
Beberapa hari kemudian......
Leona akhirnya kembali lagi ke kantornya setelah menghabiskan sekitar 10 hari di rumah rahasianya yang terletak di pinggiran kota bersama dengan Ethan. Mereka berdua melakukan banyak hal yang menyenangkan di rumah itu. Saling bercerita dan berbagi berbagai hal hingga membuat mereka berdua semakin akrab dan begitu dekat. Selain itu, tentu Leona juga menghabiskan malamnya dengan bercinta bersama Ethan. Tidak ada lagi kecanggungan dan Ethan juga mulai menikmati nya. Ini hal yang sama yang sebelumnya pernah Leona lakukan dengan Robert, bodyguard lama nya. Bersenang-senang untuk saling memenuhi kebutuhan bioIogis mereka. Hanya saja beda nya, Leona tidak pernah mengajak Robert ke fine line atau rumah rahasia nya itu. Dan Leona lebih menyukai Ethan di banding dengan Robert. Ethan lebih pandai untuk menyenangkannya di bandung Robert yang sepertinya hanya membutuhkan kepuasan saja, sedangkan Ethan lebih suka bermain dan pandai menggoda Leona. Permainan-permainan kecil yang di lakukan Ethan membuat Leona begitu menyukai nya.
Dan setelah kunjungan ke panti asuhan itu, Leona menjadi semakin menyukai pribadi Ethan. Lelaki itu begitu luar biasa, selain ketampanan wajahnya juga karena memiliki hati yang tulus, bemegitu perhatian kepada semua yang ada di panti asuhan itu, Ethan menyayangi semua nya. Leona juga tahu bagaimana sebenarnya pribadi Ethan termasuk masa kecil Ethan dulu. Leona menggali informasi tentang masa kecil Ethan dari para pengasuh di panti itu. Banyak hal yang tidak Leona duga dari sosok Ethan. Dimana sejak kecil Ethan memiliki kepedulian yang begitu besar pada teman-teman nya. Ethan sellau menempatkan diri sebagai pelindung mereka, paling ceria dan paling perhatian, meskipun di awal Ethan pendiam dan belum terbiasa dengan tempat tinggal baru nya.
Leona juga mendapatkan fakta mengenai Ethan saat dia masih kecil dan baru menempati panti asuhan itu. Dimana akibat kecelakaaan yang menimpa orang tua nya itu, Ethan ternyata mengalami gagar otak yang menyebabkannya kehilangan ingatannya. Ethan tidak mengingat bagaimana masa kecilnya bahkan orang tua nya. Saat dia mulai tumbuh dan di rasa mengerti, barulah para pengasuh memutuskan menceritakan mengenai apa yang menimpanya dan kedua orang tua nya. Bahkan mungkin sampai sekarang ingatan Ethan belum kembali. Tetapi hal itu tidak membuat keceriaannya hilang, karena Ethan bisa menempatkan diri dengan baik dan tidak melupakan jasa semua orang yang telah membantu nya selama ini.
Semua fakta itu, membuat Leona semakin kagum dengan pribadi Ethan. Dia sangat jarang menemukan seorang laki-laki seperti Ethan. Apalagi Ethan memiliki komitmen yang begitu besar terhadap sesuatu yang sangat di inginkan nya. Cara hidup Ethan juga membuat Leona tidak bisa berkata-kata. Ethan bahkan memprioritaskan panti Asuhan itu sebagai hal utama dari pada pribadi nya sendiri. Ethan sangat rutin mengirimkan uang untuk panti asuhan itu, baru setelah itu dia akan membagi nya untuk keperluan hariannya hingga tabungan masa depannya. Bagi orang lain, mungkin hal itu tidak perlu di lakukan, karena mereka lebih suka menikmati apa yang mereka saat ini, sedangkan untuk masa mendatang di pikirkan nanti saja.
Leona keluar dari lift dan langsung berjalan menuju ke ruangannya. Kaia langsung berdiri menyambut sahabatnya itu, tidak menyangka jika Leona hari ini sudah kembali ke kantor karena sebelumnya Leona berniat masuk ke kantor lagi besok, bukan hari ini. "Pagi...!! Aku pikir kau akan kembali besok.. " Ucap Kaia.
"Pagi.... Aku memutuskan kembali hari ini, ke ruangan ku, aku perlu bicara denganmu.. "
Kaia mengangguk dan lekas meninggalkan meja kerja nya untuk masuk ke ruangan Leona. Leona meletakkan tas nya dan duduk di kursi kerja nya. Dia tersenyum melihat tumpukan berkas yang sudah menunggu untuk di tanda tangani olehnya.
"Kau harus membaca semua itu dan menandatangani nya.." Ucap Kaia.
"Aku tahu... " Gumam Leona.
"Kau bilang akan kembali nanti malam dan besok baru ke kantor, kenapa sekarang kau sudah ada disini??? Dan kenapa tidak memberitahu ku??? Aku bisa menjemputmu tadi di apartemen.."
"Aku tidak ke apartemen, dari Fine line akun langsung kesini.."
"Owhhh.. Jadi kau hanya bersama Ethan???"
Leona tersenyum. "Aku menyuruhnya pulang tadi, jadi dia ke apartemennya dan aku kesini sendirian.. Aku meminta nya untuk beristirahat dan kembali siang nanti.. " Leona mengambil satu berkas dan dia buka. Tetapi kemudian dia mengarahkan pandangannya ke Kaia. "Dan ya, pesanlah kamar duit atau villa di terbaik di Hawaii... Aku sudah berjanji padamu akan memberimu waktu libur selama satu minggu setelah aku kembali... Kau bisa aliburan dengan kekasihmu, tapi selesaikan dulu apa yang harus kau selesaikan, jika hari ini kau merasa belum cukup maka selesai kan besok dan kau bisa pergi lusa, tetapi jika hari ini kau selesaikan makan besok kau bisa berangkat.. "
Mata Kaia berbinar. "Kau serius???? Aku pikir bercanda... "
"Memangnya aku pernah mengingkari janji ku??? Tentu saja aku akan memenuhi nya, bercinta lah seharian di villa, dan aku akan mengurus semua nya.. "
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan dan keperluan mu???" Tanya Kaia.
"Laura akan membantuku, aku yakin dia bisa mengurus semua nya seperti hal nya dirimu.. Kau bisa alergi dengan nyaman.. " Jawab Leona.
"Ahhh Terima kasih Leona sayang... Kau memang sahabat terbaikku... Oke aku akan coba periksa dan menyelesaikan semua nya, kau bisa membaca semua berkas itu dan hubungi aku jika ada yang mau kau tanyakan.. Aku ke meja kerja ku lagi.. " Kaia pun meninggalkan ruangan kerja Leona.
"Ahhhh... Selamat datang Leona... Selamat bersibuk-sibuk ria hari ini... " Gumam Leona dan dia pun berfokus untuk memeriksa seluruh berkas yang ada di depannya. Dan berharap untuk hari ini saja, Mama nya tidak datang dan mengacau.
Sementara itu, Ethan memilih untuk berbaring di tempat tidurnya yang sudah berhari-hari tidak dia tempati. Ethan benar-benar merindukan tempat tinggalnya ini. Meski kecil tetapi sangatlah nyaman. Dia sudah menghabiskan hari-hatinya dengan Leona kemarin, dan sebelum nanti siang kembali bekerja, dia akan tidur. Semalam dia menghabiskan malamnya dengan Leona sampai larut.
Ethan juga semakin dekat dengan Leona. Perempuan itu banyak memiliki kisah mengenai kehidupannya dan keluarga nya yang jarang di ketahuilah oleh orang lain. Meskipun Leona sangat kesal dengan tingkah Mama nya, tetapi ternyata Leona begitu menaruh rasa hormat terhadap Papa nya. Tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk Papa nya. Dia bertahan di perusahaan adalah demi Papa nya, demi agar bisnis Papa nya tetap berjalan dan di kelola dengan baik, karena Papa nya membangun bisnis itu dengan kerja keras, dan Leona mengerti bagaimana perjuangan Papa nya dulu, sehingga dia pun saat ini berusaha untuk menjaga semua itu, tetapi Leona tentu berharap Papa nya bisa kembali sehat dan membantu nya di perusahaan itu. Karena Leona juga tentu kewalahan melakukan dan mengurus semua nya sendiri. Sesekali Leona juga mendatangi Papa nya dan mendiskusikan atau sekedar meminta pendapat Papa nya.
Di balik semua sikap dingin, dan juga sesuka nya, Leona tetap seorang perempuan hebat dan sangat menyayangi keluarga nya. Yang dia benci hanyalah sifat dan sikap Mama nya yang suka ikut campur, serta suka memaksakan kehendaknya. Padahal Leona juga sangat menyayangi nya, menaruh rasa hormat padanya sebagai ibu yang melahirkannya.
Semua itu yang membuat Ethan merasa takjub dengan Leona. Pribadi yang mandiri dan dia selalu menyembunyikan kesedihannya di depan orang lain lalu bersikap biasa saja. Semua di sembunyikan di balik sikap angku, menyebalkan, dan juga sikap dinginnya terhadap orang lain. Padahal sebenarnya dia sangat lhaa perhatian bahkan untuk hal-hal yang kecil.
"Gemma... Aku harus memberitahu nya jika aku sudah pulang.. Dia pasti senang sekali, dan aku juga sangat merindukannya... " Gumam Ethan. Dia meraib ponselnya di atas meja dan mengirim pesan kepada Gemma. Memberitahu perempuan itu bahwa dia sudah pulang. Selama beberapa hari bekerja sehingga dia tidak bisa bertemu dengan Gemma. Saat Gemma berusaha menghubungi nya melalui video call, Ethan menolaknya dan meminta Gemma berbicara by phone saja atau mengirim chat. Karena Ethan menghormati privasi Leona dan tidak ingin orang lain tahu dimana mereka saat itu.
Sehingga hal itu, membuat Ethan sangat merindukan Gemma. Dan mengenai obrolannya dengan Leona tentang Gemma, sebisa mungkin Ethan bersikap biasa saja, karena dia tidak ingin kehidupan pribadi dan hubungannya dengan Gemma nanti bisa mendatangkan masalah besar. Ethan sebenarnya takut jika Leona buka mulut pada Gemma mengenai apa yang mereka lakukan, karena jika Gemma tahu, Ethan pasti dalam masalah yang besar. Dia sangat menyukai Gemma dan berharap sekali dalam waktu dekat ini bisa mengutarakan perasaannya itu. Dia sudah yakin bahwa Gemma benar-benar perempuan yang tepat untuknya. Dan dia akan lebih intens lagi mendekati Gemma agar Gemma juga yakin untuk menerima nya nanti.
Setelah mengirim pesan singkat, Ethan pun menarik selimutnya dan akan tidur sebentar. Ethan tahu saat ini Gemma pasti sedang bekerja dan tidak akan langsung membalas pesan nya.
****
Sore harinya......
Pintu ruang kerja Leona terbuka. Melihat itu Kaia dan Laura langsung bangun. Dan membungkukkan badan nya. "Kai, aku akan ke rumah untuk bertemu Papa, jadi aku harus pulang lebih dulu, semua berkasnya sudah aku baca dan aku tanda tangani.. " Ucap Leona. "Apa mereka sudah datang???" Tanya nya pada Kaia.
"Oh sudah Na, mereka sudah ada di parkiran basement, aku akan menghubungi mereka agar bersiap di depan.. "
"Oke.. Kalau begitu aku pergi sekarang.. "
"Kau tidak ingin aku bersamamu???"
Leona menggeleng. "Tidak perlu, kau selesaikan saja pekerjaanmu, besok kau akan pergi kan??? Aku bisa jalan keluar sendiri.. Hubungi mereka, jangan sampai membuatku menunggu.. "
"Baiklah jika begitu... Silakan.. "
Leona pun pergi meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju lift u ntuk mengunjungi Papa nya. Leona butuh berdiskusi dengan Papa nya, sehingga dia harus menemui nya meskipun nanti dia juga pasti akan bertemu Mama nya dan mendengarkan ocehan dari wanita itu. Leona juga sudah beberapa minggu tidak bertemu Papa nya. Dia merindukannya dan pasti ingin menemui nya dan menjenguknya.
Leona keluar dari ddalam lift dan berjalan di lobi perusahaannya menuju pintu. Di depan mobil bodyguard nya juga sudah ada. Melihat Leona, para stafnya pun berhenti dan yang sedang duduk berdiri memberi hormat pada Leona dengan membungkukkan badan mereka.
Leona keluar dan pintu mobil langsung di buka oleh Ethan. Lelaki itu sudah kembali bekerja sejak siang tadi. Dan dia mampir ke apartemen dulu untuk mengambil mobil dan menuju ke kantor Leona karena perempuan itu pagi tadi meminta seperti itu. Ethan menuruti nya dan dia pun melakukannya.
Leona masuk dan duduk di kursi belakang. Ethan segera berlari dan masuk juga untuk mengemudikan mobil itu. Mobil di nyalakan dan mulai meninggalkan are perkantoran Leona. Dan Leona memberitahu sebuah alamat pada Ethan yaitu alamat orang tua nya tinggal, karena Leona tahu bahwa Ethan pasti tidak tahu rumahnya karena belum pernah kesana.
Ethan berfokus mengemudikan mobilnya, sementara Leona fokus pada ponselnya. Leona ternyata memeriksa riwayat chat Ethan. Karena dia sebelumnya sudah membajak ponsel lelaki itu, sehingga diam-diam selama ini dia terus memantau Ethan dari percakapan nya. Leona tahu bahwa nanti malam Ethan akan bertemu dengan Gemma. Mereka sudah janji untuk keluar makan malam bersama. Mereka berdua pasti saling merindukan selama Ethan pergi. Itu terlihat dari ungkapan rindu kedua nya di pesan singkat. Leona juga tahu bahwa beberapa hal mengenai obrolannya dengan Ethan mengenai Gemma, lelaki itu membohongi nya. Karena setiap Ethan mengirim pesan pada Gemma, pesan itu mengandung kata cinta, perhatian dan kerinduan. Satu yang pasti, bahwa Ethan sangat mencintai Gemma, tetapi kedua nya sepertinya saling menahan perasaan itu. Leona juga memiliki keyakinan bahwa mungkin Ethan dan Gemma akn menjadi sepasang kekasih dalam waktu dekat ini.
Dan entah kenapa setiap membaca semua itu, hati Leona merasa sakit sekali. Ethan juga adalah pria yang romantis. Dan Gemma juga sama. Entah kenapa Leona merasa sakit sekali dengan semua pesan itu, padahal dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Ethan, dan apa yang mereka lakukan hanyalah untuk bersenang-senang saja. Selama ini dia juga tidak merasakan seperti itu ketika bersama Robert. Mereka hanya bersenang-senang dan saling membutuhkan saja.