
Malam harinya, Kaia akhirnya datang bersama dengan mantan asisten pribadi Tuan Haidee. Leona menyambut kedatangan mereka. Leona kemudian menyalami dan mempersilakan mantan asisten pribadi papa nya itu untuk duduk.
"Om apa kabar???" Tanya Leona.
"Om sangat baik. Bagaimana kabarmu???"
"Ya seperti ini lah Om.." Leona tersenyum.
Lelaki setengah baya itu pun tersenyum kepada Leona. "Om sudah mendengar semuanya tentang apa yang kau alami dan apa yang terjadi. Om juga tahu bahwa kau Kehilangan Kekasihmu, Om tahu segalanya meskipun Om tidak tinggal di sini lagi."
Leona tersenyum. "Kenapa Om langsung pergi begitu saja setelah Papa meninggal??? Padahal bisa saja Leona juga membutuhkan Om untuk beberapa hal, tetapi Om langsung menghilang begitu saja tidak lama setelah Papa meninggal padahal mungkin saja Leona juga masih ingin Om bekerja dengan Leona jika Om tidak bekerja dengan Papa lagi."
"Om memang harus pergi Na. Kau pasti tahu sendiri bagaimana Mamamu, Om hanya takut terjebak saja sehingga Om tidak bisa lagi menjaga amanat dari mendiang Papamu tetapi sebenarnya akhir-akhir ini Om menjadi memikirkan sesuatu tentangmu, tentang Tuan Haidee, juga tentang kekasih yang menjadi Bodyguard mu sehingga Om harus bertemu denganmu dan berbicara mengenai semua hal itu."
"Leona sudah melewati kesulitan setelah Papa meninggal, tetapi Leona punya kekuatan baru yang selalu mendukung Leona dan membuat Leona bisa melewati kesulitan itu yaitu adalah Ethan, kehadiran Ethan membuat Leona merasa lebih baik dan punya teman berbagi selain Kaia, tetapi lihatlah apa yang terjadi sekarang, Ethan memilih pergi untuk meninggalkan Leona dengan harapan Leona akan bahagia dan tidak kehilangan segalanya tetapi Ethan lupa bahwa aku sudah kehilangan semuanya dan tidak ada gunanya dia pergi meninggalkan Leona, karena dia hanya ditipu oleh Mama, dia hanya dipermainkan. Leona saat ini benar-benar merasa seperti tidak ada gunanya tanpa Ethan."
"Om juga tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana bisa Tuan Haidee membuat surat pembagian seperti itu atau bagaimana cara Mamamu untuk menjebaknya, tetapi Om merasa bahwa pasti telah terjadi sesuatu yang membuat Papamu mengambil keputusan untuk membantu perusahaan yang tidak adil seperti itu kepadamu. Ya mungkin kita semua memang harus mencari dan menemukan apa yang sebenarnya terjadi dibalik surat pembagian itu, tapi ya mungkin pasti akan sulit."
Leona menunduk dengan sedih. "Jujur Om, sebenarnya saya merasa sudah tidak peduli lagi dengan surat itu, pembagian itu atau bagaimana cara Mama melakukan hal itu. Leona sudah merelakan hal itu, kalaupun memang sebelumnya ada paksaan dari Mama kepada Papa ya sudahlah. Saat ini Leona hanya ingin mempertahankan apa yang Leona memiliki saja."
"Ya lebih baik untuk sementara kau menjalankan apa yang harus kau jalankan saja, jangan terlalu berambisi untuk mengambil alih lebih dulu karena Mamamu bisa menghalalkan segala cara untuk bisa menghalaumu atau kau tahu pasti bagaimana background Steven, ya lebih baik untuk sementara. Tenanglah dulu dan fokus dengan apa yang harus kau lakukan tetapi Leona sebenarnya Om juga sudah menahan ini cukup lama tetapi Om sudah terikat janji dengan Papamu untuk tidak mengatakan mengenai masalah ini. Entah kenapa Om merasa satu hal ini bisa menjadi sesuatu yang bisa kau gunakan sebagai senjata untuk membungkam Mamamu suatu saat nanti."
Leona mengangkat bahu dan menatap mantan asisten pribadi Papanya Itu dengan heran dan bingung. "Maksud Om apa??? Senjata bagaimana???" Tanya Leona.
"Sebelum Tuan Haidee meninggal, dia memintaku untuk mencari detektif swasta yang bisa membantunya untuk mengorek satu kejadian di masa lalu dan itu berhubungan dengan Nyonya Haidee."
Leona pun semakin penasaran. Begitu juga dengan Kaia tetapi mereka mencoba untuk mendengarkan perkataan dari mantan asisten pribadi Tuan Haidee itu sampai selesai.
"Om tidak tahu Apa hasil dari investigasi itu karena saat Om menerima berkasnya, Om tidak berani membukanya. Om hanya membawanya dan menyampaikannya kepada mendiang Papamu saja, jadi dulu pernah ada kejadian di masa lalu, entah kau ingat atau tidak tetapi saat itu kau masih kecil. Papamu bercerita kepada Om bahwa dulu Mamamu pernah melakukan sesuatu yang sangat fatal dan menghilangkan nyawa dua orang sekaligus."
"Menghilangkan nyawa??? Maksudnya apa???"
Asisten pribadi Tuan Haidee itu pun menceritakan mengenai kecelakaan itu kepada Leona, di mana saat itu Leona masih sangat kecil dan Mamanya mengemudikan mobil lalu karena kecepatannya terlalu tinggi Mama Leona tidak bisa mengendalikan mobil yang saat itu melaju sangat kencang di tengah hujan dan badai. Lalu dari arah berlawanan ada mobil lain dan karena terkejut mobil itu pun membanting stir hingga menabrak sebuah pohon dan terguling. Di dalam mobil itu ada sebuah keluarga, di mana ada seorang laki-laki dan perempuan bersama dengan anak mereka tetapi laki-laki dan perempuan itu meninggal seketika, hanya meninggalkan anak kecil yang menangis di dalam mobil. Saat itu Nyonya Hadiee smpat turun dari mobil tetapi memiliki ketakutan karena kedua orang yang ada di bawah mobil itu sudah meninggal dan hanya ada anak kecil itu saja. lalu Nyonya Haidee memutuskan kabur agar dia tidak berurusan di dengan polisi dan juga Nyonya Haidee tidak mau dipenjara.
Sedangkan anak kecil di dalam mobil itu terus menangis meminta tolong tetapi Nyonya Haidee justru mengajak Tuan Haidee kabur meninggalkan anak kecil itu dan kecelakaan itu pun dinyatakan sebagai kecelakaan tunggal karena kan tidak ada bukti apapun dan tidak ada yang melihat sehingga sampai saat ini tidak ada yang tahu jika penyebab kecelakaan itu adalah karena kelalaian Nyonya Haidee.
"Dan selama bertahun-tahun hal itu tidak diketahui oleh siapapun, tetapi Tuan Haidee hidup dalam penyesalan dan juga ketakutan karena dia selalu dikejar oleh rasa bersalah, apalagi mengingat dan memikirkan anak laki-laki kecil yang ada di dalam mobil itu. Hal itu yang selalu mengusik Tuan Haidee setiap harinya, lalu beberapa bulan sebelum Papamu meninggal. Dia meminta Om untuk menghubungi detektif dan menyelidiki masalah itu lebih tepatnya menyelidiki tentang anak kecil itu, bagaimana kehidupannya sekarang dan lainnya serta mencari tahu apakah anak kecil itu masih hidup atau tidak."
"Lalu hasilnya apa Om???" Sela Leona dengan cepat.
"Om tidak tahu siapa Anak kecil itu dan bagaimana hasilnya, karena seperti yang tadi Om bilang bahwa Om tidak berani membuka berkas itu dan langsung memberikannya kepada Papamu setelah penyelidikan itu selesai. Om merasa bahwa Papamu sudah mengetahui segalanya, Papamu juga tidak cerita kepada Om detailnya seperti apa, dia hanya bercerita bahwa anak itu sampai saat ini masih hidup dan dia menghadapi masa kecil yang sangat sulit karena tidak lagi memiliki keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal. Ya hanya itu saja yang Papa mu ceritakan, siapa dan di mana anak kecil itu sekarang berada, Om tidak tahu sama sekali."
Leona dan Kaia saling melempar pandangan . "Apa Om tahu di mana detektif itu sekarang??? Apa mungkin saya bisa mencari tahu hasil dari laporan itu ya???? Seperti yang Om bilang tadi, mungkin masalah ini bisa aku jadikan sebagai senjata untuk melawan Mama????"
Leona mendengus kesal sekali, ada rahasia sebesar itu yang disimpan oleh kedua orang tuanya dan Papanya juga ternyata tidak memberitahunya tentang masalah itu. Leona benar-benar tidak tahu sama sekali tentang kejadian kecelakaan itu, dia juga tidak ingat karena mungkin dia masih terlalu kecil dan belum mengerti apapun. "Lalu aku harus bagaimana Om??? Bagaimana bisa menggunakan itu untuk senjata ku melawan Mama???"
"Masalahnya semuanya ada di dalam berkas itu, ya mungkin saja Papamu juga sudah menghancurkannya atau bisa jadi Papamu masih menyimpannya, atau bisa jadi juga berkas itu ditemukan oleh Mamamu dan dimusnahkan karena Tuan Haidee pernah membahas itu dengan Mamamu dan bercerita kepadaku jika dia sudah memberitahu Mamamu mengenai anak itu, tapi aku rasa Papamu juga tidak memberitahu detail dalam artian nama anak itu siapa dan Tinggalnya di mana. Papa mu pun juga pasti akan menjaga informasi itu. Takutnya Mamamu akan melakukan sesuatu, tapi kita kan tidak tahu berkas itu ada di mana, kita juga sudah tidak bisa menanyai Tuan Haidee lagi."
"Ya tapi apa mungkin Om, aku bisa menyewa detektif lain untuk menyelidiki masalah ini lagi kalau memang aku tidak menemukan berkas itu???" Tanya Leona.
"Ya itu bisa saja, tetapi juga bisa jadi Mamamu sudah mengirim detektif lain juga untuk menyelidiki siapa anak itu karena kan dia pasti ingin merasa tetap aman. Bisa jadi dia juga ikut menyelidikinya tapi kita abaikan mengenai kecelakaan itu ada hal penting yang ingin Om tunjukan kepadamu,"
Leona mengernyit ia menoleh menatap Kaia kemudian beralih memandangi Mantan Asisten pribadi Papa nya lagi. "Apalagi Om???"
Mantan asisten pribadi Tuan Haidee itu pun mengeluarkan ponselnya, kemudian dia terdiam untuk mencari sesuatu di sana. Lalu memberikan ponselnya itu kepada Leona dan meminta Leona untuk melihatnya dengan teliti. Leona mengambilnya dan dia mencoba memandangi sebuah foto yang ada di ponsel itu tetapi Leona hanya melihat itu adalah Foto dari anak mantan asisten pribadi Papanya Itu. Leona mengenalnya.
"Itu Fizzy kan Om???" Tanya Leona. "Kenapa dengannya???"
"Iya. Itu memang foto Fizzy. Tapi kau bisa memperbesarnya dan melihat orang yang berada jauh di belakang Fizzy mungkin kau mengenalnya."
Ya, itu adalah foto dari Fizzy anak mantan asisten pribadi Tuan Haidee itu dan perempuan yang sebaya dengan Leona itu sedang berfoto di sebuah jalanan. Leona pun memperbesar layar ponsel itu dan mencoba mengenali orang yang ada tidak jauh dari Frizzy di mana saat Leona memperbesarnya Leona sangat terkejut sekali dengan apa yang dilihatnya. "Ethan...." Gumamnya.
Kaia yang ada di samping Leona pun langsung terlonjak dan dia melihat ke ponsel yang sedang dipegang oleh Leona.
"Ini Ethan, tidak salah lagi." Ucap Leona. "Ini Fizzy sedang ada di mana Om???" Tanyanya langsung, bersamaan dengan itu Kaia mengambil ponsel itu dan melihatnya. Kaia juga menyadari bahwa itu adalah Ethan.
"Fizzy ada di Washington DC untuk pekerjaannya, beberapa hari yang lalu dia mengirimkan fotonya itu kepada Om dan Om menyadari mengenai hal itu ketika melihat fotonya. Fizzy memang tidak tahu siapa dan itu foto itu diambil secara tidak sengaja saja karena Fizzy ingin menunjukkan kepada Om bahwa dia sudah ada di Washington DC. Itulah kenapa ketika Om melihat foto itu dan mendapati bahwa itu adalah Ethan, Om jadi teringat kepadamu bahwa kau telah kehilangan seseorang dan kau sibuk mencarinya selama ini, Om berpikir bahwa mungkin ini bisa membantumu untuk bertemu lagi dengannya, mengingat kau sangat mencintainya dan Om juga ingat cerita dari Papamu bahwa kau benar-benar jatuh cinta pada Ethan."
"Di Washington DC ya??? Oh astaga...!!!" Gumam Leona dan dia mengambil lagi ponsel dari tangan Kaia untuk memastikan lagi bahwa itu memang benar-benar Ethan. "Tetapi foto ini diambil di mana Om???"
"Foto itu diambil di sebuah jalanan, tetapi jika kau perhatikan Lebih detail lagi Ethan sedang mengambil sesuatu dan di sana ada logonya, yang pasti mungkin juga sudah kau tahu itu adalah logo dari sebuah brand pizza, itu artinya Dia mungkin bekerja sebagai seorang pengantar pizza di Washington DC."
Leona memeluk Kaia. "Kai, ini benar-benar Ethan, kita sudah menemukan keberadaannya, tolong Kai cepat kau kirim orang untuk ke sana dan kita harus benar-benar memastikan bahwa Ethan memang ada di sana maksudku kita pancing, kita hubungi restoran itu dan meminta dia mengantar pizza sehingga kita bisa tahu mungkin Ethan yang akan mengantarnya. Kau pasti mengerti maksudku kan???"
Kaia tersenyum dan melihat kebahagiaan di mata Leona. Sahabatnya itu sudah menemukan secerca harapan mengenai keberadaan Ethan. "Iya Na, aku sangat mengerti, aku akan mengirim orang ke sana kau tenang saja."
"Atur jadwalku untuk ke sana atau mungkin kita saja yang ke sana langsung dan memastikannya, besok kita harus ke sana. Aku tidak mau tahu, kita harus ke sana.."
"Iya iya aku mengerti, kau tenang dulu, setidaknya kita sudah mengetahui kalau Ethan ada di sana."
Leona tersenyum melihat lagi ke arah mantan asisten pribadi Papanya Itu dan Leona mengucapkan terima kasih atas informasi yang sudah diberikan kepadanya mengenai keberadaan Ethan. Leona benar-benar bahagia sekali dan dia tidak tahu harus mengatakan apalagi untuk mengungkapkan perasaan kebahagiaan yang saat ini. "Om Terima kasih ya Om sudah memberitahu Leona tentang hal ini. Leona sangat senang sekali. Leona akan langsung ke Washington DC dan bertemu dengan Ethan."
"Sama-sama, Om juga senang melihatmu bahagia seperti ini. Om sudah menganggapmu seperti putri Om sendiri sehingga selama ini. Ketika Om mendengar Betapa terpuruknya dirimu, Om juga merasa sedih. Om ingin membantu tetapi Om juga tidak tahu harus membantu dengan cara seperti apa, tetapi Tuhan sepertinya mendengar doamu dan mendengar keinginan Om untuk membantumu, sehingga tidak diduga kita bisa mendapatkan foto itu atau harus berhati-hati dan harus mengejar kebahagiaanmu dengan Ethan. Om tahu ke sangat mencintainya." Kemudian dia memberikan alamat tempat dimana foto itu di ambil. Dan memberitahu pada Leona jika Ethan mengantarkan pizza di daerah itu, artinya Ethan juga pasti berada di sekitarnya begitu juga restoran pizza itu.
Leona mengangguk dan dia tidak bisa menunggu besok, dia menginginkan pergi malam ini juga, karena Washington Dc juga sangat jauh sekali. Pergi malam ini besok pagi pasti akan sampai. Leona meminta Kaia untuk mengatur penerbangan malam ini juga juga meminta Kaia mengirim orang untuk menyelidiki lebih dulu tentang restoran pizza itu dan apakah ada pengantar pizza bernama Ethan. Sembari menunggu di siapkan, Leona mengajak Aspri Papa nya untuk makan malam bersama lebih dulu. Tadi dia sudah membeli makanan dan sudah dia siapkan juga. Leona sangat bahagia lagi karena akhirnya Tuhan mendengarkan doa nya selama ini agar dia bisa di pertemukan dengan Ethan.