My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Ancaman Leona



Leona tersenyum sinis. "Mama pikir aku takut dengan ancaman mama???? Tidak sama sekali, aku ada bersama Papa, aku akan memberitahunya dan juga akan menguatkan dia karena Papa ada bersamaku. Dia akan melewati semuanya baik-baik saja, aku akan menjaga Papa sekuat tenagaku. Mama tidak akan bisa lagi menyakiti Papa, jadi jangan Mama pikir bahwa Papa akan merasa sedih. Tidak akan terjadi sama sekali, aku akan menjaga Papa dan aku akan membahagiakannya. Apa yang sudah mama lakukan itu sangat-sangat keterlaluan sekali itu juga tidak bisa dimaafkan begitu saja." ujar Leona


"Apa kau pikir mama takut dengan ancamanmu???? Mama sangat yakin kau tidak akan berani mengatakan itu kepada Papamu. Mama tahu kau sangat menyayangi nya dan kau tidak ingin itu mempengaruhi kesehatannya, tetapi kau sendiri tadi yang bilang bahwa selama ini kau mengetahui segalanya dan kau tidak berani mengatakan kepada Papamu. Lalu kenapa kau sekarang mengancam Mama untuk memberitahukan semuanya kepada Papamu dan kau bilang kau tidak khawatir dengan kesehatannya karena dia bersamamu. Kenapa??" tanya Nyonya Haidee.


"Itu karena aku merasa bahwa saat ini sudah cukup Mama menyakiti hati papa sudah cukup permainan Mama sudah cukup pengkhianatan yang Mama lakukan. Itulah kenapa saat ini aku berani untuk mengatakan ini kepada mama dan meminta Mama untuk berhenti dan menghentikan kegilaan Mama. Ini sudah cukup, Mama itu sudah tua sekarang waktunya Mama beristirahat dan menikmati masa tua Mama dengan Papa, tetapi apa yang mau melakukan selama ini itu sangat mengecewakan aku, terlebih lagi Papa. Jika Papa mengetahuinya dia pasti akan kecewa sekali dengan Mama.."


"Untuk apa aku harus berhenti??? Jika aku mau berhenti pasti sudah sejak lama tapi ini menyenangkan dan aku tidak mau berhenti, lagi pula Papamu sudah tidak berguna lagi untuk Mama, dia lumpuh, sakit-sakitan dan merepotkan Mama saja..!!"


Leona masih mencoba menahan amarahnya. Dia sakit hati sekali dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Mama nya itu, tapi harus tetap menahannya. "Jika bukan karena Papa, Mama tidak akan bisa seperti saat ini Seharusnya Mama ingat dengan segala perjuangan mama tetapi Mama tiga sekali menghianati Papa dengan cara yang begitu buruk dan menyakitkan. Aku yakin Mama tidak akan mendapatkan apapun lagi jika Mama tidak menghentikan kegilaan ini."


"Kau pikir Mama akan mau berhenti kalaupun memang mama mau berhenti tentu Mama akan berpisah dengan Papamu dan ingatlah kau tidak akan jadi seperti ini jika bukan karena Mama yang menyuruh dari dulu. Mama bisa saja menyuruh orang lain untuk mengurus perusahaan tapi Mama memberikanmu hak sepenuhnya untuk mengurus perusahaan itu dan sekarang kau berani dengan Mama, kau memang anak yang tidak tahu diri..!!!"


Leona terkekeh. "Tanpa Mama minta pun aku pasti akan mengurus Semua perusahaan Papa, semua bisnis Papa karena itu sudah menjadi tanggung jawab sebagai anaknya dan jika aku menolak untuk perusahaan tidak akan seperti saat ini. Aku mengurusnya dengan sangat baik aku bertanggung jawab karena aku selalu memikirkan kebaikan Papa dan juga ingin membuatnya bahagia."


"Kau konyol sekali Leona.!!"?


Leona melempar senyum. "Oke baiklah jika Mama tidak mau menghentikan kegilaan Mama itu terserah Mama, Leona akan tetap memberitahu Papa dan menjelaskan segalanya padanya. Papa akan mengerti dengan apa yang Leona jelaskan. Leona juga akan menyuruh Papa untuk tinggal bersama Leona saja agar Papa merasa lebih baik dan tidak merepotkan Mama, seperti apa yang Mama katakan tadi Papa akan baik-baik saja bersama ku dan dia akan sembuh lebih cepat daripada dia tinggal di sini bersama Mama." Mata Leona muenajam menatap Nyonya Haidee. "Karena Mama selalu saja mengabaikannya." Leona berbalik badan kemudian meninggalkan kamar Nyonya Haide. Leona keluar dengan perasaan kecewa tapi tidak terlalu kecewa karena ia sudah mengerti bahwa pada akhirnya Mamanya akan bersikap seperti ini. Setidaknya Leona sudah memberitahu kepada Mamanya jika iya telah mengetahui segalanya.


Leona sampai di bawah dan Kaia masih duduk di ruang tamu. " Kai...!! Ayo kita pulang.!!!" Ajak Leona.


Kaia beranjak dari tempat duduknya kemudian berdiri dan mengikuti Leona pergi keluar meninggalkan kediaman orang tua Leona. Ethan yang tadinya ada di luar melihat Leona keluar bergegas membuka pintu mobil untuk Leona dan Kaia. Leona pun mengajak Ethan untuk pulang bersamanya. Mobil Leona kemudian meninggalkan halaman depan rumah orang tua nya.


"Kita sudah menduga sejak awal tetapi yang penting aku sudah memberitahu Mama jika aku sudah mengetahui segalanya. Aku memintanya untuk berhenti tapi dia malah mengajakku berdebat lebih panjang lagi... Sudahlah!!!" jawab Leona.


"Lalu bagaimana dengan papamu??? Apa kau mau melakukan apa yang kita bicarakan kemarin???"


"Ya aku rasa seperti itu tapi aku ingin melihat kondisinya dulu kalau sekarang berbicara dengan Papa rasanya masih belum cocok masih aku rasa masih belum tepat.."


"Apa saja yang dikatakan oleh Nyonya Haiee kepada mu???" Tanya Kaia.k


"Aaa'h dia bilang Aku tidak berani mengatakan kepada Papa karena aku khawatir dengan kesehatan Papa tetapi Tentu saja aku mengatakan bahwa aku sudah tidak memikirkan ini lagi, karena aku tetap akan berbicara dengan Papa dengan pendekatan yang lebih lagi. Agar Papa tidak terlalu terkejut,u ya tetapi untuk saat ini Kurasa ya memang tidak ada masalah apapun mengingat Papa juga sudah tahu tetapi memang butuh pendekatan saja. Papa pasti butuh hiburan di saat-saat seperti ini. Ah sudahlah biarkan saja tidak peduli dengan Mama.." Ujar Leona.


****


Sementara itu Nyonya Haidee berjalan mondar-mandir di kamarnya. Dia terlihat gelisah sejak kepergian Leona. Nyonya Haidee mencoba untuk memikirkan sesuatu agar Leona tidak memperpanjang permasalahan ini walaupun tgsebenarnya Nyonya Haidee memiliki ketakutan jika suaminya mengetahui perselingkuhannya, dia khawatir akan kehilangan segalanya tetapi ia juga tidak terlalu yakin jika Leona akan membahas ini. Leona pasti hanya menggertaknya saja.


Nyonya Hay Day mengambil ponselnya kemudian menghubungi adik suaminya yang juga menjadi selingkuhannya Nyonya ide berbicara dan membahas tentang pembicaraannya dengan Leona Tadi ia meminta saran kepada lelaki itu bagaimana harus menghadapi masalah ini karena ia sebenarnya juga takut jika Tuhan hyd tahu mengenai semua ini dari Leona idi takut suaminya itu akan mengambil semuanya darinya Dan ia bisa jadi miskin mendadak ia harus segera mencari solusi dari permasalahan ini.


"Aku sudah bilang bahwa Leona itu sangat berbahaya dan lihatlah sekarang ternyata selama ini dia pandai menyimpan informasi itu, dan sekarang kita dalam posisi yang terdesak. Satu-satunya cara adalah kau harus mengirim orang untuk mengawasi gerak-gerik Leona dan mencari informasi sekecil apapun tentang Leona begitu juga tentang kakak, harus ada orang yang mengawasi mereka berdua dan mendapatkan informasi apapun tentang keduanya .." ucap Robby menyarankan kepada Nyonya Haidee. "Kau mengerti maksudku kan??" tanya Robby.


"Ya aku mengerti maksudmu aku kan mencari orang untuk mata-matai mereka, seperti halnya Leona memata-matai kita selama ini" Jawab Nyonya.