My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Menceraikan



Malam harinya


Leona membuat makan malam untuk dirinya sendiri dan juga untuk Tuan Haidece. Leona membuat steak kesukaan Papanya Itu, bau steak itu tercium sangat harum sekali dipadukan dengan beberapa tumisan sayuran dan juga mashed potato. Leona mengambil sebotol Minuman untuk menikmati makan malamnya dengan stak, dia juga membuat jus untuk Tuan Haidee karena Papanya memang semenjak sakit tidak mengkonsumsi alkohol, sehingga Leona memilih membuat jus untuk papanya itu.


. Leona memanggil Tuan Haidee yang ada di kamar dan mengajaknya untuk ke ruang makan dan makan malam bersama. Leona tersenyum sumringah menyajikan masakan buatannya dan dia ingin Papanya mencobanya. Tuan Haidee terlihat tenang dan bahagia sekali karena ia bisa menghabiskan waktu beberapa hari ini bersama dengan Leona, berbagi banyak cerita dan juga tawa. Putrinya terlihat sangat bahagia sekali dengan kehadirannya.


"Aku membuat steak untuk Papa dan tingkat kematangannya adalah well done jadi silakan Papa menikmatinya." Ucap Leona.


"Terima kasih sayang. Kau terbaik!" Puji Tuan Haidee.


"Sama-sama Papa. Papa juga terbaik. Ayo sekarang papa nikmati steak buatan Leona. Bagaimana dengan istirahat Papa Papa masih merasa lelah???" Tanya Leona.


"Papa merasa lebih baik, perjalanan yang cukup panjang tetapi Papa sangat senang sekali dan bahagia sekali bisa melewatkan beberapa hari denganmu dan juga Ethan. Bagaimana Apakah sudah menghubungi Ethan.???"


Leona menggelengkan kepalanya. "Belum, tetapi setelah ini aku akan menghubungi nya, dia juga belum mengirim pesan padaku mungkin dia masih istirahat, dia juga terlihat lelah sekali."


"Nikmati waktumu dengan Ethan sebaik-baiknya, jaga apa yang harus kalian jaga dan jangan dengarkan apa kata orang lain."


Leona tersenyum. "Iya Pa, aku sangat menikmatinya hanya saja sejauh ini dia belum mengatakan apapun kepadaku, padahal jelas dia sudah tahu bahwa aku sangat mencintainya tetapi dia belum sebaliknya. aku sedikit meragu, apa aku bisa bertahan untuk terus menunggunya. Dan hanya saja aku memang benar-benar sangat mencintainya." Gumam Leona dengan sedih.


Tuan Haidee melempar senyumnya pada putrinya kemudian memegang jemari Leona. "Beri dia waktu, mdia hanya perlu menyesuaikan diri tetapi Papa yakin Ethan sebenarnya sudah memiliki perasaan itu kepadamu, hanya saja Mungkin dia belum punya keberanian untuk mengatakannya. Kau harus menunggu sedikit lebih lama lagi, semuanya akan baik-baik saja dan ketika kau sudah mendapatkan cinta Ethan, dia pasti tidak akan pernah melepaskanmu, dia sudah berjanji pada Papa bahwa dia akan menjagamu dan membahagiakanmu dan Papa tahu janji itu dibuat tulus tanpa paksaan dan benar-benar dari lubuk hatinya yang paling dalam."


"Aku akan mencoba untuk bersabar menunggunya. Aku berharap itu tidak lama sehingga aku bisa melihat di mata Ethan kalau dia sangat mencintaiku juga dan aku tidak takut cintaku akan bertepuk sebelah tangan."


"Tidak akan, cintamu tidak akan bertepuk sebelah tangan dan kau akan berbahagia dengannya kalian akan saling mencintai dan saling mendukung satu sama lain. Papa harap kau juga tidak mengecewakannya dan jangan pernah menuntut apapun darinya apapun itu mengingat kau Memiliki segalanya sementara dia mungkin hanya memiliki cinta untukmu saja. nantinya kau sudah memutuskan untuk mencintainya itu artinya kau harus siap dengan segala kekurangan dan kelebihannya , sehingga jangan pernah kau menghinanya." Ujar Tuanp Haidee. " Papa sejak kecil selalu mengajarkanmu untuk menghormati orang lain jangan menghina mereka dengan kekurangan yang mereka miliki. Dan juga kau harus bisa menutupinya tetapi dengan cara tidak mencoreng harga dirinya, hormati dia itu adalah kunci terbaik untuk bisa melengkapi cinta kalian satu sama lain."


"Iya Pa." Leona sudah memutuskan untuk mencintai Ethan maka Leona juga sudah siap untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang lelaki itu miliki. "Ngomong-ngomong jika boleh tahu Obrolan apa yang tadi Papa dan Mama obrolkan di kamar. Apa Mama mengancam Papa atau Mama mengatakan hal-hal yang buruk pada Papa???" Tanya Leona penasaran.


Tuan Haidee kembali tersenyum. Ia menjelaskan kepada Leona bahwa tidak ada pembicaraan apapun selain Ia mengatakan akan mengurus perceraiannya dengan nya kemudian menyuruh Nyonya Haidee untuk keluar dari kamar tamu karena dia ingin beristirahat dan merasa lelah.


Leona terlonjak. "Papa benar-benar ingin menceraikan Mama???"


Tuan Haidee menganggukkan kepalanya. " Iya, Papa sudah memutuskan untuk bercerai dengan Mama mu. Papa merasa itu adalah jalan terbaik, pernikahan ini sudah berakhir sejak Mamamu memilih untuk menghianati Papa hanya saja Papa terlambat menyadarinya. Papa ingin bisa menikmati waktu lebih banyak lagi denganmu dan juga menghindarkanmu dari gangguan Mamamu. Papa ingin melihatmu bahagia dengan jalan hidup yang ingin kau tempuh bukannya sesuai dengan keinginan Mamamu supaya kau bahagia. Itulah yang Papa inginkan saat ini."


"Papa sudah yakin???" Tanya Leona meragu.


"Kenapa Papa harus tidak yakin sayang??? Papa sudah memutuskan ini sejak Papa mengetahui segala nya. Sebuah pernikahan akan berakhir ketika pengkhianatan itu dimulai, tidak ada yang bisa diselamatkan, ini sudah terlalu begitu lama dan selama itu pula pengkhianatan ini berjalan. Papa ingin hidup tenang denganmu dan Papa rasa itu adalah jalan terbaik. Jadi kau tidak perlu meragukan keputusan yang Papa ambil." Ujr ar Tuan Haidee.


"Biklah jika itu menurut Papa adalah hal yang paling baik, Leona akan selalu berada di samping Papa akan selalu menemani Papa. Dan Leona akan buat Papa bahagia. Leona akan membanggakan Papa." Leona meletakkan pisau dan garpunya di atas piring ia kemudian memeluk Tuan Haidee.


Setiap anak ingin bisa melihat kebahagiaan orang tuanya Leona merasa sudah cukup penderitaan yang dialami oleh Papanya, ini saatnya membebaskan Papanya dan juga membebaskan dirinya sendiri dari jeratan keegoisan Ma manya selama ini.


"Papa akan segera menemui pengacara Papa, maka dia bisa membantu proses perceraian Papa dengan Mamamu." -7


"Papa siapnya kapan biar aku yang menghubungi dan meminta dia datang ke sini."


Tuan Haidee menggelengkan kepalanya. "Ah tidak sayang, papa akan langsung datang ke kantornya dan Papa juga ingin berbicara mengenai beberapa hal dengannya sehingga lebih baik Papa datang ke sana saja."


"Oke baiklah. Semua terserah papa sekarang Papa habiskan makanan Papa lalu Papa kembali beristirahat. Leona juga lelah sekali dan besok Leona harus kembali ke kantor."


Tuan HD mengusap rambut Leona ya ini enak sayang sekali Jika tidak dihabiskan aku akan menghabiskannya


******


Ethan menikmati makan malamnya sendirian. Dia hanya membuat tumisan daging dan juga sayuran yang tersisa di kulkasnya. Setelah beberapa hari meninggalkan apartemennya dan baru sampai tadi siang Edan belum sempat berbelanja sehingga membuat dia harus bisa memanfaatkan apa yang tersisa di kulkas juga ia sedang malas untuk pergi keluar membeli makanan ataupun memesan makanan.


Ethan sangat menikmati liburannya, kemarin sudah lama sekali dia tidak pergi untuk liburan dan beberapa hari kemarin Ia pergi bersama dengan Leona dan Papanya. Biasanya Ethan hanya pergi liburan sendirian sehingga rasanya liburan kemarin sangat menyenangkan sekali dan berbeda dari biasanya. Menghabiskan waktu bersama dengan Leona tertawa dengan perempuan itu dan mengobrol dan berbagai hal sebelum tidur mereka selalu bercinta dengan panasnya. Leona selalu mengagumkan dalam segala hal. Ethan sangat menyukai sifat manja Leona kepadanya perempuan itu selalu memujinya setiap waktu Leona benar-benar perempuan yang sangat menyenangkan. Leona selalu menghujaninya dengan perhatian dan juga cinta membuat kita semakin sangat menyukainya. Jadi ia benar-benar mulai jatuh cinta pada Leona.