
Naufal membawa Ethan naik ke kamarnya, Leona mengambil minuman di dapur dan menyusul suami nya.
Naufal menurunkan Ethan dan putranya itu langsung mengajaknya bermain. Naufal melepaskan jas nya dan melepaskan kancing lengan kemeja nya, mengendorkan dasi nya dan melepaskan sepatu nya kemudian duduk di karpet bulu yang ada di lantai dan menemani Ethan bermain.
"Ini minumnya." Leona menyodorkan segelas air putih kepada suaminya.
Naufal tersenyum. "Terima kasih istriku sayang."
"Sama-sama..." Leona ikut duduk di sebelah suami nya.
"Sayang, ada sesuatu yang harus aku sampaikan padamu." Ucap Naufal.
"Sesuatu??? Tentang apa???"
"Aku tadi mendapat kabar kalau Mama mu sudah keluar dari penjara. Apa kau sudah mengetahui nya???" Tanya Naufal.
Leona menggelengkan kepala nya. "Aku tidak tahu. Kapan memangnya???"
"Katanya sih sudah kemarin lusa."
"Lalu???" Tanya Leona lagi.
"Tidak tahu, aku hanya mendengar itu saja kalau dia sudah keluar. Apa kau nanti tidak ingin menemui nya saat kita ke Seattle untuk menghadiri pernikahan Kaia??? Kalau kau mau, aku tentu dengan senang hati akan menemanimu dan mengantarmu."
Hening.
Leona diam memandang wajah suaminya yang juga memandangi nya. "Menurutmu apa manfaatnya jika aku harus menemui nya???" Tanya Leona.
"Tentu saja ada beberapa hal yang bisa kau lakukan, manfaatnya adalah untuk kebaikanmu sendiri, mungkin Nyonya Haidee sudah menyadari semua kesalahannya dan kalian bisa berbaikan." Gumam Naufal.
"Aku tidak yakin Mama bisa berubah. Dan aku sama sekali tidak berniat untuk menemui nya, kita pergi ke Seattle hanya untuk menghadiri pernikahan Kaia dan James sekaligus mengunjungi Makam Papa, ke Fine line, dan ke Portland. Hanya itu saja jadwal kita kesana, tidak ada jadwal untuk menemui Mama. Aku juga sudah tidak ingin berurusan dengannya, setiap mengingat apa yang sudah dia lakukan padaku dan juga pada hubungan kita dulu saja sudah membuatku muak, apalagi yang terakhir itu, ketika di depan matanya dia melihatku di siksa dan tidak ada perasaan kasihan terhadapku, seharusnya seorang ibu tidak akan nisa membuat atau melihat anaknya menderita, tetapi Mama melakukannya. Itu sangat buruk sekali. Tidak bisa aku menerima nya sampai saat ini. Lagipula aku sudah bahagia dengan.kehidupan kota sekarang, aku bisa bersamamu dan juga Ethan dan keluargamu, itu adalah hal yang selalu aku syukuri sampai saat ini." Ujar Leona.
Naufal hanya bisa diam. Dia memahami trauma yang di alami oleh Leona sebelumnya. Memang bukan hal yang mudah untuk Leona bisa dalam keadaan seperti saat ini. "Ya sudah kalau memang seperti itu." Gumam Naufal. Dia juga tidak bisa memaksa Leona untuk bisa bertemu dengan Nyonya Haidee. Tidak ada yang bisa merasakan kesakitan seperti yang di alami Leona. Luka dan kesakitan itu sangat berbekas di hati Leona. Meskipun jauh di lubuk hati Naufal, dia ingin melihat istrinya bisa memaafkan Nyonya Haidee, atau jika seandainya Nyonya Haidee sekarang sudah menyadari kesalahannya bisa memiliki niat untuk menemui Leona dan meminta maaf atas semua kesalahannya yang dulu dia lakukan. Lalu ibu dan anak itu bisa memperbaiki hubungan mereka yang sebelumnya sudah hancur.
Malam harinya...
Leona keluar dari kamar Ethan. Bocah itu sudah tidur dengan lelap sekali sekarang di kamarnya. Setelah memastikan bahwa anaknya sudah tidur Leona meninggalkannya. Leona melihat suaminya sedang sibuk di meja kerja nya. Leona menghampiri nya dan memeluknya dari belakang. Naufal menoleh ke belakang dan mengecup bibir Leona. "Apa pangeran kita sudah tidur???" Tanya Naufal.
"Sudah, setelah menghabiskan tiga buku cerita, dia akhirnya mau tidur juga."
Naufal tersenyum. "Baguslah kalau dia sudah tidur, malau aku tidak sibuk sekali pasti aku yang akan menemani dan membacakan cerita untuknya."
"Suaraku tidak cocok menirukan suara pangeran dan raja, jadi aku rasa dia tidak puas jika aku yang membacakan dongeng untuknya." Gumam Leona.
Naufal menutup laptopnya dan beranjak dari kursi kerja nya lalu membawa Leona ke sofa. "Bagaimana kalau kita berdua malam ini membuat dongeng kita sendiri, aku pangerannya dan kau tuan putrinya, ah tidak-tidak, aku bukan pangeran tapi aku adalah pelayan yang di sukainoleh tuan putri kerajaan. Ahhhh bukan-bukan, aku bukan pelayan tetapi aku adalah prajurit yang tugasnya menjaga tuan putri, dan tuan putrinya diam-diam menaruh hati kepadaku, dan mencintaiku, tetapi tuan Ratu tidak merestui nya dan tuan putrinya kabur bersama ku. Aku rasa itu adalah dongeng paling bagus yang harus kita ceritakan pada Ethan."
Leona terkekeh. "Boleh juga kalau yang itu, tetapi kalau yang ini jangan di ceritakan ya????" Ucap Leona. Naufal bingung dan mengerutkan keningnya tetapi tiba-tiba saja Leona turun dari sofa dan berjongkok di lantai di depannya.
"Lakukan apapun yang kau mau.. " Ucap Naufal.
Mereka kemudian berakhir dengan percintaan yang begitu panas dan menggairahkan. Kehidupan pernikahan mereka begitu luar biasa dan setiap hari mereka melakukannya jika ada kesempatan. Leona sangat bersyukur memiliki Naufal yang selalu hisa memuaaskannya dan memberikannya pelayanan yang luar biasa nikmat hingga Leona tidak bisa menolak keinginan suami nya ui ntuk bercinnta.
****
Keesokan harinya, seperti biasa, setiap lagi semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. Ini weekend jadi Naufal, Vino, dan Arindah tidak pergi bekerja. Dan biasanya mereka akan menghabiskan waktu bersama di rumah dan bermain bersama dengan Ethan.
Bocah itu di gendong oleh Naufal dan di duduk kan di kursi khusus bayi. Leona menyiapkan makanan untuk putranya itu dan membiarkannya untuk makan sendiri. Setelahnya Leona duduk dan sarapan bersama.
"Naufal, Leona. Kalian tidak ada janji kan hari ini???" Tanya Arindah.
"Tidak Ma, kenapa???" Tanya balik Naufal.
"Besok adalah anniversary pernikahan kalian jadi kalian harus menikmati nya dengan baik, Mama sudah membooking kamar untuk kalian berdua, pergilah dan nikmati waktu berdua kalian, tinggalkan Ethan bersama kami, dan kami akan menjaga nya. Kalian have fun berdua, sudah lama kalian tidak berduaan." Arindah tersenyum.
"Mama, kenapa seperti itu??? Seharusnya tidak perlu." Sahut Leona.
"Tidak apa-apa, kalian harus menikmati perayaan anniversary pernikahan kalian dengan quality time berdua saja tanpa Ethan, kami akan mengurusnya di rumah. Sekali-kali kalian harus bisa berduaan. Dulu Mama dan Papa juga begitu, sebisa mungkin menyisihkan waktu berduaan dan menitipkan Naufal ke kakek neneknya, atau kadang menitipkannya pada Rana dan Vitto." Sela Vino. "Memiliki anak bukan berarti kalian harus melupakan waktu untuk berduaan, apalagi anak kalian sudah bisa bermain, kecuali kalau masih bayi, beda cerita lagi."
"Pokoknya serahkan Ethan pada kami, kalian enjoy saja. Berangkatlah nanti siang dan kembali besok siang, semua sudah Mama atur, tinggal check in saja." Arindah tersenyum
"Tapi????" Gumam Ethan
"Sudah, tidak ada tapi-tapian, pokoknya terima beres saja." Sela Vino dengan cepat. "Ethan sayang, nanti Ethan main dengan Papu dan Mamu ya???" Tanya Vino pada cucu nya yang sedang asyik makan roti dan meses kesukaannya. Ethan memanggil Vino dengan panggilan Papu, sedangkan memanggil Arindah dengan Mamu. Sebenarnya itu adalah panggilan yang di inginkan oleh Vino sendiri dan melatih Ethan untuk memanggilnya itu. Vino tidak mau terdengar tua jika harus di panggil Opa. Jadi Vino memilih panggilan kesayangan dari cucunya itu adalah Papu dan Mamu.
"Iya kak, kalian pergi saja berduaan, biar kami yang mengurus Ethan. Anggap saja honeymoon yang kesekian kalinya." Sela Vineet.
Leona dan Naufal saling melempar pandangan. Naufal kemudian menganggukkan kepala nya. "Iya deh
" Gumamnya kemudian.
"Nah gitu dong..." Vineet tersenyum.
"Baiklah setelah ini kalian siapkan barang kalian biar nanti siang tinggal berangkat." Ucap Arindah
"Tapi apa tidak apa-apa Ma, kami meninggalkan Ethan???" Tanya Leona.
"Tidak apa-apa sayang, Ethan akan tenang bersama kami. Kapan lagi kau bisa berduaan dengan suamimu tanpa Ethan. Mama dan Vineet akan mengatasi Ethan dengan baik. Kau pergilah dengan Naufal, nikmati waktu dengan baik, toh masih di Jakarta, tidak ke kota atau ke luar negeri kan???"
Leona tersenyum. "Baiklah.."
**
Leona dan Naufal keluar dari restoran. Mereka baru selesai makan malam berdua saja dan meninggalkan Ethan di rumah bersama dengan Arindah, Vino dan Vineet. Arindah menyuruh mereka untuk pergi makan malam berdua, karena sudah jarang sekali Leona dan Naufal bisa berduaan sejak Ethan lahir. Semua waktu kebanyakan mereka habiskan untuk Ethan. Sehingga sekali-kali mereka harus berduaan tanpa anak mereka.
Dan ini adalah hari jadi pernikahan mereka yang ke dua, sehingga Arindah dan vino sengaja memberikan hadiah menginap selama satu malam di hotel mewah untuk Leona dan Naufal, serta makan malam romantis yang bisa mereka berdua lakukan. Itulah kenapa mereka ada disini sekarang.
Naufal memeluk Leona dan memasuki lift menuju kamar mereka di kamar paling atas di hotel ini.
beberapa hari kemudian....
Kaia baru sampai di apartemennya, setelah seharian ini dia sibuk melakukan fitting gaun pengantinnya serta mengurus beberapa hal yang terkait dengan acara pernikahannya. Kesibukan di kantor dan mengurus beberapa pekerjaan lainnya serta persiapan pernikahannya membuat Kaia benar-benar sibuk sekali.
Kaia turun dari mobilnya dan hendak naik ke apartemen nya tetapi dia menoleh ke belakang ketika seseorang memanggil nama nya. "Kaia....!!!"
Kaia terkejut mendapati siapa yang memanggilnya. Dia terdiam ketika orang itu menghampiri nya. "Kai.." Panggil orang itu lagi.
"Nyonya Haidee??? Anda????"
Ternyata itu adalah Nyonya Haidee. Mamanya Leona. Perempuan itu terlihat kurus dan wajahnya sedikit lebih pucat. "Apa kabar Kai???" Tanya Nyonya Haidee. Dia menyalami Kaia.
Kaia masih terperangah tetapi kemudian tersadar dan menerima uluran tangan ibu dari sahabatnya itu. "Baik... Kenapa anda disini??? Dan darimana anda tahu apartemen saya???"
Nyonya Haidee tersenyum tipis. "Maaf Kai, kemarin aku sempat mengikutiku dari kantor, dan melihat kau masuk kesini, jadi aku memastikan mungkin ini adalah tempat tinggalmu."
"Ada perlu apa???" Tanya Kaia.
Nyonya Haidee menunduk dan kembali tersenyum, tetapi senyumnya seperti orang yang sedang menahan malu. "Apa kau tahu dimana Leona berada sekarang???? Aku ingin bertemu dengannya." Gumam Nyonya Haidee.
Kaia memandangi wanita setengah baya itu dalam diam. Nyonya Haidee sepertinya belum tahu jika saat ini Leona sudah tidak tinggal disini. Dan pasti juga tidak tahu jika Leona sudah menikah dengan Naufal. "Anda mengikuti saya dari kantor, itu artinya anda tahu bahwa saya kembali bekerja disana.???"
"Iya Kai, tetapi aku tidak melihat kau bersama Leona. Aku tahu kau sudah menjadi pimpinan disana, dan perusahaan itu sudah di ambil alih oleh perusahaan milik Ethan atau Naufal Prakarsa. Apa Leona kembali lagi dengan Ethan???? Dan jika boleh tahu dimana mereka tinggal sekarang??? Apa Leona ikut Ethan ke Indonesia????"
"Kenapa anda bertanya tentang Leona lagi???" Tanya Kaia.
"Aku ingin bertemu dengan Leona Kai, aku ingin meminta maaf kepadanya karena aku sudah banyak melakukan kesalahan dan melukai hatinya, jadi aku butuh bertemu dengannya, bisakah kau memberitahu ku dimana Leona.????" Tanya Nyonya Haidee.
Kaia hanya diam. Dia teringat bahwa Leona sampai saat ini masih belum bisa melupakan semua yang sudah di lakukan oleh Mama nya dan Kaia juga teringat bahwa Leona tidak mau lagi bertemu dengan Mama nya. Leona punya trauma sendiri dengan Nyonya Haidee. Leona telah menanggung beban begitu berat sebelumnya dan Leona ingin menikmati kesibukannya sebagai seorang istri dan seorang ibu dengan baik dan berbahagia bersama Naufal. Dan pernikahan Leona dan Naufal tidak banyak di ketahui oleh banyak orang disini, dan hanya beberapa orang saja yang tahu di lingkungan perusahaan.
Selain itu, Kaia juga tidak bisa memastikan apakah Nyonya Haidee saat ini sedang jujur menyesali perbuatannya atau ini adalah cara licik nya untuk bisa melakukan sesuatu lagi yang bisa membuatnya tertipu sehingga bisa di manfaatkan oleh Nyonya Haidee untuk menemukan Leona.Kaia harus bisa menjaga semuanya dengan baik.
"Maaf Nyonya Haidee, dimana keberadaan Leona sekarang saya tidak bisa memberitahu anda. Saya sudah berjanji pada Leona untuk menjaga privasi nya."
"Kai, aku mohon padamu Kai, beritahu dimana Leona berada, akh sangat ingin bertemu dengannya."
Kaia menggelengkan kepala nya. "Saya tidak bisa. Lebih baik anda fokus saja pada kehidupan anda sekarang, dan biarkan Leona berbahagia dengan kehidupannya sekarang. Apa yang sudah anda tinggalkan kepadanya begitu berbekas dan meninggalkan luka yang begitu dalam di hatinya, jadi lebih baik biarkan saja dia menjalani kehidupannya sekarang dan jangan di ganggu." Ucap Kaia.
"Apa dia kembali dengan Ethan atau Naufal itu???? Jika iya aku sangat bahagia sekali." Nyonya Haidee tersenyum.
Kaia menoleh, membuang muka dan kembali memandang ke arah Nyonya Haidee. "Apa anda senang karena Naufal ternyata adalah anak dari konglomerat terkenal dan dia jadi pewaris dari seluruh bisnis orang tua nya???" Tanya Kaia dengan jengkel. "Itu kan yang selama ini anda inginkan??? Leona bisa menjalin hubungan dengan laki-laki yang kaya raya seperti itu???? Tetapi anda menghardiknya ketika dia menjalin hubungan dengan pria biasa dan sederhana, seolah manusia hanya bisa di nilai dari harta, kekayaan dan nama besar. Tetapi anda lupa bahwa Tuhan itu mampu membolak-balikkan hati dan keadaan seseorang jika dia menginginkannya. Orang yang dulu anda hina dan rendahkan hingga nyawanya saja ingin anda ambil, sekarang dia memiliki kehidupan yang mentereng, bermartabat dan kaya raya, begitulah kehidupan manusia, ketika Tuhan sudah menggariskan bahwa keadaan mahluk nya ingin dia ubah, maka dia bisa melakukan apapun yang dia mau hanya dengan waktu satu detik saja, kehidupan manusia itu akan berubah sesuai yang dia mau. Itulah kuasanya yang tidak dapat kita elakkan. Lalu betapa terlihat begitu kecilnya kita di mata Tuhan. Kadang saya juga heran kenapa di dunia ini masih ada manusia yang sombong dan angkuh, merasa dirinya segalanya, padahal di atasnya Tuhan selalu mengawasi nya. Kehidupan Ethan berubah menjadi Naufal, dn dia bahkan bisa membeli perusahaan anda hanya dalam hitungan hari. Betapa luar biasanya laki-laki yang dulu anda hinakan itu. Betapa pentingnya kita harus belajar adab untuk menghargai orang lain." Ujar Kaia. "Naufal membuktikan bahwa kesabaran selalu berbuah manis, sejak awal aku sangat menghormatinya, meski dia pria biasa tetapi dia mampu membuat Leona bahagia itu adalah hal yang membuatku senang dengannya. Karena Leona berhak bahagia. Dengan siapapun Leona sekarang, entah dengan Naufal atau laki-laki lain, dia berhak bahagia. Dan aku tidak akan membiarkan dia menjadi robot yang harus menuruti keinginan orang yang tidak pernah mencintai nya. Jadi aku berharap anda tidak lagi perlu masuk dalam kehidupan Leona sekarang, biarkan dia bahagia dengan kehidupannya.. Permisi, saya lelah sekali dan ingin beristirahat." Kaia berbalik badan dan menaiki tangga lalu masuk ek apartemennya.
Nyonya Haidee mengejar Kaia dan terus meminta agar Kaia mau memberitahu keberadaan Leona. Tetapi Kaia tetap memilih bungkam dan tidak mengatakan apapun kepada Nyonya Haidee.
Nyonya Haidee duduk lemas di tangga. Semua sudah terlambat tidak ada lagi orang yang mempercayai nya saat ini. Sudah terlalu banyak kebohongan yang di lakukannya selama ini sehingga dia tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari siapapun
Ini adalah karma yang harus di terima nya. Atas segala perbuatannya yang sudah menyakiti begitu banyak orang terutama keluarga nya sendiri. Dia sudah kehilangan suami yang sangat di cintai nya, lalu kehilangan putrinya. Tidak ada yang bisa nyonya Haidee saat ini lakukan selain hanya meratapi kesalahannya. penyesalan memang selalu ada di akhir.
Beberapa hari kemudian.....
Leona dan keluarga Naufal sampai lagi di Seattle untuk menghadiri pernikahan Kaia. Dan pernikahan itu di lakukan di Fine line. Leona sengaja merekomendasikan tempat itu untuk di jadi kan Kaia sebagai tempat melakukan pesta pernikahannya. Tempat sudah di hias sedemikian rupa, bersama dengan altar pernikahan di tepi pantai yang sangat indah.
Kaia sangat cantik dengan gaun pernikahan berwarna putih nya sedangkan James tampak gagah dengan tuksedo hitam yang di kenakan nya. Mereka mengingat janji sehidup semati, dan akan saling menjaga satu sama lain. Pernikahan ini di gelar sederhana dengan hanya di hadiri keluarga dan kerabat dekat Kaia dan juga James saja. Karena Kaia ingin kesakralan pernikahannya adalah hal yang paling utama.
Leona menoleh dan melihat senyum mengembang di wajah Naufal yang ada di sebelahnya. Melihat suami nya juga sangat bahagia dengan pernikahan ini. Leona juga merasa terharu sekali karena akhirnya Kaia bisa menyusulnya dalam sebuah ikatan bernama pernikahan. Kaia sudah cukup lama berhubungan dengan James, sehingga mereka sudah saling mengenal dengan baik. Dan juga sangat cocok sekali.
Janji suci sudah di ucapkan, tampak James membuka veil yang menutupi wajah cantik Kaia. Senyum cantik Kaia menghiasi wajahnya. Dan kemudian James mendekatkan wajahnya ke wajah Kaia lalu mencium bibir Kaia. Sontak riuh terdengar tepuk tangan dari tamu yang hadir. Mereka turut berbahagia dengan kedua mempelai itu.
Acara kemudian di lanjutkan. Musik mulai terdengar, kedua mempelai itu mulai berdansa dengan iringan musik yang romantis. Ada yang sekedar mengabadikan moment itu, ada juga yang mengikuti mereka berdansa. Hingga hampir semua yang datang dengan pasangan mereka juga berdansa bersama, yang lainnya menikmati berbagai minuman yang tersedia.
"Kau tidak mau berdansa denganku???" Tanya Naufal pada Leona yang ada di sebelahnya sedang menikmati champagne.
Leona memutar pl andnagannya dan tersenyum. "Kalau kita berdansa siapa yang akan menjaga jagoan cilik kita????"
"Aku dan kak Sanne yang akan menjaga nya. Tenang saja." Sahut Vineet dari belakang.
"Kan???? Sudah ada baby sitter gratis yang dengan keikhlasannya mau menjaga jagoan kecil kita."
"Enak saja Gratis, kakak harus membayarnya dengan ponsel baru, kemarin baru saja ada ponsel baru yang rilis, jadi kakak harus membelikan kami ponsel itu??? Bagaimana??? Setuju???"
"Kenapa jadi memalakku???"
"Yah, bukan memalak, aku hanya meminta saja, selama ini kami sering menemani Ethan bermain, ya wajib di beri bonus dong???"
"Iya deh...." Gumam Naufal. Leona hanya terkekeh kemudian meletakkan gelas yang di pegangnya dan berdansa dengan Naufal bersama dengan yang lain. Sedangkan Vineet menggendong keponakannya dan membawa Ethan pergi ke pantai bersama dengan Sanne.
Leona menyandarkan kepala nya di pundak Naufal. "Terima kasih... Kau selalu membuatku bahagia."
"Itu sudah kewajiban suami, aku senang kalau kau bahagia."
"Melihat Kaia bersama James aku juga sangat bahagia, mereka begitu cocok dan melengkapi satu sama lain, seperti kita."
"Semoga mereka juga selalu bahagia."
"Ya, bahagia dan memiliki anak yang menggemaskan seperti Ethan."
"Semoga saja..."
Setelah selesai berdansa. Leona dan Naufal memberi ucapan kepada Kaia. Leona memeluk sahabatnya dan memberikan beberapa doa untuk kebahagiaan sahabatnya itu. Leona sangat bahagia sekali dengan pernikahan ini. Dan dia ingin Kaia bisa menjalani harinya dengan penuh cinta bersama James. "Aku bahagia sekali.. Ahhh kau sudah menikah dan kita sama-sama menjadi istri sekarang.
Selamat untukmu ya Kai???"
Leona terkekeh. "Berarti bagus dong, kami menginspirasi kalian."
Kaia tersenyum. "Itu memang benar sekali."
Leona menyalami James. "Selamat ya James, terima kasih kau sudabenjadikan saudaraku ini sebagai wania yang paling bahagia, berbahagialah kalian berdua ya???"
"Terima kasih Na, maaf ya saat kau menikah aku tidak bisa datang."
"Ah tidak apa, aku sudah menerima hadiah darimu, pokoknya sekarang kau dan Kaia harus berbahagia."
James tersenyum. "Melihat Ethan, aku sudah bicara pada Kaia bahwa kami tidak ingin menunda nya, aku ingin membuat Kaia cepat hamil sehingga Ethan nanti bisa bermain dan bersahabat dengan anak kami berdua."
"Oh wow, itu sangat bagus sekali. Memiliki bayi tidak se mengerikan itu, justru kehidupan rumah tangga akan semakin berwarna. Jika itu hal baik kenapa harus di tunda. Iya ka??" Tanya Naufal.
"Benar sekali.." Sahut Leona. Mereka kemudian berbincang dan tertawa ketika membahas satu hal. Hingga kemudian Naufal dan James meninggalkan Leona dan Kaia.
"Na????" Kaia meraih jemari Leona dan memandangi wajah sahabatnya itu.
"Kenapa Kai???" Tanya Leona.
"Aku lupa memberitahumu sesuatu, karena kemarin aku sibuk sekali."
"Tentang apa???"
"Nyonya Haidee menemui ku, dan dia bertanya tentang dirimu."
"Apa????? Mama menemui mu???"
Kaia menganggukkan kepala nya. "Iya, dia datang padaku, menanyakan keberadaanmu dan kabarmu."
"Apa kau memberitahu nya???"
Kaia menggelengkan kepala nya. "Tidak, tentu saja aku tidak melakukannya, aku sudah berjanji padamu untuk menjaga keberadaanmu. Dia ingin menemui dan meminta maaf padamu, dia bilang dia menyesal sekali."
"Lalu????" Tanya Leona lagi.
"Ya, begitulah..... Aku juga tidak bisa memastikan apakah dia memang benar-benar menyesal atau itu hanya ke pura-puraannya seperti sebelumnya."
"Baguslah kalau kau tidak memberitahu mengenai keberadaanku. Aku tidak mau Mama menghancurkan lagi kebahagiaanku dengan Naufal sekarang. Aku tidak mau apa yang dulu terjadi kembali terjadi."
"Aku mengerti sekali. eh itu ada Naufal." Kaia memegang lengan Leona dan pembicaraan mereka pun berakhir ketika Naufal menghampiri kedua nya.
Sampai kemudian acara pun selesai. Semua orang mulai meninggalkan fine line sati persatu. Leona dan Naufal juga berpamitan pada Kaia dan James. Kedua mempelai itu harus menikmati masa pengantinnya dengan indah di tempat yang juga sangat indah ini. Leona memeluk Kaia dan sekali lagi mengucapkan selamat. Setelah ini Leona akan kembali ke hotel dan beristirahat.
Setelah itu Leona dan Naufal yang menggendong Ethan pun pergi meninggalkan Fine Line. Mereka berjalan menuju tempat mobil berada yang terletak beberapa meter dari Fine line. Ethan sudah tidur di pundak Naufal. sepertinya dia kelelahan dan juga waktu disini berbeda dengan di Indonesia sehingga jam tidurnya juga berbeda. Ethan lelah bermain di pantai bersama tante nya, berlarian sehingga wajar jika dia lelalh dan langsung tidur.
"Leona....!!!" Panggil seseorang dari belakang.
Panggilan itu membuat Leona dan Naufal sama-sama terkejut sekali. Ini sudah gelap dan mereka ada di dalam hutan, mengingat Fine line memang ada di hutan yang terletak di tepi pantai.
Leona dan Naufal berbalik badan dan melihat seseorang setengah berlari menghampiri mereka. Leona seperti tidak asing dengan suara itu, benar saja dugaannya bahwa itu adalah suara dari Nyonya Haidee.
"Leona...!!!" Nyonya Haidee berlari dan memeluk Leona. Untuk beberapa detik Leona terpaku.
"Mama, kau ada disini???" Tanya Leona.
"Iya, Mama menunggu acara selesai, Mama ingin bicara denganmu." Nyonya Haidee melirik ke arah Naufal yanga da di sebelah Leona. Dan Naufal sedang menggendong seorang anak kecil yang sedang tertidur. "Ethan, eh Naufal." Nyonya Haidee melempar senyumnya. "Siapa anak ini??? Apa ini adalah anak kalian???" Tanya Nyonya Haidee sembari memegang punggung bocah yang terlelap di gendongan Naufal itu.
"Sayang??? Aku lelah sekali, bisa kita ke hotel??? Mama dan Papa pasti sudah menunggu kita di mobil." Ucap Leona pada suaminya.
"Leona??? Mama minta maaf sayang??? Mama sudah melakukan begitu banyak kesalahan padamu, kau mau kan memaafkan Mama???? Tolong??? Mama sudah menyesali perbuatan Mama, Mama sudah mendapatkan karma atas perbuatan Mama, Mama sudah di hukum, jadi tolong Maafkan Mama, Mama menyesal sekali, Mama sudah tidak memiliki siapapun lagi selain dirimu. Tolong Leona????"
Leona menarik Naufal dan mengajaknsuamimya untuk pergi tetapi Nyonya Haidee menahan Leona dan menghalangi jalan Leona
Dia duduk bersimpuh di tanah dan memeluk kaki Leona. "Tolong Leona sayang??? Tolong maafkan Mama. Mama senang kau sudah hidup bahagia dengan Naufal dan kalian memilili anak. Mama memiliki cucu, Mama bahagia sekali untuk kalian. Tolong ya maafkan Mama dan beri Mama satu kesempatan lagi, Mama menyesal sekali. Mama harap kau mau memaafkan Mama."
"Leona dan Naufal lama sekali ya???" Gumam Arindah di dalam.mobil.
"Aku akan memanggil mereka." Vineet hendak keluar tetapi Vino menahannya, ini malam dan gelap. Akhirnya Vino sendiri yang turun dari mobil dan akan menyusul Naufal serta Leona.
"Mama, jangan menghalangi ku, aku lelah dan ingin istirahat, bisakah Mama pergi??? Anakku sudah tidur, dan ini dingin, aku tidak mau dia sakit."
"Leona??? Tolong sayang???? Tolong maafkan Mama.."
"Kalian kenapa masih disini, ayo ke hotel." Vino tiba-tiba muncul membuat Naufal dan Leona mengarahkan pandangannya. Begitu juga Nyonya Haidee yang langsung berbalik badan dan.mendapati Vino. Pria itu, pria yang sudah membeli perusahaan nya yang juga adalah Papa Naufal, dan juga orang yang sudah menyeretnya ke penjara, membuka lagi kasus kecelakaan yang menewaaskan orang tua angkat Naufal. "Kau???? Kenapa kau disini??? Dan apa hukumanmu sudah berakhir???" Tanya Vino.
"Tuan Vino.." Ucap Nyonya Haidee. "Aku sudah memahami hukuman ku, dan aku sudah bebas, aku datang untuk bertemu dengan Leona dan Naufal, aku ingin meminta maaf kepada mereka atas semua yang sudah aku lakukan, aku sangat menyesal sekali dan aku sudah mendapatkan hukuman atas segala perbuatanku. Aku hanya ingin minta maaf pada Leona itu saja."
"Ethan sudah kedinginan, kita harus segera membawa nya pergi dari sini." Ucap Leona kemudian dia mengajak Naufal pergi. "Papa, aku tidak mau Ethan sakit, bisa kita ke hotel sekarang???"
Vino menganggukkan kepala nya. Mereka pun lalu meninggalkan Nyonya Haidee. Dan mengabaikan teriakan wanita itu. Lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan fine line.
Sebenarnya Nyonya Haidee tahu mengenai pernikahan Kaia, dan dia juga tahu pernikahan itu akan di lakukan disini. Serta yakin Leona pasti akan datang, itulah kenapa dia diam-diam mengawasi acara itu dan benar saja dia melihat Leona datang bersama Naufal dan Keluarganya. Tetapi dia tidak tahu jika anak kecil itu adalah anak Leona karena selama acara berlangsung, anak kecil itu di gendong oleh seorang perempuan yang bukan Leona. Tidak menyangka jika itu adalah anak Leona dan Naufal.
Setelah acara selesai, dia kemudian menunggu Leona dan Naufal pergi dari tempat itu untuk mengajak mereka berbicara. Dan dia berhasil menghentikan Leona dan Naufal, sayangnya Outrinyabitu tidak mau memberinya maaf dan meninggalkannya, mengabaikan penyesalan nya dan juga permintaan maaf nya. Leona sangatarah kepadanya.
Nyonya Haidee merasa bingung sekali karena dia berharap Leona mau memaafkannya agar dia bisa lepas dari rasa bersalahnya selama ini.
Mereka masuk ke mobil dan mobil.meninggalkan Fine line untuk membawa mereka kembali ke hotel dan beristirahat. Di dalam mobil hening. Leona todak bicara, begitu juga Vino dan Naufal. Hal itu membuat Arindah dan Vineet bingung. Biasanya mereka akan berbicara atau membahas sesuatu tetapi suasana kali ini tampak berbeda.
"Kalian kenapa??? Kok diam???" Akhirnya Arindah memulai pembicaraan. "Apa semuanya baik-baik saja???? Wajah kalian tegang sekali???"
"Leona, aku bisa melihat penyesalan di mata Mama, kenapa kau tidak.mencoba mendinginkan hatimu dan memberikan maaf untuknya.???" Gumam Ethan. "Dia sangat menyesali apa yang terjadi dan sudah di hukum.atas perbuatannya, lalu kenapa kita tidak mencoba memaafkan nya.???"
"Itu hanya sandiwaranya saja, dia bisa memanfaatkan segala situasi, jika kita memberi nya hati dia akan meminta jantung dan paru-paru kita, aku sudah sangat mengenalnya. Dia hanya meminta belas kasihan sana kepada kita. Lalu akan menghancurkan kita lagi. Sudah cukup, aku tidak mau hal yang seperti dulu terulang lagi."
"Tetapi Mama sudah di hukum.atas perbuatannya, dia menyesalinya itu bisa terlihat sangat jelas sekali. Kau hanya tinggal memiliki satu orang tua saja, apa salahnya untuk memberinya kesempatan memperbaiki diri dan menebus kesalahannya????" Tanya Naufal.
"Aku kemarin sudah bilang padamu bahwa aku tidak mau berurusan dengan nya lagi, kenapa kau tidak mengerti????"
"Tapi faktanya Mama sangat sedih sekali dan menyesali perbuatannya. Kenapa kau tidak melihat semua itu??? Setidaknya jangan bersikap egois sayang???"
"Siapa yang egois??? Kau justru yang egois karena tidak menghargai keputusanku."
"Kenapa???? Ada apa sebenarnya??? Kenapa kalian malah bertengkar disini??? anak kalian sedang tidur itu." Protes Arindah pada menantu dan anaknya yang justru beradu argumen. Arindah juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Kenapa??? Mama siapa yang kalian maksud???"
"Mama nya Leona, tadi dia menemui mereka berdua untuk minta maaf." Sahut Vino. "Leona sepertinya tidak ingin berbicara dengannya. Sudah kalian berdua jangan beradu argumen disini, biarkan anak kalian tidur dengan nyenyak."
"Maaf Pa, maaf Ma." Gumam Leona. "Leona hanya tidak ingin lagi berurusan dengan Mama, dia tidak pernah bisa berubah dan pasti dia hanya ingin memanfaatkan keadaan untuk membuat kamu merasa iba dengannya. Aku sangat hafal dengan watak Mama. Dia memang seperti itu, jika ada celah pasti akan dia manfaatkan untuk keuntungannya." Ujar Leona
"Tapi Aku bisa melihat penyesalan dan kesedihan di matanya." Sahut Naufal. "Suaranya bergetar dan itu menunjukkan bahwa dia sangat menyesal dan butuh di maafkan oleh Leona. Akh hanya mengingatkan Leona agar dia bisa memaafkan Mamanya, apa salahnya memberi kesempatan.kepada seseorang yang pernah berbuat salah. Dia sudah di hukum dan itu cukup membuatnya untuk sadar."
"Kau tidak tahu bagaimana watak Mama..!!"
"Aku hanya tidak mau membuatmu menyesal karena tidak.memaafkan Mamamu, hanya dia hang tersisa saat ini, kau dulu selalu bilang bahwa kau tidak mau menjadi anak durhaka, lalu apa yang kau lakukan sekarang???? Dia menyesal sekali sayang, aku bisa melihatnya. Kenapa kau todak mengerti????"
"Naufal, sudah.. Berikan waktu untuk istrimu, dia butuh waktu dan menenangkan diri, jangan malah membuat situasi menjadi semakin panas. Kita bisa membahasnya nanti lagi. Sekarang biarkan Leona mengatur emosi nya." Ucap Arindah dan suasana hening lagi.
Sekitar setengah jam kemudian, sampailah mereka di hotel. Arindahenggendong Ethan dan meminta Naufal agar tidak mengganggu Leona. dia yang akan bicara dengan Leona mengenai masalah yang tadi dan meminta Naufal untuk ke kamar bersama Vino. Sementara itu Vineet akan ke kamarnya sendiri menyusul Sanne yang sudah sampai duluan tadi.
Sampai di kamar Leona, Arindah meletakkan Ethan di atas tempat tidur lalu menyelimuti nya dan menghampiri Leona yang sedang duduk di sofa. Arindah melihat jelas wajah murung Leona.
Arindah duduk di sebelahnya. "Apa kau baik-baik saja???" Tanya Arindah dengan suara melembut. "Kalau kau merasa tidak baik-baik saja, kaj boleh mengungkapkan semuanya kepada Mama. Mama tidak akan menghakimi mu, Mama akan jadi pendengar yang baik dan akan memberikan pandangan Mama jika itu di perlukan."
Leona melihat ketulusan di mata ibu mertua nya itu dan Leona langsung memeluk Arindah. Menangis untuk meluapkan segala kesedihannya. Leona menangis terisak di perlukan Arindah dan Arindah hanya mengusap punggungnya tanpa mengatakan apapun, membiarkan Leona meluapkan segala hal yang dia pendam selama ini.
Sampai beberapa saat kemudian, tangis Leona berhenti. Leona melepaskan pelukannya dan menatap Arindah yang tersenyum kepadanya. "Kau sudah lega???" Tanya Arindah.
Leona menganggukkan kepala nya. "Mama, apa kah menurut Mama apa yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan???" Tanya Leona.
Arindah menggelengkan kepala nya. "Kau sedang marah karena kejadian masalalu yang melukai hatimu, itu wajar sayang. Mama juga pernah seperti itu dulu saat Mama bermasalah dengan seseorang. Menolak untuk memaafkannya karena kesalahannya begitu besar dan melukai Mama. Wajar sekali, siapapun juga akan melakukan hal yang sama." Arindah tersenyum dan menyeka air mata Leona.
"Lalu apa yan Mama lakukan???"
"Menenangkan diri, dan mencoba mengingat kebaikan orang itu kepada kita. Mengingat kebaikannya bukan keburukannya, itulah yang Mama lakukan. Ya meskipun kebaikannya sedikit tetapi kita tidak boleh melupakannya dan hanya mengingat keburukannya saja. Karena itu yang mengakibatkan kita di penuhi dengan emosi meledak-ledak. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, baik yang besar ataupun kecil, tidak ada yang pernah luput dari satu hal itu, manusia tidak ada yang sempurna."
"Mama tidak menyalahkan mu akan suatu hal, kau tidak.mau memaafkan Mama mu adalah hak mu, tetapi coba kau ingat sesuatu yang baik tentangnya??? Kau seorang ibu juga kan??? Kau tahu betapa beratnya perjuangan mu melahirkan Ethan, dan kebaikan Mamamu adalah perjuangannya saat melahirkan mu dulu. Rasa sakitnya pasti lah sama. Maafkan kesalahannya karena dia sudah melahirkan mu, itu akan membuatmu merasa lebih baik, anggap itu sebagai balas budi terhadapnya yang sudah melahirkan mu, tanpa dia kau tidak akan ada disini. Benar kata suamimu, bahwa kau hanya tinggalemilikinya di dunia ini, tidak ada salahnya memaafkan nya. Kalau dia berniat membuat kesalahan lagi dengan menyakitimu atau suamimu, ada Mama disini dan Papa yang akan selalu berusaha melindungi kalian, lagipula kau akan tinggal di Indonesia dan Mama mu akan disini. Mama akan pastikan dia tidak bisa menyakiti keluarga kecilmu. Papa tidak akan.membiarkannya dan papa akan mengirim orang untuk .mengawasinya nanti, menghindari hal yang tidak di inginkan."
"Aku harus memaafkan nya????" Tanya Leona.
"Iya, memaafkan karena dia ibumu yang sudah melahirkan mu, itu alasan yang bagus untuk maaf kan nya jika kau tidak bisa melupakan semua kesalahannya yang sudah menyakitimu." Arindah tersenyum. "Tetapi jika kau tidak.mau, Mama jiga tidak.akan memaksamu. Keputusan ada di tanganmu." Arindah mengusap kepala Leona dengan lembut dan menatap menantunya dengan penuh cinta. Leona kemudian memeluk Arindah.
***
Keesokan harinya.
Saat sarapan di restoran yang ada di hotel, Leona mengajak naufal untuk menemui Mama nya. Leona akan ke rumah lama nya dimana rumah itu pasti saat ini di tempati oleh Mama nya. Karena rumah itu adalah peninggalan Papa nya. Naufal tersenyum dan merasa senang sekali karena Leona akhirnya terketuk hatinya untuk menemui Nyonya Haidee. Itu artinya Mama nya semalam bisa meluluhkan hati istrinya. Naufal berhutang budi pada Mama nya.
Setelah sarapan, mereka pun akan menuju ke rumah orang tua Leona.
Ponsel Leona berdering dan itu dari Kaia. Leona mengangkatnya. "Hallo Kai???? Pagi sekali pengantin baruu ini menghubungi ku???"
"Leona....!!! Aku sedang perjalanan menuju rumah sakit. Nyonya Haidee kecelakaan, tadi aku di hubungi oleh salah satu petugas dekorasi, memberitahu jika ada seseorang yang terkapar di pinggir jalan, dan itu sepertinya korban tabrak lari. Aku dan JAmes ke rumah sakit untuk memastikan apakah itu salah satu dari tamu ku kemarin, tetapi ternyata itu adalah Mama mu."
"Apa....???? Mama kecelakaan???" Seri Leona.
"Iya Na, kondisinya sepertinya kritis, dia banyak kehilangan darah."
"Oke aku akan segera kesana..." Leona beranjak dari kursi dan berlari keluar. Naufal dan yang lainnya ikut panik dan mengejar Leona.
"Sayang...!!" Panggil Naufal. "Kenapa??? Ada apa???"
"Mama kecelakaan, dia di rumah sakit."
"Oke oke kita kesana sekarang..."
"Kalian pergilah, biar aku yang mengurus Ethan." Sela Rana.
Leona, Naufal, Vino, Arindah dan Vitto pun langsung keluar dari hotel dan menuju rumah sakit. Di dalam mobil Leona terus menangis. Arindah mencoba menenangkan menantu nya itu.
Hingga kemudian sampailah mereka di rumah sakit. Leona dan yang lain bertemu Kaia dan James. Kaia pun sedikit menjelaskan kepada Leona. Dan ternyata Mama nya menjadi korban tabrak lari. Leona kemudian memiliki pemikiran mungkin semalam Mama nya meninggalkan Fine line, jalanan sepi dan gelap saat itulah seseorang menabraknya. Leona lemas, terduduk di lantai. dan Menangis. Merasa menyesal karena semalam mengabaikan Mamanya. Dan sekarang Mamanya sedang dalam kondisi kritis.
Dokter keluar dan menanyakan keberadaan keluarga pasien. Leona kemudian di minta masuk. Dengan dj temani Naufal, merwka pun masuk. Nyonya Haidee terbaring denga selang oksigen dan mencoba tersenyum pada Leona. Leona memeluk Mamanya dan meminta maaf karena sudah mengabaikannya semalam. "Leona menyesal Ma, maafkan Leona, seandainya Leona memberi Mama kesempatan semalam, ini pasti tidak akan terjadi, maafkan Leona Ma..." Leona terisak memeluk Nyonya Haidee.
"Mama yang minta maaf padamu dan juga Naufal, Mama telah melakukan kesalahan pada kalian. Kalian mau kan memaafkan Mama???" Suara Nyonya Haidee begitu lirih.
"Iya Ma, kewajiban anak adalah memaafkan orang tua nya. Leona memaafkan semuanya, Mama cepat sembuh ya??? Supaya Mama bisa menggendong Ethan, cucu Mama."
Nyonya Haidee tersenyum. "Nama nya Ethan???"
"Iya, nama nya Ethan, nama yang dulu di gunakan oleh naufal sebagai identitasnya. Mama cepat sembuh ya??? Ethan pasti senang di peluk oleh Mama." Sahut Naufal. "Kami sudah memaafkan semua nya."
"Ini sudah waktunya, Mama sudah bisa pergi dengan tenang karena kalian sudah memaafkan Mama. Mama ingin Ethan bisa mencium Mama nanti." Tiba-tiba napas nyonya Haidee tersenggal dan detik itu juga dia memejamkan matanya dan meninggalkan Leona untuk selama-lama nya.
"Mama.... ma....." Leona memeluk Mama nya tetapi sudah tidak ada detak jantung. Dan Naufal memejamkan matanya dengan pedih karena mertua nya sudah meninggalkannya dna juga Leona. Leona berteriak dan memanggil dokter untuk mencoba menyelamatkan Mama nya. Mereka keluar dari ruangan itu dan membiarkan dokter untuk melakukan pertolongan. Sayangnya tidak membuahkan hasil. Nyonya Haidee dinyatakan meninggal dunia. Kesedihan melanda Leona dan Naufal menguatkan istrinya. Setidaknya Leona sudah melakukan tugasnya sebagai seorang anak dengan baik, memaafkan segala kesalahan Mama nya adalah sesuatu yang luar biasa meski dulu pernah begitu tersakiti. Leona melepaskan semua kebencian dan kemarahannya pada Mama nya agar Mama nya pergi dengan tenang tanpa rasa bersalah.
★★★TAMAT★★★