
Keesokan harinya
Naufal turun dari kamarnya bersama dengan Vineet mereka akan turun untuk sarapan bersama. Semalam Vitto, Rana dan Sanne berpamitan untuk pulang. Ini adalah pagi pertama Naufal di Jakarta dan pagi pertamanya juga sarapan bersama dengan keluarganya di rumah, biasanya dia sarapan sendirian saat di Amerika. Terkadang juga dengan Leona tetapi jika Leona sedang ada bersamanya tetapi kali ini tentu suasana yang sangat berbeda.
"Selamat pagi, kalian duduklah!!! Mama sudah menyiapkan sarapan istimewa untuk kedua anak Mama, ayo duduklah...!!!" Ucap Arindah. Dan di ruang makan itu belum ada siapa-siapa.
"Papa mana Ma???" Tanya Vineet.
"Papa masih ada di kamar dan sedang bersiap untuk ke kantor sudah, lama kan Papa meninggalkan kantor jadi dia harus segera kembali dan bekerja untuk mengurus semua pekerjaannya yang dia tinggalkan kemarin." Jawab Arindah.
"Jadi Papa hari ini langsung ke kantor ya???"
"Iya, ada beberapa hal yang harus Papa tanda tangani, tapi Papa bilang siang nanti dia akan langsung pulang hanya untuk menandatangani berkas saja di kantor."
"Mama juga kan langsung ke rumah sakit???"
Arindah tersenyum. "Tidak sayang, minggu depan baru Mama kembali bekerja lagi. Oh ya kau ke kamarnya Opa, beritahu dia kalau sarapan yang sudah siap."
"Iya Ma." Vineet yang belum duduk di kursi makan langsung berbalik badan menuju ke kamar Opa nya sedangkan Naufal menarik kursi dan duduk manis di kursi makan.
"Naufal sayan, Mama membuat nasi goreng untuk sarapan kita hari ini. Apa kau sudah pernah memakannya???" Tanya Arindah. "Dulu kau sangat suka sekali dengan nasi goreng buatan Mama."
Naufal tersenyum. "Aku pernah sekali makan nasi goreng, rasanya sih enak tetapi ada banyak nasi goreng dari beberapa negara di Asia tetapi nasi goreng Indonesia aku belum pernah memakannya, waktu itu aku memakan nasi goreng dari restoran Cina."
"Kalau begitu sekarang kau harus menghabiskan nasi goreng buatan Mama, karena dulu kau sangat menyukainya sekali. Itulah kenapa Mama pagi ini membuatkannya untukmu."
"Terima kasih Ma."
"Sama-sama sayang..."
Vino akhirnya juga turun dan langsung menuju ruang makan, dia tersenyum melihat istrinya serta putranya sudah berada di sana. Vino menghampiri mereka dan menarik kursi duduk di kursinya. "kau sudah bangun ternyata." Ucap Vino pada Naufal.
"Iya Pa. Sebenarnya aku sedikit kesusahan tidur tadi malam, mungkin karena belum terbiasa dan masih harus menyesuaikan, karena tentu jika di sini malam di Amerika siang,kebalikannya sehingga aku harus menyesuaikan diri tetapi Lumayan lah pada akhirnya aku bisa tidur juga."
"Iya Pa, sangat nyaman sekali."
"Syukurlah kalau begitu, lalu hari ini apa yang akan kau lakukan??? Bagaimana kalau kau ikut Papa ke kantor saja, nanti siang adikmu kan juga akan ke kampus. Kau pasti kesepian di rumah."
"Kan Di rumah ada Mama dan Opa." Gumam Naufal.
"Ya itu benar, tetapi Papa juga akan ke kantor sebentar saja, nanti siang juga akan pulang, lebih baik kau ikut Papa ke kantor sebentar, sembari jalan-jalan dan melihat Jakarta. Papa ke kantor hanya akan menandatangani beberapa hal serta berkas yang kemarin Papa tinggalkan, Papa akan mulai aktif ke kantor minggu depan karena Vineet juga akan wisuda kan???"
Arindah meletakkan pitcher berisi air di atas meja dan tersenyum. "Iya Naufal sayang, kau ikut papamu saja ke kantor sekalian jalan-jalan dan melihat kesibukan Kota Jakarta, kau juga bisa melihat kantor Papamu, kau kan akan bergabung di sana.??"
Naufal tersenyum. "Baiklah kalau begitu aku akan ikut Papa."
"Nah begitu dong ini, baru anak Papa."
Vineet kembali ke ruang makan bersama dengan Opanya lalu duduk dan Sarapan dimulai. Naufal mengambil nasi goreng yang ada di mangkuk besar, ia mengambil beberapa centong lalu mulai menikmatinya dan Naufal merasakan bahwa nasi goreng itu memang sangat enak dan lagi-lagi ia merasa pernah memakannya, rasa yang khas dari makanan yang ada di depannya itu. Mungkin benar kata Arindah bahwa ia dulu sangat menyukai nasi goreng ini nasi goreng buatan Arindah.
"Kau akan ke kampus jam berapa???" Tanya Vino pada Vineet.
"Jam 10-an sih Pa, tapi hanya Sebentar saja kok. Siang juga nanti akan pulang."
"Kakakmu akan ikut Papa ke kantor supaya dia juga bisa melihat kantor Papa."
"Bagus dong..."
"Iya biar kakak mu juga bisa melihat dan jalan-jalan sebentar. Papa juga akan kembali siang nanti, Papa ke kantor kan hanya ada urusan penandatanganan berkas saja."
"Iya Pa. Papa ajak-ajak saja Kakak ke kantor Papa supaya Kakak juga tidak boring."
****