
Ada sekitar satu jam kemudian, Arindah menyadari bahwa Naufal tidak ada, dan dia berpikir bahwa Naufal mungkin bersama dengan Vino di bawah, tetapi saat naik ke kamar dan Arindah menayakan keberadaan Naufal, suaminya itu juga tidak tahu berpikir bahwa Naufal sudah ke kamar bersama dengan Arindah. Karena setelah Vitto pergi, Vino langsung ke ruang kerja nya tidak langsung ke kamar emenmui istrinya. Hal itu membuat mereka panik sekali dan mencari Naufal di seluruh sudut rumah tetapi tidak menemukannya. Vino akhirnya mengecek cctv dan mendapati putranya itu sedang berjalan keluar rumah meninggalkannya. Kemudian cctv di luar rumah juga menunjukkan jika Naufal masuk ke dalam mobil Vitto. Dan penjaga rumah juga tidak menyadari bahwa Naufal malam itu keluar dari rumah dan masuk ke mobil Vitto.
Vino langsung menghubungi Vitto dan menanyakan keberadaan Naufal. Saat itu Vitto juga sangat terkejut sekali. Dia baru sampai di rumahnya, dan Vitto langsung menghubungi temannya untuk menanyakan apakah di mobil itu ada anak kecil atau tidak akan tetapi seingat Vitto, di dalam mobil itu tidak ada Naufal karena sebelum menyerahkan mobilnya ke temannya, Vitto mengecek seluruh mobilnya termasuk di bagasi nya, memastikan tidak ada barangnya yang tertinggal. Tetapi Vitto tetap menghubungi temannya dan meminta agar mencari apakah ada anak kecil di dalam mobil itu. Sayangnya temannya memberitahu jika tidak ada siapapun di dalam mobil. Bahkan Vitto juga malam itu kembali lagi ke rumah temannya untuk memastikan sendiri tetapi memang tidak ada siapapun di dalam mobil itu dan Vitto juga mengecek cctv di rumah temannya, hasilnya saat dia turun untuk mengantar mobil sampai dia kembali lagi ke rumah temannya itu, tidak ada orang yang keluar dari mobil itu selain dirinya.
Vitto mencoba mengingat sesuatu setelah dari rumah Vino, ternyata dia sempat brhenti di sebuah cafe untuk membeli minuman. Vitto kembali ke cafe itu. Dan setelah di telusuri lebih jauh, Naufal ternyata memang turun dari dalam mobil Vitto tak lama setelah Vitto turun dari dalam mobil sebelum Vitto masuk ke cafe itu dan sebelum dia mengunci mobilnya. Naufal keluar dari dalam mobil tetapi tidak mengikuti Vitto masuk ke dalam cafe melainkan berjalan keluar dari area cafe itu. Vitto berusaha mencari Naufal di sekitr jalanan itu dan tidak menemukannya. Vitto juga mencoba mencari cctv dari sekitar. Sayangnya, Naufal berjalan menuju gang sepi dan tidak terpantau lagi.
Semalaman hingga pagi Vitto dan Vino mencari nya tetapi tidak menemukan petunjuk apapun. Itu berlanjut setiap harinya selama berbulan-bulan. Polisi juga tidak bisa melacak keberadaan Naufal sama sekali. Vino membuat selebaran dan mengiming-imingi sejumlah uang untuk siapa saja yang menemukan Naufal tetapi tetap nihil. Bahkan pencarian terus di lakukan selama berbulkan bulan hingga satu tahun. Tetapi Naufal tidak pernah di temukan. Bahkan sampai saat ini Vino juga masih berusaha untuk mencari nya.
Banyak orang beranggapan mungkin Naufal di culik dan di jadikan gelandangan, atau mungkin saja Naufal di jual atau bahkan sudah di buunuh. Tetapi Vino tidak goyah dan terus mencarinya sampai bisa menemukan anaknya itu. Baginya Naufal nya belum meninggal sebelum dia bisa melihat maayatnya dengan mata kepakla nya sendiri. Bahkan Vino memiliki keyakinan bahwa suatu hari dia kan menemukan Naufal dan mengajaknya pulang dan berkumpul dengannya, dengan Arindah dan Adiknya yaitu Vineet.
Setelah kejadian itu, hubungan Vino dan Vitto memanas lagi. Vino meyalahkan Vitto yang teledor dan tidak memastikan bahwa di dalam mobilnya ada Naufal. Dan Vitto juga teledor tidak langsung mengunci mobil saat baru keluar sebelum masuk cafe itu. Vino meluapkan segala kemarahannya pada Vitto selama bertahun-tahun. Hingga bberapa tahun setelahnya, Vitto memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan memboyong keluarga nya untuk tinggal di Paris. Bukan untuk lari dari tanggung jawab atas hilangnya Naufal tetapi lebih kepada Vitto ingin menghindari konflik yang berkepanjangan dengan Vino. Arindah juga tidak bisa melakukan apapun untuk meredam kemarahan suaminya pada Vitto, dia sudah berusaha memberi pengertian [pada Vino tetapi Vino sangat keras kepala dan tidak mau mendengarkan siapapun. Kakak beradik itu akhirnya terpisah selama belasan tahun. Vitto hanya sesekali datang ke Indonesia itupun untuk pekerjaan dan dia mencoba terus berusaha meminta maaf pada Vino tetapi Vino mengabaikannya dan terus menyalahkannya. Hal itu membuat Vitto juga dalam keadaan sulit sekali karena Vitto juga sangat menyayangi Naufal dan dia sama sekali tidak bermaksud untuk membuat Naufal hilang.
Di tengah kepanikan semua orang mencari Naufal, selang beberapa hari setelah kejadian hilangnya Naufal, Arindah di hadapkan pada kondisi antara sedih kehilangan Naufal atau harus bahagia dengan janin yang ada di perutnya. Karena Arindah ternyata sedang mengandung Vineet. Saat itu situasi nya sangat aneh, semua campur aduk menjadi satu. Seolah Tuhan sedang mempermainkan mereka. Mereka ingin berbahagia atas kehamilan itu, disisi lain mereka dalam keadaan kehilangan. Sehingga kehamilan Vineet menjadi tidak menjadi hal yang mengesankan bagi Vino dan Arindah. Akan tetapi ketika Vineet lahir, mereka menyadari bahwa Vineet juga butuh kasih sayang dan Vino berjanji akan menjaga Vineet agar tidak ada kejadian serupa yang terulang lagi.
Vino sangat ketat untuk memastikan keamanan Vineet bahkan sampai saat ini. Dan juga Vino memutuskan untuk tidak mengijinkan Vineet kuliah di luar negeri agar dia bisa menjaga putrinya itu. Dan menyuruh Vineet untuk berkuliah disini saja di kampus terbaik yang ada disini sehingga dia terus bisa memastikan Vineet dalam pengawasannya. Terkadang Arindah juga merasa kasihan pada Vineet yang seperti terpenjara akan tetapi Vineet tidak pernah mengeluh sama sekali dan sadar jika Papa nya sangat mengkhawatirkannya.
%%%%
"Tidak apa-apa... Sudah biasa kalau para gadis bergosip jika sudah bertemu, ayo kita mulai makan malamnya.!" Ucap Vino. Dia tidak mau menanyakan perihal apa yang di lihatnya tadi di kamar Vineet. Vino tidak ingin membahas hal yang pada akhirnya selalu dengan kesedihan karena memang sudah bertahun-tahun mereka mengalami kesulitan seperti ini. Vino juga tidak bisa menghibur kegundahan Vineet, karena pembahasan mengenai Naufal hanya akan jadi pembahasan kosong yang tidak memiliki kepastian. Sedih, sudah tentu. Vino juga memendam kesedihan yang begitu mendalam sama seperti yang di rasakan oleh istrinya, hanya saja Vino selalu berusaha menguatkan diri. Bahkan dalam kesendiriannya seperti saat berada di kantor atau ruang kerja nya, Vino selalu menangis diam-diam ketika mengingat Naufal yang sangat dia cintai dan rindukan.
"Kau sudah memberitahu Mama atau Papamu Ne kalau akan menginap disini.???" Tanya Vino.
"Sudah uncle, tadi Papa yang menyuruh supir untuk mengantarku."
"Baguslah kalau kau sudah meminta ijin mereka."
"Besok Uncle dan Aunty harus pergi ke luar kota, untuk menghadiri pernikahan rekan bisnis uncle di Lombok, kau temani Vineet ya selam kami pergi???"
"Beres Uncle, tenang saja..!! Sanne juga tidak ada kesibukkan, jadi akan disini bersama Vineet."
"Uncle percaya padamu." Vino tersenyum.
"Papa, besok aku ke Bakery ya???? Suntuk di rumah.." Gumam Vineet.
"Iya Ma..."
***
Nyonya Haidi meninggalkan ruangan Leona kemudian Leona pun langsung menghubungi Kaia agar masuk ke ruangannya. Tak lama Kaia pun masuk ke ruangan Leona.
"Kai, Mama sudah tahu mengenai hubunganku dengan Ethan.."
Kaia terlonjak. "Apa???? jadi Nyonya Haidee sudah tahu tentang hubunganmu dengan Ethan???"
"Iya, dia sudah tahu, tadi dia memberitahuku dan memarahiku, dia mengatakan aku sudah gila, tetapi masalahnya adalah dia sepertinya mengirim seseorang untuk memata-mataiku karena dia punya bukti-bukti fotoku dengan Ethan saat kami sedang pergi keluar, sepertinya ada orang yang selalu mengikutiku bersama Ethan, itu terlihat dari foto-foto itu dan foto itu juga diambil dari kejauhan."
"Aku sudah sering memperingatkanmu Na, supaya kau lebih berhati-hati lagi dan benar kan dugaanku bahwa Nyonya Haidee pasti suatu saat nanti akan tahu mengenai hubunganmu dengan Ethan."
"Mama juga tahu mengenai kehidupan Ethan tahu bahwa Ethan tumbuh dan besar di Panti Asuhan, sepertinya Mama tidak main-main dengan penyelidikannya itu bahkan mencari tahu tentang hal detail dari Ethan."
"Lalu sekarang kau akan bagaimana Na??? Apa yang akan kau lakukan???"
"Aku tidak tahu tetapi kita harus memikirkan bersama-sama dan cari solusi nya, aku hanya mengkhawatirkan Ethan, takutnya Mama melakukan sesuatu kepadanya, Mama punya banyak anak buah yang bisa dia suruh-suruh untuk melakukan sesuatu atau bisa saja Nanti Mama akan melakukan hal yang fatal yang bisa melukai Ethan. Aku butuh bantuanmu untuk memikirkan sesuatu mengenai hal ini."
Kaia diam dan tampak berpikir begitu juga dengan Leona. Dan tiba-tiba Leona ingat sesatu. "Astag...!!! jangan-jangan yang kemarin itu adalah ulah anak buah Mama...??"
"Kemarin??? Yang mana???" Tanya Kaia.
"Ethan, dia di pukuli beberapa orang kemarin. Jangan-janganitu orang suruhan Mama. Aku kemarin sempat curiga engenai apa yang terjadi dengan Ethan, hanya saja Ethan sepertinya tidak jujur padaku."
"Maksudmu yang tadi kau bilang jika Ethan di pukuli olehorang yang ingin merampoknya???" Tanya Kaia memastikan karena tadio pagi dia bertanya pada Ethan mengenai kenapa wajh Ethan lebam-lebam.
"Ya, aku sebenarnya tidak sepenuhnya percaya dengan cerita Ethan, dia pasti tidak ingin membuatku khawatir. Bagaimana ini Ky????" Leona mulai gelisah.