
Beberapa hari kemudian.......
Leona kembali di sibukkan dengan pekerjaan kantornya.Semua berjalan seperti biasanya. Berkas menumpuk menunggu di tanda tangani hingga di cek ulang oleh Leona untuk kemudian di revisi dan di tanda tangani. Dan begitulah yang harus Leona tangani setiap harinya jika dia tidak ada janji bertemu dan meeting dengan klien.
"Ya Kai???" Jawab Leona ketika Kaia menghubunginya.
"Ada Pak Steven dari SCE Corp. Dia meminta menemui mu, aku sudah bilang bahwa seharusnya dia mengatur janji lebih dulu tapi dia tetap memaksa untuk.menemui mu, bagaimana??? Kau ini ingin menemui nya atau tidak??" Tanya Kaia.
"Oh shiiittt.....!!!" Leona mengumpat pelan. "Oke, baiklah suruh dia masuk.." Leona mendengus kesal mengetahui siapa yang datang menemui nya. Leona sangat tidak suka dengan kedatangan orang itu. Cara bisnis nya sangat buruk hingga membuat Leona enggan untuk bekerja sama. Dan semua ini adalah akibat kegilaan dari Mama nya.
Tak lama pintu ruangan Leona di buka dari luar. Kaia mempersilahkan Steven untuk masuk. Leona hanya memandang datar lelaki itu. "Duduklah..!!" perintah Leona dengan ketus. Kedatangan Steven sangat membuat Leona merasa tidak nyaman. Apalagi tatapan genit nya kepada setiap perempuan yang di lihat nya, membuat Leona sangat tidak suka.
"Hai miss Leona... Selamat siang???" Sapa Steven sambil melempar senyum nakal sekaligus mengedipkan matanya pada Leona. Bagi Leona, ini Sangat tidak sopan, seorang tamu bersikap seperti itu kepada tuan Leona, apalagi di dalam area kerja seperti ini. Steven mengulurkan tangan untuk menyalami Leona, tetapi perempuan itu mengabaikan nya. Membuat Steven akhirnya menarik lagi tangannya.
"Ada perlu apa anda kesini??? Seharusnya anda tahu bahwa setiap perusahaan memiliki peraturan, dan peraturan disini adalah siapapun yang ingin bertemu saya harus membuat janji terlebih dulu, dan tidak memaksakan kehendak nya secara tidak sopan.." Ucap Leona sembari menahan emosi nya.
Steven melempar senyum nya. "Aku datang karena perintah Nyonya Haidee, jadi aku pikir aku tidak perlu mengatur janji untuk bertemu denganmu.. Ini hal sepele kenapa kau mempermasalahkan nya secara berlebihan.. Jangan galak, karena semakin kau galak kau terlihat semakin cantik.."
"Bersikaplah lebih sopan, dan tahu tempat.." Geram Leona. "Ada perlu apa kau kesini??" Tanya Leona ketus.
Steven terkekeh. "Oke sorry sorry... Ah ini, aku ingin menanyakan perihal kerjasama perusahaan kita, kau menolaknya kemarin, Kenapa???? Bukankah jika kerjasama ini terjalin akan semakin baik, dan juga bisa membuat kita untung besar, dan akj amin nilai saham perusahaan kita juga akan berdampak besar.. Kau menolak hanya karena hal sepele, seharusnya kau bisa diskusikan lagi denganku, aku bisa merevisi nya..."
"Tidak perlu sama sekali ada revisi, aku sudah membaca nya dan aku tidak tertarik, sangat sederhana sekali. Jadi tanpa perlu di revisi ya aku tetap menolaknya, aku tidak tertarik sama sekali."
"Tapi tentu kau tidak bisa bersikap seperti itu, aku sudah ada perjanjian dengan nyonya Haidee bahwa perusahaan kita akan bekerja sama, dan bukankah kita berdua juga bisa berkencan.. Iya kan??"
"Mama bukan bagian dari Haidee Enterprise, dia tidak menjabat apapun disini, jadi dia sama sekali tidak ada hak untuk mencampuri urusan perusahaan, keputisan semua ada padaku, tidak ada sangkut pautnya dengan Mama, itu yang perlu anda garis bawahi.."
"Nyonya Haidee meminta kita berkencan."
"Bukan aku kaan yang meminta nya??? Tapi Mama, jadi kalau kau mau berkencan saja dengan dia.. Aku sama sekali tidak tertarik berkencan dengan siapapun saat ini. Dan aku rasa pembicaraan mengenai kerja sama sudah selesai, dan aku sangat sibuk sekali, kau bisa melihatnya, jadi mohon maaf, bisakah kau meninggalkan ruang kerja ku??? Aku butuh konsentrasi dengan pekerjaan ini, silakan..!!"
Steven memundurkan kursi dan pergi dari ruangan Leona dalam keadaan menahan amarah atas penolakan Leona kepada nya. Steven tidak akan melupakandan memaafkan sikap Leona hari ini kepada nya.
Steven pergi dengan meninggalkan pintu berdebam membuat Leona sedikit terkejut. Begitu juga dengan Kaia yang duduk di kursi nya bersama temannya, ikut merasa kaget juga.
Setelah Steven pergi, Kaia pun meninggalkan meja kerja nya dan masuk ke ruangan Leona untuk memastikan keadaan sahabatnya di dalam. Kaia cukup khawatir, mengingat tabiat keras dari Steven selama ini.
"Kau tidak apa-apa??" Tanya Kaia.
Leona tersenyum. "Tidak kenapa-kenapa, jadi kenapa kau malah terlihat khawatir sekali??" Tanya Leona.
"Aku khawatir sekali dia akan melakukan sesuatu padamu.."
Leona tersenyum miring. "Dia tidak akan berani melakukan apapun padaku..
"Ah lupakan si brengsek gila itu, oh iya kau pasti belum membaca ponselmu ya? Tuan Haidee mengirim pesan padamu, dan karena kau belum membaca nya dia mengirimiku pesan jika dia ingin ke apartemen mu malam ini."
"Papa ingin datang??" TanyA Leona.
"Iya,meminta k menyiapkann makan malam, dia ingin masakan buatanmu.." Jawab Kaia.
Leona tersenyum. "Baiklah kita nanti ke supermarket setelah jam pulang, aku akan membuat masakan kesukaan Papa.. Oh iya bagaimana??? Masih belum dapat info apapun ya mengenai permasalahan yang Papa miliki akhir-akhir ini??" Tanya Leona.
Kaia menggeleng. "Tidak ada yang tahu, tetapi entah kenapa aku merasa asisten pribadi tuan Haidee mengetahui masalahny a, tapi dia sepertinya memilih bungkam dan menyimpan nya sendiri bersama tuan Haidee... Kau seharusnya mencoba bertanya padanya sendiri, dia akrab denganmu, apa iya dia tidak memberitahu mu???"
"Hadeeuuuhh Kai Kai... Apa kau pikir akan semudah itu??? Tidak sama sekali, dia pasti akan bungkam jika Papa sendiri yang meminta nya, dia sebelas-dua belas dengan mendiang ayahmu, mengetahui segala nya tetapi akan bungkam jika Tuan Haidee meminta mereka untuk diam saja... Percuma saja kan???"
"Ya kau benar.." Gumam Leona.
"Tetapi ngomong-ngomong bagaimana dengan rencanamu bersama Ethan, sejauh ini kalian belum melakukannya untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang di hadapi Tuan Haidee, kapan kian akan mengeksekusi nya bersama dengan Ethan Na??? Tanya Kaia.