
"Kenapa kita tidak menunggu nya saja???" Tanya Rana. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah dari apartemen Ethan.
"Sayang.... Aku sudah bilang padamu, kita jangan sampai membuat suasana menjadi tidak nyaman, ini masih jam berapa, dan dia akan pulang kerja jam berapa!??! Tidak mungkin bertamu sampai berjam-jam, iya kalau dia sampai jam 7 tepat, tapi kalau dia terlambat karena ada pekerjaan tambahan, yang ada kan tidak enak... " Jawab Vitto.
"Apa perempuan itu tinggal bersama dengan Ethan???" Tanya Rana lagi.
Vitto menoleh ke belakang dan tersenyum pada istrinya. "Apa kau lupa jika di sini sangat di legalkan tinggal bersama meskipun tidak dalam ikatan pernikahan, itu hal yang sudah biasa terjadi kan??? Bahkan mereka juga legal memiliki anak sebelum menikah.... Jadi tidak perlu heran... "
"Iya juga...!!!" Gumam Rana. "Leona...??? Nama yang cantik sesuai dengan wajah nya..."
"Ky... Sepertinya kita harus memikirkan cara lain, maksud uncle, rasanya kalau kita berkunjung kesana bertiga seperti ini juga tidak enak, apartemen nya tidak terlalu besar, dan pasti yang ada malah kecanggungan... Apalagi dia tinggal dengan pacarnya, dan dapur juga menyatu dengan kamar... Apa lebih baik kita merubah rencana saja... " Vitto mencoba mengusulkan. Dia tidak bermaksud untuk menghina tempat tinggal Ethan, akan tetapi memang menurutnya tempat itu terlalu privasi. Jika hanya di kunjungi oleh orang seumuran pasti akan tampak biasa saja, tetapi jika dia dan Rana juga berkunjung, yang ada pasti mungkin Ethan merasa tidak nyaman juga canggung.
Kyros mengangguk. "Iya Uncle... Ky juga berpikir seperti itu... Tempat itu memang biasa di gunakan oleh anak-anak muda seperti mahasiswa atau pekerja yang belum berkeluarga untuk tinggal, jadi memang tempatnya sangat kecil, harga sewa nya juga cukup terjangkau, karena dulu saat Ky melakukan praktek kerja disini, Ky sempat tinggal di apartemen yang tidak jauh dari apartemen itu.. "
"Ya, memang anak muda pasti akan memilih tempat tinggal yang nyaman dan harga bersahabat meskipun tidak terlalu besar..." Ucap Vitto. "Jadi apa kau ada ide Ky??? Uncle juga sangat ingin bertemu dengan nya??? Melihat Rana begitu yakin bahwa itu mungkin Naufal, uncle juga menjadi penasaran..."
Kyros menoleh dan melempar senyum pada Vitto. "Jika Ky boleh mengatakan sesuatu, Ky ingin memberitahu pada Uncle dan Aunty, sedikit mengenai Ethan.. Boleh???"
"Ya tentu saja... Katakan apa yang kau ketahuilah tentangnya???" Sahut Rana.
"Ky tidak tahu, apa ini hanya perasaan Ky saja atau memang sebuah kebetulan... Jadi Ky pertama kali bertemu dengan Ethan saat dia mengantarkan pizza ke rumah, dia sepertinya tahu tentang pekerjaan Ky, dia tampak terkejut saat melihat Ky, dan sempat menanyakan apa Ky benar-benar berasal dari Indonesia atau tidak, dan Ky menjawab iya, lalu Ky bertanya padanya apa dia juga berasal dari Indonesia?? Karena wajahnya tampak seperti ada darah Asia nya, lalu yang membuat Ky bingung adalah bagaimana dia menjawab pertanyaan Ky.. Menurut Ky itu sedikit ambigu.. "
"Memang apa jawabannya Ky???" Tanya Rana dengan cepat.
"Dia menjawab dengan ragu dan mengatakan sesuatu yang Ky snang ingat betul, yaitu dia bilang I don't know, it's just I have been there... But I don't know.. Sorry sorry... Begitulah yang dia katakan... Aneh memang karena jika dia pernah datang ke Indonesia untuk liburan atau pekerjaan pasti dia akan ingat. Tetapi jawaban nya ragu dan dia seperti orang yang amnesia, ya mungkin saja dia pernah kecelakaan atau apa.. " Ujar Kyros.
"Bukan amnesia Ky, tetapi mungkin dia tidak bisa mengingat masa kecilnya. dia terlalu kecil saat meninggalkan kita semua, dan ingatannya terbatas.. " Sahut Rana.
Vitto menggelengkan kepala nya. "Kenapa kau begitu yakin dia benar-benar Naufal?? Aku tahu bagaimana perasaanmu sayang, tetapi please jangan terlalu banyak berharap, aku sangat takut kau kecewa nanti nya... Kita masih perlu mencari pembuktiannya..."
"Kita undang dia datang ke rumah untuk makan malam, dan kita coba untuk mencari tahu tentang dia... " Sela Rana. "Ky, kalau dia menghubungi mu, bilang kalau kita mengundangnya makan malam, suruh dia datang, biar aku yang menyiapkan semua makanannya... "
Kyros memandang ke arah Vitto. Mereka saling melempar pandangan. Vitto memejamkan matanya tanda bahwa dia setuju. "Baiklah Aunty... Aku akan mengundangnya datang ke rumah... " Ucap Kyros.
*****
Beberapa jam kemudian.....
Ethan pulang dan seperti biasa di sambut oleh Leona. "Kau pasti lelah sekali ya??" Tanya Leona.
"Lumayan.. Bagaimana, kau bosan tidak???"
Leona menggelengkan kepala nya. "Tidak, aku tadi mengurus beberapa pekerjaan yang di kirim Kaia. Oh iya tadi ada yang datang.."
Ethan menatap Leona waspada. "Siapa???? Kau membuka kan pintu??? Aku sudah bilang jangan keluar sembarangan dan juga jangan menerima tamu."
"Mereka bukan orang jahat." Gumam Leona kemudian berlalu meninggalkan Ethan.
"Tapi siapa yang datang???" Ethan mengejar Leona.
Leona berbalik badan dan memberikan sesuatu pada Ethan. "Dia yang datang, dan kau di minta untuk menghubungi nya, kau sendiri yang bilang kalau mereka baik."
Ethan menunduk dan melihat apa yang di berikan kekasihnya itu. Ternyata sebuah kartu nama. Ethan tersenyum karena itu adalah kartu nama Kyros. "Dia kesini???" Tanya Ethan.
"Ya, dengan Om dan Tante nya. Mereka menanyakanmu tapi kau tidak ada disini. Katanya kebetulan mereka lewat dan mampir kesini."
"Astaga.... Mereka orang yang baik dan ramah, oke aku akan menghubunginya."
Sementara itu di tempat lain.
Kyros sedang duduk di depan meja kerja nya. Gienka membawa kan jus dan menghampiri suami nya. Dia memberikan jus itu dan menarik kursi yang ada di depan meja rias nya dan duduk di sebelah Kyros. Gienka memandangi Kyros dengan senyumnya. Dia sangat suka jika melihat Kyros berfokus di depan monitor laptop nya. Lelaki itu terlihat lebih tampan saat sedang serius seperti itu. Mereka baru selesai makan malam bersama dan membahas mengenai Ethan lagi. Rana tadi sempat memaksa untuk pergi lagi ke apartemen Ethan tetapi Vitto bisa menahannya dengan mengatakan tidak baik bertamu saat malam hari, apalagi jika Ethan baru pulang kerja. Kyros juga berjanji pada Rana jika nanti Ethan menghubungi nya, dia akan langsung mengatakan pada Ethan untuk datang dan makan malam bersama. Tetapi jika lau Ethan tidak menghubungi nya, maka hal yang harus di lakukan adalah memesan pizza agar Ethan yang mengantarnya kesini.
Kyros menoleh dan mendapati istrinya senyum-senyum kepada nya. "Kau kenapa menatapku seperti itu????" Tanya Kyros.
"Kau tampan sekali... Aku semakin jatuh cinta padamu... " jawab Gienka.
"Kau ini dasar.... Jangan menggoda ku, aku sedang sibuk... "
"Aku tidak menggodamu, aku mengatakan yang sebenarnya... Btw, sayang.... Apa menurutmu Ethan benar-benar Naufal???" Tanya Gienka.
"Aku tidak tahu.... Tetapi jika itu memang benar, sungguh ini adalah sebuah keajaiban... " Ucap Kyros.
"Aku tadi coba meminta pada Kyra foto kita bersama Naufal saat kecil, dan memang ada kemiripan, terutama bibirnya... Coba kau lihat dan ingat baik-baik wajah Ethan dan Naufal.. " Gienka memberikan ponselnya pada Kyros. "Aku rasa feeling aunty Rana benar... Jika ingatan masa kecil kita buruk, tentu tidak dengan Aunty Rana dan Uncle Vitto.."
. "Ya, kita tetap harus mencari pembuktiannya sayang... Semua harus di lakukan secara perlahan, jangan sampai ke depannya timbul masalah baru.. "
"Yupz, kau benar sekali... "
Ponsel Kyros tiba-tiba berbunyi, Gienka lekas mengambilnya di atas tempat tidur. "Tidak ada nama nya... "
"Coba lihat??? Mungkin ini Ethan... "
Gienka memberikan ponsel itu kepada suami nya. "Hallo.. " Ucap Kyros sambil mengaktifkan speakernya.
"Hallo Kyros... Ini aku, Ethan... Apa kau datang ke apartemenku tadi?? Aku diberitahu oleh Leona bahwa kau ada di sini, aku minta maaf karena tidak ada di sini, aku sedang bekerja... "
"Oh hai Ethan .... Ya benar, aku datang lebih awal, kebetulan sedang berada di sekitar tempat tinggal mu, jadi aku menyempatkan diri untuk mampir... Aku yang bersalah, aku tidak datang tepat waktu, dan itu pasti jam sibuk bagimu.. Maaf.. "Kyros meminta maaf pada Ethan karena tadi mampir tidak sesuai dengan waktu, situ di jam kerja Ethan.
"Tidak masalah, kita tidak memiliki kontak satu sama lain sehingga kita tidak bisa saling menghubungi... "
Kyros pun langsung mengajak Ethan agar bisa datang ke rumah nya dan makan malam bersama, dengan alasan bahwa dia sedang mengadakan pesta kecil dengan keluarga nya untuk merayakan kepindahannya di rumah baru nya. Dan Ethan menanyakan kapan itu. Kyros pun langsung mengatakan besok, itupun jika Ethan bisa datang. Ethan langsung setuju dan mengiyakan, besok malam dia akan datang.
"Ehhh... Bolehkah aku membawa Leona bersamaku???" Tanya Ethan. Dia tentu harus mengajak Leona bersama nya
"Tentu saja bisa, ajak juga pacarmu, biar lebih ramai... Istriku, Vineet dan Sanne akan senang bertemu dengan pacarmu, Leona.. "
"Oke... Besok malam, kami berdua akan datang.. " Ucap Ethan. Dia dan pacaranya pasti akan datang
"Oke besok malam datanglah ke rumahku bersama Leona.. "
Panggilan itupun berakhir. Dan Kyros tersenyum, rencana nya mendatangkan Ethan berhasil. Kyros meminta Gienka agar memberitahu Rana dan Vitto jika besok Ethan akan datang untuk makan malam bersama disini.
Keesokan harinya......
Kyra duduk menikmati secangkir kopi di rooftoop rumahnya. Tanggal merah, dan dia tidak ke kantor. Axel baru saja pulang. Kyra menatap jari manisnya yang melingkar cincin pemberian Axel. Akhir bulan nanti adalah acara lamarannya dengan Axel lalu satu bukan kemudian mereka akan menikah. Persiapan sudah mulai di lakukan, dan tadi siang dia sudah mulai melakukan pengukuran gaun nya. Axel menjemput dan mengantarnya.
Ponsel Kyra berkedip, nama Gienka muncul disana. Kyra tersenyum dan langsung mengangkat panggilan video dari sahabat sekaligus ipar nya itu. "Holla Gie...???" Sapa Kyra.
"Hai Ra..... Sedang apa kau????" Tanya Gienka.
"Minum kopi, sore ini sungguh cerah, cocok untuk menikmati secangkir kopi.... Kau sendiri???"
"Aku baru bangun... Dan Ky, dia masih tidur.. " Gienka mengubah kamera nya menjadi kamera belakang memperlihatkan Kyros yang sudah berbaring di atas tempat tidur.
Kyra tersenyum. "Hmmmm tumben masih molor, semalam habis olahraga raga malam ya...??? Iya kan???" Goda Kyra.
"Diiihhhh..... Pengen ya???? Hahaha sabar bentar lagi juga bakal tahu rasanya kok..."
"Hahahaha iya sabar kok tenang saja.... " Kyra menimpali dengan tertawa. "Eh btw, kenapa kemarin meminta foto Naufal??? Aku tiba-tiba aku, jadi teringat dengan dia.. "
"Sebenarnya ada sesuatu yang terjadi disini.. "
Kyra mengernyit. "Terjadi sesuatu??? Apa???" Tanya Kyra.
"Tapi jangan bilang pada siapa-siapa, takutnya nanti di dengar oleh uncle Vino dan aunty Arindah... Ini mengenai Naufal..."
"Naufal??? Aku tidak akan mengatakan pada siapapun, kenapa memangnya??? Apa terjadi masalah lagi??"
"Ada pengantar pizza yang sering datang ke rumah untuk mengantarkan pesanan Pizza, dan kemarin, Sanne memesannya, Laki-laki itu datang lagi, tetapi aunty Rana mendapati tangan pria itu ada tanda lahir yang mirip milik Naufal, di tangannya... Heboh kita serumah, Aunty Rana sangat yakin jika itu memang Naufal, dan aku memintamu mengirim foto nya kemarin, lalu coba aku cari persamaannya, dan menurutku sedikit mirip di bagian bibirnya.. "
"Serius???" Tanya Kyra tidak percaya.
"Itu menurutku sih... Tetapi nanti malam Ky mengundang lelaki itu untuk datang makan malam kesini, dan kami akan coba untuk mengulik nya.. "
"Mengundang makan malam..??? Yang benar saja, mana mau orang tidak kenal.." Ucap Kyra.
"Masalahnya sebelum kejadian kemarin, Vineet pernah menolong laki-laki itu saat kecelakan, jadi kami berempat baru saja kembali dari jalan-jalan dan berhenti makan di restoran, lalu tak jauh dari sana ada laki-laki di serempet mobil, Vineet menolongnya yang ternyata itu adalah si pengantar pizza itu, kami mengantarnya pulang, jadi ya bisa di bilang kami kenal dan cukup akrab, saat Ky mengundang makan malam disini, dia mau, Ky beralasan dia ada pesta kecil di rumah.. Biar tidak terkesan mencurigakan.. "
"Kalau itu benar Naufal, wahhh ini benar-nenar di namakan keajaiban... Hilang sekian lama bahkan di anggap sudah tiada, dan tiba-tiba muncul??? Wow.... Uncle Vino dan Aunty Arindah pasti bahagia sekali... Semoga saja itu memang benar Naufal.. "
"Ya tapi harus benar-benar di selidiki Ra, jangan sampai hanya karena tanda lahir dan wajah mirip lalu di konotasi kan benar itu Naufal, karena jika bukan Naufal yang ada malah timbul masalah baru, penyelidikan harus di lakukan, juga misteri apa yang terjadi dengannya dulu, bagaimana kehidupannya sampai saat ini juga harus di dalami.."
"Iya juga sih... Lalu bagaimana dengan Vineet??? Dia selama ini sangat ingin bertemu kakaknya.. Dia senang atau bagaimana sekarang??" Tanya Kyra.
"Vineet, lebih banyak diam, dia terkilat tidak tahu harus bersikap seperti apa, karena dia juga harus mencari pembuktian apakah itu Naufal atau bukan.. Wajar sih, ini posisi sulit, sekaligus ada sedikit kebahagiaan karena bisa jadi ada harapan bahwa Naufal masih hidup.. Tapi juga tidak mau terlalu berharap.. Dilema, itu yang aku lihat dari Vineet sejak kemarin.." Ujar Gienka.
Kyra menghela napasnya. "Fiuuuhhh semoga saja itu benar Naufal, semua orang pasti bahagia sekali nanti nya..."
"Aku juga berharap seperti itu Ra, sebelum semua nya terbukti, uncle Vino dan Aunty Arindah tidak boleh tahu lebih dulu, kami disini sedang berusaha mencari tahu.. "
"Ya.. Ya.. Aku sangat mengerti...."
"Ya sudah, aku harus mandi dan menyiapkan sarapan dulu, salam untuk Amam dan Apap ya??? Nanti aku akan menghubungi mereka... Bye Ra...??" Gienka menutuo video call nya dengan Kyra. Dia beranjak dan pergi ke kamar mandi, membiarkan Kyros yang masih tidur.
*****
Semua orang sudah turun dan duduk di kursi untuk sarapan bersama. Hanya Kyros yang tidak ada karena Kyros masih tidur. Semalam dia bekerja hingga larut karena siang nanti ada meeting penting membuatnya harus menyiapkan pekerjaannya dengan baik. Dan Kyros akan ke kantor sedikit siang dari biasa nya. Gienka juga di bantu oleh Rana menyiapkan sarapan, meskipun sudah ada asisten rumah tangga yang mulai bekerja di rumah ini tetapi tugasnya hanyalah membersihkan rumah. Karena Gienka ingin turun tangan sendiri untuk urusan dapur.
"Ky masih mandi???" tanya Vitto.
"Masih tidur uncle, Gie tidak tega membangunkannya, semalam dia bekerja sampai larut, karena nanti siang ada meeting penting, dan berangkat ke kantornya juga agak siangan... "
"Itu pasti karena dia kemarin pulang lebih awal ya???" Vitto menebak. Mengingat kemarin karena Rana, semua orang jadi panik, termasuk Kyros yang juga memilih pulang dan melihat kondisi Rana. Sampai sore Kyros tidak kembali ke kantor lagi.
"Ah tidak juga Uncle, Ky memang sering sekali lembur sampai malam, jika ada sesuatu yang penting atau ketika dia selesai mengamati langit, yang membuatnya harus membuat laporan..." Ucap Gienka.
"Dia sejak kecil adalah anak yang rajin, dan sampai sekarang sikapnya tidak pernah berubah..." Ujar Vitto dan Gienka tersenyum, mengangguk tanda sependapat dengan ucapan Vitto mengenai Kyros. "Oh iya, akan nanti malam yang akan kau masak untuk menyambut Ethan???" Tanya Vitto pada Rana.
"Aku berniat membuat masakan kesukaan Naufal dulu, juga beberapa kue yang juga jadi kesukaannya, Gienka sayang, nanti kau bisa mengantar aunty ke supermarket kan untuk belanja kebutuhan kue???" Tanya Rana.
"Ya Aunty, nanti kita pergi bersama..." Jawab Gienka.
"Baiklah... Terima kasih.. "
"Sama-sama Aunty... Oh iya, semalam Ky bilang dia nanti akan mengundang sahabat nya juga untuk datang, ya sebagai pelengkap saja, supaya Ethan tidak curiga dengan tujuan kita mengundangnya, jadi Ky berinisiatif mengundang sahabatnya juga.. Sahabat dekat nya disini dan satu kantor, dia sudah dianggap seperti saudara sendiri oleh Ky. idak apa-apa kan???" Tanya Gienka.
"Tidak apa-apa dong, itu ide yang bagus, kita memang harus membuat acara ini layaknya pesta kecil keluarga... Dan membuat Ethan nyaman selagi kita basa-basi dengannya untuk mengulik informasi tentang nya.. " Ujar Vitto. Dia sebenarnya juga sangat penasaran dengan sosok Ethan, apa itu benar Naufal atau tidak. Tidak sabar dengan nanti malam.