My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Butuh Teman Berbagi kisah



Tuan Haidee akhirnya. datang ke apartemen Leona. Dia di antar oleh asisten pribadi nya tetapi kemudian meminta nya agar pulang karena dia ingin menghabiskan waktu bersama dengan Leona. Leona menjemputnya di garasi dan mengajak Papa nya itu naik ke apartemen nya. Leona mendorong kursi roda Papa nya masuk ke dalam lift.


"Papa akhir-akhir ini sering sekali mengajak Leona bertemu, kangen sekali ya??? Kan Leona sudah bilang, Papa tinggal disini saja, daripada di rumah kesepian..."


"Ke tempat tinggal anak Papa sendiri juga, memang ada larangannya??? Kan tidak??"


"Ya tidak sih, tapi kalau Papa tinggal disini kan lebih baik.."


"Mana bodyguard mu??? Kok tadi di bawah tidak ada yang berjaga???" Tanya Tuan Haidee.


"Oh itu, Leona memang hari ini meliburkan mereka.. Ethan soalnya ada di atas, aku tadi menyuruhnya untuk membantuku mencari buku di ruang baca ku, dan aku bilang kalau Papa juga akan kesini, Ethan terlihat sangat senang.."


"Kau menyuruh Ethan mencari buku atau karena kalian memang ingin berduaan..??"


"Dih Papa.. Tidak kok, lagipula aku juga baru saja sampai sekitar setengah jam yang lalu, tadi aku sedang di kamar mandi, jadi Ethan kan yang mengangkat telepon Papa tadi.." Pintu lift terbuka. Leona dan Papa nya keluar dan masuk ke dalam apartemen Leona. "Papa ingin duduk di sofa atau ingin istirahat di kamar??? Soalnya aku belum selesai mandi tadi.. Hehehe."


"Di sofa saja, kau lanjutkan mandi mu, dan panggil Ethan, Papa ingin mengobrol dengannya.."


"Oke baiklah...!" Leona meninggalkan Papa nya di ruang tamu dan dia berjalan menuju ruang baca sekaligus berfungsi sebagai ruang kerja dan perpustakaannya. Dia memang tidak berbohong mengenai menyuruh Ethan membantu nya mencari buku.


Ketika masuk, Leona melihat Ethan sedang berdiri di depan rak memegang beberapa buku. Dia menghampiri nya. "Ethan...!!!" Panggilnya.


"Ya??" Ethan menoleh. "Dimana tuan Haidee????" Tanya Ethan.


"Ada di depan, di ruang tamu, temani Papa ya??? Aku mandi dulu tadi kan belum selesai.."


Ethan meletakkan buku yang di pegang nya. "Ya, apa aku harus melakukannya sekarang???"


Leona melempar senyum. Jangan sekarang, aku kan masih disini, lagipula Papa juga pasti tidak akan mengatakan apapun padamu, mending mengobrol biasa saja, Kai sudah dalam perjalanan kesini, aku harus bersiap." Leona mengecup bibir Ethan


"Oke baiklah tuan putri, kau mandi dulu, aku akan menemui tuan Haidee.."


Mereka keluar berbarengan. Tetapi kemudian Leona naik ke lantai dua sedangkan Ethan menuju ruang tamu menemui tuan Haidee. Ethan menyalami dan tuan Haidee mempersilahkannya untuk duduk. "Bagaimana kabar anda??" Tanya Ethan.


"Sangat baik seperti yang kau lihat, kau sendiri bagaimana??"


"Saya pun dalam keadaan yang sangat sehat, senang mengetahui anda datang kesini."


"Bertemu Leona selalu membuatku merasa lebih baik. Bagaimana hubungan kalian??? Tidak ada masalah kan???" Tanya Tuan Haidee.


"Tidak ada sama sekali, kami baik-baik saja dan menjalani seperti biasanya.."


"Jaga Leona baik-baik, tadi aku dengar dia baru saja bertemu seseorang di kantornya, dan orang itu tidak cukup baik, aku hanya khawatir dia berniat jahat pada Leona." Ucap Tuan Haidee.


"Bertemu seseorang???" Ethan mengernyit.


"Ya, dia punya rekam jejak yang tidak baik."


"Siapa dia??" Tanya Ethan.


"Kau bisa menanyakan nya pada Leona,, dan aku hanya bisa berpesan kau dan teman-temanmu harus waspada jangan sampai kecolongan." Jawab Tuan Haidee. Meski sebenarnya bingung, Ethan menganggukkan kepala nya. Nanti dia akan menanyakan nya kepada Leona.


Pintu lift tiba-tiba terbuka, Kaia keluar dari sana dan melempar senyum, menyapa tuan Haidee. "Kai, kau baru kesini??? Kenapa tidak pulang bersama Leona??" Tanya Tuan Haidee.


"Saya membawa mobil sendiri dan tadi juga ada pekerjaan tambahan, jadi Leona pulang lebih dulu."


"Oh begitu... Bagaimana pertemuan Leona dengan Steven tadi??? Aku dengar lelaki itu datang ke kantor??" Tanya Tuan Haidee lagi. Dia penasaran dan berharap Leona tidak dalam tekanan Steven. Mengingat latar belakang Steven yang tidak begitu baik selama ini.


"Sebenarnya saya sendiri kurang tahu apa yang di obrolkan di dalam, tapi saya rasa Leona bisa menangani nya dengan baik. Steven hanya berada di dalam ruangan Leona sekitar 5 menit saja."


"Kau awasi Leona dengan baik, pastikan juga penjagaan nya selalu ketat, kau pasti tahu bagaimana baground Steven... Aku sudah mengingatkan Emma agar tidak berhubungan dengan Steven ataupun perusahaannya tetapi dia keras kepala dan tidak pernah mendengarkan ku, aku sekarang hanya mengkhawatirkan Leona saja.."


Kaia mengangguk. "Saya mengerti sekali maksud anda tuan, saya akan terus pastikan keamanan Leona."


Kaia ikut bergabung dengan Ethan dan Tuan Haidee mengobrol sembari menunggu Leona turun. Kaia menjelaskan jika dia akan keluar sebentar dengan Leona untuk berbelanja. Leona ingin membuat makan malam spesial untuk Tuan Haidee. Sehingga Leona ingin membeli bahan yang dia pilih sendiri. Kaia juga menjelaskan jika di bawah ada supir dan bodyguard yang sudah dia panggil hanya untuk mengantarnya dan Leona. Sedangkan yang lainnya di libur kan untuk malam ini. Karena Ethan sudah bertugas pagi hingga sore, jadi Leona meminta Kaia untuk mengantarnya manggil bodyguard yang lain, membiarkan Ethan beristirahat dan menemani Tuan Haidee disini.


Sampai akhirnya Leona turun dan dia sudah rapi berdandan. siap untuk pergi berbelanja. Leona meminta Ethan agar menemani Papa nya, karena dia hanya akan pergi berbelanja sebentar saja mungkin hanya sekitar satu jam. Belanja di supermarket yang tidak jauh dari sini. Leona ingin memasak untuk makan malam bersama Papa nya sehingga ingin membeli sendiri bahan yang dia perlukan. Pergilah Leona dan Kaya untuk berbelanja.


"Apa anda ingin brristirahat??? Biar saya antar ke kamar!" Tanya Ethan pada Tuan Haidee.


"Ah tidak Ethan, bisakah kau mengantar ku ke balkon??? Aku ingin disana, duduk dan melihat pemandangan di luar."


"Apa tidak apa-apa??? Maksud saya nanti kalau ada di balkon bisa mengganggu kesehatan anda, bisa marah nanti Leona pada saya, hehehe.."


Tuan Haidee tersenyum. "Aku sangat mengerti kondisi fisik ku, dan tidak masalah aku berada di luar jka tidak terlalu lama... Bawa saja aku kesana,jika aku merasa tidak baik aku pasti akan memberitahu mu.."


"Baiklah...!!!" Ethan beranjak dari sofa dan membantu Tuan Haidee berdiri. "Apa anda ingin memakai kursi roda??" Tanya Ethan.


"Tidak, aku bisa jalan, hanya ke balkon saja. Kau di samping ku saja!!"


"Baik.." Ethan berjalan pelan beriringan dengan tuan Haidee. Menjaga pria itu agar tidak jatuh.


Sampai di balkon, Tuan Haidee duduk di sebuah kursi kayu, begitu juga dengan Ethan. Tuan Haidee memandangi Ethan sembari tersenyum. Dia belum tahu apakah Ethan adalah anak kecil yang mengalami kecelakaan itu, karena sejauh ini belum ada laporan dari detektif yang dia tugaskan. Tetapi entah kenapa dia memiliki keyakinan bahwa Ethan memanglah anak itu. Tuan Haidee coba melirik ke tangan Ethan untuk melihat tanda lahir itu, tetapi karena Ethan mengenakan kemeja panjang sehingga tanda lahir itu tidak terlihat sepenuhnya.


Sebenarnya kedatangan nya kesini selain untuk menemu i Leona, juga karena Tuan Haidee sedang mengalami sesuatu yang membuatnya tidak bisa tenang akhir-akhir ini serta terus terpikirkan. Membuatnya butuh ketenangan. Berharap dengan bersama Leona, Tuan Haidee merasa lebih baik, meski dia tidak bisa mengatakan mengenai yang sebelum nanya kepada putri nya itu.


"Jadi sudah sejauh mana hubunganku dengan Leona??? Maksudku apa kau sudah merasakan sesuatu yang lebih dari sebelumnya??? Jawab saja yang sejujurnya, jangan mengarang atau merasa tidak enak padaku.. Mungkin dengan itu aku bisa membantu kalian.. Tidak bermaksud ikut campur, tapi hanya ingin tahu saja.." Ucap Tuan Haidee.


"Jauh lebih baik dan lebih mengenal satu sama lain, hanya sedikit kesulitan untuk mencari waktu berdua... Leona adalah perempuan yang menyenangkan dan juga sangat baik sekali, saya sangat nyaman dengannya, dia juga manis dan sedikit manja, tetapi saya coba untuk mengerti, begitu biasa nya perempuan hehehe.."


"Syukurlah... Aku berharap kau bisa benar-benar mencintai nya, Leona selama lni selalu kesepian dan bersamamu dia terlihat ceimria serta bahagia, aku senang melihatnya sekarang daripada sebelum bertemu denganmu. Aku selalu ingin Leona bahagia dan tidak bersedih. Karena kau sekarang adalah kebahagiaan Leona, jadi maukah kau berjanji kepadaku bahwa kai akan menjaga, membahagiakan dan menghiasi hari Leona dengan tawa setiap harinya nanti saat aku sudah tidak ada lagi di dunia ini??"


Ethan terlonjak dan memandang ta am ke arah tuan Haidee. "Kenpa anda berkata seperti itu??? Anda akan sehat dan bisa berbahagia dengan Leona, karena sumber kebahagiaan Leona adalah anda.." Sahut Ethan.


"Sudah bertahun-tahun aku sakit, lambat laun pasti akan ada masa nya tubuh ku sudah lelah dengan sakit yang di derita, aku pasti tidak bisa lagi menjaga Leona, dan Leona butuh pegangan untuk hidupnya, jika aku tidak ada, maka pilihannya adalah dirimu Ethan. Entah kenapa aku merasa bahwa kalian akan bersama selamanya.. Aku punya keyakinan bahwa kau memang di kirim Tuhan untu Leona.. Jadi aku berharap kau bisa membahagiakan Leona setelah aku pergi,jadilah kekuatan Leona."


"Anda tidak boleh berbicara seperti itu, anda akan sehat, panjang panjang umur dan bisa selalu menemani Leona nantinya sampai Leona menikah..."


"Apalah artinya hidupku Ethan, jika orang-orang terdekatku justru mengkhianati ku, siapa yang aku miliki sekarang??? Hanya Leona saja, dan aku berharap putriku nantinya bisa mendapatkan kebahagiaan nya saat aku sudah tiada. Aku sudah bertahun-tahun sakit, menyusahkan semua orang, bukankah jalan terbaiknya lebih baik aku cepat tiada saja.."


"Siapa yang mengkhianati anda??? Semua peduli dengan anda dan juga menghormati anda.." Sahut Ethan.


"Di luar memang semua terlihat baik-baik saja, tapi aku mendapati kenyataan bahwa semua tidak sebaik yang aku lihat.. Aku sudah menahan kekecewaan akhir-akhir ini, aku tidak tahu harus berbagi kisah dengan siapa, karena bahkan aku tidak tega jika harus membahas ini dengan Leona, aku tidak ingin melihatnya sedih jadi aku lebih baik menahan ini sendirian saja, dan sebenarnya aku butuh membagi nya dengan orang lain, tetapi aku tidak bisa percaya begitu saja dengan orang lain.." Ujar Tuan Haidee. Dia menatap Ethan sembari tersenyum, menyadari bahwa seperti nya dia bisa membagi kisahnya kepada Ethan. Dia punya keyakinan bahwa Ethan adalah pendengar yang baik dan bisa menjaga cerita ini. "Aku ingin memberitahu mu sesuatu tetapi aku harap ini tidak di dengar oleh Leona.."


..Ethan mengangguk. "Mengenai apa???" Tanya Ethan.


"Sebenarnya Leona juga sudah mengetahui ini se jak lama tetapi Leona merahasiakan nya padaku, dan aku sekarang sudah tahu dari orang lain mengenai itu, tetapi aku juga tidak bisa memberitahu Leona karena aku takut Leona akan menjadi sedih.."


"Jika berkenan??? Memangnya apa yanh terjadi sehingga anda dengan Leona harus sjng merahasiakan satu sama lain???"


Tuan Haidee menarik napasnya dalam-dalam kemudian menghela nya. "Mama nya Leona, atau istriku, dia selama ini sudah mengkhianati ku, dan berselingkuh dengan adik kandungku sendiri, mereka bermain di belakangku.. Leona sudah tahu sejak lama tetapi memilih bungkam dan tidak memberitahu siapapun termasuk aku mengenai hal itu karena Leona ingin menghindar kan ku dari hal buruk yanv terjadi jika aku mengetahui nya. Dan aku sekarang sudah tahu, hanya saja takut Leona semakin mengkhawatirkan ku jika dia mengetahui bahwa aku telah mengerti segala nya serta apa yang terjadi selama ini.." Ujar Tuan Haidee..


Mendengar itu tentu saja Ethan terlonjak dan terkejut. Ternyata Tian Haidee telah mengetahui rahasi yang sudah di sembunyikan oleh Leona selama ini. "Darimana anda tahu??? Tahu bahwa Nyonya Haidee bermain di belakang anda??" Tanya Ethan.


.Tuan Haidee tersenyum. "Tentu saja dengan penyelidikan.. Aku membayar orang untuk mencaritahu mengenai itu... Aku tidak tahu harus mengambil sikap apa saat ini, itu tentu melukai hatiku sekali.. Bukti nya sudah ada, aku bingung harus mengambil keputusan seperti apa..." Ujar Tuan Haidee. Dia masih menatap ke arah Ethan. "Jangan beritahu siapapun termasuk Leona mengenai hal ini, sekarang aku sedang membutuhkan teman berbagi yanv bisa menjaga semua ini dari orang lain, dan akh yakin kau bisa menjaga informasi ini, aku benar-benar butuh orang untuk berbagi kisah.."


Ethan tertegun. Apa masalah ini yang di khawatirkan Leona akhir-akhir ini, mengenai tuan Haidee. DN faktaa nya sekarang Tuan Haidee sudah mengetahui semua itu, termasuk Leona yang selama ini menyimpan rapat fakta itu dari tuan Haidee. Ethan pun tiba-tiba merasa iba kepada Leona dan tuan Haidee. Kesedihan dan kekhawatiran yang sama yang saat inj di rasakan oleh nya mereka berdua. Tuan Haidee pasti sangat sakit dan terpukul sekali. Dia memang di khianati oleh istri dan juga adiknya.


"Keinginan Istriku saat ini hanyalah ingin aku segera mati, sehingga dia bisa menghabiskan hidupnya bersama adikku.." Cuma Tuan Haidee.


"Apa adik anda sudah berkeluarga???"


Tuan Haidee tersenyum masam. "Tentu saja, dia punyza istri dan seorang anak, tetapi sudah dewasa..Fakta nya mereka sudah berselingkuh sebelum aku jatuh sakit... Hal itulah yang membuatku akhir-akhir ini merasa hancur sekali.."