
"Kau selalu melakukan ini dan berakhir dengan patah hati.. " Gumam Kaia yang membuyarkan lamunan Leona.
Leona tersenyum dan menoleh ke arah sahabatnya itu. "Aku tidak patah hati.. Biasa saja.. " Leona coba menyangkal.
"Benarkah???? Eleh tidak usah berbohong padaku...! Oh iya bagaimana dengan rencana kita besok???" tanya Kaia.
"Ya tetap kita lakukan...!!!" Gumam Leona.
"Apa kau yakin dia besok akan melakukan itu.??? Maksudku mungkin dia hanya akan mengagumi saja dan tidak berani melakukan itu.. "
"Kalau hanya mengagumi ya itu bagus, akupun tidak terlalu berharap dia akan melakukannya.. Tetapi jika dia melakukannya ya berarti kita dapat satu lagi sisi gelapnya.. "
"Parah sih kalau sampai dia melakukannya.. " Gumam Kaia.
"Kita lihat saja, sejauh apa sikap buruknya itu, tapi semua sudah beres kan??? Kau sudah menyiapkannya dengan baik, berikut dengan pakaian-pakaianku???"
Kai mengangguk. "Tenang saja, semuanya beres....!!! Besok pagi-pagi aku akan mengeceknya..! Oh iya kenapa kau tidak melakukan sesuatu tadi??? Maksudku kenapa tidak co a membuat Gemma mabuk berat, bukankah hal itu bisa di manfaatkan untuk menguji kejujuran seseorang, bukankah bagus melakukannya tepat di depan Ethan???" Tanya Kaia sambil bangun dari tempat nya duduk yaitu dari sebuah kursi, kemudian pindah dan berganti posisi menjadi tengkurap di tempat tidur Leona.
Leona memutar kursi kerja nya dan menghadapi belakang, memandangi Kaia. "Aku sempat terpikirkan untuk melakukan itu, tetapi setelah aku pikir-pikir itu adalah cara lama, aku tidak yakin itu akan membuat Ethan percaya begitu saja, lagipula nanti Ethan akan mencurigai ku.. Dan juga Gemma sepertinya kuat minum, lihatlah tadi, sebanyak itu dia minum tetapi pikirannya masih waras.. "
"Benar juga sih... Hahaha... Dia menghabiskan hampir satu botol vodka dan juga tequila, tetapi masih terlihat waras, walaupun dari pandanganku dia cukup rakus.. "
Leona terkekeh dan beranjak dari kursi putar nya, menyusul Kaia yang ada di tempat tidur. "hahaha bisa juga kah berpikir sejauh itu... Tapi Ethan terlihat biasa saja, seperti memaklumi sikap Gemma.. " Ujar Leona.
"Mau bagaimana lagi, dia sudah di mabuk cinta Na... Buta akan segala nya! Itupun kau pertanyakan...?? Hahaha Tidur yuk, mengantuk sekali... BIue FiImnya sudah selesai dan pemainnya juga sudah tidur..!"
Leona mengangguk dan dia pergi ke ruang ganti nya mengganti pakaiannya dengan gaun tidur sedangkan Kaia sudah berganti sejak tadi saat Leona sibuk menonton percintaan Gemma dan juga Ethan.
Kaia menarik selimut, merasa mengantuk sekali sm dan dia langsung tertidur. Besok dia harus bangun pagi dan menyiapkan rencana jebakannya untuk Gemma.
Di ruang ganti, Leona membuka lemarinya dan mengambil gaun tidurnya, tetapi saat memegang gaun yang di gantung itu, Leona terdiam sesaat dan tiba-tiba saja dia tidak bisa membendung air matanya. Ya, untuk kesekian kalinya Leona menangis dan ith karena dia melihat hal yang paling melukai hatinya yaitu Ethan dan Gemma. Dada Leona begitu sesak, semakin dia menahan perasaan cinta nya pada Ethan semakin sesak pula dirinya. Leona tidak tahu sampai kapan dia bisa bertahan dalam keadaan seperti ini. Sejak terakhir di fine line, Leona tidak bisa mengajak Ethan untuk berhubungan dengannya karena Ethan sudah memutuskan untuk setia dengan Gemma. Sedangkan Leona sangat merindukan Ethan, merindukan percintaannya dengan Ethan, tetapi dia tidak bisa berbuat apapun saat ini selain menunggu membongkar rahasia kelam Gemma. Leona sangat ingin sekali menjemput kebahagiaannya bersama dengan Ethan.
★★★
Keesokan harinya......
Gemma dan Ethan terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu di luar. Mereka melihat jam dan sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Mereka bangun terlambat dari biasanya. Dan sadar bahwa mungkin ini efek dari tadi malam dimana mereka minum terlalu banyak, sehingga mereka tertidur dengan pulas hingga bangun kesiangan. Merek asadar bahwa saat ini mereka sedang tidak ada di apartemen mereka, melainkan di apartemen Leona.
Gemma lekas beranjak dari tempat tidur, memunguti pakaiannya semalam, lalu bergegas memakai nya. Hal yang sama juga di lakukan oleh Ethan. Setelah selesai, Gemma berlari dan membuka pintu, mendapati Kaia berdiri tersenyum menyapa nya. Perempuan itu juga membawa dua gelas berisi jus. "Selamat pagi...!!! Sorry aku mengganggu kalian ya???" Tanya Kaia pada Gemma.
"Ah tidak-tidak... Tidak sama sekali, kami yang harusnya mina maaf karena terlambat bangun, semalam terlalu banyak minum dan juga tidur terlalu larut, jadi kesiangan deh.. "
Kaia t|tersenyum. "Itu sudah biasa dan aku sangat mengerti sekali..., Aku membawa jus untukmu dan juga untuk Ethan supaya kalian merasa lebih baik lagi, oh iya, kau pasti tidak membawa baju ganti ya??? Eh Leona menyuruhku mengajakmu untuk memilih pakaian di kamarnya, kau bisa memilih pakaian yang kau mau.. Tapi habiskan dulu ini, lalu temui aku... Kau juga harus mengumpulkan semua nyawamu lebih dulu, supaya merasa lebih baik... Oh iya untuk Ethan, ada pakaian di dalam lemari, pakaian milik kekasihku, Ethan bisa menggunakannya.. Masih baru karena belum di pakai, dia sempat menginao disini, dan saat itu dia pergi dengan pakaiannya dan tidak mau berganti, jadi masih ada di lemari dan belum sempat di pakai... "
"Ah Terima kasih, memakai ini lagi sebenarnya tidak masalah.. " Ucap Gemma.
Kaia tersenyum. "Jangan dong, itu sudah bau minuman dan keringat juga, pakai saja pakaian yang ada disini, dan nanti kau bisa memilih pakaian Leona, ada banyak pakaian baru yang belum di pakai Leona, habiskan dulu dan temui aku setelahnya.. "
"Baiklah, Terima kasih Kak.. " Ucap Gemma, Kaia mengangguk lalu berbalik badan dan meninggalkan Gemma. Dia sudah mempersiapkan segala nya dan tinggal menunggu Gemma menemuinua dan juga Leona, lalu permainan selanjutnya akan segera di mulai. Kai berharap Gemma kali ini benar-benar masuk dalam perangkapnya.
Kaia masuk ke kamar Leona, tampak sahabatnya itu sedang duduk di depan laptopnya. "Bagaimana Kai??? Dia mau???" Tanya Leona pada Kaia yang baru saja masuk dan duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"Ya, aku berhasil membujuknya dan kita tunggu saja dia masuk kesini... " Jawab Kaia.
"Bagus... Kau sudah mengaktifkan semua nya???" Tanya Leona lagi.
Kaia mengangguk. "Ya, sudah aku aktifkan, kau bisa mengeceknya sendiri apa semua nya sudah berfungsk dengan baik atau tidak.. "
"Oke.. " Gumam Leona dan dia mencoba mengecek melalui komputernya dan melihat satu persatu, semua sudah berfungsi dengan baik. "Kerja bagus, kita tinggal menunggunya datang saja.. " Ujar Leona, sembari tersenyum. penuh kemenangan.