
Keesokan harinya
Leona dan Kaia sampai di Washington DC, mereka saat ini sudah berada di sebuah hotel. Kaia sudah memerintahkan beberapa orang untuk mencari informasi terkait dengan Ethan terutama di tempat kerja lelaki itu. Tentunya ada beberapa restoran pizza yang ada di sini dan di sekitarnya, sehingga pasti butuh waktu untuk mencari keberadaan Ethan, tepatnya di mana. Selain itu mereka juga akan memastikan pergerakan Ethan jika sudah menemukannya, sehingga saat ini Kaia dan Leona menunggu informasi dari anak buah mereka itu.
Sebenarnya Leona ingin langsung datang ke restoran pizza itu tetapi Kaia melarangan untuk menunggu dan bersabar di hotel saja karena jika nanti Leona datang ke sana dan bertemu dengan Ethan yang ada justru Ethan merasa tidak nyaman dan bisa saja Ethan menjauhi Leona lagi. Sehingga lebih baik Leona menunggu sampai semuanya benar-benar dipastikan bahwa itu adalah Ethan dan mereka menyusun rencana selanjutnya untuk bisa bertemu langsung dengan Ethan.
Siang harinya, sambil menunggu kelanjutan informasi. Leona pun sibuk Menatap layar laptopnya sambil mengerjakan pekerjaannya. Begitu juga dengan Kaia.
Di tengah kesibukan mereka, fokus mereka terhenti ketika ponsel Kaia berbunyi dan Kaia mengangkatnya karena itu adalah dari anak buahnya yang ia suruh untuk mencari informasi tentang Ethan sekaligus memata-matai Ethan jika sudah bertemu dengan Ethan. Kaia terdiam dan sekali dia menjawab Ya, oke dan meminta anak buahnya itu untuk melakukan apa yang sebelumnya ia perintahkan. Kemudian tak lama panggilan itu pun berakhir.
Leona menatap Kaia. "Bagaimana Kai???" Tanyanya langsung.
"Ya, mereka sudah mendapatkan informasi tentang Ethan dan benar Ethan bekerja menjadi pengantar pizza di salah satu restoran, tetapi hari ini Ethan mendapatkan shift sore sehingga kita hanya akan melakukan rencana ini sore nanti saja atau malam."
"Lalu???" Tanya Leona lagi.
"Mereka sekarang sudah menuju ke tempat tinggal Ethan karena mereka juga sudah mendapatkan informasi di mana Ethan tinggal, jadi mereka akan mulai memata-mata Ethan di apartemennya dan akan terus mengikutinya supaya tidak kehilangan jejak. Jadi kau bisa tenang." Ujar Kaia.
Leona tersenyum penuh kelegaan. Dia benar-benar sangat senang sekali. Akhirnya bisa menemukan Ethan setelah sekian lama lelaki itu meninggalkannya. Leona dalam keadaan yang sangat buruk sekali dan tiap hari dia selalu memikirkan Ethan memikirkan. Bagaimana cara bisa menemukan lelaki itu juga memikirkan bagaimana mereka bisa bersatu kembali, tetapi hari demi hari bulan demi bulan Leona tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Terkadang Leona juga merasa lelah dan ingin menyerah tetapi cintanya yang begitu dalam kepada Ethan membuat Ia terus berusaha untuk menemukan lelaki itu dan akhirnya Tuhan saat ini berpihak juga kepadanya. Dan ia bisa mendapatkan informasi tempat tinggal Ethan tanpa sengaja, ini adalah sebuah keajaiban di mana dia bisa bersama lagi dengan lelaki yang sangat dia cintai itu.
*****
Malam harinya
Ethan kembali dipanggil Untuk mengantarkan orderan terakhir hari ini dan seharian ini Ethan sudah mengantarkan puluhan pizza, lebih banyak dibandingkan hari biasanya sehingga Ethan sebenarnya sudah merasa lelah sekali. Tetapi dia harus tetap mengantarkan orderan terakhirnya untuk malam ini dan itu diberitahu bahwa orderan ini yang terakhir ini alamatnya sama dengan tempat tinggal Ethan. Dimana yang memesan adalah orang yang juga tinggal di sekitar apartemen yang sama dengan Ethan, sehingga Ethsn harus mengantarnya ke sana sambil pulang dan dia tidak perlu lagi kembali ke sini, karena pesanan juga sudah dibayar melalui aplikasi bukan pembayaran secara cash.
Ethan pun merasa senang karena dia bisa pulang dan mengantarkan pesanan terakhirnya yang terletak di kawasan yang sama dengan tempat tinggalnya, sehingga dia tidak perlu lagi kembali ke restoran apalagi pesanannya sudah dibayar melalui e-money jadi dia tinggal mengantarkannya saja.
Ethan pun keluar dari restoran membawa pizza itu dan dia bersiap untuk pulang lalu beristirahat dan besok adalah hari liburnya sehingga dia akan menikmatinya untuk tidur seharian.
Ethan sangat menyukai pekerjaannya dan dia juga mendapatkan teman-teman yang sangat baik juga dia bisa bekerja sembari berjalan-jalan meskipun jalan-jalan yang dimaksud adalah jalan-jalan mengantar setiap pesanan pizza dari customer. Hal itu membuat Ethan bisa melupakan kesedihannya jika dia ingat dengan Leona.
Sebagai laki-laki yang sangat mencintai Leona tentu selalu ada masa di mana Ethan sangat merindukan perempuan itu, sangat rindu dengan kebersamaan mereka, rindu dengan tawa Leona, rindu dengan kemanjaan Leona dan rindu memeluk Leona. Ethan selalu merasa sedih dan terkadang dia menitihkan air mata ketika harus mengingat kenangannya bersama dengan Leona, akan tetapi Ethan selalu meyakinkan dirinya bahwa dia melakukan ini adalah untuk kebahagiaan Leona dan pasti saat ini Leona juga sudah menjalani harinya dengan baik tanpa dirinya. Juga pasti sudah melupakannya meskipun Ethan sendiri tidak pernah bisa melupakan Leona dan cintanya pada Leona masih sangat besar. Mungkin ia juga butuh waktu lama untuk bisa benar-benar melupakan Leona, karena sejauh ini dia hanya mencoba untuk bertahan lebih dulu tanpa Leona, meski berat tetapi Ethan selalu berusaha untuk menghibur dirinya sendiri sehingga tidak terlalu larut dengan kesedihan mengingat Leona.
***
"Pizza delivery.......!!!!" Teriak Ethan sembari menekan interkom di depan apartemen, kemudian dia mendapatkan akses untuk masuk ke dalam apartemen itu. Ethan masuk, kemudian naik ke lantai 2 dan sampailah di sana. Dia mengetuk pintu dan menekan interkom yang ada di samping pintu unit itu, menunggu pemilik apartemen membuka pintunya.
Tak lama pintu dibuka dari dalam. Ethan memasang senyumnya. "Pizza delive...RY.." suaranya tercekat ketika mengetahui siapa yang membuka pintu itu.
Leona tersenyum dengan cantiknya menatap Ethan dan mengambil kotak pizza yang di pegang lelaki itu, sementara lelaki itu hanya terpaku untuk beberapa saat kemudian ia akhirnya berucap. "Leona??? Kau ada di sini???" tanya Ethan.
Leona tidak menjawab. Tetapi beberapa detik kemudian dia langsung memeluk Ethan dengan sangat erat sekali. "Ya Tuhan, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi....??? Kenapa kau harus pergi meninggalkanku???" Tanya Leona sembari memeluk Ethan.
"Kau.... Bagaimana bisa ada di sini dan bagaimana kau bisa mengetahui jika aku ada di sini???" Tanya Ethan lagi.
Ethan melepaskan pelukan Leona dan dia menggelengkan kepalanya."Tidak, aku tidak mau, aku sudah bilang padamu untuk jangan mencariku. Kenapa kau mencariku??? Bagaimana kalau Mamamu tahu??? Dia akan marah padaku dan kau bisa kehilangan segalanya."
Leona mulai menangis menatap Ethan dengan sedih. "Kau pergi untuk meninggalkanku agar aku bisa mendapatkan Hak ku tapi kau tidak memikirkan bahwa kau hanyalah ditipu oleh Mama. Meski kau memilih untuk pergi meninggalkanku, aku tetap kehilangan semuanya, aku kehilangan hakku, jadi ada atau tidaknya dirimu aku tetap kehilangan semuanya lalu sekarang Bisakah kau masuk ke dalam dan kita berbincang???" Tanya Leona sembari menitikan air mata, ia bahagia karena bisa bertemu dan melihat Ethan lagi, lelaki itu dalam keadaan yang sehat tetapi sama sepertinya, Ethan terlihat lebih kurus daripada sebelumnya.
"Leona Lebih baik kau tidak di sini dan lupakan aku, kita sudah punya jalan hidup masing-masing, tidak seharusnya kau mencariku sejauh ini???" Ethan masih berdiri terdiam di depan pintu menolak untuk masuk.
"Bahkan aku akan mencarimu sampai ke ke ujung dunia sekalipun, ini hanya Washington DC. Tidaklah terlalu jauh untukku, setidaknya masuk dulu ke dalam. Kita berbicara di dalam, aku akan menjelaskan semuanya yang terjadi setelah kau pergi meninggalkan Seattle. Aku mohon Ethan. Jangan membuatku menunggu lebih lama lagi. Sudah cukup penderitaan yang aku alami setelah kau meninggalkan ku, setidaknya untuk kali ini saja Dengarkan Aku, tolong???"
Ethan kembali diam dan dia benar-benar tidak tega melihat Leona yang menangis sembari menangkupkan Kedua telapak tangannya, memohon agar Ia mau masuk ke dalam apartemen itu. Akhirnya Ethan pun menganggukkan kepalanya kemudian dia masuk seperti apa yang diinginkan oleh Leona.
Leona tersenyum kemudian dia menutup pintu dan mempersilakan Ethan untuk duduk. Leona juga duduk di sofa di sebelah laki-laki itu.
"Kau tadi belum menjawab pertanyaanku kenapa kau harus mencariku??? Aku sudah memintamu untuk tidak mencariku dan kau juga pasti tahu alasannya kenapa aku harus pergi meninggalkanmu. Kau pasti sudah mendengar pertemuanku dengan Nyonya Haidee."
"Ya, aku tahu segalanya dan alasanmu meninggalkan aku tapi asal kau tahu bahwa meski kau sudah meninggalkan aku bukan berarti aku bisa mendapatkan semua hakku, karena Mama hanya ingin menipumu. Mama hanya ingin memisahkanmu dari aku, dan ketika dia berhasil membuatmu pergi dariku, dia senang sekali. Lalu bukan berarti dia akan memberikan apa yang menjadi miliknya kepadaku, aku masih mendapatkan 49% saja dan itu adalah faktanya. Mama tidak pernah memberikan apa yang dia janjikan kepadamu, jadi semuanya tetap sama saja, ada atau tidak adanya dirimu di Seattle, aku tetap hanya mendapatkan 49%." Leona tersenyum miring menatap Ethan yang ada di sebelahnya.
"Jadi Nyonya Haidee tidak tidak memenuhi janjinya untuk memberikan apa yang dia miliki kepadamu???" Tanya Ethan.
Leona menganggukkan kepalanya. "Bahkan sudah 2 bulan ini aku telah kehilangan Posisiku di kantor, aku tidak lagi menjadi nomor satu di sana. Posisiku telah digantikan oleh Mama dan juga Steven."
"Apa????? Jadi kau kehilangan posisimu tapi bagaimana itu bisa terjadi???"
"Itulah yang aku bilang tadi, bahwa meski kau sudah memutuskan untuk meninggalkanku hanya agar aku bisa mendapatkan semuanya kembali, itu sama sekali tidak berguna. Mama hanya mempermainkanmu saja, dia hanya ingin memisahkan kita dan aku tetap kehilangan semuanya, lebih parahnya aku juga harus kehilanganmu. Aku seperti orang gila, aku tidak tahu aku harus bagaimana, aku harus melakukan apa??? Aku butuh seseorang yang bisa mengerti aku selain Kaia dan itu adalah kau, tapi kau malah meninggalkan ku. Aku sangat menderita dan aku hampir gila karena mencarimu. Tapi aku tidak pernah bisa menemukanmu, aku berusaha sekuat tenaga untuk menerima semuanya dan membiarkan Mama melakukan apa yang dia mau. Mama selalu memberiku pilihan tetapi aku tetap pada pendirianku, tidak masalah Aku kehilangan posisiku tapi aku hanya yakin bahwa aku harus mempertahankan apa yang saat ini aku miliki. Meskipun tidak sebanyak yang Mama miliki."
"Astaga...!!! kenapa bisa jadi seperti ini???"
"Sekarang aku tidak peduli, aku hanya ingin kau kembali. Aku hanya ingin kita kembali lagi. Aku sangat mencintaimu. Aku membutuhkanmu, jadi aku mohon jangan tinggalkan aku lagi sayang???? Aku menderita, aku juga tahu kau pasti juga menderita kan??? Jadi setidaknya kali ini kau jangan egois. Jangan memikirkan aku, karena aku sudah kehilangan semuanya dan itu tidak ada korelasinya dengan keputusanmu meninggalkan aku, keadaannya tetap sama, kita hanya dipaksa untuk berpisah untuk keegoisan mama yang tidak ingin kita bisa bersama."
Leona menangis dengan sedih sekali, dan tangisannya membuatnya semakin terisak. Sekarang tidak ada yang diharapkan Leona lagi saat ini selain dia bisa kembali bersama dengan Ethan karena dia sangat mencintai laki-laki itu. Dia sudah tidak peduli lagi bahwa hal ini akan mengundang kemarahan Mamanya karena baginya ini adalah hidupnya sendiri, jadi dia berhak untuk menentukan kemana akan membawa nya bisa menuju kebahagiaan.
Ethan hanya diam menatap kesedihan Leona. Ini benar-benar di luar dugaannya, ia sudah merelakan untuk meninggalkan Leona agar Nyonya Haidee tidak mengambil pembagian warisan itu tetapi ternyata Nyonya Haidee tidak menepati janjinya dan justru tetap mengambil perusahaan itu, bahkan menggantikan posisi Leona. Ethan benar-benar sangat kecewa sekali. 4 bulan ini dia sudah berjuang untuk bisa membuat Leona bahagia. Tetapi ternyata Leona tidak mendapatkan haknya dan justru Leona semakin terpuruk dan Ethan merasa menyesal sekali.
Ethan juga merasa bersalah sekali pada Leona, perempuan ini pasti sudah melewati masa yang sangat sulit beberapa bulan terakhir dan Leona terlihat benar-benar menderita bahkan Ethan bisa melihat dengan jelas bahwa Leona terlihat kurus sekali. Ethan merasa bahwa ia pasti kemarin telah sangat mengecewakan Tuan Haidee, di mana dia sudah meninggalkan Leona, membiarkan Leona melewati kesedihannya sendiri dan membiarkan Leona menderita. Ethan sudah melupakan janjinya kepada Tuan Haidee untuk menjaga Leona.
Mata Ethan berkaca-kaca. Dia kemudian merengkuh Leona ke dalam pelukannya. "Maafkan Aku, aku benar-benar tidak berpikir bahwa mungkin saja aku hanya dipermainkan oleh Nyonya Haidee, aku minta maaf kepadamu karena sudah meninggalkanmu dan membiarkanmu sendirian melewati kesulitan ini. Aku benar-benar bodoh. Maafkan Aku???" ucap Ethan sembari mengelus punggung Leona. Mereka berdua berpelukan dalam tangisan. Leona menangis untuk mengeluarkan semua kesedihannya selama ini ketika Ethan meninggalkannya. Leona tidak mengucapkan apapun dan dia hanya menangis saja membiarkan kesedihannya tumpah dan Leona juga merasa bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Ethan, laki-laki yang sangat dicintainya.
"Sekarang jangan tinggalkan aku lagi ya??? Aku tidak bisa jauh dan tanpa dirimu, kau adalah sumber kebahagiaanku, jika ada apa-apa seharusnya kau bertanya dulu kepadaku dan kita cari jalan keluarnya bersama-sama, kau jangan menyimpannya sendiri lalu mengambil keputusan dari sudut pandangmu saja." Gumam Leona.
"Aku hanya tidak ingin melihatmu dalam kesulitan, itu saja yang aku pikirkan. Itulah kenapa aku mengambil jalan itu, sekali lagi aku minta maaf???"
"Kau tidak perlu minta maaf, aku tahu maksudmu sangat baik tetapi Tolong jangan lakukan ini lagi, aku benar-benar tidak bisa kehilanganmu. Jangan Tinggalkan Aku Lagi??"
"Sebenarnya bukan hanya kau saja yang menderita tetapi aku juga menderita karena jauh darimu, aku tidak akan meninggalkanmu lagi karena aku sangat mencintaimu." Ucap Ethan.