My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Mereka Adalah Keluarga ku.



Arindah mendekati Kaia dan menepuk bahu perempuan itu. "Maaf, tadi apa kau bilang???? Leona hamil???" Tanya nya pada Kaia.


Kaia menoleh ke belakang. "Iya, Leona hamil, dan Ethan adalah ayah dari bayinya, setelah Ethan pergi, baru di ketahui jika Leona hamil, selama ini aku dan Leona sudah berusaha keras untuk mencari nya dan memberitahu nya mengenai kabar ini tapi kami tidak bisa menemukan keberadaan Ethan. Dan sekarang aku hanya ingin memberitahu mengenai hal itu. Leona menderita dan menjalani kehamilannya dengan penuh kesedihan selama ini, dia selalu berharap Ethan bisa di temukan."


Naufal pun keluar dan menghampiri Kaia. Dia mendengar dengan jelas apa yang tadi di ucapkan oleh Kaia bahwa Leona sedang hamil saat ini. "Leona hamil???? Sudah berapa bulan???" Tanya Naufal.


"Ya, dia hamil Ethan, kami mengetahui nya tidak lama setelah kejadian yang menimpa mu. Leona tidak jadi bertunangan dengan steven, dia merelakan semua nya dan memberikan kepada Mamanya, perusahaan itu, dia sudah meninggalkan semuanya, dia menjual apartemen dan semua mobil serta asetnya, kami pindah ke Portland dan membuka restoran disana. Kami berdua memulai hidup baru. Kau kemana saja Ethan, aku sudah mencarimu kemana-mana tapi kau tidak ada. Leona membutuhkan mu, aku mohon temui dia??? Tolong...???? Aku selalu merasa bersalah padanya karena akj sudah memintamu untuk meninggalkannya, aku menyesal sekali." Kaia duduk berjongkok dan memeluk kaki Naufal. "Tolong temui Leona, dia benar-benar membutuhkan mu. Dia menderita selama ini, tolong???"


Naufal membungkuk dan memegang bahu Kaia. "Kai berdirilah, jangan seperti ini."


Kaia kemudian berdiri dan menangkupkan kedua tangannya menatap Naufal penuh harap.


"Aku tidak tahu Kai kalau Leona hamil."


"Bagaimana kau akan tahu, kau tidak bisa di hubungi, dan kau tidak pernah membalas pesan yang coba kami kirim ke sosial media mu, kau menghilang begitu saja."


"Aku sudah menemukan keluargaku, aku pulang bersama mereka dan aku kembali dengan identitas lama ku. Aku menanggalkan semua yang berhubungan dengan Ethan. Aku hanya ingin Leona bahagia, aku tidak tega jika melihat Leona tersiksa seperti itu hanya karena aku. Itulah kenapa aku memutuskan untuk pergi. Aku benar-benar minta maaf. Lalu dimana sekarang Leona??? Ada di Portland???"


Kaia menggelengkan kepala nya. "Leona ingin berlibur sebentar, jadi kami kemarin datang kesini, sekarang Leona ada Fine Line, aku pergi untuk membeli beberapa kebutuhan di supermarket serta membeli vitamin untuknya. Aku di beritahu jika kau ada disini, itulah kenapa aku mengikutomj sampai kesini."


"Kita ke Fine Line sekarang, aku ingin bertemu dengan Leona." Ucap Ethan.


"Ya." Gumam Kaia sembari tersenyum.


"Ma, Pa, Uncle Vitto, aku ingin bertemu dengan Leona, dia hamil, dan aku tidak tahu, dia pasti menderita sekali harus menjalani harinya tanpa aku dalam keadaan seperti ini, aku boleh kan menemui nya???" Tanya Ethan kepada keluarga nya.


"Kenapa hanya kau???" Tanya Arindah. Lalu dia tersenyum. "Kalau Leona hamil, tentu kami juga harus bertemu dengannya, sebelumnya kami hanya bertemu sekali dan kami ingin bertemu dan berkenalan dengannya." Lanjutnya lagi.


Kaia tampak bingung dengan ketiga orang yang di ajak bicara oleh Naufal.


"Kai, kenalkan ini adalah Mama ku, ini Papa ku dan ini Uncle Vitto adiknya Papa. Mereka adalah keluargaku dari Indonesia."


Kaia mengernyit. "Dari Indonesia???"


Naufal menganggukkan kepala nya. "Iya, sebenarnya aku dari Indonesia, hanya saja saat kecil aku hilang, tetapi aku sudah bertemu lagi dengan keluargaku."


Kaia masih bingung tetapi kemudian dia menyelami ketiga orang itu dan memperkenalkan dirinya.


"Kau bawa mobil kan???" Tanya Naufal pada Kaia. Dan Kaia mengangguk. Kemudian Naufal meminga kunci mobil Kaia dan mereka berdua akan menggunakan mobil itu sementara Vino, Arindah dan Vitto akan menggunakan mobil yang membawa mereka kesini dan akan mengikuti Kaia dan Naufal.


Naufal mengemudikan mobil Kaia menuju ke Fine Line tempat dimana Leona saat ini berada. "Aku masih tidak mengerti, kau menemukan keluargamu di Indonesia??? Maksudnya bagaimana???" Tanya Kaia yang saat ini bersama Naufal.


"Ceritanya panjang, tetapi aku akan menjelaskannya padamu. Saat umurku 5 tahun, aku hilang, dan entah bagaimana aku bisa berada di Amerika. Ada pasangan yang membeli ku dari seseorang, mereka tidak memiliki anak sehingga membeli ku dan di jadikan anak mereka. Lalu seperti yang kau tahu dulu bahwa orang tua ku meninggal dunia, dan mereka ternyata bukan orang tua kandungku tetapi orang tua angkat ku. Selama aku menghilang, keluarga kandungku mencarimu tanpa henti tapi tidak membawakan hasil, hingga kemudian saat di Washington Dc, aku bertemu dengan orang-orang baik yang tanpa di duga pertemuan itu membawaku kembali pada keluarga kandungku."


"Bertemu orang-orang baik??? Maksudnya???" Tanya Kaia bingung.


"Ah iya aku ingat." Gumam Kaia.


"Itu dia, suatu hari aku menganar pizza kesana, dan kedua kalinya sebelum aku dan Leona datang ke rumah mereka. Aunty Rana atau istrinya Uncle Vitto bertemu denganku dan merasa bahwa aku adalah keponakannya yang hilang, dan setelah itu mereka merencanakan untuk mengundangku kesana, aku dan Leona datang. Undangan makan malam itu ternyata hanya jebakan mereka untuk mengetahui ij informasi tentang diriku, bahkan ada seorang detektif juga disana, dan detektif itu memberi informasi hasil penyelidikanna tentangku. Saat aku di tusuk, Mama dan Papa datang dan menceritakan semuanya lalu kami melakukan test dna dan hasilnya aku memang anak mereka."


"Astaga.....!!!! Hari kau benar-benar masih memiliki keluarga.???"


Naufal menganggukkan kepala nya. "Ya, mereka adalah keluargaku, dan nama asli ku ternyata adalah Naufal. Setelah kejadian itu aku ikut mereka pulang, dan pesanmu membuatku ketakutan itulah kenapa aku memilih untuk meninggalkan semuanya dan memulai kehidupanku dengan keluargaku, aku pulang ke Indonesia bersama mereka."


"Oke oke sekarang aku mengerti dengan apa yang di katakan Caroline tadi bahwa kau datang sebagai seorang CEO dari sebuah perusahaan untuk.melakukan take over pada Haidee Enterprises. Itu serius????"


Naufal menoleh dan tersenyum. "Aku tidak pernah menyangka dan menduga sebelumnya jika ternyata keluargaku sangat kaya raya, dan punya kerajaan bisnis yang luar biasa. Perusahaan Papa sangat banyak sekali. Aku tidak tahu Papa akan membawaku kesini, dan memintaku untuk menggantikannya. Papa sepertinya tahu segalanya tentang kehidupanku disini sebelumnya, dan ini kesempatan yang bagus untukku bisa membalas penghinaan Nyonya Haidee. Lalu bagaimana bisa kalian pindah ke Portland??? Dan bagaimana kondisi Leona saat ini???"


"Dia baik, berusaha terlihat baik-baik saja meski aku tahu bahwa dalam hatinya dia sangat kesepian. Dia mengambil keputusan besar meninggalkan semuanya dan memberikannya pada Nyonya Haidee. Dia mengajakku pindah ke Portland dan membuka restoran disana. Leona menjual apartemennya, serta kendaraannya dan beberapa barang pribadi nya. Untuk kemudian dia gunakan membangun restoran. Dia tidak sepenuhnya kehilangan semuanya, dia sejak dulu cerdik dan cerdas, dia tahu bagaimana dia memanfaatkan peluang. Leona hanya kehilangan hak nya 49% itu saja, sisanya semua masih sama, dan dia menjualnya karena dia ingin menggunakan nya untuk membuka usaha baru nya saja." Ujar Kaia.


"Setelah dia melepaskan semuanya dan kami menunggu kondisi tenang, sebelum kemudian mencarimu, Leona menyadari bahwa dia sedang hamil. Dia mengatakan padaku bahwa saat di Washington Dc dia sengaja tidak mengkonsumsi obat seperti biasanya setelah berhubungan denganmu karena dia memang ingin hamil, dan dia sudah mengungkapkannya padamu."


Naufal menganggukkan kepala nya. "Itu benar, dia memang pernah membicarakan itu denganku, tetapi aku benar-benar tidak menyangka jika dia serius dengan ucapannya."


"Aku mengajaknya ke dokter dan dia memang di nyatakan hamil, dia sangat senang dan memintaku untuk mencarimu, tetapi aku tidak berhasil. Dia menjalani harinya dengan berat dan menantikan bisa menemukanmu, dia selalu bilang bahwa bayinya butuh ayahnya, tetapi apa yanv bisa kami lakukan, kau benar-benar menghilang tanpa jejak. Aku selalu mendampinginya dan berusaha menjadi badut untuk menghiburnya, dia tersenyum dan tertawa tetapi hatinya sangat kosong. Dia berusaha kuat hanya karena bayinya."


"Aku sangat menyesal sekali, andai saja dari awal aku tahu aku pasti akan membawa nya ke Indonesia bersamaku. Mama sudah sering mengingatkanku agar aku menghubungi kalian tetapi aku tidak pernah melakukannya."


"Aku yang bersalah dalam hal ini, andai aku tidak menyuruhmu meninggalkan Washington kau pasti akan masih berkomunikasi dengan Leona atau denganku. Tetapi syukurlah sepertinya Tuhan mendengarkan doaku dan Leona, sehingga sekarang aku bisa bertemu denganmu. Semua ini pasti tidak terlepas dari rencana Tuhan. Ethan eh maksudku Naufal." Kaia tersenyum. "Hasil Usg dan juga gender reveal Dafi bayi kalian berdua adalah berjenis kelamin laki-laki."


"Laki-laki???"


Kaia mengangguk. "Ya laki-laki, untuk menebus semua kesalahan ku, aku selalu setia di samping Leona, memastikan semua keinginannya tercapai. Aku merasa bersalah sekali karena memisahkan kalian berdua." Gumam Kaia.


"Sudahlah Kai, meski tanpa kau menyuruh pun aku akan meninggalkan Washington Dc. Keluargaku menginginkan aku bersama mereka, dan aku ingin menyenangkan mereka, aku juga ingin bersama mereka. Hanya karena keegoisanku aku tidak memberitahu mu ataupun Leona jika aku ke Indonesia. Dan terima kasih karena kau selalu setia bersama Leona. Terima kasih sudah menjaga nya dan menjaga bayinya."


"Aku berhutang budi banyak pada Leona dan sejak awal aku sudah berjanji akan terus bersama nya dalam kondisi apapun. Itulah kenapa aku selalu bersama nya. Leona akan senang sekali bisa bertemu denganmu. Kau harus mengejutkannya."


*****


Leona duduk di sofa sbari menyalakan televisi sambil makan cokelat menunggu Kaia kembali. Sudah cukup lama dia menunggu tetapi Kaia tidak kunjung kembali padahal hanya belanja saja, tetapi ini sudah lebih dari 3 jam. Leona meraih ponselnya yang ada di atas meja. Membuka nya masih dengan memakan cokelat yang di pegang dengan tangan kiri nya sedangkan ponselnya ada di tangan kanan nya. Leona akan menghubungi Kaia untuk menanyakannya keberadaan sahabatnya itu. Saat sedang membuka ponselnya itu dan hendak mencari riwayat pesannya dengan Kaia. Leona melihat kontak Ethan yang menunjukkan tanda pesan sudah terbaca. Sebelumnya pesan itu hanya menunjukkan tanda masuk saja, tidak ada tanda terkirim apalagi terbaca, tetapi kali ini ada tanda kedua nya, menunjukkan bahwa pesan itu terkirim dan terbaca. Leona setiap hari memang selalu mengirimkan pesan kepada Ethan memberitahu berbagai hal yang terjadi setiap harinya berharap Ethan suatu hari membuka nya tetapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda Ethan melihat pesannya itu. Dan kali ini Leona di buat terlonjak oleh pesan-pesan yang di kirimnya. Pesan itu di terima dan di baca.


Leona tersenyum dan langsung berusaha menghubungi Ethan. "Aktif????" Gumamnya kegirangan. Dia berdiri dari sofa sambil menunggu panggilannya di jawab oleh Ethan. Sampai kemudian panggilan itu di jawab. "Ethan.....!!!! Sayang...!!??? Kau kemana saja????? Aku merindukanmu." Ucap Leona tanpa basa-basi, sayang nya tidak ada suara di seberang telepon membuat Leona mengerutkan dahi nya. "Kau kemana saja Ethan????" Tanya nya tetapi yang terdengar justru suaranya sendiri. Leona tampak bingung.


"Aku ada di belakangmu." Jawab Ethan kemudian.


Mendengar itu Leona langsung berbalik badan dan di menjatuhkan ponselnya ketika melihat Ethan memang benar-benar ada di hadapannya.