My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
PerseIingkuhan Nyonya Haidee



"Ada perlu apa kau ke sini??"anya Nyonya Haidee dengan suara ketus. "Apa papamu ikut?? m" Tanya nya lagi.


"Aku ingin bicara dengan Mama.." Ucap Leona.


"Bicara apa???8" Tanya Nyonya Haidee.


"Selama ini aku sudah cukup menahan dan merahasiakan segala perbuatan mama, Aku sudah mengetahui apa yang selama ini Mama lakukan di belakang kami semua..!!"


"Apa maksudmu???!!!" seru Nyonya Haidee.


"Lebih baik lebih baik Mama hentikan semua ini dengan segera jika tidak Mama akan kehilangan segalanya hentikan perselingkuhan mama dengan om Robby.."


Nyonya Haidee terlonjak, ia meletakkan pensil alis yang dipegangnya di meja rias, kemudian berbalik badan dan berdiri menghampiri Leona dengan tatapan yang tajam. "Apa yang kau katakan???" Tanya Nyonya Haidee.


Leona membuang wajah ke samping kemudian terkekeh. " Itu sudah lama. Mama jangan pura-pura tidak tahu dan tidak mengerti dengan maksudku, sejak lama aku sudah mengetahui semua itu tetapi aku hanya memilih diam aku diam bukan berarti aku tidak mengetahui segalanya. Mama berselingkuh kan selama ini di belakang papa??? Iya kan???"


"Leona Jaga mulutmu!!! Jangan sembarangan mengatakan hal yang tidak benar. Kau jangan kau memfitnah mama yang akan membuat Mama .menjadi bertengkar dengan Papamu!!" seru Nyonya Haidee dengan kesal.


"Bukannya mama dan papa bertengkar setiap hari??" Tanya Leona.


"Diamlah Leona....!!!!!" teriak Nyonya Haidee.


Leona tertawa mengejek Nyonya Haidee "Hahaha kenapa aku harus diam mama, aku hanya ingin memperingatkan Mama agar tidak selalu berbuat seenak dan sesuka hati Mama.Mama benar-benar penghianat.. Mama tidak tahu diri.. Mama sudah menghianati Papa padahal Papa selama ini selalu mendukung Mama dan memberikan segala yang Mama mau tetapi apa yang Mama lakukan benar-benar tidak bisa dimaafkan..!!"


"Diamlah Leona!!!! Kau jangan mengatakan hal apapun yang kau tidak tahu kebenarannya, kau jangan coba untuk memfitnah Mama, kau ini memang anak durhaka tidak tahu diri..!!"


"kau mengatakan hal yang konyol Leona, kau menuduh Mama tanpa memiliki bukti. Kau memang sudah tidak waras..!"


"Aku tidak waras hahaha Mama sangat lucu sekali aku bukanlah anak kecil yang bisa Mama bodohi aku mengatakan ini tentu aku memiliki buktinya. Mama saja yang bodoh, Mama saja yang tidak tahu bahwa selama ini aku sudah mata-matai Mama, aku tahu segala apa yang Mama lakukan dan pergi ke mana saja Mama selama ini. Sejak awal aku sudah tahu bahwa Mama bermain di belakang Papa dengan adiknya papa aku sudah tahu sejak lama tetapi aku memilih diam karena aku tidak ingin membuat Papa semakin sakit dan menderita aku menyimpan semua rahasia besar ini sendirian selama ini dan konyolnya mama tidak tahu dan tidak menyadarinya." ujar Leona, dia kemudian mendekati Nyonya Haidee dan menatap tajam Mamanya.


"Kurang ajar berani sekali kau melakukan itu pada Mama??? Memang nya selama ini Siapa yang menyuruhmu seru Nyonya Haidee.


"Aku bukan anak kecil yang harus disuruh-suruh aku bisa melakukan atas inisiatif ku sendiri." Sahut Leona. "Sekarang mama mengaku saja karena aku sudah memiliki semua buktinya, Mama mengaku dan katakan segalanya kepadaku sekarang juga..!"


Wajah Nyonya Haidee memerah membalas tatapan tajam Leona, tangannya mengepal menahan segala kemarahannya ingin sekali rasanya ia menampar putrinya itu yang sudah kurang ajar, tidak pernah xmenuruti nya. "K au memang anak tidak berguna anak tidak berbakti tidak tahu diri dan kau adalah anak durhaka bisa-bisanya kau mengirim orang untuk memata-matai Mamamu sendiri Kau memang kurang ajar Leona..!!!"


Leona tersenyum mengejek. "Sudah lama Mama aku tau kau selingkuh dengan adiknya papa benar kan??? tanya Leona lagi.


"Jika Iya Memangnya kenapa???? Apa yang akan kau lakukan??? Apa yang akan kau lakukan pada Mama, seharusnya kau sadar diri, Papamu itu lumpuh tidak berguna dan dia tidak bisa memberikan apa yang Mama inginkan. Memangnya kau pikir pernikahan itu hanya sekedar mengerti dan mengerti saja??? Memang nya anak kecil??? Dan pernikahan juga butuh untuk memuaskan hubungan antara laki-laki dan perempuan, dan aku tidak mendapatkan itu dari Papamu, dia sakit selama bertahun-tahun, dia tidak bisa melakukan tugas dan kewajibannya sebagai seorang suami kepada Mama, lalu apa salahnya jika mama mencari orang lain yang bisa memberikan hal itu kepada Mama. Memang apa salahnya Mama selingkuh???" Seru Nyonya Haidee.


Leona hanya tersenyum masam dan tetap menatap tajam mamanya, " Benarkah hanya untuk sekedar pemuas nafsu saja??" T anya Leona dan dia pun tertawa mengejek. "Mama sudah melakukan perselingkuhan Ini jauh sebelum Papa sakit, jadi apa Menurut mama Papa tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami kepada Mama??? Itu hanya alasan Mama saja, ya kan??? Mama sudah melukai hati Papa jauh sebelum dia jatuh sakit dan seperti saat ini. Lalu momen inilah yang justru membuka kesempatan yang lebar sekali untuk Mama bisa melakukan hal yang lebih jauh lagi untuk menghianati Papa.eona tahu segalanya Ma, Leona tahu. Jadi jangan anggap Leona itu orang yang bodoh yang tidak tahu akan hal apapun.." Ujar Leona.


"Mama aku bukanlah orang yang bodoh aku memiliki semua bukti kelicikan Mama tetapi aku laki-laki memilih diam dan mencoba menuruti apa yang Mama inginkan karena aku juga memikirkan papa aku ingin menjalankan bisnis ini juga. Karena aku ingin menjaga apa yang sudah Papa perjuangkan selama ini semua aku lakukan hanya demi papa bukan hanya karena menuruti keinginan Mama, dan saat ini aku merasa sudah cukup untuk menyimpan semua ini. Aku sudah muak dengan semua yang Mama lakukan selama ini sangat muak sekali, jadi aku ingatkan kepada Mama untuk menghentikan kegilaan Mama ini berhenti atau aku akan memberitahu Papa mengenai segalanya bukti-bukti itu" ancam Leona.


Wajah Nyonya Haidee semakin memerah dan kedua jemarinya mengepal. Dia benar-benar merasa geram dan ingin sekali memukul Leona tapi dia mencoba menahan diri.


" Apa kau mengancam mama kau pikir ke siapa berani mengancam mama??? Kau ingin memberitahukan semua itu kepada Palamu hahaha silakan saja kalau kau berani..!" Tantang Nyonya Haidee." Kalau kau melakukan itu Mama sangat yakin Papamu tidak akan marah tetapi Papamu akan semakin jatuh dan terpuruk sakitnya semakin parah dan dia bisa saja meninggal dunia. Jadi kau berani??? Apa kau benar-benar Mau mengatakan itu kepadanya??? Bagaimana kalau dia meninggal??? Bukan Mama yang kecewa, bukan Mama yang harus bersedih tapi kaulah yang akan menyesali semuanya, menyesali kenapa kau harus mengatakan itu kepada Papamu, jika kau tidak mengatakan itu tentu dia masih bisa bersamamu. Jadi bagaimana menurutmu??? Kau masih ingin mengatakan kepadanya dan mengabaikan kesehatannya, ya silakan saja ..." tantang balik Nyonya Haidee.