My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Berusaha Menghibur Leona



"Kau anak kurang ajar...!!" Teriak Nyonya Haidee.


Setelah mendapat tamparan dari Mama nya. Mata Leona berkata-kata, menahan tangisnya pecah, sekaligus malu di depan para bodyguard nya. Tanpa berkata, Leona langsung meninggalkan kediaman orang tua nya dan masuk ke dalam mobil. Ethan menutup pintu mobil meskipun dia masih sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya tadi. Ethan berlari ke sisi kiri mobil dan masuk ke dalam lalu bergegas meninggalkan rumah orang tua Leona.


"Emma....!!!! Apa yang kau lakukan????" Tuan Haidee berseru dan terlihat marah sekali dengan istrinya. "Apa kau sudah gila???? Kau menampar putri mu sendiri di depan banyak orang, Leona pasti kesakitan sekali tadi.. Kau benar-benar keterlaluan... "


"Apa kau tuli???? Putri mu itu sudah menghina ibunya sendiri di depan banyak orang, dan apa aku harus diam saja melihat berapa tidak bermoral nya ucapannya itu???"


"Harusnya kau sadar kenapa dia mengatakan itu???? Aku sudah bilang padamu bahwa kau jangan terus mengejar dan mengganggu nya, biarkan dia melakukan apa yang menjadi keinginannya, apa masalahnya jika dia pergi liburan selama beberapa hari??? Dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk pekerjaannya, jika dia mau, pasti sejak awal dia akan mengabaikan perusahaan dan memilih mengejar apa yang dia mau, tetapi selama ini dia sudah bekerja keras dengan sangat baik, lalu kenapa kau terus saja mengganggu nya... Kenapa kau terus melakukan hal yang membuatnya risih setiap waktu, biarkan dia tenang menjalani harinya, dia sudah melakukan apa yang kau suruh, kau meminta nya berhenti sekolah memasak dan menyuruhnya untuk berkuliah bisnis, dia sudah melakukannya dan dia mengurus perusahaan dengan sangat baik sesuai keinginanmu, lalu apalagi yang kurang...???" Tuan Haidee tampak menahan emosi nya.


"Dia tidak sepenuhnya menuruti keinginanku, dan sikapnya sangat bertolak belakang dengan keinginanku.. " Nyonya Haidee membantah suami nya.


"Dia punya hidupnya sendiri, biarkan dia melakukan apa yang dia mau, dia sudah dewasa dan kita seharusnya sudah melepaskannya dan tidak mengganggu nya atau memaksakan kehendak kita...!!! Kenapa kau tidak sadar juga dengan kesalahanmu padanya, dia mengatakan itu karena dia sudah lelah menghadapi mu.. Untuk apa kau mengurusi mengenai asmara nya, jika dia suka biarkan dia mengejar cinta nya sendiri, kenapa kau mengatur segala nya, mengobral nya pada setiap laki-laki, lalu kau meminta mereka untuk bekerja sama dan meminta mereka melakukan investasi besar dengan iming-iming bisa mendekati Leona.. Itu hal yang gila sekali... Tanpa perlu kau melakukan itu, Leona sudah pandai mencari investor sendiri, tanpa iming-iming hal konyol seperti apa yang kau lakukan... "


"Persetan....!!! Aku melakukan apa yang menurutku baik, kau yang tidak mengerti dan sama bodohnya seperti putri mu.. " Nyonya Haidee masuk ke dalam rumah dan meninggalkan suaminya.


Sementara itu, suasana di dalam mobil sangat hening. Leona sejak tadi diam, Ethan hanya mendengar suara is akan dari perempuan itu. Dari kaca spion yang ada di dalam, Ethan melihat Leona sedang menangis. Ethan tidak berani bertanya. Mengerti bahwa Leona saat ini pasti butuh privasi dan menenangkan diri.


Ethan masih enggan mempercayai bahwa seorang ibu tega melakukan hal seperti itu kepada anaknya sendiri, yang seharusnya justru melindungi nya. Dan Ethan juga tidak bisa memungkiri bahwa ala yang di ucapkan Leona sebenarnya tidaklah pantas apalgi kepada ibunya sendiri, hanya saja mungkin Leona sudah terlalu lelah dengan keadaan yang di hadapi oleh nya selama ini. Wajah aristokrat nyonya Haidee begitu jelas, menandakan betapa wanita itu terkesan jutek dan juga pemaksa. Meskipun di limpahi kekayaan yang luar biasa, Leona ternyata memiliki kesedihan yang juga luar biasa. Sementara Tuan Haidee, Papa Leona terlihat orang yang bijaksana dan begitu menyayangi putrinya. Bahkan ingin melindungi Leona. Terbukti saat Nyonya Haidee masuk, dia malah keluar dan meminta agar mobil di siapkan, seolah tahu bahwa Leona pasti akan memilih langsung pulang ketika Mama datang.


"Ethan.... Hentikan mobilnya di depan..!!!" Pinta Leona.


"Kenapa??? Apa kau ingin sesuatu???" Tanya Ethan.


"Kau turun dan naik mobil di belakang, lalu kalian kembali ke apartemen dan pulang, jam kerja kalian sudah selesai kan???"


"Kita kan bisa kembali ke apartemen bersama, kenapa saya harus turun dan bergabung dengan yang lainnya di belakang???" Tanya Ethan lagi.


"Karena aku tidak ingin pulang ke apartemen, aku ingin pergi jalan-jalan dulu, kau bisa bergabung dengan yang lain lalu bisa pulang.. "


"Kau ingin ke Fine Line???". Tanya Ethan lagi.


" Tidak....!!!"


"Oh, kau pasti ingin ke apartemen nona Kaia ya???? Aku akan mengantarmu kesana kalau begitu, baru nanti aku kembali ke apartemen dan pulang.. "


"Tidak Ethan, aku tidak ingin ke apartemen Kaia, dia sedang bersiap untuk pergi liburan besok jadi aku tidak ingin mengganggu nya... Berhentilah, aku ingin pergi jalan-jalan sendiri... Kalau kau tidak mau bergabung dengan yang lain, aku akan memberimu ongkos dan pulanglah dengan taksi.. " Ucap Leona yang mulai jengkel dengan Ethan.


"Ethan, aku butuh waktu sendiri, biarkan aku pergi, kau pulang saja.... Kau bodyguard ku dan tigasmu adalah menuruti keinginan ku... Aku tidak akan menuntut ta ggung jawab dari para bodyguard ku jika terjadi sesuatu pada diriku atas kesalahanku... Jadi kau jangan coba membantah ku.. "


"Aku bukan bodyguard mu, aku adalah temanmu, jadi sebagai seorang teman aku harus memastikan keadaanmu bqik-baik saja dan aku harus menjaga mu, di dalam pertemanan tidak boleh ada kata penolakan, kau sedang tidak bqik-baik saja, aku tidak bisa membiarkanmu sendirian...Itu adalah prinsip pertemanan. Akutidak masalah jika kau tidak mau bercerita mengenai apa yang terjadi hari ini, tetapi aku berharap kau tidak menolak keinginanku untuk menemanimu.. "


"Ethan..????" Gumam Leona.


Ethan mengambil handsfree dan dia menghubungi temannya yang ada di mobil belakang. "Halo Tom, Nona Leona menyuruh kalian kembali ke apartemen lebih dulu lalu pulang berganti sift dengan yang malam, karena aku baru fatan6siang tadi maka jadwal ku sampai tengah malam.. " Ucap Ethan dan temannya mengiyakan serta mengerti maksud Ethan mereka pun akan ke apartemen dan berganti shift. Ethan mengakhiri panggilannya.


"Ethan...!!!! Kenapa kau melakukan ini??? Aku ingin sendiri.. Kenapa tidak mengerti juga???" Protes Leona.


"Kau bisa duduk sendiri tetapi aku tetap akan mengawasi mu dari jauh... Kau sedang tidak baik-baik saja.. Aku tahu itu.. " Ethan membantah.


"Ethan, tidak apa kau hanya bekerja setengah waktu hari ini, dan ini waktunya kau beristirahat, kau mungkin ada janji dengan seseorang, jadi biarkan aku pergi... "


"Aku tidak ada janji dengan siapapun, kau diamlah dan biarkan temanmu ini mengantarmu jalan-jalan.. "


Ethan pun membawa Leona pergi. Dia tidak tahu akan kemana tetapi dia akan coba mencari tempat yang bagus yang bisa amembuat Leona merasa lebih baik. Sedangkan Leona hanya dia dan pasrah, dia tidak bisa membantah Ethan karena Ethan membawa pertemanan mereka.


★★★


Sudah hampir dua jam Ethan mengajak Leona berkeliling-keliling saja di jalanan. Ethan tidak menanyakan apapun mengenai apa yang tadi terjadi. Dan di lihatnya Leona hanya menatap jalanan melalui jendela mobil. Sesekali air mata perempuan itu menetes tetapi dengan cepat Leona menyeka nya. Ethan berharap Leona merasa lebih baik setelah mengeluarkan segala bebannya. Ethan juga mengirimkan pesan pada Gemma untuk membatalkan pertemuan mereka malam ini, Ethan tidak bisa membiarkan Leona sendirian.


Sebenarnya Ethan menunggu Leona untuk mulai berbicara dengannya, curhat atau pun hal lainnya yang bisa membuat Leona merasa lebih baik. Ethan tidak berani bertanya dan berharap Leona sendiri yang mengatakannya. Dia merasa kasihan sekali dengan Leona, beban perempuan itu begitu berat, apalagi menghadapi orang yang sudah melahirkannya. Entah sudah sampai mana batas kesabaran yang di miliki oleh Leona, hingga dia bisa bertahan sampai sejauh ini.


"Kita sudah berkeliling, kau pasti lapar sekali, bagaimana kalau kita cari restoran dan makan malam????" Tanya Ethan. "Ahhh jangan khawatir aku akan mentraktir mu.. Bagaimana???" Ucap Ethan lagi untuk mencairkan suasana.


"Aku tidak lapar... " Gumam Leona.


"Tapi aku lapar sekali hehehe.."


"Kalau kau lapar turun saja dan pulang, biarkan aku membawa mobilku sendiri..."


"Ahhhh kalau begitu aku tidak jadi lapar.... Aku tidak bisa membiarkanmu berkemudi sendirian, kau saja terlihat tidak fokus, nanti malah terjadi kecelakaan.. " Ujar Ethan. "Begini saja, bagaimana kalau kau ke apartemenku, aku punya monopoli kita bermain monopoli atau bermain kartu??? Kau juga belum pernah ke apartemenku kan??? Ya meskipun kecil, tapi kau pasti akan menyukai nya, dan aku juga punya wine enak, sebelum aku pergi ke fine line bersamamu kemarin, aku sempat membeli nya untuk merayakan aku yang sudah di Terima bekerja, aku ingin mengundang temanku tetapi belum sempat, jadi bagaimana kalau aku merayakannya denganmu saja???" Tanya Ethan. Leona pun hanya diam.


Ethan mencoba mencairkan suasana tetapi ternyata itu tidak cukup berhasil. Tetapi dia tidak punya pilihan, dia harus membuat Leona merasa lebih baik. Ethan memutar balik mobilnya dan mengarahkan menuju apartemennya. Dia akan membawa Leona kesana dan menjaga perempuan itu. Ethan tahu Leona pasti tidak ingin kembali pulang ke apartemennya, jadi lebih baik Ethan mencari cara lain untuk menghibur perempuan malang itu.