
***
"Aku ingin kau cari tahu tentang kecelakaan sekitar 20 tahun silam.." Pinta tuan Haidee pada asistennya yang saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
Tuuan Haidee sudah bertemu dengan Leona dan Ethan, sudah mengobrol dengan mereka berdua. Bukannya merasa tenang, tuan Haidee justru di rundung kegelisahan melihat tanda di tangan Ethan. Tanda itu mengingatkannya pada kecelakaan yang di akibatkan oleh istrinya dulu. Tuan Haidee takut jika Ethan memang benar adalah anak kecil itu, apalagi sm dia pernah mendengar dari Ethan mengenai masa kecil Ethan yang harus tinggal di panti asuhan karena tidak memiliki keluarga lagi dan orang tua Ethan meninggal dalam sebuah kecelakaan. Tuan Haidee ingin menyelidiki itu. Dulu dia takut dan ingin menutupi kesalahan istrinya, memilih bungkam selama bertahun-tahun karena permintaan istrinya agar tidak memberitahu ataupun mencari tahu mengenai kecelakaan itu.
"Apa maksud anda kecelakaan yang di akibatkan oleh Nyonya Haidee???"
"Ya.. Cari informasi nya dan juga nasib anak kecil laki-laki itu, masa kecilnya hingga dia dewasa. Aku terus di hantui rasa bersalah selama ini, dan mungkin ini waktunya aku harus menemui anak itu, meminta maaf dan juga aku ingin membuat Emma istriku bertanggung jawab atas perbuatannya.."
"Apa menurut anda Nyonya Haidee akan mau???"
"Masalah mengenai Emma itu urusan belakang, aku ingin segera tahu informasi mengenai kehidupan anak itu, apa dia masih hidup atau tidak, serta bagaimana kehidupannya saat ini, carilah informasi apapun tentang kecelakaan itu dari keluarga hingga anak itu saat ini.."
"Baik Tuan, saya akan mencari detektif swasta yang terkenal untuk menyelidiki kecelakaan itu.."
"Ya, carilah yang bagus, aku ingin ini di selesaikan dengan cepat agar aku bisa mengetahui siapa anak itu, serta bagaimana kehidupannya, jika kekurangan tentu kita harus membantu nya, dalam bentuk apapun.. Selama ini aku terus saja di hantui rasa bersalah dan tangisan anak itu selalu terdengar jelas sekali, bahkan akhir-akhir aku selalu dan terus saja bermimpi buruk.. " Ujar Tuan Haidee. Meskipun dia memiliki keyakinan bahwa mungkin anak itu adalah Ethan. Akan tetapi jika benar-benar Ethan, Tuan Haidee belum tahu harus bagaimana, langsung memberitahu Ethan atau bagaimana.
"Maaf Tuan Haidee.. Sebenarnya tadi saya mendapat informasi mengenai Nyonya, dia pergi ke San Fransisco bersama dengan adik Anda.."
Tuan Haidee fokus ke jendela mobil melihat kesibukan di luar. Dia sudah mengetahui mengenai perselingkuhan istrinya dengan adiknya. Dan selama ini tuan Haidee memilih bungkam dan tidak menceritakan kepada Leona. Tuan Heidee juga tahu bahwa sebenrnya Leona selama ini juga mengetahui hal itu tetapi Leona memilih bungkam juga untuk menjaga kesehatannya supaya tidak drop. Leona merahasiakan semua itu. Tuan Haidee memaklumi apa yang di lakukan oleh putrinya itu.
Setelah mengatahui pernah slingkuh. han istri dan Adiknya, Tuan Haidee mengalami kebingungan yang luar biasa. Antara shock dan juga bingung, tetapi Tuan Haidee akhirnya bisa mengerti mengenai semua yang terjadi. Istri dan adiknya sudah melewati batas tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini selain terus memantau istri nya. Dan dia akan memikirkan bagaimana nanti akan mengambil keputusan dan juga memergoki mereka berdua.
"Suruh awasi saja, dan mengumpulkan semua nya.." Sahut Tuan Haidee akhirnya.
"Oh iya anda hari ini ada check up di rumah sakit, saya sedang menuju kesana.."
"Baiklah...!" Gumam Tuann Haidee. Setiap dia mendengar mengenai istrinya yang pergi dengan adiknya. Selama ini dia sangat mempercayai Adiknya tetapi dia seperti di khianati begitu saja.
Pertama kali mendengar bahwa nyonya Haidee selingkuh, hati tuan Haidee sakit sekali, itulah kenapa dia saat itu memutuskan menemui Leona di apartemennya. Dan menginap disana. Tuan Haidee butuh hiburan, berbicara dengan Leona membuatnya merasa lebih baik. Leona adalah sumber kebahagiaan Tuan Haidee selama ini. Dan dia pergi ke fine line, tempat persembunyian Leona. Tempat itu sangat bagus, serta menenangkan, hingga tuan Haidee merasa lebih baik setelah disana, apalagi dia banyak mengobrol dengan Ethan. Lelaki muda itu yang saat ini sedang dekat Leona. Ethan sangat baik dan berharap Ethan bisa membahagiakan Leona.
****
Ethan dan Leona kembali ke kamar mereka. Ethan baru tersadar bahwa kamar ini sangat luas dan bagus. Tadi saya masuk dia tidak sempat mengagumi nya karena Leona sudah langsung mengajaknya bercinta. "Inilah yang membuatku minder denganmu, kau bisa memesan sesuatu yang begitu luar biasa..." Gumam Ethan.
"Apa sih.. Kenapa bicara seperti itu??? ? Aku sudah bilang kita jangan saling membandingkan satu sama lain.. Lagipula aku butuh bersantai, untuk sehari saja, lusa juga aku harus kembali ke kantor."
"Iya deh......!!!" Ethan duduk di sebuah sofa panjang yang ada di dalam ruangan yang menghubungkan balkon kamar hotel dengan jendela kaca lebar. Leona juga duduk disebelahnya dengannya. Menikmati pemandangan laut yang ada di depan mereka.
"Aku merasa khawatir dengan Papa??? Akhir-akhir ini aku merasa dia sedang tidak baik-baik saja..!" Ujar Leona.
"Aku juga tidak tahu, aku merasa Papa sedang menyembunyikan sesuatu darimu, aku merasa seperti ini sejak Papa datang ke apartemen dan menginap lalu mengajak kita ke fine line waktu itu.."
"Mungkin Tuan Haidee ingin ketenangan, dan dia juga terlihat lebih baik setelah kita kesana.."
"Ya itulah, artinya Papa datang menemuiku dalam keadaan tidak baik, dan malam saat dia menginap, aku nendapati Papa berkeringat dingin seperti orang yang sedang ketakutan, aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu ada masalah apa sebenarnya Papa dan Mama, Papa sudah kenal dengan Mama yang selalu mengajaknya ribut dalam banyak Hal, tetapi melihat Papa kemarin dan tadi, aku rasa ada hal yang mengkhawatirkan yang terjadi.."
"Kau tidak bertanya pada Tuan Haidee???"
"Kalau pun bertanya aku tidak yakin Papa akan mau jujur padaku tentang masalahnya, Papa selalu menyembunyikan masalahnya sendiri.. "
"Lalu bagaimana dengan penyelidikan mu??? Tadi kau bilang kau menyuruh orang untuk mencari tahu???" Tanya Ethan.
Leona menggelengkan kepala. "Belum ada informasi apapun, itulah kenapa aku semakin khawatir." Leona menatap Ethan, dia tampak memikirkan sesuatu. Tiba-tiba dia tersenyum. "Kau mau tidak membantuku???"
Ethan mengernyit. "Membantu apa????" Tanya Ethan.
"Kau mengobrol lah dengan Papa, terus pancing dia agar bisa bercerita tentang masalahnya jadi nanti kau beritahu aku."
"Pancing bercerita tentang masalahnya??? Bagaimana caranya??? Kau ini ada-ada saja.. "
"Kau kan sudah akrab dengan Papa, ajak mengobrol saja seperti sebelumnya, ya mungkin Papa keceplosan atau kau bisa memancingnya dengan menanyakan apakah Papa dalam keadaan baik-baik saja atau tidak siapa tahu dia mau bercerita.. Bantu aku ya??? Please????"
"Ah kau ini bagaimana??? Mana berani aku seperti itu pada tuan Haidee..."
Leona berdiri dan memeluk Ethan dari belakang. Dia menumpukan dagu nya di pundak Ethan. "Ayolah sayang??? Pleasee??? Bantu aku??? Mau ya???? Please please please...??"
Ethan menatap Leona. "Bagaimana caranya???" Tanya nya.
"Gampang, pokoknya kalau kau mau, aku bisa mengatur segala nya.."
"Iya deh...!!!"
Leona tersenyum lebar. "Nah gitu dong...!!" Leona mengecup pipi Ethan. "Terima kasih, aku mencintaimu.."
"Aku selalu saja kalah dan tidak bisa menolak keinginan mu.. Lalu apa yang akan kau lakukan agar aku bisa membantumu??? " Tanya Ethan lagi.
"Nanti saja aku memikirkannya... Sekarang kita santai dulu duduk disini.. " Leona melepaskan pelukannya pada Ethan dan duduk lagi di kursi.