa pusing lagi, mungkin karena efek obat nya tadi.
"Sayang... Gienka Sayang... Bangun.. Sudah malam, kita pindah ke kamar... " Kyros menggoyangkan tubuh istrinya.
Gienka membuka matanya. Untuk sesaat dia tertegun dan menatap Kyros. "Sudah jam berapa???" Tanya nya.
"Jam delapan lebih... Ayo bangun, kau am tadi belum mandi, dan aku juga... Kita mandi lalu tidur.." Ucap Kyros.
. "Aku lapar...!" Gumam Gienka memeluk Kyros.
Kyros terkekeh, dia juga lapar sebenarnya belum makan sejak pulang kerja kecuali makan pisang tadi sebelum minum obat. "Aku juga..."
Gienka bangun dan duduk. Sempat menguap tetapi dia membuka matanya lebar-lebar. "Kau mandi dulu, aku akan siapkan makanan... "
"Tidak perlu.... Kita pesan pizza saja... Sepertinya enak makan pizza.. Sambil menunggu datang, kita bisa mandi dulu... "
Gienka tersenyum. "Baiklah kalau begitu... Ayo ke kamar...!!! "
"Sudah pesan... Kita mandi sambil menunggu di antar.." Gumam Kyros dan memeluk Gienka menaiki tangga menuju kamar mereka. "Pizza enak jika di nikmati dengan bir, tetapi aku tadi minum obat, tidak berani jika harus minum bir hehehe.. "
"Minum jus saja... Aku akan membuatnya nanti. . " Gumam Gienka.
***
hari sudah malam dan Etan masih harus mengantarkan pesanan lagi sebelum dia pulang dan beristirahat ini sudah pukul delapan lebih hampir jam setengah 9 dan dia akan pulang pukul 10.00 nanti sehingga dia harus menunggu lagi apakah ada pesanan yang perlu diantar.
"Ethan......!!! Ada pesanan Terakhir Untukmu...!!!" Panggil seseorang kepada Ethan.
Ethan berdiri dari duduknya dan menghampiri temannya yang memegang kotak pizza.
"Ini pizzanya dan juga ini alamatnya, antarkan ini, lalu kau bisa pulang,,,!!!"
Ethan tersenyum. "Ya terima kasih, aku akan mengantarkannya dengan segera, agar aku bisa segera pulang.."
"Oke berhati-hatilah di jalan...!!"
"Terima kasih....!!!!" Ethan Pun mengambil pizza itu dan membaca alamatnya.
Ethan mengernyit ketika membaca nama si pemesan pizza, ia merasa seperti tidak asing dengan nama itu tetapi Ethan kemudian sadar bahwa dia harus segera mengantarkan pizza itu ke alamat yang dipegangnya.
****
Selesai mandi, Gienka dan Kyros turun dan menunggu pizza mereka yang seperti nya belum datang. Gienka memutuskan membuat jus untuk menemani makan malam mereka nanti. Kyros ingin jus anggur, sehingga dia membantu artinya mengopek buah anggur hitam. "Kau sudah mengijinkan ku untuk bekerja, jadi bisakah kau membantuku mencari perusahaan yang memiliki lowongan???" Tanya Gienka.
"Oke... Aku akan membantumu mencari, besok aku coba tanya pada teman-temanku..."
Terdengar suara bel di luar, Kyros bergegas pergi dari dapur untuk membuka pintu karena itu pasti pizza pesanan nya. Kyros meminta Gienka untuk melanjutkan membuat jus.
Kyros membuka pintu, dan di depannya berdiri seorang laki-laki membawa sekotak pizza di tangannya. Kyros tersenyum.
"Saya pengantar Pizza. Atas nama tuan Kyros Sahasya..??" Tanya pengantar pizza itu.
"Ya itu aku...." Jawab Kyros dan dia mengambil uang dari saku celana nya untuk membayar pizza pesanannya. Kyros hendak memberikan uang itu pada si pengantar pizza. Tetapi hal aneh justru terjadi pada pengantar pizza itu. Lelaki itu menatapnya dalam diam, entah apa yang di pikirkan. oleh pria itu. "Hallo....???? Apa kau baik-baik saja???" Tanya Kyros.
Pengantar pizza itu terlonjak. "Apa anda berasal dari Indonesia???" Tanya pengantar pizza itu.
Kyros tersenyum. "Yupz... Apa kau mengenalku??? Atau kau juga berasal dari Indonesia??" Tanya Kyros.
Pengantar pizza itu menggelengkan kepala nya meragu. "Saya tidak tahu, hanya saja mungkin saya merasa pernah kesana... Tapi tidak tahu juga. Maaf maaf... " Pengantar pizza itu tersenyum. "Tapi saya tahu anda, anda bekerja di Nasa kan??.... Anda astronot dari Nasa... benarkan...???"
Kyros bingung dan heran dengan lelaki di depannya itu. Tetapi dia melempar senyumnya dan mengangguk karena ternyata pria itu tahu siapa dirinya.
Pengantar pizza itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada Kyros. "Senang sekali bisa bertemu dengan anda..." Ucapnya sambil tersenyum.
"Terima kasih..." Jawab Kyros membalas senyumnya, kemudian membayar pizza pesanannya dan memberikan uang tip pada pria itu. Terlihat wajahnya senang dan dia mengucapkan Terima kasih kepada Kyros lalu pergi.
Kyros membawa masuk pizza nya. Dan dia ke ruang makan menemui Gienka, masih bingung dengan sikap aneh pria pengantar pizza itu.
"Heiii... Kenapa malah bengong???" Tanya Gienka mengambil kotak pizza itu.
"Ah tidak... Aku hanya merasakan aneh saja dengan pria pengantar pizza itu... "
"Aneh??? Kenapa???"
"Dia bertanya padaku apakah aku berasal dari Indonesia, dan dia tahu jika aku astronot, tapi sebelumnya aku bertanya pada nya apakah dia juga berasal dari Indonesia, tetapi jawabannya membuatku bingung... Masa dia menjawab AKU TIDAK TAHU TETAPI SEPERTINYA AKU PERNAH KESANA.. Lah kan aneh??? Masa dia lupa kalau dia pernah ke Indonesia.. Kalaupun pergi liburan ya tentu dia akan ingat dong... "
Gienka tersenyum. "Mungkin dia sering keliling dunia sehingga dia lupa kalau pernah ke Indonesia... Sudahlah.. Lupakan.. Dia tahu kau seorang astronot dari Indonesia, jadi mungkin dia menghubungkannya.. Hahha lupakan... Ayo makan, aku lapar sekali... "
Sementara itu, entah kenapa Ethan merasa senang sekali bisa bertemu dengan custumer nya itu. Ethan merasa seperti pernah kenal atau bertemu. Tetapi dimana tentu Ethan tidak ingat. Ethan meggelengkan kepala nya, dia pernah membaca artikel tentang pria tadi yang ternyata punya darah Indonesia. Pria tadi dari Indonesia yang ingin sekali Ethan kunjungi selama ini. Mungkin hal itulah yang membuat Ethan merasa mengenal dan senang bisa bertemu dengan orng dari Indonesia.