My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Meminta kesempatan kedua



Ethan masih tidur, dia memeluk Leona yang ada di sebelahnya. Ini masih pagi dan juga weekend sehingga Leona tidak akan ke kantor juga. Semalam mereka berxinta hingga larut, sekarang butuh waktu untuk istirahat lebih lama.


"Ahhh ya ampun, siapa yang datang pagi-pagi buta seperti ini????" Gerutu Ethan ketika dia mendengar suara interkom nya berbunyi. Dia masih mengantuk sekali dan malas untuk bangun.


"Ethan...!!! Ada yang datang.." Leona masih memejamkan matanya tetapi dia berusaha untuk membangunkan Ethan yang di sebelahnya.


"Ah biarkan saja, aku masih mengantuk, Baikan dan kita tidur saja.." Sahut Ethan.


"Lihat dulu siapa yang datang???"


"Malas....!!" Ethan semakin mengencangkan pelukannya di perut Leona, menarik bantal dan menutup telinga nya. Dia masih mengantuk sekali.


Leona juga coba mengabaikan itu, tetapi suara interkom terus saja terdengar, membuat Leona merasa tidak nyaman juga. Orang yang ada di luar sepertinya tidakau menyerah dan terus menekan tombol i terkom nya. Leona melepaskan pelukan Ethan, bangun dan memunguti pakaiannya yang tercecer di lantai. Kemudian memakai nya. Leona berjalan menunju pintu.


Leona tidak langsung membuka dan melihat dulu di monitor siapa kah yang bertamu sepagi ini. Leona lekas berlari menghampiri Ethan yang sedang tidur setelah melihat siapa yang ada di depan pintu. "Ethan bangun....!!!! Lihatlah siapa yang ada di depan???" Ucap Leona sembari menggoyangkan tubuh Ethan.


"Ahhh siapa???? Orang yang menawarkan asuransi mungkin, ahhh abaikan saja...." Ucap Ethan dengan suara serak tetapi masih menutup matanya.


"Bukan...!!!" Sela Leona. Dia kembali menggoyangkan tubuh Ethan. "Itu Gemma.. Bangunlah, dia pasti ingin berbicara padamu.. "


"Ahhh cuek saja... Bodoh amat, aku masih mengantuk..!!"


"Ethan...!!! Cepat bangun dan temui dia dulu nanti tidur lagi, aku akan ke kamar mandi, temui dia, setelah itu aku akan membuat sarapan, panggil aku jika Gemma sudah pergi.." Leona mencium bibir Ethan. Kemudian beranjak dan masuk ke kamar mandi.


Ethan membuka matanya setelah mendapatkan kecupan dari Leona. Malas sekali sebenarnya Ethan, untuk apa juga Gemma datang kesini pagi-pagi sekali. Ethan akhirnya bangun, dengan malas dia memunguti pakaiannya dan memakai nya.


Ethan akhirnya membuka pintu. Dan memasang wajah kesal. "Kenapa kau kesini???" Tanya nya ketus pada Gemma.


"Selamat pagi sayang..." Gemma memeluk Ethan tetapi dengan cepat lelaki itu menepiskan nya. "Boleh aku masuk??? Aku butuh bicara denganmu.. " Gemma akan masuk ke apartemen Ethan tetapi dengan cepat Ethan menutup pintu apartemen nya itu.


"Apa yang kau ingin bicarakan??? Tidak perlu masuk dan bicaralah disini saja..!" Ucap Ethan dengan ketus.


"Aku minta maaf untuk yang semalam, semua nya tidak seperti yang kau dengar atau kau lihat, kau salah paham.."


"Aku berasa di samping lelaki itu sebelum kau datang, dan Aku mendengar dengan jelas semua nya apa saja yang kalian bicarakan, dan aku bukan tuli... Kau mengatai ku bodoh dan toIoI, dan aku juga mendengar bahwa mini bag itu adalah milik Leona,. Aku memang bodoh dan toIoI karena Aku mempercayaimu begitu saja selama ini, bahkan Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, tetapi ternyata kau perempuan yanga jauh dari ekspektasi ku, selain kau memanfaatkan ketulusanku, kau juga memiliki kebiasaan yang buruk yaitu mencuri, dan aku tidak tahu harus mengatakan apa mengenai dirimu, kau buruk sekali.."


"Aku tahu kau sangat mencintaiku, Aku memang bersalah tapi Aku minta maaf dan jangan akhiri hubungan kita ini???? Aku khilaf mengenai yang semalam, aku tidak mau berpisah denganmu..??? Please Ethan..???" Gemma terlihat memohon dan berharap Ethan mau memaafkannya.


"Kenapa kau tidak mau berpisah denganku??? Apa karena kau belum mendapatkan sema yang kau inginkan dariku??? Kau belum terlalu banyak memoroti ku???" Tanya Ethan, yang kemudian tersenyum miring mencemooh Gemma. "Aku sudah pernah mengatakan kepadamu bahwa Aku sangat membenci sebuah pengkhianatan, dan kau sejak awal sudah mempermainkan ku, sudah menjadikanku target kumpulkan selanjutnya, kau sudah punya kekasih yaitu laki itu tetapi kau menipu laki-laki lain untuk mendapatkan keuntungan dari mereka, termasuk diriku, Aku tidak mengerti obsesi seperti apa yang kau miliki, sehingga kau bisa memiliki pikiran dan sikap seperti itu."


"Kau salah paham..!!!" Gemma kembali berusaha meyakinkan Ethan.


"Kalaupun hanya salah paham ya sudah, tetapi semua yang aku lihat dan aku dengar semalam itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa kau memang bukan perempuan yang aku cari untuk menemani ku, kau sangat jauh dari ekspektasi ku, kau penipu dan kau pencuri... Dan ya segera kembalikan tas milik Leona, jika kau tidak berani, berikan padaku dan aku yang akan memberikan itu kepadanya nanti!"


"Ethan please??? Beri aku kesempatan??? Please sekali saja... Aku tidak akan seperti itu lagi???"


"Kesempatan???? Kau menjalin hubungan dengan kekasihmu dan masih ingin bersamaku??? Bagaimana bisa kau menjalani kehidupan seperti itu??!" Tanya Ethan.


"Tidak...!!! Aku hanya ingin bersamamu saja.. "


Ethan kembali terkekeh. "Hanya ingin bersamamu??? Benarkah??? Kau pikir aku bodoh, dan tidak tahu sudah berapa lama kau menjalin hubungan dengan laki-laki itu??? Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau selalu datang ke unit nomor tujuh di flat mu???? Dan apa kau pikir aku tidak tahu apa saja yang tersimpan disana??? Dan siapa saja yang sudah kau tipu untuk kau habiskan uangnya lalu meninggalkannya??? Aku tahu semua nya, jadi kesempatan yang bagaimana harus Aku berikan kepadamu??? Sudah pergilah dari sini, Aku masih mengantuk dan ingin tidur lagi, jadi jangan ganggu Aku.. Pergilah, sebelum Aku menghubungi polisi dan memberitahu mereka jika ada orang yang datang mengganggu ku. pergilah... !!!" Usir Ethan. Lelaki itu membuka pintu dan handak masuk tetapi Gemma menahan lengannya.


"Beri aku kesempatan??? Aku tidak akan lagi berhubungan dengannya..! Please Ethan...???"


Ethan melepaskan pegangan Gemma dengan kasar. "Aku juga tidak akan lagi berhubungan denganmu..!!" Seru nya lalu membuka pintu dan masuk ke dalam apartemen nya.


Terdengar suara gedoran dari luar, Ethan memilih untuk mengabaikannya. Gemma juga masih memanggilnya nama nya tetapi apa peduli Ethan. Dia sudah terlanjur kecewa dengan perempuan itu. Pengharapannya di patahkan dan di hancurkan begitu saja. Tidak ada kesempatan untuk memperbaiki nya. Di tambah lagi Gemma juga sebenarnya tidak pernah mencintai dirinya. Lalu untuk apa semua di pertahankan. Saat ini ada orang yang benar-benar tulus mencintainya dan juga tidak mengharapkan apapun selain balasan darii perasaan itu sendiri.


"Belum, aku masih mandi, apa Gemma sudah pergi???".


" Aku tidak peduli, Aku sudah menemui nya dan aku kembali masuk.."


Leona akhirnya membuka pintu kamar mandi dan dia belum selesai sebenarnya. Tubuhnya hanya di baIut dengan handuk. "Seharusnya mau menerima nya dengan baik.. " Ucap Leona.


"Daripada Aku harus berbicara lama dengannya, lebih baik aku juga mandi, boleh aku mandi denganmu????" Ethan tersenyum geniit.


"Alasan saja, bilang saja karena kau memang ingin segera mandi denganku, sehingga kau meninggalkan Gemma begitu saja..."


Ethan membungkam mulut Leona, mendorong perempuan itu masuk ke dalam kamar mandi lagi, lalu Ethan menutup pintu. Mendesak Leona masuk ke shower box dan menatap Leona dengan tatapan yang tajam tetapi sangat dalam. "Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan perempuan pembohong itu, dan aku juga tahu bahwa kau sangat mencintaiku, jadi bisakah sekarang Aku ingin memilikimu??? Aku memang belum sepenuhnya mencintaimu tapi Aku ingin. memulainya mulai sekarang, jadi mau kah kau berkencan dan menjadi kekasihku???? Aku yakin cintamu tulus kepadaku dan aku tidak mau menyia-nyiakan orang yang mencintaiku??? Kau mau jadi kekasihku???" Tanya Ethan memberanikan diri menembak Leona. Ethan melakukan ini setelah dia berpikir beberapa hari ini dan benar-benar yakin bahwa Leona adalah perempuan yang selama ini dia inginkan dan dia cari. Tulus dan tidak mengharapkan apapun selain cinta itu sendiri.


Untuk beberapa saat Leona terdiam dan menatap Ethan. Dia sudah menunggu hal ini sejak lama, dan sekarang Ethan sudah mengatakan dan meminta kepada nya. Lalu bagaimana Leona bisa menolaknya. "Bagaimana Aku bisa menolaknya??? Aku sudah menunggu ini sejak lama. Aku menunggu bisa menghabiskan hatiku bersamamu...Aku akan memberimu waktu untuk bisa mencintaiku, dan Aku yakin tidak akan butuh waktu lama bagimu untuk bisa mencintaiku.." Ucap Leona. Dan dengan cepat Leona mencium Ethan, lelaki itu membalasnya dengan agresiif. Mereka berciuman dengan panas di bawah guyuran air shower. Tentu tidak hanya sekedar mandi, mereka pun berciinta di dalam kamar mandi.


****


Leona meletakkan piring berisi omelette di depan Ethan. Mereka menikmati sarapan yang sedikit terlambat karena mereka terlalu sibuk berciinta di kamar mandi.


"Karena aku hanya menemukan telur di kulkas, jadi aku hanya membuat ini.." Ucap Leona.


"Maaf, mungkin nanti aku akan belanja, tapi itu jika kau datang kesini, kalau tidak mungkin aku akan memilih makan di luar saja."


"Aku pasti akan kesini kapan-kapan lagi, mengingat ini tempat tinggal kekasihku, jadi Aku pasti di perbolehkan untuk kesini kapan saja, benar kan???" Tanya Leona.


Ethan tersenyum. "Ya boleh lah...!!"


Leona meraih ponselnya yang ada di depannya, dia menerima pesan dan itu dari Papa nya. Leona tersenyum membaca pesan itu, tetapi kemudian membalasnya


"Kau tersenyum??? Apa itu pesan dari laki-laki???" Tanya Ethan dengan nada menyindir.


"Ya, ini dari laki-laki, dia cinta pertamaku.. Dan dia mengajakku bertemu hari ini, makan siang bersama.." Jawab Leona.


"Owhhh jadi kau berhubungan dengan cinta pertama mu??? Dan dia mengajakmu makan siang bersama??? Oke baiklah..!!"


Leona terkekeh. "Dia juga mengajakmu, tapi kita harus berangkat lebih awal sebelum dia datang..!"


. "Mengajak ku??? Kenapa harus mengajak ku??? KKian bisa makan siang berdua..!"


"Ikut saja...!!! Jangan sampai kau menolak ikut, karena dia bisa marah dan kecewa kepadamu..!"


"Memang dia siapa sampai dia harus marah padaku, Aku akan memarahi nya kalau dia berani.."


"Oh jadi kau ingin memarahi Papa???" Tanya Leona.


"Papa...???? Tuan Haidee????"


Leona mengangguk. "Laki-laki cinta pertamaku adalah Papa, kau masih ingin menolak ajakannya???" Leona mengangkat kedua alisnya bergantian. sambil menahan tawa nya.


"Kalau Tian Haidee ya tentu Aku tidak bisa menolaknya.. Hehe Aku pikir laki-laki lain..??"


Leona tersenyum. "Kau cemburu ya???"


"Tidak tidak... " Ethan tersipu.