My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Meminta Maaf Pada Gemma



Ethan menyelimuti Leona yang sedang tidur di kasurnya. Perempuan itu langsung berbaring dan tidur setelah menceritakan segala nya kepada Ethan. Leona sepertinya kelelahan dan belum sempat makan tetapi langsung tertidur begitu saja.


Sekali lagi Ethan di kejutkan dengan sisi lain Leona yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Ternyataeona memiliki kesedihan dan rahasia besar yang selalu menyiksa nya setiap hari. Leona harus bersikap biasa saja selama ini padahal hatinya menanggung luka yang luar biasa dan membohongi Papa nya. Tetapi Leona melakukan itu untuk kebaikan Papa nya dan dia tidak mau mengambil resiko besar. Leona sangat menyayangi Papa nya. Ethan sangat memahami semua itu.


Dibalik ketegaran dan sikap dinginnya, Leona tetap lah manusia biasa yang memiliki duka dan pertanggung jawabannya keputusan yang di ambilnya dan yang harus dia pikul sendirian. Leona ang malan dan tidak beruntung dalam hal hubungan keluarga. Padahal dia begitu sukses dan di kagumi oleh banyak orang karena kecerdasan nya mengelelola perusahaan besar.


Ethan lapar sekali dan dia mengambil satu lembar roti tawar dan memakannya. Dia tidak bisa tidur dengan kondisi perut kosong. Meskipun hanya satu lembar roti atau satu buah pisang itu cukup untuk mengisi perutnya.


Setelah selesai makan Ethan membuka lemari dan mengambil selimut. Ethan tidak mau mengganggu Leona, dan dia memilih berbaring di sofa saja. Baru saja hendak berbaring, ponselnya berbunyi. Ethan segera mengangkatnya karena itu panggilan dari Kaia.


"Selama malam Nona Kaia???" Sapa Ethan.


"Selamat malam... Ethan, aku sekarang ada di apartemen Leona dan dia tidak ada, yang lain bilang jika kau pergi dengannya??? Dimana Leona?? Apa dia baik-baik saja??? Aku sudah mendengar apa yang tadi terjadi di rumah orang tua nya.. "


"Ya nona Kaia, Nona Leona ada bersama saya, sekarang sedang tidur di apartemen saya.. Tadi dia meminta agar saya meninggalkannya di jalan tetapi saya tidak bisa begitu saja meninggalkan nya dalam kondisi seperti itu, karena sepanjang perjalanan terus menangis. Saya terus mengajaknya berkeliling dan saya memutuskan untuk mengajak ke apartemen saya sebentar. Dan tadi dia kembali menangis menceritakan masalahnya lalu tertidur."


Kaia menghela napasnya panjang. "Ah syukurlah.... Tetapi kenapa kau tidak menghubungilu danembawa nya ke apartemen ku???" Tanya Kaia.


"Saya sudah berniat melakukan itu tetapi nona Leona melarang saya dan tidak mau mengganggu anda, karena anda harus bersiap besok untuk pergi liburan... Jadi saya tidak melakukannya."


"Aku panik sekali dan Leona juga tidak menjawab panggilan ku..."


"Mungkin ponselnya tertinggal di dalam mobil.."


"Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya tetapi jika aku membatalkan keberangkatan ku ke Hawaii Leona akan marah sekali, aku harus tetap pergi agar dia merasa senang dan di hargai... Aku akan ke apartemenku dan mengantarkan pakaian untuk Leona, dia besok harus ke kantor kan???? Nanti aku akan menghubungimu jika sudah sampai, tolong jaga Leona dengan baik, jangan biarkan dia pergi sendiri.. " Ujar Kaia.


"Baik Nona Kaia, saya akan menunggu anda.. "


"Oke sudah dulu, aku akan mengambilkan pakaian Leona dulu.. " Kaia kemudian menutup panggilannya dan menuju kamar Leona. Kaia sangat khawatir sekali dengan Leona dan inginembatalkan perjalanannya besok tetapi dia sangat tahu bagaimana sikap Leona. Sahabatnya itu pasti akan marah jika keinginannya tidak di turuti, karena Leona sudah memberinya waktu untuk berlibur dan itu harus dilakukan.


Kejadian seperti ini sebenarnya sering sekali terjadi. Ketika Leona harus membantah setiap perkataan Mama nya ataupun saat Mama nya merasa tersinggung, maka tamparan keras akan menghampiri Leona. Dan saat itu Leona akan merasa hancur sekali. Bagi Kaia, Leona adalah sosok perempuan yang kuat. Serta begitu menyayangi Papa nya. Leona sangat berharap Papa nya bisa segera sembuh an pulih sehingga dia bisa bekerja sama dengan Papa nya mengurus perusahaan. Leona menyimpan semua rahasia besar Mama nya, karena dia takut hal itu bisa mempengaruhi kesehatan Papa nya, apalagi Tuan Haidee juga memiliki riwayat penyakit jantung, yang semakin membuat Leona takut dan khawatir.


***


Lelaki itu menganggukkan kepala nya. "Baik Nona Kaia..."


Kaia tersenyum. "Leona sangat mempercayaimu jadi aku harap apapun yang di katakan oleh Leona bisa kau jaga dengan baik, jangan sampai kita mengecewakannya.. Dia adalah orang yang baik sekali, aku pikir kau juga menyadari nya.. "


"Saya sangat menyadari nya, dan saya akan menjaga nya dengan baik selama anda pergi.. "


"Baiklah kalau begitu, aku harus pulang, besok jangan gunakan mobil ini lagi, ganti dengan mobil yang kau dan Leona bawa ke fine line, Leona butuh beberapa hari untuk membuat moodnya baik setelah apa yang terjadi.. Aku pulang, Terima kasih kah sudah membantu Leona.. " Kaia pun berbalik badan dan masuk mobilnya meninggalkan Ethan.


Ethan kembali lagi ke apartemennya. Ini sudah larut dan dia juga sudah mengantuk sekali. Tidur dengan nyaman dan besok bisa bekerja lagi. Dan dia juga harus mengabari Gemma, meminta maaf karena hari ini harus membatalkan janji bertemu dengan perempuan itu. Ethan berharap Gemma mau memaafkannya dan dia juga bingung harus beralasan apa karena tidak mungkin dia memberitahu Gemma jika Leona saat ini ada di apartemennya.


Sampai di unitnya, Ethan masuk ke kamar mandi. Dia akan menghubungi Gemma dan berbicara di dalam kamar mandi agar tidak mengganggu istirahat Leona. Ethan duduk di closet dan menghubungi perempuan yang di sukai nya itu, cukup lama hingga akhirnya di angkat. "Hai Gem....???? Apa kau sudah tidur???" Tanya Ethan.


"Hai... Belum, aku masih menonton televisi... Kenapa telepon malam-malam??? Apa kau masih ada di luar???" Tanya balik Gemma.


"Tidak, aku sudah di rumah... Maaf ya aku membatalkan janji kita lagi, tadi ada masalah yang urgent sekali.. "


"Tidak apa, aku tahu pekerjaanmu itu tidak mengenal waktu, kau bisa saja di butuhkan di jam-jam genting di luar jam kerjamu... Apa kau sudah makan???" Tanya Gemma.


"Sudah, aku tadi makan selembar roti dan juga selai saja, tetapi itu cukup untuk mengganjal perutku.." Jawab Ethan.


"Kenapa hanya selembar roti???? Oh iya besok aku akan mengantarkan sarapan untukmu ya???"


"Ah tidak tidak... tidak perlu.. " Jawab Ethan dengan cepat.


"Kenapa???"


"Aku harus berangkat pagi sekali, harus mengantar bos ku keluar kota, jadi tidak perlu kesini... Aku bisa sarapan di jalan..."


"Oke baiklah kalau begitu.. Kau berhati-hati ya???"


Ethan tersenyum. "Ya...! Sekali lagi aku minta maaf... Kalau begitu aku tidur dulu, karena besok harus bangun pagi, goodnight... " Ethan mengakhiri panggilannya. Merasa lega sekali karena Gemma ternyata tidak marah kepada nya. Dan perempuan itu begitu pengertian sekali kepada na, membuat Ethan semakin menyayanginya dan mencintai nya.