
"Aku ke kamar mandi dulu." Ucap Ethan pada Arindah yang sedang merapikan pakaian miliknya yang ada di koper di pindahkan ke lemari.
Arindah menganggukkan kepala nya. "Ya, pergilah dan berhati-hati, Mama akan melanjutkan ini dengan adikmu."
Naufal turun dari tempat tidur dan berhati-hati. Dia berjalan pelan dan masuk ke dalam kamar mandi. Naufal masuk dan menutup pintu kamar mandi. Dia sebenarnya tidak ingin buang air tetapi dia ingin membuka pesan suara yang di kirim oleh Kaia ke ponselnya. Dan kebanyakan adalah pesan suara yang dikirim Kaia. Naufal ingin membuka dan mendengarkan voice note itu tetapi tadi dia bersama dengan kedua orang tua nya. Takut voice note itu berisi hal yang buruk, Naufal memilih menahan diri tidak membuka nya karena tidak mau membuat kedua orang tua nya khawatir, apalagi saat ini mereka dalam kondisi yang berbahagia. Sehingga Naufal memutuskan untuk menahan diri dan mencari waktu yang tepat untuk membuka voice note dari Kaia. Ada perasaan khawatir tetapi Naufal berharap bahwa Kaia bisa membantu Leona disana.
Naufal duduk di closet dan mengeluarkan ponselnya kemudian membuka nya dan membuka chat dari Kaia. Dia duduk diam dan mendengarkan pesan itu dengan seksama. "Ethan...!!!! Aku di pecat oleh Nyonya Haidee. Dia sudah menemukan keberadaan Leona selama ini termasuk keberadaanmu." Itu adalah pesan suara pertama dari Kaia.
Naufal terus membuka satu persatu dan mendengarkan. "Ethan, aku baru saja bertemu Leona. Nyonya Haidee dan Steven menyiksa Leona, mereka menyiksanya di depanku. Mereka menyiksa Leona karena Leona menolak bertunangan dengan Steven. Aku di culik, mataku di tutup dan aku di bawa bertemu Leona ke tempat yang tidak aku tahu, Leona di siksa dan kami di ancam. Mereka akan terus melakukannya jika Leona terus menolak, dan mereka meminta agar hubunganmu dengan Leona segera di akhiri. Ethan, aku tahu bagaimana Steven. Dia akan benar-benar melakukan nya jika kita tidak menurutinya. Ethan mungkin jalan yang lebih baik adalah kau benar-benar harus mengakhiri hubunganmu dengan Leona, kau pergilah jauh dari tempat ini, aku sangat khawatir kalian berdua akan jadi korban dari kejahatan Steven. Aku sudah meminta pada Leona untuk mengiyakan keinginan Steven, aku tidak kuat Ethan melihat Leona di siksa seperti itu. Aku juga tidak mau mereka membuatmu kesakitan lagi, mereka memberitahuku bahwa mereka sudah memukulimu dan bahkan menusukmu, tetapi aku berharap kau baik-baik saja saat ini. Mereka menculikku hanya untuk memperlihatkan bahwa Mereka menyiksa Leona, setelahnya aku di bebaskan. Sekarang aku juga sedang bersembunyi, mereka berjanji kepadaku tidak akan menyiksa Leona lagi. Kau harus pergi Ethan, kau harus melindungi dirimu sendiri dan juga melindungi Leona dengan tidak lagi berhubungan dengannya. Aku mohon Ethan???? Aku mohon sekali."
Begitulah bunyi dari voice note Kaia untuk Ethan. Naufal termenung untuk beberapa saat, dan teringat dengan lelaki yang kemarin menemui nya menunjukkan video penyiksaan Leona. Rasanya Naufal ingin sekali menemui Leona dan menyelamatkannya, tetapi tentu resiko nya besar sekali, dan baru saja dia bertemu dengan keluarga nya setelah sekian lama, hati mereka pasti hancur sekali jika nanti dia nekat untuk menyelamatkan Leona dan membahayakan dirinya. Saat ini semua keluarga nya terlihat bahagia dengan pertemuan ini. Selain itu tentu Naufal juga tidak mau mengambil resiko dengan melibatkan keluarga nya.
Naufal masih terdiam dan tampak memikirkan sesuatu. Jika sebelumnya dia bisa jauh dari Leona, lalu kenapa sekarang dia tidak mencoba melakukannya lagi. Cinta seperti apa ini, jika mereka tidak saling berkorban. Dia selalu ingin Leona bahagia bukan menderita dan tersiksa seperti ini. Leona sudah menderita sejak keberadaannya. Mungkin lebih baik dia menghilang selama nya dari pandangan Leona. Dan kesempatan yang bagus saat ini Naufal sudah menemukan keluarga nya. Dan dia akan pulang bersama mereka ke Indonesia, jauh dari Leona, tempat dan negara ini. Semua pasti akan jauh lebih baik bersama keluarga nya. Sudah terlalu lama waktu berjalan, hidup jauh tanpa mereka.
"Naufal......!!!!"
Lamunan Naufal terbuyarkan ketika dia mendengar ketukan pintu kamar mandi. Ethan berdiri dan memasukkan ponselnya ke dalam saku nya. Dia sepertinya terlalu lama di dalam dan Mama nya memanggilnya dari luar. Ethan berdiri dan menuju pintu, membuka nya dan menemukan Mama nya berdiri dan tersenyum ke arahnya. "Kau tidak apa-apa???" Tanya Arindah.
Naufal menggelengkan kepala nya. "Tidak Ma, aku baik-baik saja."
"Pakaianmu sudah Mama bereskan, adikmu ke kamarnya dan mandi, sedangkan Rana ke bawah untuk menyiapkan makan malam untuk kita semua bersama Gienka. Ini makan malam pertama kita bersama dengan mereka. Apa kau senang???" Tanya Arindah.
"Tentu saja."
"Duduklah dan jangan berdiri terlalu lama, luka mu belum kering."
Naufal mengangguk dan dia berjalan pelan menuju tempat tidur.
"Jadi, kau memiliki dua ponsel???" Tanya Arindah ketika dia melihat Naufal mengeluarkan dua ponsel dari saku nya. Saat ini mereka hanya berdua saja, karena tadi Vineet dan Sanne pergi ke kamar untuk mandi. Sedangkan Rana turun untuk membantu Gienka menyiapkan makan malam.
"Tidak Ma..!!" Jawab Naufal. "Aku hanya punya satu, sementara yang ini milik Leona..." Lanjutnya lagi. Ternyata ponsel yang satunya adalah milik Leona yang tertinggal di apartemen.
"Leona???" Tanya Arindah sambil melempar senyum. "Aku hanya melihatnya sekali ketika dia diseret oleh dua orang itu .. Jadi aku tidak mengenalnya, Vineet bilang Leona adalah pacarmu, bagaimana hubungan kalian??? Dan apa sebenarnya yang terjadi???" Arindah hanya satu kali melihat Leona saat di bawa oleh kedua orang itu jadi dia tidak tahu seperti apa Leona. Arindah di beritahu oleh Vineet bahwa Leona adalah kekasih Naufal. Arindah kemudian bertanya bagaimana hubungan kedua nya, dan apa yang terjadi sampai kedua orang itu harus membawa Leona.
"Dia adalah pacar ku dan aku sangat mencintainya, tetapi sepertinya hubungan kami harus berakhir." Naufal menjawab jika Leona memang kekasihnya.
"Berakhir??? Tapi kenapa???" Tanya Arindah.
Naufal memberitahu Arindah bahwa Keluarga Leona tidak menyukai nya dan dia ingin Leona bahagia jika Leona memang harus menikah dengan orang lain. Naufal tidak mau jika hubungan ini terus di paksakan, yang ada justru dia akan menghancurkan sebuah keluarga yaitu keluarga Leona, dia tidak mau Leona menjadi anak yang durhaka. walaupun mereka berdua saling mencintai, tetapi ini tidak bisa untuk di lanjutkan. Naufal senang Leona sekarang pulang lagi. Karena dia bahkan belum tentu yakin bisa untuk membahagiakannya nanti.
"Mengapa keluarga Leona tidak menyukaimu???" Tanya Arindah.
Naufal melempar senyum, kemudian menunduk dengan sedih. "Karena saya hanya orang biasa, keluarga Leona memiliki segalanya dan Leona juga merupakan CEO dari perusahaan orangtuanya..." Naufal menjelaskan.
Arindah menatap putranya. Dia bisa a melihat kesedihan disana dan langsung mengerti maksud dari ucapan Naufal. "Oke, aku mengerti maksudmu.. Jadi kalian saling mencintai selama ini??"Tanya Arindah.
"Ya, kami saling mencintai, Leona bahkan meninggalkan rumah untuk mencari saya dan memilih untuk bersama saya, makanya kejadian kemarin itu terjadi, keluarga Leona marah kepada saya karena mungkin mengira saya menculik Leona, padahal dia datang sendiri." Ujar Naufal. Dia sangat mencintai Leona dan mereka saling mencintai satu sama lain.
Naufal mencoba tersenyum meskipun hatinya sangat pedih. "Oh ya, Mama dan Papa pasti akan kembali ke Indonesia kan???" Tanya nya pada Arindah mengenai apakah orang tua nya itu akan kembali ke Indonesia. Dan Arindah tersenyum lalu mengangguk.
"Tentu saja, kami datang ke sini untuk menjemputmu, jadi kami akan membawamu pulang bersama kami, tapi kau harus benar-benar sehat dulu, karena perjalanan ke Indonesia sangat panjang, kami tidak ingin terburu-buru, kami akan menunggu sampai kamu sehat dan pulih. " Tentu saja Arindah dan Vino akan membawa Naufal pulang. Karena tujuan mereka datang kesini adalah ingin membawa anak mereka pulang. Tetapi mereka tidak mau mengambil resiko dengan buru-buru membawa nya pulang karena Naufal harus benar-benar sembuh terlebih dulu, benar-benar sehat. Perjalanan ke Indonesia sangat lama dan melelahkan. Sedangkan luka yang di derita Naufal juga harus benar-benar kering.
Naufal tersenyum. Dia memeluk Arindah dengan perasaan bahagia. Sampai saat ini dia tidak menyangka jika dia masih memiliki keluarga bahkan orang tua, mengingat selama ini dia beranggapan orang tua nya sudah meninggal pada kecelakaan itu tetapi ternyata mereka sudah kehilangan dirinya sejak lama. Dan Naufal bisa merasakan kesedihan dan penderitaan kedua orang tua nya selama dia hilang. Baik dia dan keluarga nya pasti selama ini menderita bathin yang begitu dalam.
Arindah melepaskan pelukannya, Ada airmata di pipi nya dan Naufal menyeka nya. Kemudian memintanya agar tidak lagi menangis karena mereka sudah bersama dan itu harus di syukuri. Arindah mengangguk dan menciumi seluruh wajah Naufal, mengungkapkan berapa bahagianya dia saat ini. Kemudian dia meminta agar Naufal meminum obatnya lalu beristirahat supaya bisa cepat sembuh, dan obat itu juga bisa membuat luka bekas operasinya cepat mengering.
Seperti anak kecil, Naufal pun menurut. Dan Arindah membantunya dengan baik. Setelah minum vitamin, dia berbaring dan Arindah menyelimuti nya. Mengusap keningnya hingga dia benar-benar terlelap. Naufal mengatakn jika dia mengantuk sekali dan ingin tidur sebentar lalu nanti meminta Arindah agar membangunkannya ketika sudah waktunya makan malam. Naufal ingin makan malam bersama dengan keluarga nya untuk pertama kali nya. Dia tidak ingin melewatkan momen itu.
Arindah mengambil ponsel milik Naufal dan juga milik Leona. Dia melihat isi ponsel itu. Ketika baru di buka layar ponsel milik Naufal menunjukkan wallpaper Naufal dengan Leona. Mereka saling memeluk dan tersenyum penuh kebahagiaan. Arindah mencoba membuka galeri yang ada di ponsel anaknya itu, begitu juga yang ada di galeri ponsel Leona. Lagi-lagi dia mendapati foto Leona dan Naufal, dan ada banyak juga foto Leona di dalam ponsel itu, menandakan bahwa Naufal memang sangat mencintai perempuan itu. Selain senyuman dan tawa, wajah kedua nya berbinar menunjukkan berapa mereka saling mencintai satu sama lain.
Melihat semua itu, memang hanya satu kesimpulan yang di ambil Arindah bahwa Naufal sangat mencintai Leona. Tetapi dia mencoba memahami keputusan yang di ambil Naufal. Dan tidak tahu bagaimana hubungan itu berjalan di tengah penolakan yang ada. Kedua nya pasti mengalami kesulitan. Perbedaan yang kedua nya hadapi memanglah cukup signifikan, mengingat mungkin Naufal hanya seorang pengantar pizza yang pasti penghasilannya jauh dari penghasilan Leona yang seorang pemimpin perusahaan.
Arindah menitihkan airmata nya. Andai saja dulu putra nya ini tidak hilang mungkin dia tidak akan pernah mengalami penolakan dalam perjuangannya mendapatkan cinta.
"Dia sudah tidur???" Tanya Vino yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar, membuat Arindah terlonjak karena terkejut.
"Kau mengejutkan ku saja...! Ya, dia baru saja tidur setelah mengkonsumsi vitaminnya, dia bilang dia mengantuk.. " Jawab Arindah.
Vino menghampiri Naufal yang sedang terlelap, mengusap kepala anaknya itu dengan lembut lalu mengambil sebuah kursi yang ada di depan meja rias, dan duduk menatap Naufal dalam senyumnya, dia kemudian menatap istrinya. "Kau menangis???" Tanya Vino.
Arindah menggelengkan kepala nya. "Aku baru saja mengobrol dengannya, dan aku bertanya tentang Leona..! Dan juga insiden yang menimpanya kemarin.."
"William baru saja pergi, dia sudah mendapatkan semua informasi tentang anak kita dan hubungannya dengan perempuan bernama Leona itu.. Dan orang-orang yang memukulinya itu ternyata adalah orang-orang yang di minta oleh orang tua Leona untuk membunuh anak kita.. " Ucap Vino.
"Ya tadi dia bercerita tentang itu, mungkin ada kesalahpahaman saja, mereka mengira dia menculik Leona, padahal Leona yang datang sendiri kepada nya dan di minta pulang tidak mau..!" Ujar Arindah.
"Apa hanya itu saja yang dia ceritakan padamu???" Tanya Vino pada sangat istri.
"Ya, hanya itu saja... Dan dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai Leona, tetapi dia tidak mau Leona menjadi anak durhaka hanya karena dirinya. Dia tahu orang tua Leona tidak setuju dengan hubungan mereka, jadi dia untuk saat ini memilih mundur dan ingin pulang bersama kita, agar Leona tidak lagi mencarinya... "
"Baguslah jika putra kita ini memutuskan untuk menjauh dari perempuan itu.. Dan semua penderitaannya akan berakhir, dia tidak akan lagi di siksa terus menerus secara sembarangan oleh orang lain.."
Arindah terlonjak. "Disiksa terus menerus???? Apa maksudnya???"
Vino kemudian menceritakan semua hasil penyelidikan William mengenai hubungan Naufal dan Leona. Dan bagaimana sikap orang tua Leona terhadap Naufal selama ini, dan sering sekali melakukan kekerasan hanya agar Naufal meninggalkan Leona. Itu tidak hanya sekali saja tapi sudah berulang kali, hanya saja Naufal orang yang tidak ingin semakin menambah keributan dan memilih diam tanpa membalasnya. Dan sudah sering kali Naufal meminta agar mereka berpisah tetapi entah bagaimana mereka selalu saja kembali bersama hingga beberapa kali Naufal pergi dari kota satu ke kota lainnya untuk menjauhi Leona. Dan semua itu adalah ulah dari keluarga Leona. Selama ini mereka lah yang membuat hidup Naufal dalam kesulitan.
"Jadi mereka selama ini memperlakukannya dengan begitu buruk???" Seru Arindah.
"Ya, putra kia sudah banyak mengalami penderitaan dan perjuangan hidup yang tidak mudah selama ini, tetapi semua itu semakin bertambah ketika dia bertemu dengan Leona.. Dan hanya karena seorang perempuan, kehidupan putraku selalu dalam penderitaan... Putraku terlalu luar biasa untuk perempuan seperti Leona itu, dan aku akan pastikan mereka akan menyesal sudah menolak dan menyiksa nya selama ini, aku akan membuat Naufal ku menjadi laki-laki yang punya harga diri mulai saat ini, dia tidak akan di hina dan di cari kesalahannya lagi... Mereka tidak tahu bahwa Naufal ku adalah pewaris dari seluruh kerajaan bisnisku yang jauh lebih besar dari perusahaan mereka... "
Arindah mulai terisak. Membayangkan betapa sulitnya kehidupan Naufal selama ini dan mengalami penderitaan sekejam itu. "Andai saja dulu kita tidak kehilangan dia, pasti semua itu tidak akan terjadi..." Arindah memeluk Vino dan tersakiti di pelukan suaminya.
"Itu tidak akan terjadi lagi, aku yang akan merubah kehidupan Naufal kita sekarang... Tuhan sudah mengembalikannya kepada kita, dan aku akan mulai melakukan tugasku sebagai ayahnya untuk membuatnya menjadi seseorang yang punya harga diri dan tidak akan ada yang berani menghina dan menginjak-injak harga dirinya.... Kita akan membawa nya pulang dan melupakan segala penderitaannya disini termasuk dengan perempuan bernama Leona itu... Aku akan menunjukkan pada mereka bahwa Naufal kita sangat berharga dan akan membuat bungkam mulut mereka suatu saat nanti...." ujar Vino dengan penuh keyakinan. Baginya sudah cukup penderitaan yang di hadapi anaknya selama ini. Dan dia pasti akan membalas keluarga Leona suatu saat nanti. Yang terpenting saat ini adalah membawa Naufal pulang dan sampai di Jakarta dia akan mulai membuat anaknya itu banyak belajar dengannya untuk menjadi seseorang yang bisa memimpin perusahaan besar.
★★★